admin
Posts by :
Kebaktian Minggu 24 November 2024
Views: 0
Kebaktian Minggu Kristus Raja - 24 November 2024
TEMA: “RAJA DI ATAS SEGALA RAJA”
Bacaan Pertama : Daniel 7: 9-10, 13-14 (TB 2)
Antar Bacaan : Mazmur 93 (TB 2)
Bacaan Kedua : Wahyu 1: 4-8 (TB 2)
Bacaan Injil : Yohanes 18: 33-37 (TB 2)
”PA’PIONG”
admin Renungan Harian firman, harian, renungan, tuhan
Views: 0
Bacaan: 1 Yohanes 4:10 (TB 2)
“Inilah kasih itu: Bukan kita yang telah mengasihi Allah, tetapi Allah yang telah mengasihi kita dan mengutus Anak-Nya sebagai pendamaian bagi dosa-dosa kita”.
Salam sehat penuh rahmat, Tuhan sertamu!
Saudaraku, pa’piong merupakan salah satu makanan khas Toraja yang menggunakan daging babi sebagai bahan utamanya. Pa’piong inilah yang menjadi menu makan siang yang disajikan dalam pembukaan Sidang Raya ke-18 Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) yang di selenggarakan di Rantepao Toraja Utara. Kenikmatan rasa pa’piong_ini menyatu dalam keakraban bersama masyarakat yang turut hadir dalam ibadah. _Pa’piong berasal dari kata “pa’” dan “piong”. Piong dalam bahasa lokal Toraja berarti tabung bambu. Sementara kata Pa’ di awalnya berarti makanan ini terbuat dari bahan dasar daging babi. Dengan demikian pa’piong berarti daging babi yang dimasak di dalam tabung bambu. Masakan pa’piong itu sendiri terdiri dari potongan daging babi yang dicampur dengan daun miana – sejenis tanaman hias yang berwarna ungu dan kaya manfaat. Kemudian, bambu yang telah berisi bahan-bahan makanan ini dibakar hingga dagingnya matang.
Selain rasanya yang lesat, pa’piong juga menyimpan kisah tentang cinta dan pengurbanan. Alkisah cikal bakal leluhur orang Toraja yang bernama Pong Gaunti Kembong sedang terbang dan melihat seorang perempuan yang cantik rupawan di daratan. Ia pun ingin mempersuntingnya. Namun, perempuan itu bersembunyi dan masuk ke dalam batu. Perempuan ini bersedia keluar dan menjadi istri, dengan syarat: Pong Gaunti Kembong bersedia membuat makanan pa’piong Sanglampa. Pong Gaunti Kembong pun berusaha memenuhi syarat itu dan akhirnya perempuan itu keluar dari batu dan menikah dengannya. Dari perkawinan itu, lahirlah Pong Mattua, yang menjadi leluhur dan sosok yang disakralkan oleh masyarakat Toraja. Rupanya kelezatan pa’piong ini muncul karena ada cinta kasih yang mewarnai proses pembuatannya.
Saudaraku, kerelaan berkurban dengan dasar cinta kasih, merupakan pesan dari Injil. Rasul Yohanes menyatakan, “Inilah kasih itu: Bukan kita yang telah mengasihi Allah, tetapi Allah yang telah mengasihi kita dan mengutus Anak-Nya sebagai pendamaian bagi dosa-dosa kita”. Pernyataan ini mesti dipahami dalam kerangka nasihat Rasul Yohanes kepada Jemaat Kristen waktu itu yang sedang menghadapi persoalan pengajaran. Persoalan yang paling menonjol ialah ajaran palsu / sesat yang mengajarkan bahwa Yesus itu bukanlah Kristus (1 Yoh. 2:22, 1 Yoh. 5:1) dan menolak bahwa Kristus menjelma menjadi manusia (1 Yoh. 4:2-3). Ajaran sesat itu juga mengajarkan untuk tidak perlu menaati perintah Kristus (1 Yoh. 2:3-4, 1 Yoh 5:3), tidak perlu hidup kudus dan terpisah dari dosa (1 Yoh. 3:7-12) maupun dari dunia (1 Yoh. 2:15-17). Nah, dalam rangka menangkal ajaran sesat itu, maka Rasul Yohanes kembali menegaskan kemmbali tentang karya Tuhan Yesus Kristus yang telah membawa keselamatan. Karya Kristus ini didasari oleh kasih Allah sendiri. Hanya karena kasih-NYA-lah maka Allah telah mengutus Yesus Kristus sebagai kurban pendamaian bagi keselamtan umat manusia. Dari apa yang ditegaskan oleh Rasul Yohanes ini, kita memahami bahwa kasih Allah telah mendorong terjadinya pengurbanan yang maha agung melalui kematian Tuhan Yesus di kayu salib. Oleh karena itu, sebagai umat yang percaya dan tetap memegang iman kepada Kristus, maka kita mesti membuktikan kasih kita kepada-Nya dengan cara mengasihi sesama. Sumber inspirasi dari tindakan kasih itu adalah karya Tuhan Yesus sendiri yang bersedia mengasihi hingga IA terluka dan mati.
