BERSUKACITALAH DALAM TUHAN
Views: 1
Bacaan: Filipi 4: 4-7
Salam sejahtera, semoga kita makin percaya akan kehadiran Tuhan yang selalu bersama kita, menolong kita, dalam keadaan apapun, sehingga kita bersukacita senantiasa dalam Tuhan, seperti ungkapan dalam Filipi 4:4 Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan! Sekali lagi kukatakan: Bersukacitalah!.
Orang dalam Tuhan, dorongan menuju kedewasaan iman tidak akan putus, jika kita membiarkan Tuhan bekerja dalam diri kita. Peran serta kita adalah mengenal firman Tuhan dan berserah pada kehendak Tuhan dalam Alkitab. Bila kita masuk dalam hubungan dengan Kristus, Roh Kudus akan tinggal di dalam kita. Roh Kudus meyakinkan kita untuk bertindak sesuai kehendak Tuhan. Orang dalam Tuhan akan membaca, memikirkan, merenungkan, menerapkan firman Tuhan, yang membentuk rasa tanggung jawab, menciptakan sikap-sikap sehat dalam diri kita, yang kemudian mempengaruhi perasaan kita. Dalam kesulitan atau suasana menakutkan, kita dapat mengingat firman Tuhan untuk mendapat kekuatan batin (Sue Burnham, Emosi dalam Kehidupan, BPK Gunung Mulia, 1997).
Berserah pada kehendak Tuhan, sangat sulit karena kehendak diri sendiri terlibat. Kehendak Tuhan terkadang bertentangan dengan apa yang ingin kita lakukan. Kehendak Tuhan itu tidak berubah-ubah, tapi kehendak manusia berubah-ubah sesuai perasaan manusia yang berubah-ubah. Kehendak Tuhan seperti dalam Ibrani 13:15 .. mempersembahkan korban syukur kepada Allah, yaitu ucapan bibir yang memuliakan nama-Nya. Apakah kita ingin memuji Tuhan pada saat hidup kita membosankan, tidak menyenangkan, berbeban berat? Terkadang kita tidak tergerak memuji Tuhan. Kehendak Tuhan agar kita terus memuji Tuhan, walau kita sedang menjalani hidup yang rutin, membosankan, berbeban berat. Ketika kita berserah pada kehendak Tuhan maka kita memuji Tuhan pada saat duka atau suka. Dalam kebosanan hidup, kita mengucap syukur, memuji Tuhan atas perbuatan Tuhan dalam hidup kita, mengucap syukur atas perbuatan Tuhan di tengah penderitaan kita.
Bapak A pernah masuk dalam camp kerja paksa 8 tahun di sebuah negara. Ia menulis kisahnya: Hiduplah dengan perasaan mulia yang kokoh atas hidup sendiri. Jangan takut dengan nasib buruk. Masa kepahitan tidak berlangsung selama-lamanya. Cukuplah bila engkau tidak beku dalam udara dingin, bila lapar dan haus tidak mencakar-cakar dalam tubuh, bila sepasang mata masih dapat melihat, kedua telinga dapat mendengar. Tulisan ini menggugah orang untuk selalu bersyukur dalam keadaan kesulitan. Paulus mengajar kita untuk selalu bersyukur, bersukacita, dalam keadaan kaya atau miskin, dalam senang, dalam keadaan kesukaran, bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan (Filipi 4:4). Sukacita dalam Tuhan tidak tergantung materi atau tempat. Orang miskin, orang sakit kanker bisa bersukacita di dalam dan bersama Tuhan Yesus. Orang bersukacita dalam keadaan sakit, menjadi obat dalam dirinya (Amsal 17:22). Orang yang bersukacita akan memberi semangat hidupnya bertambah.
Bersukacita dalam Tuhan adalah obat. Sukacita itu bukan yang disediakan dunia, bukan kedagingan, makan enak berlebihan, ini bukan obat tapi racun. Bersukacita dalam Tuhan, berarti percaya bahwa Tuhan itu memelihara tubuh. Bersukacita dalam Tuhan berarti melayani Tuhan dengan sukacita dalam keadaan apapun, merasakan penghiburan dari Tuhan. Bersukacita dalam Tuhan adalah anugerah-Nya.
