admin
Posts by :
AWAS! JEBAKAN BATMAN
admin Renungan Harian firman, harian, renungan, tuhan 0
Views: 0
Matius 22:18
”Namun, Yesus mengetahui kejahatan hati mereka itu lalu berkata, Mengapa kamu mencobai Aku, hai orang-orang munafik?”
Syalom jemaat yang terkasih didalam Tuhan.. Semoga bapak/ibu/saudara-saudari dalam keadaan baik..
Jemaat yang terkasih.. Kalimat, Awas, jebakan Batman merupakan sebuah istilah yang sering dipakai seseorang untuk menyebutkan sebuah perangkap yang diberikan kepada orang lain demi tujuan tertentu. Lalu kenapa memakai nama Batman? Karena Batman merupakan salah satu superhero yang memilik kemampuan yang lihai dalam memasang perangkap kepada musuhnya.
Orang-orang Farisi menggunakan murid-muridnya dan orang-orang Herodian untuk menjatuhkan Yesus di mata orang banyak. Mereka ingin menjerat Yesus dengan “Jebakan Batman” untuk mempermalukan dan membuat wibawa Yesus turun. Mereka bertanya: “Apakah diperbolehkan mereka membayar pajak kepada Kaisar atau tidak?” Sebuah pertanyaan jebakan yang diharapkan dapat menjerat Yesus dalam kesalahan. Jika Yesus menjawab boleh membayar pajak kepada kaisar, berarti Yesus mengakui kekuasaan Romawi atas bangsa Israel dan Dia akan dicap sebagai pengkhianat bangsa. Jika Dia menjawab tidak boleh membayar pajak kepada kaisar, berarti Dia menentang pemerintahan Romawi. Yesus bisa dicap sebagai kriminal dan bisa dihukum mati.
Itulah sebabnya orang-orang Farisi bergandengan tangan dengan orang-orang Herodian karena hendak memastikan bahwa Yesus tidak akan bisa lolos, apapun jawabannya. Dalam situasi yang menjebak tersebut, Yesus mengetahui maksud jahat mereka, sehingga Dia memberi jawab: “Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah.” Jawaban Yesus yang bijak itu menghindarkan-Nya dari jebakan yang sedemikian rumit dan tentunya di luar dugaan orang-orang Farisi dan Herodian. Hingga heranlah mereka lalu pergi meninggalkan Yesus.
Setiap kita dipanggil dan diutus Tuhan Allah untuk mewartakan kasih, kebenaran, keadilan, dan damai sejahtera bagi semua orang. Dalam mewujudkan semua itu, tidak jarang ada pihak-pihak yang tidak suka dan berusaha memberikan jebakan batman guna menjatuhkan perjuangan kita sebagai orang percaya. Untuk itu kita perlu memohon hikmat-Nya agar kita dimampukan menghadapi setiap jebakan dan terhindar dari tipu muslihat musuh.
KAULAH TUHANKU, PENUNTUN HIDUPKU
admin Renungan Harian firman, harian, renungan, tuhan 0
Views: 1
Umat Tuhan yang dikasihi Kristus, Syalom Alekhem! Mengakhiri Bulan Keluarga GKI Kwitang, hari ini kita merenungkan firman Tuhan yang berjudul: “Kaulah Tuhanku, Penuntun hidupku” dengan dasar dari Kitab Yesaya 58:11 ( TB 2 ) “ TUHAN akan menuntun engkau senantiasa dan memenuhi kebutuhanmu di tanah yang gersang, dan akan membaharui kekuatanmu; engkau akan seperti kebun yang diairi dengan baik dan seperti mata air yang tidak pernah mengecewakan.” Demikianlah Firman Tuhan. Berbahagialah setiap orang yang mendengarkan firman Tuhan dan yang memeliharanya.
