KEINGINAN ROH, DAMAI SEJAHTERA
Views: 0
Bacaan: Roma 8: 1-9
Salam sejahtera, semoga makin banyak manusia hidup sesuai keinginan Roh yaitu hidup dan damai sejahtera, dan semakin banyak manusia menjauhi kehidupan daging yang membawa kepada maut seperti ungkapan dalam Roma 8:6 Karena keinginan daging adalah maut, tetapi keinginan Roh adalah hidup dan damai sejahtera.
Erasmus, tokoh humanisme, sangat mengharapkan bahwa suatu masa yang penuh damai. Ia menggambarkan damai itu mengalami nasib buruk di tengah manusia. Manusia penuh peperangan dan ketegangan. Damai dirusak oleh ketidakadilan dan kekerasan. Damai diusir dalam diri manusia. Padahal damai adalah sumber bahagia bagi manusia, tapi sudah diusir. Manusia akhirnya menderita tanpa damai. Damai tidak ada ketika manusia melakukan kejahatan, tidak berperikemanusiaan. Damai diusir di tengah manusia, tapi damai bisa berada di tengah hewan dan binatang buas. Damai mudah diterima di tengah hewan dan binatang buas dari pada di tengah manusia. Padahal manusia mempunyai akal dan perasaan, berbeda dengan hewan yang tidak punya akal dan perasaan, tapi manusia tidak mau menerima damai. Manusia semakin bermusuhan, berperang, dengan sesama manusia. Dengan mengusir damai dari diri manusia maka manusia kehilangan diri sendiri sebenarnya (Olaf Herbert Schumann, Filsafat Agama Pendekatan pada Ilmu Agama-agama 2, BPK Gunung Mulia, 2016). Tulisan Erasmus di atas dimaksudkan untuk menyadarkan manusia bahwa manusia bukan hewan, mahluk lain, tapi diciptakan dengan daya-daya khas yang mengandung tanggungjawab khususnya dalam penataan kehidupan bersama. Manusia harusnya mengungguli hewan dalam menata hidup damai, hewan tidak pernah berperang, yang dapat membunuh ribuan hewan lainnya, tapi manusia berperang bisa membunuh ratusan ribu, bahkan juta orang.
Dalam Kejadian 1:26 digambarkan bagaimana manusia mengungguli hewan, karena Allah menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Allah, supaya manusia berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi. Manusia dengan sifat Allah artinya lebih hebat dalam menerima damai dari pada hewan. Tapi mengapa manusia tidak bisa menerima damai, malah mengusir damai dari dirinya? Karena gambar Allah sudah rusak dalam diri manusia yang dikuasai dosa.
Gambar Allah pada manusia terletak pada pengetahuan, kebenaran, dan kekudusan. Manusia mempunyai kebiasaan untuk menyesuaikan diri dengan seluruh kehendak Allah. Kehendaknya siap tunduk pada kehendak Allah dalam hal apa saja, tanpa rasa enggan atau menolak. Semua perasaannya teratur, dan ia tidak mempunyai hawa nafsu atau kemarahan yang tidak pada tempatnya. Pikiran-pikirannya dengan mudah ditundukkan dan ditetapkan pada perkara-perkara yang terbaik, dan di dalamnya tidak ada keangkuhan atau sifat tidak mau diatur. Berbahagialah orang memiliki gambar Allah. Gambar Allah menjadi alasan yang baik mengapa kita tidak boleh berkata-kata jahat satu terhadap yang lain , tidak perlu berbuat jahat satu sama lain , dan kita tidak boleh merendahkan diri kita sendiri untuk melayani dosa, dan harus mengabdikan diri untuk melayani Allah. Tetapi gambar Allah pada manusia ini sudah rusak, Tuhan memperbaharui gambar Allah pada jiwa kita dengan anugerah-Nya yang menguduskan, menebus dosa manusia.