Saudaraku, kita semua adalah insan-insan yang percaya kepada Tuhan Yesus Kristus. Oleh karena itu, sudah seharusnyalah kita benar-benar mengimani dan mengamini kasih-Nya kepada kita. Dengan demikian, biarlah kita terus menyatakan kasih kepada siapapun, di manapun dan kapanpun agar Kristus dimuliakan. Kiranya sajian pa’piong hari ini mengingatkan kita agar terus menyatakan kasih itu. Selamat berjuang, Saudaraku, Tuhan Yesus memberkati.
Salam: Guruh dan keluarga.
Doa:
Ya Tuhan, kami percaya bahwa Engkau begitu mengasihi kami. Oleh karena itu kami rindu untuk dapat menyatakan kasih kepada sesama kami. Kiranya Roh Kudus menolong kami untuk dapat mewujudkannya. Terimakasih Tuhan Yesus. Amin.
BERTANDINGLAH DENGAN BENAR
admin Renungan Harian firman, harian, renungan, tuhan
Views: 0
Bacaan: I Timotius 6:12 (TB 2)
”Bertandinglah dengan benar dalam pertandingan iman dan rebutlah hidup yang kekal. Untuk itulah engkau telah dipanggil dan telah engkau ikrarkan ikrar yang bena di depan banyak saksi”
Bertandinglah Dengan Benar
Syalom jemaat yang terkasih didalam Tuhan.. Semoga bapak/ibu/saudara-saudari dalam keadaan sukacita.. Jemaat yang Kunci kemenangan seorang atlet dalam sebuah pertandingan adalah konsisten mempertahankan stamina dan mental.
Semua itu tidak terjadi secara instan, melainkan sebuah proses panjang yang dimulai sejak sebelum bertanding. Stamina dibangun dengan latihan fisik, pola makan, dan istirahat yang cukup. Sedangkan kekuatan mental dilatih dengan berfokus pada tujuan pertandingan.
Paulus menggambarkan kehidupan beriman sebagai sebuah pertandingan yang bertujuan mencapai kehidupan yang kekal. Memang, kehidupan kekal itu diperoleh karena anugerah Allah melalui iman kepada Yesus Kristus. Namun bukan berarti iman itu diterima ala kadarnya saja. Iman harus dilatih dengan melakukan ibadah, keadilan, kesetiaan, kasih, kesabaran, dan kelembutan. Paulus juga mengingatkan adanya berbagai godaan yang dapat melemahkan iman, seperti materi yang dapat mengakibatkan kesombongan dan ajaran kosong yang menyebabkan pertentangan.
Dengan menjaga iman agar tetap terlatih, kita akan tetap teguh dan kuat pada saat bertanding dalam pergumulan hidup. Kehidupan iman kita memang akan mengalami situasi naik turun dan gejolak seiring pergumulan hidup yang dihadapi. Kita mungkin berpikir betapa sulitnya hidup mengikut Tuhan dan mengapa semakin kita setia, godaan terasa semakin banyak. Justru itulah pertandingan dan ujian iman kita. Buktikanlah bahwa iman yang kita terima karena anugerah Tuhan itu tidak kita jalani dengan ala kadarnya, melainkan sungguh teruji dalam pertandingan iman. Selamat berefleksi, Tuhan memberkati kita.
JANGANLAH GENTAR, HAI KAWANAN KECIL
admin Renungan Harian firman, harian, renungan, tuhan
Views: 0
Bapak Ibu, Saudara saudari dan anak-anak yang dikasihi Tuhan Yesus Kristus, Syalom Alekhem! Tema renungan kita adalah “Janganlah Gentar Hai Kawanan Kecil”, dengan dasar Lukas 12:32 (TB 2 ) Tuhan Yesus bersabda: “ Janganlah takut, hai Kamu kawanan kecil, karena Bapamu telah berkenan memberikan kamu Kerajaan itu!” Demikianlah firman Tuhan. Yang berbahagia ialah setiap orang yang mendengarkan firman Tuhan dan yang melakukannya.