Berjalan dalam tuntunan Tuhan adalah harapan dan keinginan semua orang percaya. Namun sangat disayangkan ternyata masih ada orang yang memiliki persepsi yang salah mengenai tuntunan Tuhan. Contohnya, terkadang ada orang percaya berpikir bahwa tuntunan Tuhan pasti selalu akan berjalan mulus, semua serba lancar. Namun terkadang yang terjadi tidaklah demikian, kita berjalan menghadapi banyak persoalan yang membuat kekuatiran, kehilangan semangat dan kekuatan untuk melangkah bagaikan berada di tanah gersang.
Firman Tuhan hari ini hendak mengingatkan kita bahwa ada janji Tuhan:
1)Tuhan tetap menyertai umatNya, Ia mengetahui segala pergumulan umatNya. 2)“Tuhan akan menuntun engkau senantiasa.” Bukan hanya menuntun tetapi juga memenuhi kebutuhanmu. 3)Tuhan juga akan membarui kekuatanmu.” Sehingga kamu cakap memenghadapi pergumulanmu!
Ini adalah janji Tuhan kepada umatNya, kepada Saudara dan saya. Maka bagaimana sikap kita? 1)Kita harus tetap setia mengakui Tuhan dalam langkah-langkah hidup kita. 2)Kita punya pengharapan. Ketika kita menghadapi persoalan kehidupan yang berat, rasa-rasanya sudah mustahil dapat berubah. Namun kita punya pengharapan. Sebenarnya Tuhan sanggup bertindak, Ia menyatakan janjiNya: “Engkau akan seperti kebun yang diairi dengan baik dan seperti mata air yang tidak pernah mengecewakan.” Tuhan sendirilah yang akan bertindak mengairi tanah yang gersang menjadi kebun yang subur. Tuhan akan melakukan perubahan dalam hidup umatNya. Tuhan akan memberkati umatNya seperti mata air yang tidak pernah mengecewakan. Amin, Saudara? Puji Tuhan!
Seperti kesaksian pujian yang dinyanyikan oleh seorang aktivis GKI Kwitang sebuah lagu yang berjudul: Sepanjang Jalan Anugerah. Sebuah lagu pujian yang menguatkan banyak orang. Lagu ini mengatakan: “Kaulah Tuhanku Penuntun hidupku, di gunung di lembah menyertai selalu. Di lautan manusia Kau mengenali ku. JanjiMu tak berubah, berkatMu di hidupku”
Meskipun kita menghadapi pergumulan hidup yang berat, namun ada pengharapan. Dan dengan penuh keyakinan kita dapat berkata: “Setiap langkahku ada anugerahMu. Tangan kasihMu menjadi pandu di hidupku. Setiap langkahku ada pengharapan. Tangan kasihMu tuntun sepanjang hidupku.”
Saudara-saudara, yakinlah, bahwa Tuhanlah Penuntun hidup kita. Tuhan Yesus Gembala yang baik senantiasa menuntun kita di gunung dan di lembah, di mana saja Ia menyertai selalu.
Bersediakah Saudara sebagai keluarga Kristen selalu bersaksi: Tangan kasih Tuhan menuntun hidupku, sepanjang hidupku”. Amin, Saudara? Lakukanlah saja! Itu sudah cukup. Amin.
Mari kita berdoa:
Ya Bapa yang di surga, kami bersyukur dan memuji Engkau, karena Engkaulah Tuhan yang menuntun hidup kami. Tangan kasihMu menuntun kami. BerkatMu selalu tercurah kepada kami, sehingga kami dapat bersaksi: Sepanjang hidup kami dipenuhi anugerahMu. Dalam nama Tuhan Yesus Kristus kami berdoa. Amin.
Tuhan Yesus memberkati Saudara dan keluarga!