Orang yang sudah ditebus dosanya, maka hidupnya di dalam Kristus. Orang di dalam Kristus adalah orang yang melayani Roh Kudus dan menempuh hidup yang baru, dan pada akhir zaman, akan menerima tubuh baru, tubuh kekal yang tidak akan mati selama-lamanya. Di dalam Kristus manusia dimerdekakan dari dosa yang merusak manusia. Roh Kudus akan memberi kekuatan untuk menempuh hidup baru. Hidup baru, hidup dalam Roh tidak akan membawa kepada kesombongan diri, atau kesombongan rohani, mempertahankan kepentingan sendiri dan kedudukan dihadapan Tuhan dan sesama. Orang yang telah mati dari dosa, akan menyangkal diri, tidak memegahkan diri, tidak melayani kepentingan diri sendiri.
Meskipun kita dimerdekakan dari dosa, kita tidak sanggup berjuang melawan dosa dan melakukan kehendak Allah dengan kekuatan sendiri. Kita butuh kekuatan Roh Kudus, yang berdiam dalam diri kita. Hidup dalam Roh Kudus, bukanlah sikap batin kita, tapi perbuatan kita sehari-hari. Kita dapat menolak bimbingan Roh, berarti kita mendukakan Roh. Kita dianjurkan Paulus agar menerima bimbingan Roh Kudus, agar kehendak Allah kita penuhi, kasih karunia Allah tidak kita sia-siakan. Kehidupan jemaat menurut Roh adalah tujuan dan sekaligus hasil karya keselamatan Allah.
Hidup menurut daging, memikirkan hal-hal dari daging seperti peperangan, konflik, penuh ketegangan, kejahatan, ketidakadilan dan kekerasan, tidak berperikemunusiaan. Hidup menurut daging merusak gambar Allah, tidak mau menerima damai, manusia semakin bermusuhan, berperang, dengan sesama manusia. Untuk kembali pada gambar Allah, maka manusia ditebus dosanya, dan hidup menurut Roh Kudus.
Hidup menurut Roh Kudus adalah mengejar kehendak Roh dan Allah sendiri, kita melakukan apa yang menyenangkan Allah. Keinginan Roh adalah hidup dan damai sejahtera. Damai itu adalah berdamai dengan Allah bukan menjadi musuh Allah. Permusuhan dengan Allah, dijauhkan dengan penebusan dosa oleh Yesus, maka damai sejahtera Allah yang melampaui segala akal akan memelihara hidup dan pikiran kita dalam Kristus Yesus (Filipi 4:7). Damai sejahtera antara manusia dengan manusia adalah sebagian tujuan kematian Yesus Kristus dan merupakan buah Roh (Galatia 5:22). Manusia harus aktif berusaha memelihara kesatuan Roh oleh ikatan damai sejahtera (Efesus 4:3) Manusia tidak hanya menjauhkan perselisihan, perang, konflik, tapi kita mengejar apa yang mendatangkan damai sejahtera dan yang berguna untuk saling membangun (Roma 14:19)
Di tengah peperangan, konflik, banyak senjata, alat pembunuh, apakah ada artinya manusia? Tuhan kiranya mengasihi kita dengan menebus dosa kita, memperbaharui kita menjadi alat pendamai, yang memberitakan kemuliaan Allah seperti ungkapan dalam KJ 44 ayat 4 dan 6 , ayat 4 Reff: Tuhan, kasihanilah! Kristus, kasihanilah! Tuhan, kasihanilah! Banyak senjata, alat pembunuh makin mengisi seluruh dunia; apakah arti hidup manusia? Reff. Ayat 6. Buatlah kami alat pendamai yang memaklumkan kemuliaanMu. Bimbinglah kami di KerajaanMu! Reff. amin
Berdoa:
Ya Tuhan kiranya makin banyak manusia hidup sesuai keinginan Roh yaitu hidup dan damai sejahtera, dan semakin banyak manusia menjauhi kehidupan daging yang membawa kepada maut. dalam nama Yesus kami berdoa amin.
