MENANTIKAN PENGGENAPAN PENGHARAPAN
Views: 0
Bacaan: Titus 2:11-15
Salam sejahtera, semoga kita makin berbahagia dalam pengharapan untuk menantikan kedatangan Yesus kembali dengan kemuliaan Allah yang Mahabesar dan menyelamatkan kita, seperti ungkapan dalam Titus 2:13 dengan menantikan penggenapan pengharapan kita yang penuh bahagia dan penyataan kemuliaan Allah yang Mahabesar dan Juruselamat kita Yesus Kristus.
Dalam hidup sehari-hari kita sering berharap agar kesehatan makin membaik, kita berharap agar ujian dikerjakan dengan baik, kita berharap agar bisnis berjalan baik. Ini menandakan bahwa harapan itu penting dalam hidup kita. Namun dalam berharap, orang sering berpikir hanya pada apa harapan itu, bukan pada tindakan berharap. Ketika kita bergerak menuju tantangan, tindakan berharap menguatkan usaha-usaha kita (Otto Hentz SJ, Pengharapan Kristen, Kanisius, 2005, 14).
Orang menghadapi masalah ekonomi, sosial, politik, dan geopolitik yang saling berkaitan, orang sering bertanya bagaimana bisa penuh harapan dalam situasi seperti ini? Pengharapan begitu penting dalam hidup kita, agar kita tidak mudah putus asa. Pengharapan tidak dapat dilepaskan dari kerinduan di dalam hati. Masing-masing harapan berakar pada tindakan pengharapan. Dihadapkan pada kerumitan, kerapuhan, keringkihan dan keputusasaan dalam hidup kita, pengharapan akan menjadi penggerak dalam hati kita. Orang yang tidak mempunyai pengharapan berarti menyerah kepada kematian. Tanpa harapan, tidak akan ada masa depan, hidup tanpa harapan berarti hidup tanpa tujuan.
Berharap itu adalah perihal masa depan. Tetapi penciptaan masa depan bergantung pada kebebasan manusia. Manusia hidup dengan membuat pilihan setiap hari. Orang memilih untuk bekerja atau tidak bekerja. Orang memilih untuk menikah atau tidak menikah. Orang memilih setia pada janji nikah atau mengingkari janji nikah. Kita hidup dengan membuat pilihan untuk mencipta masa depan. Meskipun masa depan belum terjadi, tapi masa depan berpengaruh kuat terhadap masa sekarang. Pilihan-pilihan masa sekarang membentuk masa depan yang kita inginkan. Kita harus melihat masa depan, bila tidak, hidup kita tidak mempunyai tujuan, berputar tanpa arah. Harapan akan menggerakkan kita kearah masa depan. Harapan menggerakkan kita pada pilihan-pilihan hidup. Harapan mendorong kita hidup selaras dengan visi dan tujuan hidup kita. Kita mempunyai kehendak bebas untuk membuat pilihan yang mempengaruhi masa depan kita.
Dengan menanti penggenapan pengharapan akan kedatangan Yesus kembali, maka orang yang menerima kasih karunia Allah akan diselamatkan, akan dimampukan meninggalkan kefasikan dan keinginan-keinginan duniawi, hidup bijaksana, adil dan beribadah di dalam dunia sekarang ini, hidup bebas dari segala kejahatan, hidup kudus bagi Allah dan menjadi suatu umat kepunyaan-Allah, yang rajin berbuat baik. Mau memberitakan tentang kasih karunia Allah, memberi nasihat dan meyakinkan orang.
Orang Kristen mempunyai pengharapan akan kedatangan Yesus kembali, untuk membawa orang yang sudah ditebus dosanya oleh Yesus untuk hidup kekal dalam Kerajaan Allah. Orang yang sudah ditebus Yesus, adalah orang yang diubah secara total dalam kehadiran Allah, menuju kesempurnaan.