(AM26102023)
KEPADA ALLAH SAJA ENGKAU BERBAKTI
admin Renungan Harian firman, harian, renungan, tuhan 0
Views: 0
Bacaan: Matius 4:8-11
Salam sejahtera, semoga kita makin menyadari bahwa Tuhanlah sumber keselamatan, bukan dari iblis, bukan dari kerajaan dunia dan kemegahan dunia, bukan dari uang, bukan dari sesama, bukan dari orang berkuasa, bukan dari ilmu dan teknologi, termasuk HP. Oleh sebab itu, kita hanya menyembah dan berbakti kepada Allah saja, seperti ungkapan dalam Matius 4:10 Maka berkatalah Yesus kepadanya: “Enyahlah, Iblis! Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!”
Iblis menggoda Yesus, agar mengutamakan kerajaan dunia dan kemegahannya, serta menghormati, menyembah, berbakti kepada iblis. Kuasa, kekayaan, kenikmatan di seluruh dunia akan diberikan iblis kepada Yesus, asal Ia menolak kehendak Allah, yaitu berkorban di salib demi menyelamatkan manusia dari dosa. Yesus tidak perlu mengikuti jalan derita, cukup ikut jalan kenikmatan dunia. Yesus tidak mengutamakan Allah tapi mengutamakan iblis yang memberi kuasa pada Yesus. Iblis boleh menguasai hidup Yesus.
Bangsa Israel dalam penderitaan, berhasil dibujuk iblis agar menyembah lembu emas, dan tetap menyembah Tuhan. Tuhan tidak utama dan tidak satu-satunya disembah mereka. Masa kini ada orang menyembah dan berbakti pada Allah, tapi juga tunduk kepada kuasa dukun, sihir, tenung, takhyul, arwah orang mati, roh peramal, orang keramat, ilmu pengetahuan dan teknologi termasuk HP. Ada orang lebih mengutamakan mencari uang, mencari ilmu, menggunakan HP dari pada mencari Kerajaan Allah.
Yesus menolak godaan iblis. Hanya Allah saja yang disembah Yesus dan hanya kepada Allah saja Ia berbakti. Melalui Matius 4:8-11, Yesus mengajarkan kepada kita agar tidak mendengar bisikan iblis, dan hanya kepada Allah saja kita menyembah dan berbakti. Hal ini sesuai dengan hukum Taurat pertama: Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku. Jangan membuat patung, jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya. Sebab Allah adalah Allah yang cemburu, yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat dari orang-orang yang membenci Tuhan (Keluaran 20:3-5)
Demi keselamatan jiwa kita, demi nama Tuhan, maka Tuhan tidak mengizinkan kita apabila dalam kesukaran dan krisis, berseru minta tolong kepada benda mati, arwah orang mati, kekuatan gaib, sihir, dukun, kekuatan duniawi, ilmu, teknologi, HP. Baik mati atau hidup, baik miskin atau kaya, baik sehat atau sakit, baik berduka atau senang, hanya Tuhan sumber keselamatan kita. Hanya Tuhan yang kita imani sebagai penolong dari kesengsaraan. Hanya Tuhan yang kita sembah dan hanya kepadaNya kita berbakti.
Tuhan menghendaki agar kita di dalam memecahkan persoalan hidup, maka kita menggunakan alat-alat yang diberikan Tuhan kepada kita, tapi kita harus mengarahkan mata hati kita kepada Tuhan, yang ada di atas alat-alat itu, yang mampu memberi kepada kita segala yang kita perlukan (J. Verkuyl, Etika Kristen Kapita Selekta, BPK Gunung Mulia, 1992). Ilmu kedokteran, obat, ilmu lainnya, teknologi adalah alat-alat Allah yang diberikan pada manusia, dan banyak alat lain yang bisa digunakan Tuhan untuk menolong manusia. Namun alat bukan yang utama, hanya Allah yang utama. Allah yang membebaskan Israel dengan menggunakan alat atau cara tertentu. Allah menggunakan cara pengorbanan Yesus untuk menyelamatkan manusia dari dosa. Allah melakukan keajaiban-keajaiban dan tidak akan mengecewakan siapapun yang menaruh pengharapan kepadaNya.
