KERAS KEPALA
Views: 1
Nas: Keluaran 14:5, 8, Ketika diberitahukan kepada raja Mesir bahwa bangsa itu telah lari, berubahlah hati Firaun dan pegawai-pegawainya terhadap bangsa itu. Mereka berkata: “Apa yang telah kita perbuat ini, sampai-sampai kita melepaskan orang Israel dari perbudakan kita?” Demikian TUHAN mengeraskan hati Firaun, raja Mesir itu, sehingga ia mengejar orang Israel. Tetapi orang Israel berjalan terus dipimpin oleh Tangan Yang Tinggi.
Saudara-saudari yang dikasihi Kristus, seseorang KERAS KEPALA, disebut Keras Kepala, karena tindakannya yang berulang yang selalu menghasilkan kerugian, walau pun sudah dinasihati agar menghentikan tindakan yang sudah berulang. Bagaimana dengan Firaun, raja Mesir, yang sudah sepuluh kali menolak permintaan Musa agar Firaun memperkenankan Israel keluar dari Mesir.
Tentu saja Firaun tidak memperkenankan Israel pergi dari Mesir, karena orang Mesir telah menjadikan Israel sebagai budak, tenaga kerja tanpa bayaran, dan Israel harus taat menghadapi kekerasan mandor Mesir yang mengawasi Israel. Tulah demi tulah, bagaikan pukulan yang menimpa Firaun dan rakyatnya sudah cukup peringatan untuk melepas bangsa itu. Pada saat tulah menimpa, Firaun telah bersedia mengabulkan agar Israel keluar dari Mesir, tetapi pikiran Firaun segerah berubah setelah tulah berlalu, dan keadaan aman kembali. Memang Firaun dan orang Mesir sangat melecehkan dan merendahkan orang Israel dengan Tuhan yang disebut oleh Musa. Ternyata Tuhanlah yang mengeraskan hati Firaun, agar Tuhan mempunyai kesempatan untuk membukakan kuasa-Nya, bagi bangsa Mesir dan bangsa Israel, demikian juga bagi bangsa di seluruh bumi. Menjadi suatu pelajaran bagi bangsa Mesir, dan bagsa Israel, bahwa Tuhan yang menyertai Israel sungguh mahakuasa, tak terkalahkan.
Tema kita Keras Kepala, dalam hidup sehari-hari disebut, “tobat sambel,” saat makan dengan sambal yang sangat pedas membuat “hidung meler” berucap, “tobat makan sambel sepedas ini,” tetapi dua hari kemudian masih juga suka dengan sambel pedas itu, karena mengundang selera makan. Banyak tindakan kita membawa kita jatuh ke dalam dosa, pada saat itu kita janji bertobat, tetapi tiba pada kesempatan baik, maka tindakan itu terulang lagi, dan ada lagi penyesalan dan janji untuk bertobat; untuk tindakan itu patut disebut Keras Kepala. Akhirnya Firaun dengan sikap keras kepala mengakibatkan kebinasannya dengan rakyatnya, mereka ditenggelamkan di laut Teberau, sedangkan Israel sungguh bebas dan selamat, merdeka dari perbudakan Mesir. Mesir telah mengalami kerugian besar, pasukan elit bersama petinggi militer Mesir telah tenggelam, malapetaka, dan kerugian besar itu, tidak akan terjadi kalau mereka memperkenankan Israel keluar dari Mesir.
Aplikasi:
- Awalnya di sebut Keras Kepala atas kelakuannya, tetapi ternyata berhasil baik, disebut sikap apakah yang demikian?
- Adakah kata lain dengan sebutan “sesal kemudian tak berguna.”?
- Sikap apa yang dibutuhkan agar tidak bertindak Keras Kepala?
Mari berdoa:
Bapa kami yang di surga, firman-Mu kami pegang teguh, bukan untuk Keras Kepala, karena hati kami setiap saat terbuka belajar dan menambah wawasan akan kehendak Tuhan yang harus kami pegang teguh. Inilah kerinduan kami dalam pertolongan Roh Kudus, Amin. [AS030325]
