admin
Posts by :
RUMAH DOA
admin Renungan Harian firman, harian, renungan, tuhan
Views: 1
Bacaan: Lukas 19: 41-48
Salam sejahtera, semoga kita makin menyadari bahwa rumah Tuhan adalah milik Tuhan, bukan milik kelompok tertentu. Rumah Tuhan tujuannya untuk berdoa, menyembah Tuhan bukan untuk mencari keuntungan diri sendiri dengan cara yang licik, merusak, mengganggu orang lain seperti perilaku di sarang penyamun, Lukas 19:46 (TB2) kata-Nya kepada mereka: “Ada tertulis: Rumah-Ku akan menjadi rumah doa. Namun kamu menjadikannya sarang penyamun.”
Bangsa Indonesia sudah 79 tahun merdeka adalah rumah milik Tuhan, bukan milik kelompok elite tertentu. Makin lama merdeka dari penjajahan negara asing, apakah kita makin bebas bersama-sama rakyat untuk menentukan nasib sendiri ? Atau hanya kelompok elite dan keluarga pejabat tinggi tertentu yang bebas menentukan nasib bangsa ini dan mencari keuntungan untuk kelompok sendiri, seperti perilaku di sarang penyamun? Sarang penyamun artinya tempat perampok, perampas, penjahat bersembunyi.
Apakah saat ini rakyat makin merasakan kemerdekaan dalam keadilan, penegakan hukum yang adil dan benar, dalam kedamaian dan sejahtera, dalam mencari pekerjaan untuk meningkatkan ekonomi keluarga, dalam mendapat pendidikan yang setinggi-tingginya? Apakah hanya kelompok elite dan keluarga pejabat tinggi saja yang mendapat kemerdekaan dalam memperoleh jabatan, proyek, bisnis, pekerjaan, mengambil kemakmuran dalam negara dan mendapat kemudahan-kemudahan. Seberapa merdekanya rakyat mengejar impian yang setinggi-tingginya? Seberapa merdekanya rakyat melakukan demokrasi yang damai adil, tanpa kecurangan dan kelicikan, tanpa politik uang, tanpa politik kedekatan atau nepotisme, tanpa politik kekuasaan yang menindas dan menekan?
Dalam mempergunakan waktu kemerdekaan, kita tetap mempunyai harapan yaitu masyarakat yang makmur dan adil segera terwujud. Kita mengharapkan kemerdekaan, kebebasan bukan hanya dirasakan kelompok elite dan keluarga pejabat tertentu saja. Untuk mewujudkan masyarakat yang adil, makmur, damai sejahtera kita harus membuka diri untuk mendengar firman Tuhan dan kehendakNya.
Hidup merdeka adalah hidup menghormati orang lain dan meningkatkan kebebasan orang lain. Yesus menyucikan Bait Allah berarti memerdekakan, membebaskan Bait Allah dari perilaku kelompok elite dan keluarga pejabat di Bait Allah, yang mencari keuntungan diri sendiri dengan cara yang licik dan menindas orang miskin, orang lemah. Yesus mengembalikan Bait Allah menjadi rumah doa bagi semua orang, tanpa membeda-bedakan, tanpa perlakuan tidak adil, tidak damai sejahtera. Allah dalam belas kasihNya melihat keadaan masyarakat yang rusak karena dosa, telah mengutus Yesus datang ke dunia untuk membawa keselamatan, damai sejahtera. Yesus menyucikan Bait Allah dalam rangka membawa keselamatan, damai sejahtera, agar semua orang beribadah bersama-sama, hanya menyembah Tuhan. Kelompok elite Yahudi, telah membawa kerusakan perilaku seperti di sarang penyamun ke dalam dunia. Kerusakan perilaku di Bait Allah, mendapatkan ganjaran dengan diruntuhkanya Bait Allah pada tahun 70 Masehi, oleh penguasa Romawi. Perilaku yang rusak adalah Bait Allah menjadi pusat untuk mencari keuntungan diri sendiri, mengejar kepentingan manusia sendiri, tidak membawa damai sejahtera, tidak menyembah Tuhan dan kehendakNya. Kelompok elite Yahudi yang rusak ini, tidak mau bertobat, mereka tetap menolak Yesus dan tujuan Yesus untuk menyucikan Bait Allah, mereka membenci Yesus dan hendak membunuh Yesus. Sikap pemimpin Yahudi inilah yang ditangisi Yesus (Lukas 19:41).
Yesus menyucikan Bait Allah, untuk mendatangkan kebaikan, keselamatan sejati. Bait Allah adalah rumah doa, di mana Allah berkenan hadir, sehingga orang boleh berdoa dan memuja, menyembah Tuhan. Kalau Allah tidak hadir, tidak ada gunanya berdoa dan memuja atau menyembah Tuhan. Perilaku yang rusak di Bait Allah adalah perilaku menghisap, memeras manusia oleh anggota keluarga Imam Besar yang memperoleh hak istimewa (nepotisme) untuk memperdagangkan hewan-hewan korban. Nepotisme adalah setiap perbuatan yang mendahulukan keluarga, teman, menguntungkan kepentingan keluarganya, dan atau kroninya, yang merugikan orang lain, masyarakat, dan atau negara, menutup peluang bagi orang lain.
