JALAN BUNTU
Views: 0
Bahan: Kejadian 12:11-18.
(12), Apabila orang Mesir melihat engkau, mereka akan berkata: Itu isterinya. Jadi mereka akan membunuh aku dan membiarkan engkau hidup. (18), Lalu Firaun memanggil Abram serta berkata: “Apakah yang kauperbuat ini terhadap aku? Mengapa tidak kauberitahukan, bahwa ia isterimu? (19b), Mengapa engkau katakan: dia adikku, sehingga aku mengambilnya menjadi isteriku? Sekarang, inilah isterimu, ambillah dan pergilah!”
Abram menemui ancaman yang serius ketika kelaparan melanda daerah (Kanaan) yang saat itu tempatnya bermukim yang pernah dialami juga oleh Yakub yang menyebabkan anak-anaknya pergi ke Mesir membeli gandum dan bertemu dengan Yusuf. Kelaparan bagi Abram merupakan jalan buntu dan dia mencari jalan keluar pergi dari daerah Kanaan itu, begitulah cara hidup orang “nomaden.” Akirnya Abram terpaksa pergi ke Mesir sebagai pendatang untuk menyelamatkan diri dengan semua orang dan ternaknya. Sebagai nomaden dia mendapat kesempatan bermukim sementara di Mesir, tetapi dia menemukan jalan buntu lagi, yaitu ancaman atas dirinya. Dia sebagai suami kemungkinan besar akan dibunuh, agar orang Mesir dengan leluasa mengambil Sara isterinya yang sangat cantik.
Abram mengambil sikap untuk keluar dari kebuntuan itu, dia dan Sara sepakat mengaku sebagai adik-kakak. Dengan demikian orang Mesir (dan ternyata Firaun) dengan leluasa mengambil Sara untuk diperisteri. Tidak terpikirkan bagaimana perasaan Abram melepas Sara dari pelukannya dan membiarkan pergi ke pelukan orang lain demi kelangsungan hidupnya. Tetapi Abram telah terikat dengan janji Tuhan, bahwa dia diberkati dan dilindungi Tuhan. Namun, walau pun Sara telah berada di rumah Firaun, tetapi Tuhan menjaga dia, dengan cara Tuhan menekan Firaun sehingga dia tidak bisa menghampiri Sara. Akhirnya dengan cara Tuhan menyadarkan Firaun agar tahu bahwa Sara adalah isteri Abram. Dengan rasa takut Firaun memanggil Abram, mengembalikan Sara kepada Abram, dengan berkata: Mengapa tidak kauberitahukan, bahwa ia isterimu? … Sekarang inilah isterimu, ambillah dan pergilah! Firaun menyuruh Abram meninggalkan Mesir, dengan pemberian sejumlah ternak dan kebutuhan hidupnya. Bagi Abram sudah berada di jalan buntu, namun berkat Tuhan menyertai sehingga rencana Tuhan tidak terhalang. Tuhan menyertai Abram yang sudah memiliki ikatan janji: “olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat” (Kej 12:3). Janji inilah awal seluruh perjalanan Abram (Abraham), dan Tuhan menggenapi janji-Nya dalam Yesus Kristus. Kegenapan janji itu telah mengalir kepada setiap orang yang percaya akan Yesus Kristus. Janji berkat, keselamatan, adalah muara janji Tuhan dari Abram yaitu misi keselamatan yang dikerjakan oleh Yesus Kristus dari Betlehem sampai Golgota. Janji itu telah mengalir kepada kita, dengan cara seperti yang dilakukan oleh Abram yaitu “percaya” akan janji Tuhan. Sama seperti Abram, juga kita tidak luput dari jalan buntu, seperti penyakit, persoalan keluarga, pekerjaan, bahkan kematian kekasih, tetapi ingatlah janji Tuhan yang telah kita imani dan amini menyertai kita.
Kita aplikasikan renungan ini dengan pokok berikut:
- Menurut Anda, adakah cara lain yang bisa ditempuh oleh Abram dalam kesulitannya itu?
- Pernah Anda melawan kata hati (iman) untuk keluar dari kesulitan?
- Di negeri kita ini, tidak sedikit anak Tuhan yang menjadi korban ketidakadilan, bagaimana pendapat Anda?
Mari berdoa:
Allah Bapa yang maha kuasa, ada saatnya kami menemui kesulitan bagaikan jalan buntu bagi kami, namun janji Bapa yang kami pegang menjadi kekuatan bagi kami. Datangnya penyakit, persoalan keluarga, persoalan pekerjaan dan kejahatan di lingkungan, kadang bagaikan jalan buntu bagi kami. Doa dan permohonan kami Tuhan karuniakan hikmat agar kami tidak meninggalkan iman kami. Inilah doa permohonan dan harapan kami dalam Kristus Tuhan, Amin. [AS070823]
