KELUARGA KRISTEN, TAAT DAN SETIALAH!
Views: 0
Bapak Ibu, Saudara Saudari dan anak-anak yang dikasihi Tuhan Yesus Kristus, Syalom Alekhem! Dengan penuh sukacita hari ini saya mengajak Saudara untuk merenungkan firman Tuhan yang sangat penting bagi keluarga kita semua, berjudul: “Keluarga Kristen, Taat dan Setialah!” dengan dasar Surat 1 Petrus 1:18-19 “Sebab, kamu tahu bahwa kamu telah ditebus dari cara hidupmu yang sia-sia yang kamu warisi dari nenek moyangmu itu bukan dengan barang yang fana, bukan pula dengan perak atau emas, melainkan dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus yang sama seperti darah anak domba yang tak bernoda dan tak bercacat.” Demikianlah firman Tuhan. Yang berbahagia ialah setiap orang yang mendengarkan firman Tuhan dan yang melakukannya.
Saudara-saudara, tahukah Saudara bahwa dalam ayat ini rasul Petrus mengingatkan kita semua, termasuk anggota keluarga kita, bahwa kita adalah orang-orang percaya yang sudah ditebus dari cara hidup yang sia-sia. Apa maksudnya? Sebelum mengenal Kristus sering kali hidup kita diwarnai oleh dosa dan hati yang hampa. Petrus menekankan bahwa kita telah ditebus dari cara hidup yang tidak memiliki makna, yang diwarisi dari nenek moyang. Ini menunjukkan bahwa ada sebuah tradisi atau pola hidup yang harus kita tinggalkan ketika kita menerima Kristus.
Penebusan dengan darah Kristus, disebut sebagai “darah yang mahal” merujuk kepada pengorbanan Yesus Kristus untuk menunjukkan betapa tinggi nilai penebusan kita, yaitu nyawa Sang Anak Domba.
Yesus sebagai “Anak Domba yang tidak bernoda dan tidak bercacat” mengingatkan kita pada sistem pengorbanan dalam Perjanjian Lama, di mana anak domba yang sempurna dipilih untuk pengorbanan. Kristus adalah pemenuhan dari pengorbanan ini; Dia adalah yang sempurna dan tanpa dosa, yang memberikan diri-Nya sebagai pengganti kita. Puji Tuhan!
Apakah implikasi semua ini untuk kehidupan kita? Dengan mengetahui bahwa kita telah ditebus dengan harga yang mahal, kita dipanggil untuk hidup dalam cara yang baru. Yaitu hidup yang berkenan kepada Tuhan. Kita harus menjalani hidup yang mencerminkan kasih dan kebaikan-Nya, menolak cara hidup yang sia-sia dan melayani-Nya dengan setia!
Sesungguhnya sebagai orang yang telah ditebus, kita tidak hanya menerima anugerah, tetapi juga bertanggung jawab untuk hidup dalam ketaatan dan kesetiaan kepada-Nya. Hal ini menjadi motivasi kuat bagi kita untuk menjalani hidup yang penuh makna, sesuai dengan panggilan kita sebagai keluarga umat Allah.
Seperti kesaksian pujian yang dinyanyikan oleh Paduan Suara Syalom GKI Kwitang Pos Cendrawasih, sebuah pujian yang berjudul: “Kita sudah ditebus olehNya” Sebuah pujian yang menginspirasi banyak orang untuk taat dan setia melayani Tuhan. Lagu ini mengingatkan kita bahwa tidak lagi hidup dalam belenggu dosa. Kita telah dipanggil untuk hidup dalam kebebasan dan ketaatan. Kita diajak untuk melayani Tuhan dengan segenap hati kita, menggunakan setiap talenta yang telah Dia anugerahkan.
Kita semua tahu bahwa hidup ini penuh dengan suka dan duka. Ini mengingatkan kita bahwa tantangan adalah bagian dari perjalanan iman kita. “Walau badai datang melandamu, janganlah jemu melayaniNya.”
Keluarga kita harus saling mendukung dan mengingatkan satu sama lain untuk tetap teguh dalam iman. Di saat-saat sulit, kita perlu menjadi sumber kekuatan bagi anggota satu sama lain. Kita harus menunjukkan kasih dan ketekunan, sehingga kasih Kristus nyata dalam hidup kita.
Seperti dalam refrein lagu ini, “Mari bawa pada-Nya segenap talentamu serta hidup mengikuti firmanNya!” Ini adalah bentuk ungkapan syukur kita atas kasih dan penebusanNya.
Ketaatan dan kesetiaan bukanlah hal yang mudah. Dalam Ibrani 12:1, kita dipanggil untuk melepaskan segala beban dan dosa yang begitu mudah menjatuhkan kita. Kita harus menjunjung kebenaran dan hidup dalam cahaya firmanNya. “Jangan dosa sampai menghalangmu.” Ini adalah panggilan untuk menjaga kekudusan dalam hidup kita, terutama dalam konteks keluarga.
Kita diingatkan bahwa keluarga Kristen seharusnya menjadi contoh. Ketika kita hidup kudus, kasih Tuhan akan nyata melalui tindakan kita. Kita harus menjadi teladan bagi anak-anak kita dan orang-orang di sekitar kita.
Sebagai keluarga Kristen, mari kita berkomitmen untuk taat dan setia, baik di waktu suka maupun duka. Kita adalah umat yang telah ditebus, dan kita dipanggil untuk hidup dalam ketaatan. Bersediakah Saudara tetap maju, dan kibarkan panjiNya dengan penuh sukacita dan keyakinan. Keluarga Kristen, Taat dan Setialah! Bersediakah Saudara? Lakukanlah saja, itu sudah cukup. Amin
Mari kita berdoa.
Ya Tuhan Bapa kami yang di surga. Mampukanlah kami memahami bahwa kami sudah ditebus oleh darah Kristus. Mampukanlah kami sebagai keluarga Kristen tetap taat dan setia kepadaMu terwujud dalam hidup sehari-hari. Dalam nama Tuhan Yesus Kristus kami berdoa. Amin. Tuhan memberkati Saudara dan keluarga!
(AM 10102024).