Yesus menyucikan Bait Allah, untuk mengembalikannya menjadi rumah doa, bukan rumah berdagang hewan korban dengan cara memeras, melakukan nepotisme. Memeras dengan cara menolak hewan korban yang dibawa umat dari rumah, memaksa umat membeli hewan korban dari pedagang di Bait Allah dengan harga yang lebih mahal. Yesus mempertentangan rumah doa dengan sarang penyamun. Yesus mau merebut kembali Bait Allah dari orang yang menyalahgunakan untuk kepentingan mereka sendiri. Bait Allah, rumah doa dikembalikan fungsinya untuk mengajarkan firman Tuhan kepada umat, memberitakan tentang Kerajaan Allah, dan keselamatan yang disediakan Allah untuk manusia, untuk berdoa, menyembah Tuhan, agar bisa mengasihi dan melayani Tuhan, mengasihi dan melayani sesama bukan menindas, merugikan sesama.
Bangsa Indonesia, gereja, rumah kita adalah rumah milik Tuhan, kita ikut cara berpikir dan cara merasakan Yesus, yaitu untuk membersihkan rumah Tuhan, rumah doa dari perilaku penyamun, yang mencari keuntungan diri sendiri, kelompok tertentu, yang menindas, tidak memerdekakan.
Rumah doa tempat ibadah, haruslah dalam roh dan kebenaran (Yohanes 4:24). Yesus adalah kebenaran, hidup di dalam Kristus menuntut bahwa kita berbicara benar. Mereka yang tidak memiliki kebenaran di dalam dirinya menunjukkan keadaan sesungguhnya dari hati mereka yang bertentangan dengan Allah dan berada di luar kerajaan sorga. Allah adalah roh adanya, tidak boleh disembah hanya secara lahiriah, hanya dibibir saja, tanpa roh kita, itu adalah doa secara munafik, dan tidak berkenan bagi Allah.
Kita memohon pada Tuhan agar menjadikan hidup kita menjadi rumah doa seperti ungkapan lagu Jadikan Aku Rumah DoaMu: Kubawa hidupku s’karang, ke tempat kudusMu Tuhan, di mezbahMu kuserahkan seluruh hidupku. Penuhi hati ku s’karang, dengan urapan yang baru agar aku lebih lagi mendengar suaraMu. Jadikan aku Tuhan, rumah doaMu agar semua suku bangsa, datang menyembahMu. Jadikan aku Tuhan rumah doaMu agar semua suku bangsa datang menyembahMu. Amin
Berdoa:
Ya Tuhan kiranya kami makin menyadari bahwa rumah Tuhan adalah milik Tuhan, bukan milik kelompok tertentu. Kami mau berdoa agar hidup kami dan hidup umat, hidup bangsa kami menjadi rumah doa, tempat menyembah Tuhan, melayani Tuhan dan sesama, bukan untuk mencari keuntungan bagi diri sendiri, kelompok atau keluarga, dalam nama Yesus kami berdoa amin.
UNDANG-UNDANG DASAR NEGARA
admin Renungan Harian firman, harian, renungan, tuhan
Views: 0
Bahan: Ulangan 5:4-7,
TUHAN berbicara dengan kamu berhadapan muka di gunung dari tengah-tengah api. Ada pun pada waktu itu aku berdiri antara TUHAN dan kamu untuk memberitahukan firman TUHAN kepadamu, sebab kamu takut kepada api dan kamu tidak naik ke gunung. Ia berfirman: Akulah TUHAN Allahmu yang membawa engkau keluar dari tanah Mesir, dari tempat perbudakan. Jangan ada padamu ilah lain di hadapan-Ku.
Saudara-saudari yang dikasihi Kristus, bulan Agustus menjadi istimewa bagi negeri kita yang berpusat 17 Agustus, hari Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Sebelum merdeka dua penjajahan kita hadapi, yaitu kolonial Belanda yang direbut oleh Jepang dan berlanjut dalam penjajahan. Bagaimana pun Jepang melihat tekad pemuda pejuang bangsa Indonesia yaitu Indonesia harus merdeka. Maka oleh Jepang dibentuklah Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia. Makin maju keinginan merdeka, maka Jepang membubarkan Badan itu dan diganti dengan Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) yang tetap dalam pengawasan Jepang. Kalau pun merdeka Jepang tetap menempatkan diri sebagai pelindung untuk negara yang merdeka itu. Dari dua negara yang menjajah menjadi pengalaman yang berharga sehingga oleh PPKI ini merumuskan dasar negara, yang disampaikan oleh Soekarno dalam pidatonya di depan PPKI pada tanggal 1 Juni 1945, kemudian tanggal ini ditetapkan sebagai tanggal lahirnya Pancasila. Dengan demikian dasar negara yang dikemukakan berdasarkan idelogi politik ditolak dan juga berdasarkan agama juga ditolak. Jepang bertekuk lutut kalah perang Pasifik, maka semua negara jajahan Jepang diserahkan kepada Tentara Sekutu termasuk Indonesia. Tetapi di tengah kekuasaan Sekutu ini pada tanggal 17 Agustus 1945, Indonesia memproklamirkan kemerdekaannya. Setelah proklamasi, maka dengan gerak cepat Indonesia menyatakan UUD yang termasuk pekerjaan PPKI, pada tanggal 18 Agustus di depan PPKI disyahkan UUD 1945, dengan demikian ketentuan berdirinya sebuah negara makin dilengkapi. Kita bersyukur kepada Tuhan Pancasila sebagai dasar Negara RI.
