PERLENGKAPAN SENJATA ALLAH
Views: 0
Bacaan: Efesus 6: 13-20
Salam sejahtera, semoga kita makin mampu menggunakan seluruh perlengkapan senjata Allah untuk mengadakan perlawanan pada hari-hari jahat dan tetap berdiri dan menyelesaikan segala sesuatu seperti ungkapan dalam Efesus 6:13 Sebab itu ambillah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat mengadakan perlawanan pada hari yang jahat itu dan tetap berdiri, sesudah kamu menyelesaikan segala sesuatu
Senjata Allah itu dipergunakan untuk melawan iblis. Senjata itu sudah Allah sediakan, manusia tidak perlu membuat sendiri, hanya mengambil dan menggunakan senjata Allah. Perjuangan melawan iblis sudah dimulai sejak lahir sampai akhir hidup kita. Iblis tidak pernah berhenti menyerang hidup kita. Serangan iblis bisa dalam bentuk pujian yang licik, pencobaan dengan berbagai cara yang tidak diduga. Pencobaan pada saat sakit, berduka, ekonomi keluarga merosot, kemalasan, kesenangan dunia yang menjebak, merusak. Iblis akan berhenti menyerang pada saat Yesus datang kembali, karena iblis dan para pengikutnya akan Yesus masukkan dalam neraka. Dalam Kerajaan Allah tidak ada kuasa iblis dan pengikutnya.
Mengenakan senjata Allah berarti berdiri tegap, dan mengunakan ikat pinggang kebenaran Allah. Berdiri tegap berarti tidak tidur, tidak malas, tapi berjaga-jaga, dengan terus-menerus menggunakan seluruh perlengkapan senjata Allah, selalu siap melakukan perlawanan terhadap iblis dan menang atas iblis, seperti Yesus selalu menang atas iblis dan selalu mengusir iblis.
Kemenangan orang percaya atas iblis diperoleh dalam iman pada Kristus yang telah mati di salib, untuk mengalahkan kuasa iblis. Yesus menebus orang berdosa dari kuasa Iblis, diampuni dosa-dosanya, menurut kekayaan kasih karuniaNya (Efesus 1:7). Menang berarti berbalik dari kegelapan atau dosa, masuk dalam terang Tuhan.
Dalam berperang melawan iblis, maka orang Kristen harus menggunakan kuasa Roh Kudus. Hanya dengan kuasa Roh Kudus kita dapat mematikan perbuatan-perbuatan tubuh dan kita akan hidup. Kita berperang terhadap keinginan daging yang membuat kita berdosa, dan merusak hati jiwa pikiran serta perbuatan kita. Kita berperang terhadap kesenangan duniawi yang tidak senonoh dan berbagai pencobaan. Kita diminta untuk menjauhkan diri dari pencobaan yang mendatangkan dosa. Menjauhkan diri dari dosa, atau pencobaan berarti membenci dosa yang merusak hidup.
Dalam peperangan iman tersebut, orang Kristen diminta untuk bertahan menghadapi kesulitan sebagai tentara Kristus yang tangguh, mau menderita bagi Injil, bertanding dalam pertandingan iman yang benar.
Kuasa iblis membuat orang bertambah fasik, mengolok-olok dan menentang kehendak Allah dan menyerang orang percaya, mencari orang beriman untuk ditelan iblis. Iblis berusaha sedapat-dapatnya untuk menghancurkan keyakinan orang Kristen agar tidak percaya atau ragu-ragu pada firman Allah serta melupakan firman Allah. Iblis berjuang agar orang beriman tidak meniru Yesus, tapi meniru orang dunia. Iblis mendorong orang beriman untuk tidak bersaksi, tidak berdiakonia atau melayani, tidak mau bersekutu secara pribadi atau bersama suami istri, orangtua anak, dengan anggota jemaat dan anggota masyarakat. Iblis mendorong orang, agar menyerahkan diri kepada kehendak iblis, seperti iblis mendorong Adam dan Hawa mengikuti kehendak iblis.