Remaja A, mengimani bahwa Tuhan sumber keselamatan, kemudian dalam menghadapi ujian di SMA. Dia berdoa agar selamat dari ujian dan diberi nilai 9. Setelah berdoa, ia main game, nonton youtube, ketika ditanya ibunya, apakah sudah mempersiapkan diri untuk ujian, dijawab sudah. Bagi A persiapan adalah berdoa saja, tanpa mengulangi pelajaran atau latihan. Ia malas dan bosan mengulangi dan melatih pelajaran. Setelah mengikuti ujian, nilainya jelek. A marah kepada Tuhan, mengapa nilainya jelek padahal sudah berdoa dengan sungguh-sungguh, agar selamat dari ujian dan nilai bagus. A lebih berbakti pada HP, dan mengutamakan HP dari belajar untuk kebaikan.
Hanya Tuhan yang kita sembah, karena Tuhan
menyelamatkan kita dengan memberikan alat-alat kepada manusia untuk memecahkan masalah hidupnya, tapi alat-alat itu bukan yang utama, Allah yang utama. Alat-alat itu harus digunakan, dengan menggunakan terang dari Tuhan, ada alat atau cara belajar, cara mempersiapkan ujian, cara membangun usaha, cara membangun keluarga, membangun komunikasi keluarga, membangun masyarakat dan gereja.
Hanya Tuhan yang kita sembah dan berbakti berarti Tuhan sumber keselamatan maka kita berpusat hanya pada Tuhan (Theosentris), bukan berpusat pada manusia atau diri sendiri (egosentris). Orang yang berpusat pada diri sendiri, tidak mau mengabdi, tidak mau menyembah dan tidak mau berbakti pada Tuhan, tidak mau mengikuti kehendak Tuhan. Mengejar kehendak dan pikiran sendiri, mencari keuntungan diri sendiri tanpa peduli akibatnya. Orang berbuat sewenang-wenang kejam, lalim. Bukan kekudusan Allah, bukan kedatangan Kerajaan Allah, bukan pelaksanaan kehendak Allah yang menjadi tujuan, melainkan pemuasan keinginan, kemauan dan nafsu sendiri. Remaja A di atas, berpusat pada kepentingan diri sendiri, memuaskan kemauan sendiri, tidak mau menderita untuk belajar dan latihan. Orang yang egosentris, tidak peduli dari mana datang sumber pertolongan, keselamatan, yang penting puas, untung diri sendiri, mau cara perdukunan, menipu, maling, merampok, korupsi, kekerasan, kepentingan pribadi, kepentingan keluarga, selingkuh, yang penting puas diri sendiri, atau keluarga atau kelompok tertentu.
Allah satu-satunya sumber keselamatan yang kita sembah dan berbakti padaNya, maka kita melayangkan mata hanya kepada Tuhan yang di surga, mengharapkan pertolongan hanya dari Tuhan semata (Mazmur 121:1-5). Kita tidak akan goyah, dalam menghadapi masalah, pergumulan dan tantangan hidup, sebab Tuhan penjaga hidup. Hati jiwa dan pikiran kita akan teguh, kuat karena Tuhan tidak akan terlelap menjaga, memelihara kita dalam perjuangan hidup kita, menggunakan alat-alat dari Tuhan.