Bangsa Israel selama di Mesir, negara mereka ialah Mesir, undang-undang yang menata kehidupan mereka ialah u u kerajaan Mesir. Tiba saatnya mereka merdeka, dengan tangan Tuhan yang teracung melawan Mesir, mereka keluar menuju tanah leluhur yaitu negeri Kanaan. Perjalanan mereka telah sampai di daerah Sinai, maka tibalah saatnya Tuhan memberi mereka u.u yang menata kehidupan mereka. Nas renungan kita menunjuk Sepuluh Hukum sebagai U.U.D kehidupan umat Israel, yang meliputi, tuntunan membangun dan memelihara hubungan dengan Tuhan dan dengan sesama. Undang-undang ini dilengkapi secara rinci yang semua tercakup dengan hukum Taurat. Kita sangat bersyukur hukum Taurat ini dengan segala rinciannya telah dijalani dan digenapi oleh Tuhan Yesus. Sebagai penggenap hukum Taurat oleh Yesus yang disimpulkan-Nya dengan hukum kasih. Hukum kasih tidak hanya suatu ajaran yang diingat dihafal tetapi dijalani dan digenapi oleh Yesus dengan mengorbankan diri untuk disalib. Kemerdekaan RI kita syukuri dengan Pancasila dasar negara kita dan kemerdekaan dalam Kristus kita amalkan dengan kasih di dalam Kristus.
Aplikasi:
- Hal-hal apa yang Anda harapkan saat merayakan kemerdekaan RI ke 79 ini?
- Oleh kasih Kristus memerdekakan kita, bagaimana Anda mengamalkannya?
- Apakah Anda memiliki dasar lain untuk kemerdekaan dari belenggu dosa?
Mari berdoa:
Bapa kami yang di surga, sebagai rakyat negeri ini, kami bersyukur Proklamasi R I sudah genap 79 tahun. Karuniakan hikmat kepada pemerintah dan rakyat negeri kami untuk menjaga dan membangun negeri ini mencapai kesejahteraan sosial bagi seluruh rakyat. Kami mohon dalam nama Yesus Kristus, Amin. [AS190824]
Kebaktian Minggu – 18 Agustus 2024
Views: 0
Kebaktian Bulan HUT GKI Kwitang - 18 Agustus 2024
TEMA: “MELANJUTKAN LANGKAH BERSAMA DENGAN TUHAN SANG ROTI HIDUP”
Bacaan Pertama : Amsal 9:1-6 (TB 2)
Antar Bacaan : Mazmur 34:9-14 (TB 2)
Bacaan Kedua : Efesus 5:15-20 (TB 2)
Bacaan Injil : Yohanes 6:51-58 (TB 2)
”TRANCAM”
admin Renungan Harian firman, harian, renungan, tuhan
Views: 0
Bacaan: Yeremia 17:8 (TB 2)
“Ia akan seperti pohon yang ditanam di tepi air, yang merambatkan akar-akarnya ke tepi sungai, dan tidak takut akan datangnya panas terik, yang daunnya tetap hijau, yang tidak khawatir dalam tahun kekeringan, dan yang tidak berhenti menghasilkan buah”.
Salam sehat penuh rahmat, Tuhan sertamu!
Saudaraku, ketika masih tinggal di asrama semasa menjalani pendidikan teologi, ada salah satu menu olahan sayuran yang cukup sering hadir di meja makan saat makan siang di asrama. Menu ini adalah “trancam”. Trancam adalah makanan khas Jawa Tengah yang mirip dengan urap. Biasanya, trancam terdiri dari sayur-sayuran mentah seperti kacang panjang yang dipotong-potong kecil, timun yang dipotong dadu, tauge, dan daun kemangi yang disajikan dengan parutan kelapa tua serta bumbu halus yang harum. Memang setiap kali menu ini dihidangkan, selalu muncul komentar, “ya… trancam manéh, trancam manéh!” Artinya: “ya, trancam lagi, trancam lagi”. Maklum pada waktu itu, kami belum memahami maknanya.