Saudara-saudara, harus diakui bahwa dalam situasi dunia yang penuh dengan ketidakpastian dan penolakan, para murid dapat merasa kecil, tidak berdaya, dan terpinggirkan. Ini mencerminkan kondisi para murid yang lemah. Tetapi Tuhan Yesus berkata: “Janganlah takut, hai Kamu kawanan kecil…” Istilah “kawanan kecil” merujuk kepada para pengikut Tuhan Yesus yang setia. Meskipun kita mungkin merasa lemah atau tak berdaya sebagai kawanan kecil, kita tetap memiliki nilai dan tempat di hadapan Tuhan.
“Bapamu telah berkenan memberikan Kerajaan itu” Ini menunjukkan hubungan intim kita dengan Bapa yang ingin memberikan yang terbaik untuk anak-anak-Nya. Janji kehidupan dalam Kerajaan Tuhan, adalah sebuah janji yang membebaskan kita dari rasa takut dan menghadirkan semangat pengharapan.
Firman Tuhan ini merupakan penghiburan dan janji yang kuat. Ini meyakinkan kita bahwa Tuhan telah memberikan kita bagian dalam kerajaan-Nya.
Seperti kesaksian pujian yang dinyanyikan oleh jemaat GKI Kwitang dalam ibadah Minggu sebuah pujian yang berjudul: “Janganlah gentar hai kawanan kecil”, lagu ini memberikan penguatan bagi setiap orang percaya. “Janganlah gentar, hai kawanan kecil. Rajamu menang atas maut ngeri”; Syair ini mengingatkan kita bahwa Tuhan Yesus, Raja kita telah mengalahkan maut. Kemenangan-Nya di kayu salib membuat tidak ada lagi yang perlu kita takutkan. Tuhan sudah memberikan jaminan kepastian kehidupan yang kekal, dan musuh yang paling besar telah ditaklukkan.
“Segala kuasa dib’ri pada-Nya di sorga dan di bumi demi umat-Nya.” Syair ini mengingatkan kita akan otoritas Tuhan Yesus yang mutlak. Dia memiliki kuasa atas segala sesuatu, dan kuasa itu telah diberikan demi kita.
“Gembala memilih tempat kau pergi; getir kepahitan dimaniskan-Nya, pahitnya diminum-Nya di Golgota.” Kita diingatkan bahwa sebagai kawanan kecil, Tuhan adalah Gembala kita yang mempunyai rencana bagi kehidupan kita. Meskipun ada getir kepahitan dalam hidup ini, Tuhan akan mengubahnya menjadi manis. Mengapa Saudara? Karena Dia sendiri telah merasakan pahitnya penderitaan di Golgota, sehingga Dia memahami kita dan berjalan bersama kita dalam setiap langkah hidup kita.
“Dengan Tuhan hadir kau tak terpencil; kau tak ‘kan pernah ditinggalkan tetap”. Ini adalah janji bahwa Tuhan selalu bersama kita. Kita mungkin merasa sendirian dalam perjalanan kita, tetapi kenyataannya, Tuhan selalu menyertai kita, dalam terang maupun gelap. Dia tidak akan pernah meninggalkan kita, dan kehadiran-Nya membawa kenyamanan dan pengharapan.
Oleh sebab itu Refrein lagu ini menyatakan: “Percayalah, percayalah! Tiada yang mustahil, percayalah!” Ini adalah seruan kepada kita semua untuk percaya. Ketika kita dihadapkan pada kesulitan, iman kita tetap teguh, membawa kita untuk percaya bahwa tidak ada yang mustahil bagi Tuhan. Amin, Saudara? Puji Tuhan!
Saudara-saudara, janganlah gentar, hai kawanan kecil. Kita memiliki Bapa yang hebat yang berkenan memberikan Kerajaan-Nya kepada kita semua. Yakinlah, Tuhan kita adalah Gembala yang baik, yang akan terus memimpin kita. Janganlah gentar, hai kawanan kecil! Bersediakah Saudara untuk tetap percaya dan saling menguatkan? Bersediakah Saudara? Lakukanlah saja! Itu sudah cukup. Amin.
Mari kita berdoa:
Ya Tuhan Bapa yang di surga, terima kasih firmanMu hari ini mengingatkan kami untuk tetap percaya dan saling menguatkan, meskipun kami sebagai kawanan kecil menghadapi berbagai persoalan hidup. Kami berdoa bagi setiap pribadi anak-anakMu yang saat ini sedang mengalami pergumulan hidup yang berat, kuatkanlah ya Tuhan, tolonglah ya Tuhan. Dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin.
