NYUMMU PA MONUNG DA LA LU RINGGU
Views: 0
Umat Tuhan yang dikasihi Kristus. Syalom Alekhem!
Saudara-saudara, dengan mengakhiri Bulan Budaya GKI Kwitang tahun ini kita makin mengenal Budaya Sumba, Nusa Tenggara Timur. Hari ini kita akan merenungkan firman Tuhan yang berjudul: “Nyummu pa monung da la lu ringgu yang artinya: “Kaulah harapan dalam hidupku” dengan dasar Mazmur 38:16 “ Sebab kepada-Mu, ya TUHAN, aku berharap; Engkaulah yang akan menjawab, ya Tuhan, Allahku”
Demikianlah Firman Tuhan. Berbahagialah setiap orang yang mendengarkan firman Tuhan dan yang memeliharanya.
Mazmur 38 ini adalah mazmur Daud yang berisi kesesakan yang mendalam dan bencana-bencana yang dialaminya. Daud mengeluhkan tentang murka Allah dan dosanya sendiri yang menyulut amarah Tuhan terhadap dirinya. Dia mengeluh tentang penyakit tubuhnya, dan sikap tidak baik yang ditunjukkan oleh kawan-kawannya, bahkan perlakuan buruk yang dilakukan oleh musuh-musuhnya. Daud merasa tidak mampu menjalani hidup ini tanpa Tuhan!
Dalam kondisi yang berat seperti itu, Daud tidak mau dikalahkan oleh keadaan, karena itu dia memaksa jiwanya untuk terus berharap kepada Tuhan, katanya:”Sebab kepada-Mu, ya TUHAN, aku berharap; Engkaulah yang akan menjawab, ya Tuhan, Allahku.” Daud hanya bergantung kepada Tuhan supaya mampu menjalani hidup ini, karena Tuhan adalah sumber kekuatan dan keselamatannya. Daud yakin bahwa pertolongan dari Tuhan akan datang kepadanya!
Seperti kesaksian pujian yang dinyanyikan dalam bahasa Sumba oleh pasutri aktivis jemaat GKI Kwitang, sebuah lagu yang berjudul: “Nyumu pa monung da la lu ringgu”.
Lagu ini menyatakan: “Bukan dengan kekuatanku kudapat jalani hidupku. Tanpa Tuhan yang di sampingku ku tak mampu sendiri.” Lagu ini mengajak kita semua mengakui keberadaan diri kita yang sangat membutuhkan kehadiran Tuhan. Dan mengakui: ”Engkaulah kuatku yang menopangku, kupandang wajahMu dan berseru: pertolonganku datang dari Tuhan”
Betapa celaka jika aku terpisah dari Tuhan, oleh sebab itu kita terus memohon: “Peganglah tanganku jangan lepaskan, sebab Kaulah harapan dalam hidupku” Amin, Saudara? Puji Tuhan!
Saudara-saudara, melalui Bulan Budaya kita tahu bahwa benih-benih Injil keselamatan telah ditaburkan kepada suku-suku di Nusantara ini, termasuk kepada masyarakat di Pulau Sumba. Orang Sumba telah mengenal kekristenan melalui pergaulan mereka dengan orang-orang dari Pulau Sabu. Pada awal tahun 1800 dan tahun 1874 , kelompok-kelompok orang Sabu pindah ke Sumba yang kemudian tinggal di Melolo dan Kambaniru.
Pada tahun 1877 , Pendeta M. Teffer yang melayani di Sabu memberi pelayanan khusus kepada jemaat di Melolo dan Kambaniru. Jadi, Injil pertama kali masuk ke Sumba melalui orang Sabu. Kemudian Pdt. Teffer menempatkan seorang guru jemaat untuk memelihara jemaat Melolo, yaitu Guru Jemaat David Hutuhuli, seorang suku Ambon.
Selanjutnya Pekabaran Injil juga dilakukan oleh Zending Belanda: NGZV ( Nederlandse Gereformeerde Zendingsvereniging ) dan kemudian ZCGK ( Zending Christelijk Gereformeerde Kerk ). Pekerjaan Roh Kudus Tuhan memberi kekuatan kepada para pekerjaNya memberitakan Injil keselamatan bagi seluruh Sumba, sehingga jemaat terus bertumbuh dan berdirilah Gereja Kristen Sumba (GKS) sampai saat ini. Puji Tuhan!
Saudara-saudara Tuhan adalah sumber kekuatan, sumber pertolongan dan sumber keselamatan telah menyatakan kasihNya kepada suku-suku di Nusantara ini. Berbahagialah setiap orang yang percaya dan berharap kepadaNya. Bagaimana dengan Saudara dan keluarga?
Bersediakah Saudara dan keluarga memiliki komitmen: Tetap berharap kepada Tuhan dan tetap setia mengikut Tuhan? Mulailah menjalani hari ini dengan semangat iman, pengharapan dan kasih! Lakukanlah saja! Itu sudah cukup! Amin.
Mari kita berdoa :
Ya Bapa yang di surga, kami bersyukur dan memuji NamaMu, karena Engkaulah harapan hidup kami. Kami bersyukur karena benih-benih Injil telah ditaburkan di Sumba, sehingga banyak orang yang percaya dan diselamatkan, serta berdiri JemaatMu.
Kami berdoa bagi jemaat Tuhan agar tetap setia mengikut Tuhan Yesus. Terpujilah namaMu, kekal selama-lamanya. Dalam nama Tuhan Yesus Kristus kami berdoa. Amin.
Tuhan Yesus memberkati Saudara dan keluarga!
(AM03082023)