Marilah hati kita bersujud dan jiwa menyembah serta memasyhurkan kasih Tuhan agar bakti kita diterimaNya, seperti ungkapan dalam PKJ 282 ayat 2. Hati bersujud, jiwa menyembah; hidupku masyhurkan kasihMu.(2x) T’rimalah baktiku, layakkan diriku untuk kemuliaan namaMu. Hati bersujud, jiwa menyembah; hidupku masyhurkan kasihMu. Amin
Berdoa:
Ya Tuhan, mampukan kami menyadari bahwa Tuhanlah sumber keselamatan, bukan dari iblis, bukan dari kerajaan dunia dan kemegahan dunia, bukan dari uang, bukan dari sesama, bukan dari orang berkuasa, bukan dari ilmu dan teknologi, termasuk HP. Kami hanya menyembah dan berbakti kepada Allah saja, dalam nama Yesus kami berdoa. Amin
PERESMIAN GEDUNG GEREJA
admin Renungan Harian firman, harian, renungan, tuhan 0
Views: 0
Bahan: Bilangan 7:1-2,
Pada waktu Musa selesai mendirikan Kemah Suci, diurapinya dan dikuduskannyalah itu dengan segala perabotannya, juga mezbah dengan segala perkakasnya, dan setelah diurapi dan dikuduskannya semuanya itu, maka para pemimpin Israel, para kepala suku mereka, mempersembahkan persembahan. Mereka itu ialah para pemimpin suku yang bertanggung jawab atas pencatatan itu.
Gedung gereja kami GKI Kwitang, beberapa kali mengalami renovasi. Konon sejarahnya oleh missinareis dari Zendeling E. Haans dari negeri Belanda membangun gereja itu, dari bahan bambu, pada 5 November 1876 mulai ibadah di gedung itu. Pada saat itu, tentu itulah yang terbaik mereka lakukan yang turut mengikuti perkembangan kota. Di tanah tempat gedung itu berdiri, sekarang telah berdiri rumah ibadah (gereja) GKI Kwitang yang kehadirannya mengikuti perkembangan kota dan mengikuti gedung di sekitarnya. Selesai renovasi terakhir tahun 2022, diadakan perayaan atau peresmian setelah direnovasi. Saya rasa yang paling kita rayakan dan syukuri adalah gedung bambu yang dibangun oleh mereka tahun 1876, karena renovasi berikutnya dilakukan agar tempat ibadah itu turut dalam perkembangan jaman, perkembangan kota dan sesuai dengan kebutuhan jemaat untuk beribadah dan melakukan pelayanannya.
Bahan renungan kita ialah Musa yang telah mendirikan Kemah Suci atas suruhan dari Tuhan. Kalau kita baca pendirian Kemah ini dari kitab Keluaran, maka petunjuk membangun Kemah itu dengan segala peralatan dan perkakas, sangat rinci. Musa melaksanakan sesuai dengan perintah Tuhan. Dan bahan-bahan pembangunan Kemah Suci itu dikumpulkan dari semua umat dalam perjalanan itu. Dibandingkan dengan kemah-kemah tempat tinggal umat itu dalam perjalanan menuju tanah perjanjian, maka bangunan Kemah Suci ini jauh lebih besar, lebih megah dan kalau dikalkulasi biayanya jauh lebih mahal dari kemah tempat tinggal umat itu. Selesailah kemah itu dibangun, dan ayat renungan kita mengungkapkan suatu perayaan besar, kesempatan semua umat sesuai pengelompokan suku-suku Israel akan membawa persembahan yang sangat besar dan mencerminkan keagungan Kemah itu (sempatkan membaca seluruh pasal 7 ini). Ternyata Tuhan berkenan atas Kemah itu sehingga kemuliaan Tuhan memenuhi Kemah suci itu. Selama perjalan umat Israel di padang gurun Kemah Suci ini turut dalam perjalanan, sampai menetap di Yerusalem pada jaman Daud. Oleh raja Salomo Kemah Suci ini diganti dengan gedung dari batu, kayu, dan peralatan emas dan perak. Akhirnya Bait Allah dihancurkan dan dijarah oleh tentara Babel karena umat tidak lagi beribadah dengan benar di rumah itu. Teringat perayaan peresmian gereja di sebuah desa, bangunan kayu itu telah dihiasi dengan janur, dan semua umat membawa makanan dan disatukan untuk makan bersama, sangat meriah dan mengesankan, saya rasa tidak kalah dengan pentahbisan Kemah Suci.
