GLOBALISASI
Views: 0
Bahan: Yeremia 29:1-7, (7): Usahakanlah kesejahteraan kota ke mana kamu Aku buang, dan berdoalah untuk kota itu kepada TUHAN, sebab kesejahteraannya adalah kesejahteranmu.
Saya tidak membahas kata GLOBALISASI, tetapi secara sederhana saya lihat dampak Globalisasi ini seperti naiknya suhu bumi yang mengakibatkan gunung dan tebing es di kutub utara mencair membuat permukaan laut naik. Apa akibatnya bagi negeri kita yang sangat jauh dari kutub utara? Secara sederhanya dan kenyataan banjir rob di daerah Marunda Jakarta Utara makin meluas menggenangi jalan raya dan banjir rob ini masuk ke rumah penduduk, demikian juga di Semarang daerah utara, makin luas dan makin dalam banjir rob. Demikian juga kebijaksanaan di negeri kita, seperti menghentikan ekspor bahan mentah dilarang pemerintah, ternyata berdampak bagi negeri lain. Karena itu kita tidak bisa bermasa bodoh dengan kata globalisasi.
Firman Tuhan bahan renungan kita adalah nasihat nabi Yeremia kepada umat Israel (Yehuda dan Yerusalem), yang sudah meringkuk sebagai tawanan yang menjalani pembuangan di negeri Babel. Mereka ditaklukkan oleh Nebukadnesar, raja Babel, rakyat diangkut ke Babel sebagai tawanan dan menjalani kerja paksa sebagai budak di negeri itu. Kota-kota Yehuda dan Yerusalem sudah dihancurkan, termasuk Bait Allah telah dibakar, dijarah. Hanya orang miskin, lanjut usia boleh tinggal di Yerusalem. Dengan keadaan yang sangat menyedihkan nabi Yeremia, masih tinggal di Yerusalem, maka dia menyampaikan nasihat firman Tuhan kepada orang buangan itu, bahwa pembuangan itu makan waktu 70 tahun, berarti sebagian besar mereka akan meniggal di pembuangan. Karena itu firman Tuhan menyampaikan agar mereka tidak berkurang, maka pemuda/i agar dinikahkan untuk mendapat anak keturunan, bukalah tanah pertanian untuk mencukupi kebutuhan hidup. Selanjutkan usahakanlah kesejahteraan, ketertiban kota di mana kamu tinggal. Terlihat di sini sedikitpun tidak ada nasihat untuk membenci orang Babel yang justru memperbudak mereka, jangan sekali-kali merusak tatanan kota, atau fasilitas umum kota itu. Pikiran dan nasihat seperti ini yang perlu kita pertimbangkan di negeri kita ini, yang sering kita katakana “ganti pimpinan, ganti aturan/kebijaksanaan.” Memang aturan/ kebijaksanaan harus mengalami perubahan untuk kemajuan. Tetapi tidak jarang aturan yang baru meruntuhkan kemajuan yang sudah ada.
Dengan nasihat nabi Yeremia ini menyadarkan umat Israel, bahwa kesejahteraan dan damai dari Tuhan tidak akan terhambat, walaupun mereka tinggal di negeri lain. Tangan Tuhan tidak kurang panjang untuk memberkati mereka walaupun di luar tanah Israel. Selanjutnya mereka harus melihat makna pembuangan itu yaitu sebagai masa perenungan menyadari dosa dan kesalahan mereka di hadapan Tuhan, masa pembuangan itu tak lain adalah masa pertobatan, sehingga generasi yang pulang dari pembuangan sungguh-sungguh mencari Tuhan, ternyata mereka membangun Kembali Bait Allah yang sudah runtuk itu, Kembali beribadah kepada Tuhan.
Mari kita aplikasihan renungan itu dengan pokok berikut:
- Setujukah Anda bahwa kesejahteraan kota di mana kita tinggal adalah juga kesejahteraan Anda yang berdampak global.
- Apakah Anda melihat “ganti pimpinan, ganti kebijaksanaan” yang membawa kemunduran di kota atau di negeri kita ini?
- Apa isi doa Anda untuk negeri kita ini?
Mari berdoa:
Bapa kami dalam Tuhan Yesus Kristus Juruselamat kami, kami bersyukur atas kesejahteraan yang ada di negeri dan kota kami. Kami ikut menjaga ketertiban di negeri ini, walau kecil yang kami lakukan, seperti taat aturan lalulintas menjaga kebersihan lingkungan kamin namun berdampak global. Kami berdoa agar pejabat pemerintahan kami mulai dari kepala pemerintahan pusat sampai ke daerah dan desa, menjalankan tugas sebagai pejabat untuk kesejahteraan di negeri ini. Demikian doa kami dalam nama Tuhan Yesus. Amin. [AS230123]