Seiring dengan perjalanan pelayanan, saya semakin memahami makna dari sayur trancam ini. Sayur trancam ternyata melambangkan kesegaran, kebersamaan, dan keharmonisan. Sayuran mentah yang digunakan dalam trancam menggambarkan kehidupan yang segar dan penuh energi, sementara parutan kelapa tua melambangkan kelembutan. Sampai di sini, saya harus menertawakan kebodohan diri sendiri setiap kali mengingat menu makan siang di asrama dahulu. Mungkin saja Almh. Ibu Hadi, ibu asrama kala itu, berharap agar kami para mahasiswa teologi ini selalu segar penuh energi selama menjalani pendidikan teologi, dapat saling mendukung dan menguatkan sesama mahasiswa teologi serta belajar untuk hidup dalam kerukunan dan keharomisan.
Saudaraku, filosofi trancam ini mengingatkan kita tentang sikap iman kita kepada Tuhan. Bukankah iman itu mesti selalu segar dan bertumbuh ke arah kedewasaan? Nah, agar selalu segar dan bertumbuh di dalam iman, maka anak-anak Tuhan mesti selalu hidup dengan mengandalkan Tuhan, bukan mengandalkan diri sendiri. Nabi Yeremia memberikan nasihatnya kepada umat Yehuda kala itu bahwa siapa saja yang hidup dengan mengandalkan Tuhan, akan menjadi orang-orang yang diberkati. Yeremia memberikan alasannya, demikian: “Ia akan seperti pohon yang ditanam di tepi air, yang merambatkan akar-akarnya ke tepi sungai, dan tidak takut akan datangnya panas terik, yang daunnya tetap hijau, yang tidak khawatir dalam tahun kekeringan, dan yang tidak berhenti menghasilkan buah”. Menjadikan Tuhan sebagai pusat hidup kita sesungguhnya merupakan tindakan yang sudah seharusnya karena Dialah pencipta kita. Dan jika, kita menjauh dari Tuhan, maka sesungguhnya kita sedang berjalan kepada kematian. Apa yang disampaikan oleh Yeremia ini menarik untuk diperhatikan, yaitu bahwa meski ditanam di tepi air, pohon itu sendiri merasa perlu merambatkan akar-akarnya ke tepi sungai. Melalui akar-akarnya, pohon itu tetap berusaha untuk mendekati sumber hidupnya. Demikianlah seharusnya sikap iman kita! Sebagai pengikut Kristus, kita mesti berupaya untuk selalu dekat dengan Tuhan dan menjadikan-Nya sebagai pusat kehidupan kita. Kita mesti selalu mengingat bahwa sesungguhnya, sejak awal kita diciptakan untuk bersekutu dan bukan berseteru dengan Allah.
Saudaraku, kiranya sajian sayur trancam hari ini menggungah kesadaran kia semua untuk selalu menjalani hidup dengan semangat karena diwarnai oleh kesegaran, kebersamaan, dan keharmonisan sebagai berkat dari kedekatan kita dengan Tuhan, Sang Sumber Kehidupan. Oh ya, bagi yang telah memasuki dan menjalani kehidupan pernikahan, trancam juga melambangkan harapan akan kehidupan pernikahan yang sehat, segar, dan penuh dengan berkah. Semua harapan itu dapat terwujud apabila kita tidak mengandalkan kekuatan diri sendiri, melainkan dengan pertolongan Tuhan. Mari kita selalu berupaya dekat dengan Tuhan. Selamat berjuang, Saudaraku, Tuhan Yesus memberkati.
Salam: Guruh dan keluarga.
Doa:
Ya Tuhan, kami rindu agar iman kami senantiasa segar, sehingga mampu menghadapi dan mengatasi berbagai persoalan di dalam kehidupan. Kami rindu untuk menjadi seperti pohon yang ditanam di tepi air, di mana akar-akarnya akan selalu mencari sumber air. Kiranya Roh Kudus menolong kami agar memiliki sikap selalu mengandalkan Engkau. Terimakasih, Tuhan Yesus, Amin.
SYUKUR ATAS KASIH PENYERTAAN TUHAN
admin Renungan Harian firman, harian, renungan, tuhan
Views: 0
Bacaan: Mazmur 111:4 (TB2)
”Perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib dijadikan-Nya peringatan; TUHAN itu pengasih dan penyayang.”
Syalom jemaat yang terkasih didalam Tuhan.. Semoga bapak/ibu/saudara-saudari dalam keadaan baik..
Jemaat yang terkasih..Nats Alkitab hari ini mengajak kita untuk mau bersyukur kepada Tuhan. Ucapan syukur itu harus dilakukan dengan hati yang tulus dan penuh semangat.Ucapan sykur itu harus dilakukan di manapun tanpa dipengaruhi oleh tempat dan suasana.
Artinya apapun situasi yang sedang kita alami, dan di manapun kita sedang berada, kalau untuk mengucap syukur kepada Tuhan wajib untuk dilakukan oleh setiap orang percaya.Pemazmurpun mengatakan: “Besar perbuatan-perbuatan TUHAN, layak diselidiki oleh semua orang yang menyukainya.” Bahwa sangat besar perbuatan-perbuatan Tuhan (ay 2).
Karya perbuatan tanganNya yang bernuansa kasih itu sungguh tak terselami. Artinya tidak perlu untuk mencari tahu mengapa Kasih Tuhan itu selalu dicurahkan, yang pasti Tuhan selalu mengasihi setiap kita.