Di negeri kita ini (seingat saya), mulai dari jaman Oerde Baru hingga saat ini, membangun gedung gereja atau tempat ibadah bagi umat Kristen, tidaklah gampang, bahkan di tempat tertentu, gedung yang telah dibangun, kemudian diruntuhkan dengan alasan aturan yang ada. Namun tetap berlangsung umat yang beribadah kepada Tuhan itulah kesaksian dan pelayanan kita. Ada gedung gereja yang dihancurkan orang lain, dibakar, disegel; tetapi umat yang beribadah tetap hidup, itulah yang sesungguhnya yang kita bangun, Gedung hanya pertanda, tetapi isinya yang utama.
Kita aplikasikan renungan ini dengan pokok berikut:
- Bait Allah yang dibangun raja Salomo telah runtuh dan dijarah, tempatnya pun tidak tahu lagi. Apa penghayatan Anda atas kehancuran Bait Allah itu?
- Bagaimana Anda memaknai tempat ibadah yang diruntuhkan, disegel saat ini?
- Bagaimana Anda mensyukuri tempat ibadah yang jemaat Anda miliki?
Mari berdoa:
Allah Bapa dalam Yesus Kristus, kami bersyukur ibadah kami memuji dan menyembah Allah tetap kami laksanakan. Tempat ibadah telah berdiri dari jaman ke jaman, karena kami membutuhkan sarana tempat dan sarana lain untuk ibadah, kesaksian dan pelayanan kami. Kami mohon agar di negeri kami mendapat kemudahan membangun tempat ibadah yang kami butuhkan. Inilah doa permohonan kami dalam Kristus Tuhan. Amin. [AS231023]
SAWANG SINAWANG
admin Renungan Harian firman, harian, renungan, tuhan 0
Views: 1
Bacaan: Galatia 6:4 (TB – 2)
“Baiklah tiap-tiap orang menguji pekerjaannya sendiri, baru ia boleh bermegah melihat keadaannya sendiri dan bukan melihat keadaan orang lain”.
Salam sehat penuh rahmat, Tuhan sertamu!
Sawang sinawang merupakan ungkapan dalam bahasa jawa. Arti harafiahnya adalah ‘memandang dan dipandang’. Lengkapnya adalah “sejatine urip kuwi mung sawang sinawang”. Yang artinya: sejatinya hidup itu hanyalah persoalan tentang bagaimana seseorang itu memandang / melihat kehidupan dan dipandang saja”. Dalam ungkapan tadi terkandung sebuah pengingat bahwa seringkali kita terjebak pada sikap “memandang orang lain” dan / atau “dilihat oleh orang lain”. Hal itu berarti bahwa seringkali kita terjebak pada sikap membanding-bandingkan diri kita dengan orang lain. Sikap sawang sinawang ini tanpa sadar telah membelenggu seseorang menjadi iri hati terhadap orang lain. Dan iri hati itu dapat memunculkan kebencian, permufakatan jahat untuk menjatuhkan orang lain, dan lain-lain.
Sawang sinawang bukanlah untuk memaklumkan keadaan diri, melainkan upaya refleksi melihat ke dalam. Sikap ini merupakan sikap kewaspadaan agar kita tidak berambisi untuk memiliki apa yang dimiliki oleh orang lain dengan segala macam cara. Dengan sawang sinawang ini maka seseorang diajak untuk dapat mengukur diri sendiri.