Tuhan Yesus memberkati Saudara dan keluarga!
Kebaktian Minggu 17 November
Views: 0
Kebaktian Bulan Pengajaran - 17 November 2024
TEMA: “AKHIR ZAMAN”
Bacaan Pertama : Daniel 12:1-3 (TB 2)
Antar Bacaan : Mazmur 16 (TB 2)
Bacaan Kedua : Ibrani 10:11-25 (TB 2)
Bacaan Injil : Markus 13:1-8 (TB 2)
”WEDANG UWUH”
admin Renungan Harian firman, harian, renungan, tuhan
Views: 0
Bacaan: 2 Korintus 4:7 (TB 2)
“Namun, harta ini kami miliki dalam bejana tanah liat, supaya nyata bahwa kekuatan yang melimpah-limpah itu berasal dari Allah, bukan dari diri kami”.
Salam sehat penuh rahmat, Tuhan sertamu!
Saudaraku,wedang uwuh adalah minuman tradisional khas daerah Yogyakarta yang berbahan dasar rempah-rempah. Tampilan minuman ini berbeda dari jenis wedang-wedangan lainnya, yaitu: penampakannya yang awut-awutan alias berantakan penuh ranting dan dedaunan. Dari tampilannya inilah, maka lahir nama “wedang uwuh”. Dalam bahasa jawa wedang berarti “minuman” dan uwuh berarti “sampah”, jadi ‘wedang uwuh’ berarti “minuman sampah”. Tampilan yang awit-awutan ini disebabkan karena wedang uwuh berisi rempah-rempah yang terdiri dari: jahe, kayu secang, kayu manis, serai, kapulaga, gula batu, bunga cengkeh, daun cengkeh dan batang cengkeh. Tetapi, walaupun penampakannya seperti tumpukan sampah di dalam gelas, wedang uwuh kaya manfaat untuk kesehatan tubuh. Berikut adalah beberapa manfaat wedang uwuh untuk kesehatan tubuh, yaitu: mengandung senyawa antioksidan sehingga dapat meningkatkan imunias tubuh; berpotensi sebagai antiradang, antikanker, dan antijamur; meningkatkan fungsi sel-sel otak, sehingga dapat mencegah penyakit parkinson dan Alzheimer; mengurangi kadar kolesterol dalam darah; menyehatkan pencernaan; membantu mengatasi radang tenggorokan; dan lain-lain. Meski nama dan tampilannya buruk, namun wedang uwuh kaya akan manfaat.
Saudaraku, wedang uwuh ini mengingatkan kita pada pengalaman pelayanan Rasul Paulus kepada Jemaat Korintus. Pada waktu itu terjadi perselisihan di dalam persekutuan Jemaat Korintus. Perselisihan itu dipicu adanya kelompok-kelompok yang menyebut diri sebagai pengikut Paulus, Apolos ataupun Kefas. Selain itu, ada sebagian anggota jemaat yang merasa memiliki karunia-karunia Roh, sehingga mengganggap dirinya memiliki tingkat kehidupan yang lebih baik dibanding dengan yang lainnya. Ada juga pemisahan golongan berdasarkan status ekonomi, sosial dan juga ras (Yahudi – Romawi). Di tengah situasi yang saling mengunggulkan diri, Rasul Paulus Rasul Paulus justru menyatakan dirinya di dalam status yang tidak layak untuk dibanggakan, yaitu penderitaan dan kelemahan. Paulus menyebutkan, “Namun, harta ini kami miliki dalam bejana tanah liat, supaya nyata bahwa kekuatan yang melimpah-limpah itu berasal dari Allah, bukan dari diri kami”. Melalui pernyataan ini, Rasul Paulus mengingatkan kepada kita semua bahwa sesungguhnya semua hal yang berharga di dalam kehidupan kita itu anugerah Allah yang mulia. Sedangkan kita ini hanyalah bejana tanah liat yang rapuh. Pernyataan ini sekaligus menjadi sebuah peringatan yang keras supaya kita tidak menjadi sombong karena segala hal yang kita miliki, seperti: karunia, jabatan, harta, karunia Roh dan lain-lain. Bagi Rasul Paulus, yang penting bukan memamerkan dirinya sendiri, melainkan Nama Kristus. Dan jika Paulus dapat melakukan tugas pelayanan, itu semua bukan karena kehebatan dirinya sendiri, melainkan Allahlah yang telah menyediakan hidup, kuasa, dan berita itu. Meski Paulus merasad ri hanyalah mahluk yang tidak pantas membanggakan diri, namun ia sadar bahwa dirinya telah diberi pengetahuan dan pengalaman dalam mengenal Tuhan Yesus Kristus. Pengenalan dan pengalaman iman di dalam dan bersama Tuhan Yesus inilah yang diwartakan kepada orang lain. Pernyataan Paulus tadi menunjukkan betapa dahsyatnya kekuatan dan kuasa Allah, bagi siapa saja yang bersedia mendengar kabar sukacita yang menguatkan tentang Kristus Tuhan. Dan kuasa untuk menyampaian berita itu tidak berasal dari kepintaran atau kekuatan Paulus sendiri, melainkan berasal dari Allah sendiri.
