TERJADI KESELAMATAN
Views: 0
Bacaan: Lukas 19: 1-10
Salam sejahtera, semoga hari ini terjadi keselamatan dalam diri dan rumah kita serta persekutuan kita, karena Yesus datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang seperti ungkapan dalam Lukas 19:9-10 Kata Yesus kepadanya: “Hari ini telah terjadi keselamatan kepada rumah ini, karena orang inipun anak Abraham. Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang.”
Apa yang dimaksud terjadi keselamatan? Artinya terjadi pertobatan, orang meninggalkan dosa, dan kembali kepada Allah karena Yesus sudah mengampuni dosanya sehingga terjadi perubahan hati dan perilaku.
Ahli Taurat dan orang Farisi menyatakan Zakheus berdosa, dan perlu disingkirkan. Menurut Yesus, Zakheus juga keturunan Abraham dan ia berhak dalam perjanjian dengan Allah, menerima warisan Kerajaan Allah. Orang Yahudi menganggap Zakheus orang yang hilang, tidak pantas disebut anak Abraham. Tapi karena pertobatan Zakheus yang sungguh-sungguh maka Zakheus disebut Yesus sebagai anak Abraham. Penyesalan Zakheus maka ia telah menjadi orang yang dibenar di hadapan Allah, sama baiknya sebagai anak Abraham, ia bukan lagi pemungut cukai yang jahat. Pekerjaan pemungut cukai tidak salah, tidak jahat, tapi perilaku yang memeras, menipu orang demi keuntungan diri sendiri itu perbuatan jahat. Kalau orang telah menyesali dan bertobat dapat disebut anak Abraham.
Orang berdosa tidak perlu dikucilkan tapi dibantu untuk menemukan jalan bertemu Yesus dan dibasuh dosa-dosanya. Mengucilkan orang bukan mengasihi. Yesus membuktikan dengan mengasihi orang berdosa, akan terjadi pertobatan, terjadi keselamatan.
Yesus datang ke dunia bukan untuk mengadili, menghakimi orang berdosa tapi Ia mencari, menolong dan menyelamatkan orang yang berdosa dan rindu menyesali dosa serta bertobat. Yesus mencari dan menyelamatkan orang yang hilang agar kembali kepada Allah, mempunyai hubungan yang baik, mengasihi Allah, yang diwujudkan dengan mengasihi sesama. Ketika orang bertobat dan hidup mengasihi Allah dan sesama maka orang tersebut menjadi berbahagia.
Terjadi keselamatan berarti diselamatkan dari rasa bersalah akibat dosa-dosa, dan mau hidup menurut jalan yang ditunjukkan Tuhan. Orang yang bertobat berarti tidak lagi mengambil laba dengan cara yang tidak pantas, dengan menipu, memeras orang. Malah sebaliknya ia menjadi murah hati kepada yang miskin, seperti yang dilakukan Zakheus dengan memberi setengah hartanya untuk menolong orang miskin, dan mengembalikan 4 kali lipat kepada orang yang dirugikannya. Zakheus memberi kepada orang miskin karena bahagia sudah diselamatkan Yesus, bukan supaya diselamatkan.
Ketika Zakheus sendiri berpaling kepada Kristus, keluarganya juga menjadi bagian dalam Kristus, dan diselamatkan. Karena satu orang diselamatkan maka satu rumah diselamatkan seperti kisah kepala penjara bertobat maka seisi rumah diselamatkan.