Dalam suratnya kepada Jemaat di Galati, Rasul Paulus mengajak anggota jemaat untuk tidak saling membadingkan diri. Paulus mengingatkan bahwa Tuhan memberikan berkat dan tugas yang berbeda-beda kepada anggota jemaat sesuai dengan kapasitas masing-masing. Paulus menyebutkan, “Baiklah tiap-tiap orang menguji pekerjaannya sendiri, baru ia boleh bermegah melihat keadaannya sendiri dan bukan melihat keadaan orang lain”. Dengan memperhatikan nasihat Paulus ini, maka apa yan menjadi tanggungjawab kita adalah mengelola berkat Tuhan sesuai dengan apa yang dikehendaki-Nya dan mengemban tugas yang diberikan Tuhan itu dengan kesetiaan sepenuhnya. Berdasarkan nasihat Paulus ini, maka sudah semestinya kita tidak terjebak untuk membanding-bandingkan diri kita dengan orang lain dalam hal apapun juga.
Saudaraku, Anda dan saya tentu memiliki talenta yang berbeda. Oleh karena itu, marilah kita menggunakan setiap talenta yang diberikan Tuhan itu dengan baik dan bertanggungjawab. Sehingga tidak terjebak pada ‘sawang sinawang’ dalam artian membanding-bandingkan. Selamat berjuang, Saudaraku, Tuhan Yesus memberkati.
Salam: Guruh dan keluarga.
Doa:
Kami menyukuri setiap talenta yang Engkau berikan kepada kami, ya Tuhan. Oleh karena iu, kami rindu untuk mengelola talenta itu agar dapat menjadi berkat tanpa terjebak pada sikap membanding-bandingka. Kiranya Roh Kudus menolong kami untuk melakukannya. Terimakasih Tuhan Yesus, Amin.
JANGAN MUDAH TERGIUR
admin Renungan Harian firman, harian, renungan, tuhan 0
Views: 0
Bacaan: Hakim-hakim 14:17 (TB2)
”Selama tujuh hari mereka berpesta, istrinya menangis disisinya. Akhirnya pada hari ketujuh ia menjelaskannya kepada istrinya, karena istrinya merengek-rengek kepadanya. Kemudian perempuan itu menjelaskan teka-teki itu kepada orang-orang sebangsanya”
Syalom jemaat yang terkasih didalam Tuhan.. Semoga bapak/ibu/saudara-saudari dalam keadaan baik..
Jemaat yang terkasih.. Pernahkah mendengar kalimat: “Dietnya mulai besok yaa?” Kalimat tersebut sering terdengar, khususnya di kalangan orang-orang yang merasa perlu menurunkan berat badan. Namun, sering kalimat itu hanya mengudara begitu saja, tanpa ada tindak lanjut yang benar-benar nyata. Hari ini berucap, besok kembali menikmati makanan tanpa batas. Apakah yang menjadi kendala? Bisa jadi karena diri yang mudah tergiur atau niat yang belum benar-benar terkumpul.
Simson adalah seorang yang dikaruniai Allah dengan fisik yang begitu kuat. Ia dipanggil untuk melawan bangsa Filistin, untuk menyelamatkan bangsa Israel. Namun, dalam perjalanannya, saat tiba di Timna, Simson mulai melupakan tujuan Tuhan Allah atas karunia yang telah ia terima. Ia terbawa oleh hawa nafsunya dengan menikahi orang Filistin, sehingga akhirnya ia tertipu oleh isteri yang menjebaknya. Ia bertaruh dengan teka-teki, tetapi dirinya sendiri terjebak. Sejatinya dibalik setiap keputusan Simson, Allah tetap berkuasa atas dirinya dan menjadikannya kuat secara fisik untuk melawan Filistin. Hanya saja karena Simson merasa mampu dengan kekuatannya sendiri dan melupakan Roh Allah yang bekerja dan berkuasa, disanalah Simson jatuh sehingga ia terjebak oleh tipu muslihat orang Filistin melalui isterinya. Ia lebih mengutamakan kesenangan dirinya.
Setiap manusia tentu memiliki kelemahan dan kekuatannya masing-masing sesuai yang dikaruniakan oleh Allah. Belajar dari Simson yang dikaruniai kekuatan fisik untuk menjalankan misi Allah, yakni menyelamatkan Israel, maka bagi setiap kita yang telah menerima karunia, hendaknya kita gunakan setiap karunia itu sesuai dengan misi Allah. Kita pergunakan karunia itu dengan bijaksana sehingga menghasilkan buah yang baik.