Saudaraku, sebagai murid-murid Kristus mari kita mengingat bahwa kita ini hanyalah bejana-bejana tanah liat yang rapuh. Oleh karena itu, bila kita dapat menjadi saksi Kristus, maka itu semua karena pertolongan Tuhan. Tubuh kita boleh rapuh, tetapi iman kita harus tetap teguh dan kuat di dalam Tuhan. Sehingga kita dapat bersaksi tentang Allah yang hidup di dalam Nama Tuhan Yesus. Seperti tadi, meski namanya “wedang uwuh” alias ‘minuman sampah’ bahkan tampilannya juga seperti sampah di dlaam gelas, namun memiliki khasiat yang hebat bagi kesehatan. Mari kita terus bersaksi bagi kemuliaan Tuhan. Selamat berjuang, Tuhan Yesus membarkati.
Salam: Guruh dan keluarga.
Doa:
YA Tuhan, kami sadar bahwa berbagai persoalan silih berganti hadir di dalam kehidupan kami. Kami rindu agar di tengah-tengah kelemahan, kami tetap dappt menyatakan kasih dan anugerah-MU. Terpujilah kiranya Nama-Mu. Terimakasih, ya Kristus. Amin.
NIAT BAIKMU DITOLAK
admin Renungan Harian firman, harian, renungan, tuhan
Views: 0
Bacaan: Kisah Para Rasul 7: 25 (TB 2)
”Ia menyangka saudara-saudaranya akan mengerti bahwa Allah memakai dia untuk menyelamatkan mereka, tetapi mereka tidak mengerti”
Syalom jemaat yang terkasih didalam Tuhan.. Semoga bapak/ibu/saudara-saudari dalam keadaan sukacita.. Jemaat yang terkasih.. Alkisah, ada seorang anak yang terkejut dengan bunyi pecah piring yang ada di dapur. Segera ia melihat apa yang terjadi di sana. Sang ibu ternyata tak sengaja menyenggol piring saat sedang memasak. Sang anak segera berlari dan mengambil pecahan kaca itu dengan tangannya. Sontak, sang ibu membentak nya karena khawatir tangan anaknya itu terluka. Namun apa yang terjadi? Anak tersebut menangis dan merasa niat baiknya tidak diterima oleh ibunya. Sang ibu kemudian dengan lembut segera memeluk anak tersebut dan menjelaskan bahwa ia bermaksud baik, tetapi menggunakan cara yang salah.
Seperti halnya kisah dalam bacaan hari ini, Musa merasa gelisah melihat bangsanya tertindas oleh bangsa Mesir. Suatu ketika ia melihat dua orang bangsa Israel bertengkar. Musa berusaha melerai, tetapi ditolak oleh kedua orang itu.
Salah satu dari mereka mengungkit kasus pembunuhan terhadap orang Mesir yang pernah Musa lakukan. Pembunuhan itu dilakukan oleh Musa untuk membela bangsanya, tetapi dengan cara yang salah. Musa menjadi takut dan lari ke tanah Midian. Namun kisah Musa tidak berhenti di situ, karena Allah memanggil Musa kembali dan menuntunnya menjadi penolong Israel. Kali ini, Allah menolong Musa melakukan untuk niat baik bagi bangsanya dengan cara yang benar.
Jemaat yang terkasih, mungkin niat baik kita pernah ditolak oleh orang lain. Hal itu terasa menyakitkan dan bisa jadi membuat kita enggan berbuat baik lagi. Namun tunggu dulu, barangkali yang ditolak bukanlah niat baik kita, melainkan cara kita yang kurang tepat. Jangan menyerah untuk terus berbuat baik. Mintalah hikmat dari Tuhan agar kita dituntun untuk menolong sesama dengan cara yang benar. Kiranya Tuhan memampukan kita untuk terus melakukan hal baik, Tuhan memberkati.
