PEMILU 2024: ADIL DAN JUJUR
Views: 0
Bacaan: Kolose 3: 22-25, 4:1
Salam sejahtera semoga dalam penyelenggaraan Pemilu 2024 berlangsung secara langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil. Tuhan menghendaki semua penyelenggaraan pemilu dilakukan dengan adil dan jujur, karena penyelenggara pemilu mempunyai Tuhan yang di sorga seperti ungkapan dalam Kolose 4:1 Hai tuan-tuan, berlakulah adil dan jujur terhadap hambamu; ingatlah, kamu juga mempunyai tuan di sorga.
Paulus menjelaskan penerapan iman Kristen dalam hubungan setiap hari. Etika Kristen merupakan suatu kewajiban timbal balik. Kewajiban pada dua sisi, bukan satu sisi saja, seperti kewajiban orangtua dan kewajiban anak, kewajiban suami dan kewajiban istri, kewajiban tuan dan kewajiban hamba. Istri, anak, hamba jangan dianggap sebagai benda, yang dapat diperlakukan seenaknya saja, dihukum sesukanya. Etika Kristen bukan seenaknya saja, tapi berdasarkan kehendak Tuhan, sebab Tuhan pemilik semuanya. Seluruh hidup orang Kristen dijalani di dalam Kristus. Seluruh hubungan, dilakukan seperti Allah memperlakukan manusia.
Hubungan tuan dan hamba, hubungan majikan dan pekerja, bisa dilihat juga dalam hubungan pemerintah pusat, pemerintah daerah, desa, lembaga tinggi, penyelenggara pemilu, aparat hukum dan keamanan dengan rakyat. Rakyat melakukan hak dan kewajibannya dengan tulus, berhati nurani. Orang beriman tidak lari dari hak dan kewajiban yang seharusnya, seperti memberikan hak suara pada tanggal 14 Pebruari 2024. Rakyat melakukan hak, kewajiban, tugasnya seperti melakukan untuk Tuhan. Pemerintah pusat, daerah, desa, lembaga tinggi, penyelenggara pemilu, pengawas pemilu, aparat hukum dan keamanan, pegawai negeri, memperlakukan rakyat bukan sebagai benda, bukan diperlukan seenaknya saja, sesuai kepentingan pribadi, keluarga atau kelompok tapi diperlakukan sebagai manusia, dengan adil dan jujur bagi seluruh rakyat, seperti untuk Tuhan.
Seorang tuan harus ingat bahwa dia mempunyai Tuhan yang Maha Kuasa, yang harus dilayani kehendakNya. Seorang tuan harus mempertanggungjawabkan perbuatannya kepada Tuhan. Seorang tuan tidak bisa berkata: “ ini urusan saya, dan saya mau berbuat seenak saya”. Seorang tuan harusnya berkata: “ini urusan Tuhan, saya melakukan tanggungjawab saya sesuai kehendak Tuhan”. Seorang tuan melakukan pekerjaan demi Tuhan, dengan menggunakan cara Tuhan yaitu adil dan jujur, bukan melakukan tugas demi kepentingan pribadi, keluarga atau kelompok tertentu.
Tuhan menghendaki keadilan dan kejujuran dari para tuan dan menepati janji-janji kepada hamba, dan melakukan apa yang telah disepakati. Janganlah mencurangi hamba. Pemerintah pusat, daerah, desa, lembaga tinggi, penyelenggara pemilu, pengawas pemilu, aparat hukum dan keamanan, pegawai negeri adalah tuan yang menepati janji atau sumpah pada saat menerima jabatan, bertugas melayani rakyat dengan adil dan jujur, tidak berpihak yang merugikan kelompok lain, tidak berlaku curang terhadap rakyat dan kelompok lain dalam masyarakat.
