NEGOSIASI DALAM DOA
Views: 0
Bacaan: Kejadian 18:23-24.
Abraham datang mendekat dan berkata, “Apakah Engkau akan melenyapkan orang benar bersama orang fasik? Bagaimana kalau ada lima puluh orang benar dalam kota itu? Apakah Engkau akan melenyapkan tempat itu dan tidak mengampuninya demi kelima puluh orang benar yang ada di dalamnya? …”
Saudara-saudari yang dikasihi Kristus, secara sederhanya negosiasi ini kita artikan sebagai suatu perundingan untuk kesepakatan bersama. Tentu kita selalu bernegosiasi seperti negosiasi harga barang yang kita jual atau beli, negosiasi waktu mungkin hitungan jam atau hari, negosiasi kwalitas nomor satu atau nomor tiga, dst. Diharapkan dalam negosiasi ini ada pihak yang maju dan pihak lain mundur, atau ada yang naik, dan pihak lain turun yang akhirnya mendapat hasil kesepakatan untuk maju lebih lanjut.
Bahan renungan kita kali ini adalah suatu negosiasi yang ditawarkan oleh Abraham kepada Tuhan, berkenaan dengan renana Tuhan untuk menghancurkan kota Sodom dan Gomora karena dosa kejahatan penduduk kota itu yang dikeluhkan orang yang melihatnya. Tiga orang malaikat Tuhan yang sempat singgah di kemah Abraham telah melanjutkan perjalanannya ke Sodom dan Gomora untuk melihat langsung seperti keluhan itu. Abraham adalah sahabat Yahwe sehingga rencana Tuhan untuk menghancurkan kota dan penduduknya ini patut juga disampaikan-Nya kepada Abraham sebagai sahabat. Di sinilah terjadi negosiasi (perundingan) antara Abraham dengan Tuhan. Abraham berpikir, tidak adil kalau orang jahat dibinasakan bersama dengan orang benar, sehingga Abraham merundingkan dengan Tuhan, bagaimana kalau ada 50 orang benar di kota itu, apakah mereka disamakan saja sebagai orang jahat untuk dibinasakan? Perundingan itu berjalan baik, Tuhan menerima tawaran Abraham, kota itu tidak dibinasakan demi 50 orang benar. Perudingan berlanjut, karena Abraham ragu tidak akan ada 50 orang benar, maka dia menawar menjadi 45 orang benar. Negosiasi berjalan terus, dengan permintaan maaf Abraham menurunkan tawarannya menjadi 40 orang benar, diturunkannya lagi menjadi 30 orang benar, lagi-lagi Abraham minta maaf diturunkannya lagi menjadi 20 orang benar, dan berakhir menjadi 10 orang benar. Negosiasi menjadi 10 orang benar masih diterima oleh Tuhan, tidak membinasakan kota Sodom dan Gomora maka berakhirlah negosiasi. Ternyata kejahatan Sodom dan Gomora disaksikan oleh malaikat Tuhan, dan tawaran Abraham 10 orang benar tidak terpenuhi, karena 4 orang yang mendengarkan perkataan malaikat Tuhan yaitu: Lot, istrinya dan dua anaknya perempuan. Tiba saatnya Sodom dan Gomora hangus.
Dari negosiasi Abraham dan Tuhan, yaitu 10 orang benar akan menyelamatkan kota Sodom dan Gomora, begitu besarnya tanggung jawab orang benar. Demikian juga tanggung jawab orang benar atas keselamatan dunia ini sehingga dunia masih berjalan baik, demikian juga tanggung jawab orang benar di negeri kita ini sehingga negeri ini masih berdiri seperti yang kita lihat sekarang, demikian juga tanggung jawab orang benar di kota Jakarta ini, sehingga kota ini masih stabil seperti yang kita alami. Kalau bukan karena orang benar, orang takut akan Tuhan di kota kita ini, maka wajah kota ini sudah berobah, entah menjadi kota apa? Begitu besar arti dan tanggung jawab kita anak Tuhan.
Aplikasi:
- Coba cari tahu kejahatan bagaimana di kota Sodom dan Gomora?
- Kapan Anda berdoa untuk negeri dan kota Anda?
- Bagaimana warga lingkungan Anda mengenal Anda sebagai orang Kristen?
Mari berdoa:
Bapa kami yang di surga, besar tanggung jawab kami “orang benar” dan yang takut akan Tuhan, sehingga dunia kami ini berjalan seperti sekarang ini. Tanggung jawab kami harus kami amalkan supaya bukan hanya kwantitas, tetapi juga kwalitas menjadi saksi dan pelayan kasih dan kebenaran Tuhan. Demikianlah harapan dan permohonan kami, dalam nama Yesus. Amin.
[AS290724]