Sikap Ahli Taurat dan orang Farisi yang menyingkirkan orang berdosa ditiru Bapak A. Ia tidak mau mengendong cucu, anak dari B anak perempuannya yang kedua. B telah meninggalkan iman kepada Yesus, dan ikut agama suaminya. Bapak A sangat kecewa dan menyingkirkan B dari keluarganya, karena mencoreng nama baik keluarga. Bapak A merasa anaknya B pantas disingkirkan. Menurut Yesus, sikap Bapak A, tidak akan membawa B kepada pertobatan atau keselamatan. Yesus memberi contoh bagaimana membawa orang dalam pertobatan agar terjadi keselamatan, yaitu dengan cara mengasihi, hidup bersama-sama dengan orang yang hilang, orang berdosa. Yesus tidak membenci orang berdosa tapi hanya membenci perbuatannya, karena itu Yesus mengasihi, mendekati, mencari, menyelamatkan orang berdosa. Hal ini penting kita pelajari dari Yesus adalah walau kita, anak, teman berdosa, bersalah, Tuhan Yesus mencari, dan mau hidup bersama-sama dengan orang berdosa. Ia mendekati orang yang hilang, seperti Yesus mau mendekati Zakheus.
Pelajaran yang kita dapat dari Yesus adalah jika ada anak yang hilang, teman yang hilang atau berdosa, kita tidak membenci orangnya, kita membenci perbuatan, dan tetap menerima orangnya. Ketika kita menerima bukan berarti kita setuju dengan kesalahannya. Yang penting, orang yang bersalah ada saatnya dia mau mendengar tentang Yesus yang baik, yang menyelamatkan, menebus dosanya. Kalau kita bersalah, teman bersalah, orangtua bersalah, siapapun yang salah, yang penting di dalam kesalahan dia mau mendengar tentang Yesus yang baik, yang mengampuni, menyelamatkan.
Bagaimana Zakheus mau mendengar dan mau melihat Yesus kemudian mau tinggal bersama-sama dengan Yesus? Ini kasih karunia, di mana orang itu tergerak hatinya mau melihat Yesus, tergerak untuk hidup bersama Yesus. Orang yang mau bertemu Tuhan Yesus, adalah orang yang ingin mendapatkan kasih Allah. Dalam keluarga yang kering dengan kasih, maka orang tersebut bisa mendapatkan kasih dari Yesus. Kita belajar dari Zakheus, yang mau melihat Yesus dan membutuhkan kasih Yesus
Yesus menerima Zakheus, karena kemauan keras untuk melihat Yesus tidak mudah menyerah. Kalau ada hambatan waktu melihat Yesus, maka kita mencari jalan keluar, tidak putus asa, cari terus usaha bagaimana bisa melihat Yesus, bertemu Tuhan Yesus. Tindakan Zakheus naik ke atas pohon adalah tindakan tidak putus asa ketika ada hambatan, selalu ada semangat ingin sekali melihat Tuhan Yesus yang memberi pengharapan padanya.
Bertemu Tuhan Yesus, beribadah pada Yesus bukan rutinitas, melayani bukan rutinitas, tapi ada semangat pantang menyerah, semangat bertemu Yesus untuk diubahkan hati dan perilaku. Kalau mau bertemu Tuhan Yesus, kita benar- benar ingin merasakan kasih Yesus, merasakan jamahan Tuhan, merasa dekat dengan Tuhan.
Pengalaman Zakheus adalah pengalaman tentang betapa banyaknya berkat yang Tuhan berikan terhadap orang berdosa. Tuhan memberi berkat, teristimewa rahmat Tuhan dan hidup abadi yang dijanjikan. Kita berterima kasih kepada Tuhan atas keselamatan yang diberi pada kita dan Tuhan memberi kepada kita hidup bahagia abadi seperti ungkapan dalam KJ. 393 ayat 1 Tuhan, betapa banyaknya berkat yang Kauberi, teristimewa rahmatMu dan hidup abadi. Reff: T’rima kasih, ya Tuhanku atas keselamatanku! Padaku telah Kauberi hidup bahagia abadi.
Doa:
Ya Tuhan kiranya hari ini terjadi keselamatan dalam diri dan rumah kami serta persekutuan dan masyarakat kami. Karena Yesus datang untuk mencari dan menyelamatkan orang yang hilang. Kiranya makin banyak terjadi pertobatan, orang berpaling dari dosa, kembali kepada Allah karena Yesus sudah mengampuni dosa dan terjadi perubahan hati dan perilaku banyak orang. Kami berdoa dalam nama Tuhan Yesus. amin