Segala perbuatan tanganNya tidak akan terselidiki oleh semua orang di sepanjang masa. Perbuatan tangan Tuhan yang penuh keajaiban dan keadilan itu tidak akan pernah terhenti dan tetap untuk selamanya. Pada ayat 3 dikatakan: Agung dan bersemarak pekerjaan-Nya, dan keadilan-Nya tetap untuk selamanya.
Jadi perbuatan tangan Tuhan itu tidak perlu diragukan lagi. Mengapa demikian? Karena, Perbuatan- perbuatan-Nya yang ajaib dijadikan-Nya peringatan; TUHAN itu pengasih dan penyayang.” (ayat hari ini). Pemazmur ingin mengajak kita untuk meyakini dan mau mengatakan sungguh benar-benar agung dan bersemarak pekerjaanNya. Segala keadilan-Nya tetap untuk selamanya.
Banyak peristiwa yang terjadi dalam kehidupan kita, baik suka maupun duka.
Namun kita dapat melewati itu satu demi satu, semua bukan karena kuat dan gagah kita. Tetapi hanya karena keajaiban tangan-Nya yang menenun dan menopang kita.
11 Agustus 2024 kemarin kita kembali melihat penyertaan Tuhan kepada GKI Kwitang yang berulang tahun ke-95. 95 tahun Tuhan menjaga dan merawat pertumbuhan jemaat di GKI Kwitang. Waktu yang panjang, semua terjadi karena begitu besar kasih-Nya bagi gereja kita. Semua dapat terjadi berkat perbuatan-perbuatan-Nya yang Ajaib, kasih setia Tuhan yang terus mengalir. Maka dari itu, teruslah bersyukur kepada Tuhan karena perbuatan-perbuatan-Nya Ajaib. Selamat terus bersyukur, Tuhan memberkati kita.
INGATLAH KEBAIKAN TUHAN!
admin Renungan Harian firman, harian, renungan, tuhan
Views: 0
Umat Tuhan yang dikasihi Kristus, Syalom Alekhem! Apa kabar Saudara? Semoga semua dalam keadaan baik. Masih dalam rangka merayakan HUT GKI Kwitang, hari ini kita merenungkan firman Tuhan dengan tema: “Ingatlah Kebaikan Tuhan!” dengan dasar dari Kitab Ulangan 8:2-4 “ Ingatlah akan seluruh perjalanan yang kau lakukan atas pimpinan TUHAN, Allahmu, di padang gurun selama empat puluh tahun ini. Dia bermaksud merendahkan hatimu dan menguji engkau untuk mengetahui apa yang ada dalam hatimu, apakah engkau berpegang pada perintahNya atau tidak. 3 . Ia merendahkan hatimu, membiarkan engkau lapar, dan memberi engkau makan manna, yang tidak kaukenal dan juga tidak dikenal oleh nenek moyangmu, supaya engkau mengetahui bahwa manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut TUHAN. 4. Pakaianmu tidak menjadi usang di tubuhmu dan kakimu tidak menjadi bengkak selama empat puluh tahun ini.”
Demikianlah Firman Tuhan. Yang berbahagia ialah setiap orang yang mendengarkan Firman Tuhan dan yang melakukannya.
Saudara-saudara, tahukah Saudara dalam ayat-ayat ini Musa mengingatkan bangsa Israel tentang bagaimana Tuhan telah memimpin dan menyertai mereka melalui berbagai tantangan dan kesulitan selama 40 tahun di padang gurun. Demikian juga firman ini mengingatkan kita bahwa Tuhan juga telah memimpin dan menyertai dalam perjalanan gereja kita selama 95 tahun. Setiap langkah yang kita lalui adalah bukti kebaikan dan penyertaan Tuhan.
Dikatakan “Tuhan merendahkan hati bangsa Israel dengan membiarkan mereka lapar dan kemudian memberikan manna” untuk apa? Untuk mengajar mereka bergantung sepenuhnya pada-Nya. Demikian juga selama 95 tahun ini, kita mungkin telah menghadapi banyak tantangan yang menguji iman kita, tetapi dalam setiap kesulitan, Tuhan selalu menyediakan apa yang kita butuhkan. Tuhan mengajarkan kita untuk bergantung pada firman-Nya dan bukan pada kekuatan kita sendiri.
Dikatakan “pakaian bangsa Israel tidak menjadi usang dan kaki mereka tidak menjadi bengkak selama 40 tahun di padang gurun”, menunjukkan pemeliharaan Tuhan yang setia. Demikian juga selama 95 tahun, Tuhan telah memelihara gereja kita dengan setia. Tuhan telah menyediakan kebutuhan kita, melindungi kita, dan memberi kita kekuatan untuk terus maju. Setiap berkat yang kita terima adalah bukti kasih setia Tuhan.
Firman Tuhan ini mengajak kita mengingat berkat-berkat yang telah kita terima selama 95 tahun ini. Dari setiap pelayanan, kegiatan, dan momen kebersamaan, kita bisa melihat kebaikan Tuhan yang nyata.
