REHOBOT
Views: 0
Bahan: Kejadian 26:22, Ia pindah dari situ dan menggali sumur yang lain lagi, tetapi tentang sumur ini mereka tidak bertengkar. Sumur ini dinamainya Rehobot, dan ia berkata: “Sekarang TUHAN telah memberi kelonggaran kepada kita, sehingga kita dapat beranak cucu di negeri ini.”
Saudara saudara yang dikasihi Kristus, tema dari bahan renungan kita adalah nama sebuah sumur yang digali oleh Ishak, anak Abraham. Kehidupan sebagai nomaden, dalam komunitas yang masih relative sedikit, berpindah dari satu tempat ketempat lain untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka, demikianlah Ishak melanjutkan hidup mereka. Tantangan yang paling berat yang dialami di Kanaan itu ialah kebutuhan air, baik kebutuhan rumah tangga, dan kebutuhan ternak, kambing domba, lembu sapi, onta dan keledai, tanpa air mereka tidak dapat berbuat apa-apa. Di masyarakat kita para petani yang mengolah sawah dengan irigasi, tidak jarang menimbulkan pertengkaran, karena pembagian air ke sawah mereka tidak terpenuhi, atau pembagian yang tidak adil. Volume air harus cukup dan pembagian air dari hulu sampai ke hilir harus adil, yang di hulu tidak menguasai aliran air, supaya yang hilir tetap kebagian. Tentang air, orang Batak menyebut minum “aek sitio-tio” (air sejuk), kalimat sampiran undangan kaum kerabat agar rela menyempatkan waktu setelah selesai pemakaman jenazah agar sudi kembali ke rumah keluarga yang berduka untuk saling beramah tamah sebagai penawar rasa duka.
Menarik kisah Kej 26, setelah Abraham meninggal, Ishak berpindah dan menumpang di Gerar negeri orang Filistin, nama rajanya ialah Abimelekh. Di negeri ini Ishak menetap, menabur dan menuai, kambing dombanya makin bertambah dan kekayaan karena diberkati Tuhan. Melihat kekayaan yang diberkati Tuhan, maka orang Filistin cemburu, kepadanya (26:14). Gembala-gembala Ishak sering bertengkar dengan gembala orang Filistin, sumur-sumur lama yang digali oleh Abraham telah ditutup oleh orang Filistin. Sumur baru digali lagi oleh Ishak, tetapi direbut oleh gembala Filistin seperti sumur yang diberi nama Sitna, direbut oleh gembala Filistin. Akhirnya Ishak menggali sumur lain, yang airnya membual, sumur ini tidak dipertengkarkan oleh gembala Filistin, yang dinamainya REHOBOT. Tentang sumur ini Ishak berkata: “Sekarang TUHAN telah memberikan kelonggaran kepada kita, sehingga kita dapat beranak cucu di negeri ini.” Dengan sumur itu Ishak menemukan suatu kelonggaran hidup, terbebas dari gangguan. Sumur Rehobot memberi kemanan bagi gembala Ishak dapat memenuhi kebutuhan air baik untuk kebutuhan keluarga terutama untuk ternak mereka.
Melihat kebutuhan air dalam hidup, baik bagi makhluk maupun tumbuhan, sangat tepat, Tuhan Yesus menunjuk diri-Nya adalah air kehidupan. Sebagaimana manusia tidak dapat hidup tanpa cukup air, maka demikian tanpa air kehidupan manusia berdosa tidak mungkin mendapatkan hidup kekal, yaitu Tuhan Yesus. Dalam perumpamaan Tuhan Yesus tentang Lazarus dan orang kaya, di tempat sengsara itu tidak ada air, orang kaya itu cukup berharap setetes air di ujung jari untuk melegakan sengsaranya. Tuhan Yesus air kehidupan bukan setetes, tetapi sepenuhnya, sampai puas. “Orang yang haus akan Kuberi minum dengan cuma-cuma dari mata air kehidupan,” itulah Rehobot sejati bagi kita. Walau pun Iblis berusaha menutup sumber air hidup ini, namun dengan iman dalam damai mengalir bagi kita.
Mari kita aplikasikan renungan ini dengan pokok berikut:
1. Sumur Rehobot, mata air kedamaian, sudahkah Anda temukan?
2. Bagaimana sikap Anda bila kebaikan Anda dijadikan sumber petengkaran?
3. Tuhan Yesus mengharapkan kita menjadi mata air dari sumur Rehobot (Yoh 4:14), sejauh apa usaha Anda?
Mari berdoa:
Bapa Tuhan Yesus Kristus, bagaikan sumur Rehobot bagi kami, yaitu sumber air kehidupan, kedamaian, sukacita. Kiranya Roh Kudus memampukan kami mengalirkan air kehidupan yang menjadi kesaksian hidup kami, yang membawa kedamaian. Jauhkan hati dan pikiran yang membawa perselisihan dan pertengkaran dengan sesama. Itulah permohonan kami, dalam Kristus. Amin.
[AS180923]
