PENDERITAAN YANG MENYELAMATKAN
Views: 0
Nas: Yesaya 53:11, Sesudah kesusahan jiwanya, ia akan melihat terang dan menjadi puas; oleh pengetahuannya, hambaku orang benar itu, akan membenarkan banyak orang dan kejahatan mereka dipikulnya.
Saudara-saudari yang dikasihi Kristus, sudah tiga pekan kita menjalani Paskah, biar semakin luas wawasan makna Paskah dari tema hari ini yang berbunyi: PENDERITAAN YANG MENYELAMATKAN. Rasanya tema ini tidak terlalu sulit kita pahami, bahkan kita alami dalam hidup sehari-hari, bagaimana penderitaan yang menghasilkan kebaikan, kesuksesan bahkan keselamatan; tidak ada keberhasilan tanpa kerja keras dan pengorbanan.
Nas renungan ini mengangkat rahasia penderitaan yang ditimpakan kepada hamba-Nya, orang benar itu, menekankan bahwa penderitaan yang menimpa si hamba itu bukan karena kesalahan dirinya, karena “dia orang benar,” melainkan kesalahan orang lain yang mendatangkan derita ditimpakan kepadanya. Sebenarnya banyak kesempatan atau peluang untuk menghindar dari derita itu, tetapi dengan sadar dia menyediakan diri untuk menanggung semua derita itu, agar dengan demikian oleh dia, derita itu terselesaikan. Hamba Tuhan yang dinubuatkan oleh nabi Yesaya ini ternyata digenapi oleh Yesus Kristus. Penderitaan semakin jelas wujudnya dalam doa Yesus di taman Getsemani, doa yang berbunyi: “Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki.” (TB) Dengan menyebutkan: “jikalau sekiranya mungkin,” berisikan meminta pilihan lain yang tentu lebih ringan. Tetapi kehendak Bapa agar Yesus Kristus menuntaskan derita akibat dosa, yaitu maut, harus ditanggung Kristus sebagai Mesias, Juruselamat. Yesaya menyebut perlakuan yang diterima Hamba itu, Dia dipukul, dilukai sampai mati. Kalau sekarang kita telah menyaksikan kematian seseorang, demikian kematian yang dimasuki oleh Yesus. Dengan kematian Yesus, sebagai tanda Dia berjuang mengalahkan kematian itu melalui kebangkitan-Nya. Respon kita atas perjuangan Yesus Kristus ini, ialah menghargai, menghormati, memuliakan, memuji Dia yang menderita, mati dan bangkit untuk memberi keselamatan bagi kita. Respon ini kita nyatakan bukan dengan mulut saja, tetapi dengan mengikuti teladan hidup Yesus, melakukan kasih, kebenaran yang telah Dia ajarkan kepada kita, perjalanan kita makin serupa ke arah perjalanan yang Dia lalui. Tidak sedikit orang yang hidup dalam kelimpahan harta di dunia ini, tetapi semakin egois yang membawa harta itu memisahkan dia dengan orang lain, namun tidak sedikit juga orang menyadari bahwa harta itu adalah sarana menjalankan kasih, kebenaran dan keadilan, kepada sesama. Baik orang kaya raya, orang sederhana bahkan miskin menderita, satu saat kematian mengakhiri hidup ini, tetapi Yesus Kristus menyelamatkan orang yang beriman, menerima Yesus Kristus Juruselamatnya.
Aplikasi:
- Menurut Anda, pada umumnya, apakah ciri-ciri hidup seorang hamba?
- Menurut Anda apa ciri-ciri hidup seorang hamba Tuhan?
- Menurut Anda, apakah tanda keberhasilan dan kepuasan seorang hamba Tuhan?
Mari berdoa: Bapa kami yang di surga, terima kasih Yesus Kristus telah memberi teladan sebagai Hamba Tuhan. Kami mohon Roh Kudus memampukan kami meneladan Kristus menjalani hidup kami ini, karena kami adalah hamba Tuhan. Dalam Kristus kami mohon, Amin. [AS0505’25]