Seorang ibu membawa anaknya 15 tahun yang mengalami kecelakaan ke rumah sakit. Anaknya akan dioperasi, ibu ini sangat prihatin dengan kondisi anaknya. Ia tidak bisa berbuat apa-apa, hanya berdoa minta pertolongan Tuhan dan kehadiran Tuhan dalam operasi anaknya. Ia percaya akan kehadiran Tuhan untuk menolong anaknya, sehingga ada rasa sukacita yang membuat ibu ini merasa tentram. Inilah yang dimaksud Paulus agar bersukacita senantiasa dalam Tuhan, karena mempercayai kuasa Tuhan yang menolong dan diandalkan dalam menghadapi operasi anaknya, walau situasi mendebarkan.
Bersukacita senantiasa dalam Tuhan berarti bersukacita dalam segala keadaan, segala waktu, baik ketika menghadapi kesulitan hidup, ada musuh, ada perselisihan, ada salah paham. Dalam Tuhan artinya orang dalam anugerah Tuhan, kasih karunia Tuhan, dalam berkat Tuhan. Anugerah Tuhan berarti kemurahan hati Allah bagi orang yang tidak pantas menerima keselamatan, pantasnya dihukum, tapi Allah memberi keselamatan. Berkat ini berhubungan dengan Yesus menebus dosa dan memperbaharui hidup kita, Allah menyelamatkan, melindungi, memelihara dan membimbing kita, dalam persekutuan kita dengan Roh Kudus.
Bersukacita dalam Tuhan berarti bersama Yesus, semua godaan yang membuat kita kuatir, takut, marah, kesal, kecewa, ditolak dalam kuasa Tuhan Yesus. Kita tetap teguh dalam firman Tuhan dan bimbingan Roh Kudus, ketika melawan godaan dan musuh yang merusak hidup kita. Kita menghadapi masalah, ketakutan, kekuatiran, tidak sendirian tapi bersama Yesus, itulah yang membuat sukacita. B mempunyai teman akrab C, pada saat menghadapi masalah B sendirian menghadapinya, tapi pada saat C datang dia menjadi bersukacita karena C menemani dirinya menghadapi masalah. Kita mempunyai sahabat sejati yaitu Tuhan Yesus, kita mempercayai kehadiran Tuhan bersama kita maka membuat kita bersukacita dalam menghadapi tantangan kehidupan. Kita bersama dan dalam Yesus, karena kita mengasihi Yesus sepenuh hati, dan Tuhan Yesus mengasihi kita dengan mengorbankan diriNya.
Kasih karunia Tuhan, melampaui kesulitan hidup kita seperti yang dialami Paulus dan Silas dalam penjara. Menurut ukuran manusia, pikiran manusia, kekuatan manusia, tidak mungkin bersukacita dalam penjara. Bersama dan dalam Yesus, mempercayai kehadiran Tuhan dalam kesulitan hidup, maka Paulus dan Silas mampu bersukacita, memuji Tuhan.
Bersukacita dalam Tuhan akan mendorong orang untuk melakukan kebaikan, karena Tuhan sudah dekat. Orang yang bersukacita dalam Tuhan tidak akan mengeluarkan kata makian, hinaan pada orang. Hanya orang yang marah, kecewa, benci, dikuasai iblis akan melakukan hal yang tidak baik, seperti kata kasar, membenci, dendam, melakukan kekerasan, membunuh orang lain. Orang bersukacita dalam Tuhan, maka orang akan melayani Tuhan dan sesama dengan sukacita, di dalam keluarga, tempat kerja, gereja, masyarakat, dan dalam keadaan apapun.
Marilah kita bersukacita senantiasa, dan tetap berdoa seperti ungkapan dalam KJ. 399 ayat 1. Bersukacitalah, bersukacitalah senantiasa, senantiasa. Tetaplah berdoa, tetaplah berdoa. Bersukacitalah! amin
Berdoa:
Ya Tuhan kami makin percaya akan kehadiran Tuhan yang selalu bersama kami, menolong kami, dalam keadaan apapun, sehingga kami bersukacita senatiasa dalam Tuhan. Kami berdoa dalam nama Yesus. amin
