KETIKA ISTERI MEMPERDAYA SUAMI
Views: 0
Bahan: Kejadian 27:8-10, Maka sekarang anakku, dengarkanlah perkataanku seperti yang kuperintahkan kepadamu. Pergilah ke tempat kambing domba kita. ambillah dari sana dua anak kambing yang baik, maka aku akan mengolahnya menjadi makanan yang enak bagi ayahmu, seperti yang digemarinya. Bawalah kepada ayahmu, supaya dimakannya, agar dia memberkati engkau, sebelum ia mati.
Banyak tayangan di T.V dan medsos menunjukkan berbagai kasus hubungan suami-isteri dalam keluarga. Ada suami yang “menjual isteri” demi mendapat uang, sebaliknya ada isteri yang membunuh suami dengan memberi racun, dst. Baik kasus besar maupun kasus kecil kita sering saksikan dalam medsos. Ada kasus karena uang, tetapi ada kasus karena penyelewengan cinta. Dari kasus-kasus seperti itu kita saksikan untuk kita mengenal diri, mengenal keluarga khususnya kehidupan suami isteri, tetapi yang namanya “dosa” akan selalu mendesak untuk orang berbuat jahat atau menyeleweng khususnya hubungan suami isteri.
Bahan renungan kita ini yaitu keluarga Ishak, anak Abraham, yang mungkin kita berpikir suatu keluarga yang baik, harmonis karena mereka keluarga pewaris janji Allah untuk keselamatan dunia. Tetapi Alkitab yang sangat terbuka, bahwa manusia tetap manusia yang berdosa, namun Allah berkenan memakai manusia berdosa ini untuk menyatakan kuasa dan janji-Nya. Allah mengikat janji dengan Abram bukan karena Abram “baik dan saleh,” tetapi karena Abram percaya dan melakukan seperti yang diperintahkan Tuhan kepadanya.
Ribka, isteri Ishak mempunyai dua orang anak, mereka anak kembar. Esau yang sulung dan Yakub adiknya. Mereka ini memiliki sifat yang berbeda. Disebutkan Esau hoby berburu, dan selalu hasil buruannya, dimasaknya dan diberikannya kepada Ishak ayahnya, hal ini membuat ayahnya lebih senang kepada Esau dari pada Yakub. Tetapi Yakub seorang yang tenang yang suka tinggal di kemah dengan ternak peliharannya. Setelah Ishak merasa tua dan tenaga makin lemah, maka dia bermaksud mewariskan berkat satu-satunya kepada anak sulungnya, karena demikianlah tradisi di negeri mereka tinggal. Karena itu Ishak memanggil Esau anak sulung dengan suara yang nyaring dan jelas dia berkata. Agar Esau pergi berburu dan mengolah daging buruannya agar dimakan olehnya, setelah itu Ishak akan memberkati Esau. Dengan jelas juga Ribka isterinya mendengar pesan itu, namun membuat hati dan pikirannya tidak tenang, dia mau agar berkat itu menjadi milik Yakub, anak kesayangannya, maka diaturnya siasat yang palsu. Direkayasa oleh Ribka agar Yakub menggantikan Esau untuk mendapat berkat. Dengan siasat Ribka ibunya, Yakub menyamar menjadi Esau, walaupun Ishak pada awalnya ragu, tetapi setelah dia meraba tangan dan leher yang telah disalut dengan kulit anak kambing, dan terakhir setelah diciumnya bau baju Esau, maka dia yakin itulah Esau dan diberkatinya sebagai pewaris berkat dan janji sejak Abraham. Ribka berhasil memperdaya Ishak suaminya, walau pun siasat itu membawa masalah besar dalam kelurga mereka, karena Esau hendak membunuh Yakub dan dendam itu tetap dia pendam sampai akhirnya Tuhan turun tangan meredakan dendam itu, membuat akhirnya mereka bertemu dalam kerinduan. Esau dan Yakub masih sempat bersama menguburkan Ishak ayah mereka dengan hubungan yang damai.
Mari kita aplikasikan renungan ini KETIKA ISTERI MEMPERDAYA SUAMI sbb:
- Menurut Anda apakah Ishak cukup teliti sehingga yakin Yakub itu adalah Esau.
- Mengapa Ribka ibu dari Esau dan Yakub, tidak rela kalau Esau yang diberkati?
- Apakah cukup alasan Esau hendak membunuh Yakub dalam kasus ini?
Mari berdoa:
Bapa kami dalam sorga, ada waktunya janji dan rencana Tuhan terus berjalan melalui hidup kami walaupun kami bukan orang saleh. Doa kami agar keselamatan dalam Kristus yang kami beritakan, tidak kami tinggalkan, tetapi terus terpelihara dalam hidup kami, walau pun kami tidak luput dari cacat cela dan dosa. Ikutkan kami, ya Tuhan, menjadi pewaris keselamatan dalam Kristus, dalam segala kekurangan kami. Dalam Kristus kami berdoa, Amin. [AS080822]