Dengan mengingat kebaikan Tuhan di masa lalu, kita dapat belajar untuk mempercayai Dia dalam setiap langkah di masa depan. Gereja kita memiliki sejarah panjang yang penuh dengan kesaksian tentang kesetiaan Tuhan, dan ini memberi kita keberanian untuk melangkah ke depan dengan iman.
Mari kita wujudkan dengan kesediaan kita untuk melayani Dia. Kita percaya bahwa Tuhan yang sama telah menyertai pelayanan kita selama 95 tahun akan terus menyertai kita di tahun-tahun yang akan datang.
Seperti kesaksian pujian yang dinyanyikan oleh Paduan Suara Eliatha GKI Kwitang, sebuah pujian yang berjudul: “Kami mau melayani Dia” Pujian ini sungguh menguatkan dan meneguhkan iman kita. Lagu ini mengingatkan kita untuk bersyukur atas kebaikan Tuhan. Karena Tuhan sudah mengulurkan tanganNya di setiap langkah hidup kita. Ia telah menyelamatkan kita dan memilih kita semua untuk melayani Tuhan. Saat inilah saat yang tepat ketika kita merayakan HUT GKI Kwitang, kita memperbaharui komitmen kita untuk melayani Tuhan. Bersediakah Saudara mulai saat ini melayani Dia? Ada banyak bidang pelayanan di gereja kita yang dapat kita kerjakan sesuai dengan talenta dan kemampuan kita masing-masing. Bersediakah Saudara? Ingatlah kebaikan Tuhan! Maka, lakukanlah saja. Itu sudah cukup! Amin.
Mari kita berdoa:
Tuhan yang Maha Baik, kami bersyukur atas 95 tahun perjalanan gereja kami yang penuh dengan kebaikan Tuhan. Ajar kami untuk selalu mengingat dan menghitung berkat-berkat yang telah Engkau berikan. Dan teguhkanlah kami untuk tetap setia melayani Tuhan. Dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin. Tuhan Yesus memberkati Saudara dan keluarga!
(RH AM 150824)
BERDOA DI DALAM ROH
admin Renungan Harian firman, harian, renungan, tuhan
Views: 0
Bacaan: Efesus 6: 18-20
Salam sejahtera semoga kita makin dimampukan untuk berdoa di dalam Roh, setiap waktu, secara pribadi atau bersama-sama anggota jemaat, berdoa tidak putus-putusnya untuk orang kudus dan orang yang memberitakan firman Tuhan, agar dikaruniakan perkataan yang benar dan keberanian dalam memberitakan Injil seperti ungkapan dalam Efesus 6:18-19 (TB2) Dengan segala doa dan permohonan, berdoalah setiap waktu di dalam Roh dan berjaga-jagalah di dalam doamu itu dengan permohonan yang tak putus-putusnya untuk semua orang Kudus, juga untuk aku, supaya kepadaku, jika aku membuka mulutku, dikaruniakan perkataan yang benar, agar dengan keberanian aku memberitakan rahasia Injil.
Renungan harian Selasa, sejak tanggal 23 Juli 2024 sudah membahas ayat Efesus 6:10-13, dengan fokus pembahasan “Kuat di Dalam Tuhan”. Kemudian tanggal 30 Juli 2024 dilanjutkan membahas Efesus 6:13-20 dengan fokus pembahasan “Perlengkapan Senjata Allah”, antara lain tentang berikatpinggangkan kebenaran, berbajuzirah keadilan. Pada tanggal 6 Agustus 2024, membahas Efesus 6:15-20 dengan fokus pembahasan “Pergunakanlah Perisai Iman”, dan juga membahas tentang Ketopong Keselamatan, Pedang Roh yaitu firman Allah. Saat ini, kita membahas Efesus 6:18-20 dengan fokus pembahasan tentang “Berdoa dalam Roh”.
Untuk menghadapi kejahatan di dunia saat ini, kejahatan judi online, kejahatan digital yang merugikan orang, kejahatan dunia politik, peperangan, kejahatan dunia bisnis dan pembunuhan, kekerasan, kita tidak bisa menggunakan kekuatan sendiri, kita butuh kekuatan dalam Tuhan, kekuatan dalam kuasaNya. Menjadi kuat dalam Tuhan dan menerima kuasa Tuhan berarti orang menyerahkan diri pada Tuhan dan mau secara sukarela mengenakan semua perlengkapan senjata Allah, bukan mengenakan sebagian perlengkapan senjata Allah.
Selain mengenakan semua perlengkapan senjata Allah, kita harus berdoa dengan konsisten, baik untuk diri sendiri maupun untuk mendukung yang lainnya. Doa adalah bentuk komunikasi kita dengan Allah. Berdoa menunjukkan kebergantungan kita kepada Allah, dan kebergantungan ini memberikan kekuatan untuk kita agar menang dalam menghadapi tipu muslihat iblis. Senjata yang lengkap tanpa doa tidak berarti apa-apa.