Pemerintah pusat, daerah, desa, lembaga tinggi, penyelenggara pemilu, pengawas pemilu, aparat hukum dan keamanan, pegawai negeri, adalah tuan bagi rakyat yang berhak memilih. Sebagai tuan tetap merupakan hamba dari Tuhan. Dipanggil menjadi tuan bukanlah tuan atas diri sendiri, tapi harus bertanggung jawab terhadap Tuhan di sorga. Sebagai tuan memperlakukan rakyat seperti Tuhan memperlakukan manusia. Orang-orang yang percaya, baik tuan dan hamba, sama-sama harus bertanggung jawab kepada Tuhan. Ingatlah, bahwa Tuhan ada di sorga dan Ia tidak memandang muka.” (Efesus 6:9)
Kita mengharapkan pemilu 2024 dalam keadaan damai. Perdamaian merupakan anugerah Allah dan sekaligus pekerjaan manusia. Perdamaian harus dibangun atas dasar nilai-nilai utama manusia: kebenaran, keadilan, kebebasan, kasih (J. Milburn Thompson, Keadilan dan Perdamaian, BPK Gunung Mulia, 2009). Hidup dan ucapan Yesus serta ajaran Gereja-Nya, memanggil kita untuk melayani mereka yang membutuhkan dan bertindak aktif demi keadilan sosial dan ekonomi. Sebagai persekutuan orang percaya, kita tahu bahwa iman kita terus diuji dengan kualitas keadilan di antara kita.
Dalam hidup berdemokrasi, rakyat yang memegang kedaulatan tertinggi. Rakyat menggunakan haknya dalam memberikan suara secara langsung, tanpa intimidasi, sesuai hati nurani, tanpa diskriminasi berdasarkan suku, agama, ras, golongan, jenis kelamin, kedaerahan, pekerjaan, dan status sosial. Kalau ada kartu suara rusak, sudah berlobang, berarti ada rakyat yang tidak memberikan suara sesuai hati nurani, karena sudah dicobloskan orang lain. Setiap warga negara Indonesia bebas menentukan pilihannya sesuai hati nurani masing-masing, tanpa adanya paksaan, tekanan dari pihak manapun, baik dari aparat atau pejabat, tanpa iming-iming politik uang, tanpa politik bantuan sosial. Pemilih memberikan suaranya pada surat suara dengan kerahasiaan yang terjamin. Kalau ada pejabat, aparat yang mengarahkan dengan mengancam rakyat agar memilih calon tertentu, itu berarti sudah tidak bebas lagi, tidak adil.
Setiap penyelenggara Pemilu, aparat pemerintah, peserta Pemilu, pengawas Pemilu, pemantau Pemilu, pemilih, serta semua pihak yang terkait dalam penyelenggaraan Pemilu harus bersikap dan bertindak jujur sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Jujur dalam menghitung kertas suara dan mencatat serta melaporkan, tanpa kecurangan melalui penambahan atau pengurangan suara sehingga menimbulkan konflik, dan tidak ada damai,
Setiap warga negara yang menggunakan suara mereka berhak mendapatkan perlakuan adil, jujur dan bebas dari kecurangan pihak manapun. Asas adil menjamin bahwa setiap pemilih dan peserta Pemilu akan diperlakukan secara sama dan bebas dari kecurangan pihak mana pun dalam penyelenggaraan Pemilu. Sikap jujur aparatur negara yang terlibat di dalam proses pemilu/pilkada, dapat dimaknai, memiliki integritas moral di dalam melaksanakan setiap proses dan tahapan pemilu/pilkada, serta melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya, sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Kita menyerahkan hidup yang jujur kepada Yesus, yang kita sembah. Kita memberi masa depan dan hidup kita kepada Yesus, seperti ungkapan dalam NKB 130 ayat 1 Hidup yang jujur hendak ‘ku serah pada Yesusku yang aku sembah. Persekutuan mesra dan kudus, ingin ‘ku ikat dengan Penebus. Reff: Ya Yesus, ‘Kau kurbankan darahMu bagiku; ‘ku b’ri masa depanku dan hidup bagiMu. Hatiku ‘ku serahkan menjadi takhtaMu. Kuminta, kuasailah… seluruh hidupku. amin
Berdoa:
Ya Tuhan kiranya penyelenggaraan Pemilu 2024 berlangsung secara langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil. Tuhan yang menghendaki penyelenggaraan pemilu ini dilakukan dengan adil dan jujur, karena penyelenggara pemilu mempunyai Tuhan yang di sorga. dalam nama Yesus kami berdoa, amin