Berperang melawan iblis harus menggunakan ikat pinggang kebenaran. Manusia tidak memiliki kebenaran Allah dalam dirinya, karena itu kebenaran Allah harus diikatkan terus menerus dalam hidup kita, pagi siang malam, agar bisa mengalahkan iblis dan tidak dipengaruhi oleh perkataan atau bujukkan iblis. Kebenaran Allah adalah senjata pemberian Allah, diterima manusia dengan percaya dan menjadi kuasa, kekuatan yang memimpin hidup manusia dalam perjuangan melawan iblis. Yesus melawan bujukan iblis, dengan menggunakan kebenaran Allah yang telah terikat dengan kuat dalam hidup Yesus. Yesus tidak melawan bujukan iblis dengan pendapat atau kebenaran sendiri. Ikat pinggang kebenaran Allah, berarti tidak menggunakan kebenaran sendiri, kebenaran dunia, dalam melawan iblis. Ilmu pengetahuan dunia, teknologi tidak dapat melawan iblis. Orang yang mengikatkan kebenaran Allah dalam hidupnya maka bisa menggunakan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan benar dan baik bukan untuk merusak diri dan orang lain.
Agama tanpa ketulusan dan kebenaran adalah sia-sia, tidak berguna dalam melawan kejahatan, kerusakan. Kebenaran-kebenaran Injil harus melekat kepada kita seperti ikat pinggang melekat pada pinggang atau seperti ranting anggur melekat pada pokok anggur agar menang, bertumbuh dan berbuah.
Berperang melawan iblis dengan berbaju zirah, berbaju besi keadilan. Keadilan Allah dalam diri manusia belum ada, karena itu Allah memberikan keadilanNya sebagai senjata melawan iblis. Keadilan Allah diterima dengan percaya dan dilakukan dalam kehidupan sehari-hari. Berbaju zirah untuk melindungi dari panah api iblis, agar kejahatan iblis tidak merusak hidup manusia. Keadilan Allah diberikan karena manusia adalah mahluk fana, lemah, mudah jatuh oleh godaan iblis, karena itu manusia perlu perlindungan, baju besi, agar tidak tembus kuasa jahat. Keadilan Allah melalui karya Yesus yang menebus dosa, mengampuni dosa. Darah Yesus membuat panah iblis, tidak membakar, tidak mematikan. Orang yang sudah ditebus akan taat mutlak kepada Allah, tidak menyerah pada kehendak iblis.
Manusia tidak berjiwa adil, karena suka memikirkan diri sendiri atau kelompok sendiri. Keadilan itu hanya ada pada Allah, karena itu orang yang mendapat anugerah dari Allah, ditebus dosa, maka keadilan Allah akan melekat pada hidup kita seperti mengenakan baju zirah. Kebenaran dan keadilan Allah menjadi kekuatan untuk bertahan dari tipuan iblis. Yesus ketika digoda iblis, menggunakan kebenaran Allah untuk bertahan dari tipuan iblis.
Mari kita menggunakan senjata Allah sebagai penyokong orangtua dan orang lemah, memimpin orang muda. Kita menggunakan senjata Allah dalam perang melawan penggodaan seperti ungkapan KJ. 54 ayat 2. Penyokong orang tua dan orang yang lemah, pemimpin orang muda dan sukacitanya, senjata perjuangan di p’rang penggodaan dan bantal perhentian di jam kematian. Amin
Berdoa:
Ya Tuhan kiranya kami makin mampu menggunakan seluruh perlengkapan senjata Allah untuk mengadakan perlawanan pada hari-hari jahat dan tetap berdiri dan menyelesaikan segala sesuatu. Senjata Allah menjadi penyokong orang tua dan orang lemah, pemimpin orang muda dalam perang melawan penggodaan. Dalam nama Yesus kami berdoa amin