Paulus menyadari bahwa ia bergantung pada Allah. Ia tidak segan-segan memohon agar jemaat juga mendoakannya. Secara khusus, Paulus memohon agar ia dengan benar dan berani menyampaikan Injil. Semua pemberita Injil membutuhkan doa untuk benar dan berani menyampaikan Injil. Benar mengerti Injil tetapi tidak berani memberitakannya, menunjukkan Injl yang tanpa kuasa. Sebaliknya, berani memberitakan Injil tanpa pengertian yang benar, memperlihatkan Injil yang tanpa hikmat.
Berdoa adalah salah satu pelayanan jemaat yang sangat penting. Tanpa doa jemaat, gereja tidak dapat berbuat apa-apa sesuai kehendak Roh. Kebenaran, keadilan, kerelaan memberitakan Injil, iman, keselamatan, firman Allah hanya bisa dilakukan dalam hidup kita kalau kita berdoa. Paulus meminta jemaat untuk berdoa dan berjaga-jaga setiap waktu dalam menghadapi tipu daya iblis. Berjaga-jaga dan berdoa, berarti doa yang tidak putus sampai akhir hidup kita, agar tidak jatuh dalam pencobaan.
Ketika menghadapi penderitaan, orang lebih mudah jatuh dalam dosa, atau masuk lebih jauh lagi ke dalam pencobaan. Jika orang tidak meneguhkan diri sendiri dan berdoa minta anugerah serta kekuatan dari Allah, maka ia akan melakukan hal yang lebih buruk lagi. Murid-murid ingin tetap terjaga ketika Yesus berdoa dalam menghadapi penderitaan salib di taman Getsemani, tetapi murid-murid tidak mampu, dagingnya lemah. Yesus mengingatkan murid-murid agar terus berjaga-jaga dan berdoa, karena meskipun roh memang penurut, tapi daging lemah. Petrus sungguh-sungguh bertekad untuk tidak terguncang imannya karena penderitaan Yesus, tetapi nyatanya, daging Petrus lemah, ia menyangkal Yesus. Yudas dagingnya lemah, karena itu demi uang, akhirnya ia berkhianat pada Yesus. Berjaga dan berdoa serta bertekun di dalam doa merupakan hal sangat penting agar tidak jatuh dalam pencobaan, tidak menyangkal dan tidak berkhianat pada Yesus.
Berdoa dalam Roh bukan berdoa dengan bahasa roh, tapi berdoa yang keluar dari hati yang dikuasai Roh Kudus, bukan dikuasai bisikan iblis. Berdoa sebagai pekerjaan Roh. Berdoa tanpa roh adalah berdoa hanya dengan bibir saja, doa yang munafik, supaya dilihat orang saja.
Kita senantiasa berdoa, ini bukan berarti kita hanya berdoa dan tidak bekerja, tidak melakukan apa pun. Kita mempunyai tugas-tugas keagamaan lainnya dan tugas-tugas sesuai kedudukan kita masing-masing di dunia, yang harus dilakukan pada tempat dan waktunya. Namun kita harus memelihara waktu-waktu doa yang tetap, dan terus-menerus melakukannya. Kita harus berdoa pada segala kesempatan, dan sesering keperluan kita dan keperluan orang lain yang membutuhkan kita, untuk mendoakan mereka dalam syafaat kita, baik di kantor, di rumah dan di gereja.
Doa dalam Roh berarti bukan doa sesuai kehendak sendiri, memikirkan diri sendiri, tapi berdoa untuk orang lain, untuk semua orang kudus, artinya untuk semua orang yang percaya pada Yesus, untuk semua anggota jemaat. Kita berdoa untuk semua orang kudus karena kita satu tubuh dalam Kristus. Doa agar dibangun persekutuan dalam Kristus bagi semua orang yang percaya Yesus. Doa agar anggota jemaat setia dalam iman, berjuang dan bertahan dalam iman. Doa untuk orang kudus berarti berdoa untuk orang yang memberitakan Injil, berkotbah, mengajarkan firman Tuhan. Berdoa agar mulut pemberita firman diberkati Tuhan, diberi keberanian untuk mengungkap kebenaran, keadilan, kebaikan Tuhan, dikaruniakan perkataan yang benar. Kita berdoa agar semakin banyak orang yang berani membuka mulut, menyampaikan kebenaran firman Tuhan mulai dari orangtua kepada anak-anak, teman kepada teman, kepada masyarakat, sehingga banyak orang berpartisipasi dalam keselamatan yang diberikan Tuhan.
