BERIBU LIDAH PATUTLAH MEMUJI TUHANKU
Views: 0
Saudara yang dikasihi Tuhan Yesus Kristus, Syalom Alekhem.
Apa kabar? Semoga Saudara semua dalam keadaan baik, dalam naungan kasih Tuhan.
Saat ini kita bersyukur dapat memasuki Pekan Pendidikan. Hari ini kita merenungkan tema “Beribu Lidah Patutlah Memuji Tuhanku.” Firman Tuhan menjadi dasar perenungan kita hari ini terambil dari Markus 7:34-37 Kemudian sambil menengadah ke langit Yesus menarik nafas dan berkata: “ Efata!”, artinya Terbukalah! Maka terbukalah telinga orang itu dan seketika itu terlepas pulalah pengikat lidahnya, lalu ia berkata-kata dengan baik. Yesus berpesan kepada orang -orang yang ada di situ supaya jangan menceritakannya kepada siapapun juga. Tetapi makin dilarang-Nya mereka , makin luas mereka memberitakannya. Mereka takjub dan tercengang dan berkata: Ia menjadikan segala-galanya baik. Yang tuli dijadikan-Nya mendengar, yang bisu dijadikan-Nya berkata- kata.”
Demikianlah Firman Tuhan. Berbahagialah setiap orang yang mendengar Firman Tuhan dan yang memeliharanya.
Firman Tuhan ini ditulis oleh penulis Injil Markus dalam kisah Tuhan Yesus menyembuhkan seorang tuli dan gagap. Ada dua hal yang ingin diberitakan dalam Injil Markus. Pertama, bahwa Yesus datang sebagai Hamba yang melayani. Dalam kisah ini, setelah Yesus menyembuhkan, Ia melarang orang-orang yang menyaksikan peristiwa penyembuhan itu, supaya jangan menceritakan peristiwa itu kepada siapapun juga. Mengapa Saudara? Karena Tuhan Yesus tidak pernah melakukan suatu mujizat untuk mencari kemasyuran. Kedua, bahwa pemberitaan tentang kasih Tuhan ternyata tidak dapat dibendung. Meskipun orang-orang dilarang untuk memberitakan, namun apa yang terjadi? Mereka justru tidak dapat menahan diri untuk menceritakan peristiwa itu kepada orang lain. Bahkan makin dilarang-Nya mereka, makin luas mereka memberitakannya. Seolah-olah lidah mereka tak dapat dicegah untuk menceritakan dan mengungkapkan pujian kepada Tuhan Yesus.
Ya, karena mereka takjub dan tercengang dengan apa yang dilakukan Tuhan Yesus. Mereka tahu, bahwa apa yang dilakukan Tuhan Yesus adalah penggenapan nubuat nabi Yesaya tentang kedatangan Sang Mesias. Mereka berkata: Ia menjadikan segala-galanya baik! Yang tuli mendengar dan yang bisu dijadikan-Nya berkata-kata.
Saudara-saudara, bagi jemaat GKI Kwitang, Pekan Pendidikan, bukan saja memperhatikan pendidikan kepada anak-anak pada umumnya, tetapi juga memperhatikan pelayanan kepada anak-anak yang memiliki kebutuhan khusus. Contohnya, GKI Kwitang melaksanakan pelayanan khusus melalui salah satu unit Yayasan Sosial Karya Kasih, yaitu Sekolah Luar Biasa Surya Wiyata untuk melayani pendidikan anak-anak tuna wicara, tuna rungu, dan tuna grahita. Kita berharap Tuhan memberkati anak-anak yang berkebutuhan khusus agar mereka memperoleh pendidikan yang baik dan berprestasi, sehingga masa depan mereka menjadi baik.
Kita telah mendengar persembahan pujian yang indah dari Staf dan Guru-guru Sekolah Luar Biasa Surya Wiyata lagu yang berjudul: “Beribu Lidah Patutlah Memuji Tuhanku.” Nyanyian ini merupakan kesaksian dan pujian kepada Tuhan, yang mengajak kita semua untuk ikut serta memuji Tuhan dan memberitakan kuasa kasih Tuhan yang besar. Mengapa Saudara? Karena Tuhan Yesus telah berkarya, sedang berkarya, dan terus berkarya untuk menjadikan segala sesuatu menjadi baik.
Saudara-saudara, apakah Saudara memperhatikan setiap Ibadah Minggu GKI Kwitang ada pelayanan Terjemahan Bahasa Isyarat, apa tujuannya? Tujuannya adalah supaya Saudara-saudara yang berkebutuhan khusus (tuna rungu dan tuna wicara) dapat menerima Firman Tuhan dan ikut serta memuji Tuhan.
Saya yakin ada banyak kesaksian di antara Saudara: Ada Saudara yang menghadapi masa-masa penuh kesedihan, namun telah beroleh penghiburan dari Tuhan, mengalami ketentraman dan kedamaian dalam hati, sehingga saat ini bersemangat untuk memberitakan kasih Tuhan itu. Ada pula Saudara yang menyadari betapa besar dosanya, begitu kotor hidupnya, namun Tuhan Yesus telah membasuh dengan darah-Nya yang kudus, sehingga saat ini menyerahkan hidupnya untuk melayani Tuhan, dan dengan lidahnya dapat bersaksi dan memuji Tuhan.
Sebagai penutup renungan ini, marilah kita bertanya pada diri sendiri: Apakah lidahku termasuk di antara “Beribu-ribu lidah yang memuji Tuhan itu?” Marilah kita menggunakan kesempatan yang diberikan Tuhan untuk memberitakan keagungan kasih Tuhan dan memuji Tuhan melalui seluruh kehidupan kita.
Terpujilah namaTuhan! Amin.
Mari kita berdoa:
Bapa yang di surga, kami berdoa kiranya Tuhan memberkati Lembaga-lembaga pendidikan formal maupun non formal ; Sekolah-sekolah Umum maupun Sekolah Luar Biasa, khususnya kami doakan untuk SLB Surya Wiyata, salah satu unit pelayanan Yayasan Sosial Karya Kasih GKI Kwitang.
Kami mohon berkat-Mu untuk para guru dan murid, serta orangtua mereka. Tolonglah kami semua, ya Tuhan, mampukanlah kami mengangkat suara dan menyebarkan di dunia ini keagungan nama-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus Kristus kami berdoa. Amin.
Tuhan beserta Saudara dan keluarga!
(AM 9092021)