Pengharapan akan kedatangan Yesus kembali bukan berarti kita mengabaikan tanggungjawab kita di dunia ini untuk membangun. Tanpa pengharapan pada kedatangan Yesus kembali, pada hidup kekal di dalam Kerajaan Allah, kita hanya menuju kematian di akhir hidup dan kematian kekal. Kita tidak mempunyai makna hidup.
Pengharapan utama orang Kristen yaitu kedatangan Tuhan Yesus kembali, yang akan memberi keselamatan yang sempurna. Yesus yang akan datang kembali dengan kemuliaan Allah yang Maha Besar. Kita menantikan penggenapan pengharapan kita yang penuh bahagia. Keselamatan yang sudah dialami orang percaya pada masa sekarang menumbuhkan pengharapan akan sesuatu keadaan di masa mendatang yang jauh lebih indah dan penuh bahagia.
Kita memiliki kekuatan hidup baru dalam pengharapan akan kedatangan Yesus kembali. Kedatangan Yesus dinanti-nantikan, untuk membersihkan segala sesuatu, menghiasi dan mengatur apa yang berkenan pada Allah. Orang Kristen adalah orang yang menyiapkan diri untuk kedatangan Yesus, sebagai pilihan hidup yang dijalankan. Kalau orang tidak mempunyai pengharapan akan kedatangan Yesus, maka orang tidak mempersiapkan diri, tidak berjaga-jaga.
Banyak orang tidak memikirkan kedatangan Yesus kembali dalam kemuliaan Allah. Mereka menganggap kedatangan Yesus kembali bukan merupakan pengharapan yang membahagiakan. Tapi bagi orang yang sungguh-sungguh bahagia mengharapkan kedatangan Yesus, sungguh rindu menanti kedatangan Yesus, maka orang tersebut mempunyai hati yang tulus. Pengharapan yang demikian menjadi kekuatan bagi kita, serta menolong kita dalam segala kesulitan kita dan segala kesusahan yang kita hadapi sehari-hari. Kita tidak hanya hidup untuk sekarang tapi juga hidup untuk akan datang apabila Tuhan Yesus datang kembali.
Yesus menebus kita, berkuasa menyucikan kita, sehingga kita layak menjadi umat Allah. Melalui pekerjaan Yesus orang Kristen layak menjadi umat milik Allah yang istimewa. Kristus tidak hanya memerdekakan kita dari dosa, Ia dapat memampukan kita untuk menjalani hidup yang sempurna di dunia nyata saat ini. Yesus dapat menyucikan kita sehingga menjadi layak di dalam kehidupan yang akan datang untuk menjadi milik istimewa Allah.
Pengharapan yang penuh kebahagian dan penuh kemuliaan itu patut mendorong kita untuk mengabarkan Injil supaya orang yang mendengar dapat percaya kepada Tuhan Yesus. Pengharapan yang membahagiakan itu akan menimbulkan kasih di dalam hati kita, kasih kepada orang-orang yang belum percaya kepada Tuhan Yesus. Pengharapan itu mendorong kita berdoa untuk saudara-saudara kita yang belum percaya kepada Tuhan Yesus, serta menarik mereka kepadaNya.
Kita memohon agar Roh Kudus memberi iman yang teguh, semakin disucikan dalam persekutuan dengan Tuhan, agar tidak mengandalkan diri sendiri dan tidak tersesat. KiraNya Allah Bapa, Putra dan Roh Kudus memberi kepenuhan harapan yang kita nantikan seperti ungkapan KJ 7 ayat 4. Ya Roh Kudus, berilah iman yang teguh, sucikan kami di persekutuanMu, supaya kami jangan mengandalkan diri dan janganlah sesat ke kanan dan ke kiri. Ya Bapa, Putra, Roh, kiranya Kauberikan Kepenuhan harapan yang kami nantikan.
Berdoa:
Ya Tuhan dalam pengharapan menantikan kedatangan Yesus kembali, kami menerima kasih karunia Allah dan dimampukan meninggalkan kefasikan dan keinginan-keinginan duniawi, hidup bijaksana, adil dan beribadah di dalam dunia sekarang ini, dalam nama Yesus kami berdoa, amin