Marilah kita berdoa, dengan Roh Kudus menolong kita, mengasuh iman kita terus, sehinga kita diterangi dalam kegelapan hidup, dan kita masuk dalam damai abadi seperti ungkapan dalam KJ 230 ayat 1. Kami berdoa, ya Roh Kudus, iman kami asuhlah terus; dalam kegelapan terangi kami sampai masuk damai abadi. Tolong kami! Amin
Berdoa:
Ya Tuhan mampukan kami untuk berdoa di dalam Roh, setiap waktu, secara pribadi atau bersama-sama anggota jemaat, berdoa tidak putus-putusnya untuk orang kudus, dan orang yang memberitakan firman Tuhan, agar dikaruniakan perkataan yang benar dan keberanian dalam memberitakan Injil, dalam nama Yesus kami berdoa, amin
KEBODOHAN RAJA SALOMO
admin Renungan Harian firman, harian, renungan, tuhan
Views: 0
Nas: I Raja-raja 11:1-2,
Raja Salomo mencintai banyak perempuan asing. Di samping putri Firaun ia juga mencintai perempuan-perempuan Moab, Amon, Edom, Sidon, dan Het, padahal tentang bangsa-bangsa itu Tuhan telah berfirman kepada orang Israel: “Janganlah kamu menyatu dengan mereka dan mereka pun jangan menyatu dengan kamu. Sebab, pastilah mereka akan mencondongkan hatimu kepada ilah-ilah mereka.”
Saudara-saudari yang dikasihi Kristus, rasanya saya tidak pantas memberi tema renungan ini menyangkut seorang raja Israel yang diurapi Tuhan. Tetapi dengan perasaan “sayang sekali” melihat nas renungan ini, pantas juga kita menyebutkan penilaian kebodohan Raja Salomo. Sudah disyaratkan oleh Musa untuk seorang raja Israel: “Janganlah ia mempunyai banyak isteri, supaya hatinya jangan menyimpang; …” (Ul 17:17)
Kerajaan Israel ditinggalkan Daud sudah mencapai puncak kejayaan, itulah yang diwarisi oleh Salomo. Namun bukan berarti kerajaan itu tidak mempunyai musuh yang setiap waktu bisa meledak. Di bagian Selatan ada kerjaan Edom yang hendak memberotak, demikian di bagian utara ada kerajaan Damsyik yang juga hendak memberontak. Salah satu cara dipakai oleh Salomo dengan pernikahan demi kepentingan politik. Salomo mengambil putri Firaun menjadi isterinya, sehingga Mesir negara kuat, tidak akan mengganggu Salomo (1 Raj 3:1). Demikianlah masing-masing putri dari kerajaan sekelilingnya diambil Salomo menjadi istrinya. Tetapi istri-istri di luar Israel ini masing-masing membawa dewa-dewa negeri mereka, masing-masing membangun tugu atau mesbah atau kuil kecil agar mereka tetap menyembah dewa negeri asalnya dan Salomo memperkenankan itu dilakukan oleh isteri-isterinya. Pada masa tua Salomo, oleh isteri-isterinya ini dengan kekuatan cinta romantis dan birahi telah mencondongkan hati Salomo sehingga berpaling meninggalkan Allah Israel dan turut menyembah kepada berhala asing itu.
Ternyata kerajaan Israel jatuh dari tangan Salomo bukan karena serangan kerajaan bangsa lain, tetapi kerajaan itu pecah menjadi dua oleh orang dalam yaitu Yerobeam, dia adalah pembantu Salomo yang cerdik (1 Raj 11:26-dst). Keruntuhan kerajaan Israel ada dalam perkenanan Tuhan, terutama karena Salomo telah meninggalkan Tuhan, dia membangun tugu-tugu penyembahan berhala. Dengan cara hidup Salomo seperti itu maka tidak berlebihan kalau kita sebut Kebodohan Raja Salomo. Hanya karena Tuhan telah berjanji kepada Daud yang berintikan: “Keturunanmu (Daud) takkan terputuh dari tahta kerjaan Israel.” Karena janji itu maka Rehabeam menjadi raja Israel (Selatan).
Cinta yang menjadi tonggak utama untuk pernikahan, sangatlah didambakan. Tetapi tidak selamanya “cinta itu buta,” justru cinta itu melek selebar-lebarnya, seperti cinta melek melihat popularitas, jadilah sebuah pernikahan karena cinta melek melihat harta, jabatan, gengsi membuahkan pernikahan. Semua alasan ini bisa terjadi dan tidak salah, tetapi disayangkan seperti Salomo, istri-isterinya itu mencondongkah hatinya untuk menyembah kepada berhala. Sekarang yang harus terjadi adalah hati suami dicondongkan istri untuk menyembah Kristus dan hati isteri dicondongkah oleh suaminya kepada Tuhan Yesus Juruselamat, itulah dambaan kita.
Aplikasi:
- Menurut Anda mengapa hati Salomo meninggalkan Tuhan, ikut berhala?
- Bagi yang sudah menikah, cinta melek apa menjadikan pernikahan Anda?
- Bagi yang belum menikah, cinta melek apa yang anda cari untuk pernikahan?
Mari berdoa:
Bapa surgawi sumber segala hikmat, kami mohon Roh Kudus karuniaan kepada kami hikmat untuk menemukan cinta kepada sesama khususnya mempersatukan kami suami-isteri dalam pernikahan. Roh Kudus menolong suami-istri menghangatkan cinta yang bersumber dari cinta kasih Kristus. Demikianlah doa kami, dalam nama Kristus. Amin. [AS120824]