Terlebih pada bulan keluarga ini, kita diajak untuk menggunakan segala karunia kita bersama keluarga untuk menjadikan dunia sebagai rumah bersama yang nyaman dan teduh. Tentu terkadang akan muncul godaan yang menjadikan kita kabur dari misi Allah. Kita lebih memilih keuntungan bagi diri kita sendiri saat membangun relasi dengan sesama. Saat ini mari kita menyadari bahwa karunia Allah, kuasa Roh Allah telah diberikan pada kita. Mari kita gunakan semua karunia itu untuk menjadi berkat bagi orang lain. Selamat berkarya bersama keluarga, Tuhan memberkati.
SUKACITA DALAM KELUARGA
admin Renungan Harian firman, harian, renungan, tuhan 0
Views: 0
Umat Tuhan yang dikasihi Kristus, Syalom Alekhem! Masih di Bulan Keluarga GKI Kwitang, hari ini kita merenungkan firman Tuhan yang berjudul: “Sukacita dalam Keluarga” dengan dasar dari surat 3 Yohanes 1:3-4 (TB 2) “ Sebab aku sangat bersukacita , ketika beberapa saudara datang dan memberi kesaksian tentang hidupmu dalam kebenaran, sebab memang engkau hidup dalam kebenaran. Bagiku tidak ada sukacita yang lebih besar dari pada mendengar, bahwa anak- anakku hidup dalam kebenaran” Demikianlah Firman Tuhan. Berbahagialah setiap orang yang mendengarkan firman Tuhan dan yang memeliharanya.
Dalam Surat kedua dan ketiga ini Rasul Yohanes menyebut diri “penatua” Dalam surat ketiga ini Yohanes menulis surat ditujukan kepada Gayus. Gayus adalah salah satu anak rohani dari Rasul Yohanes. Rasul Yohanes sangat bersukacita setiap kali mendengar kabar tentang Gayus yang hidup yang dalam kebenaran. Sebab memang Gayus hidup dalam kebenaran. Apa buktinya?
Beberapa Saudara memberi kesaksian tentang perbuatan kasih yang dilakukan oleh Gayus, yaitu menggunakan harta miliknya, dan bakatnya untuk melayani Tuhan. Ia dikenal sebagai seorang yang ramah terhadap hamba-hamba Tuhan, dan suka menolong orang-orang asing yang sedang dalam perjalanan, hal ini menjadi suatu kesaksian yang baik di tengah masyarakat.
Rasul Yohanes memuji dan mengapresiasi Gayus, karena ia telah melakukan apa yang baik dan berkenan kepada Allah. Gayus ini adalah salah satu murid Yohanes yang telah dipakai oleh Tuhan secara luar biasa. Tidak ada catatan negatif mengenai Gayus dalam Alkitab. Bagi Yohanes tidak ada sukacita yang lebih besar dari pada mendengar, bahwa anak-anak Tuhan hidup dalam kebenaran! Yohanes bersukacita karena Gayus sungguh-sungguh melakukan perbuatannya dengan dasar kasih Tuhan yang ada di dalam kehidupannya.
Seperti pujian yang dinyanyikan umat di dalam Kebaktian Minggu 15 Oktober 2023 di GKI Kwitang sebuah lagu pujian yang berjudul: Berlimpah Sukacita di Hatiku. Syair dan lagu oleh George W. Cook. Terjemahan oleh Yamuger .
Ketika kita menyanyikan lagu pujian ini, betapa hati kita berlimpah dengan sukacita dan syukur. Mengapa Saudara? Hati kita melimpah dengan sukacita dan syukur, bukan karena segala kenikmatan duniawi. Tetapi, karena “kasih Tuhan diam di dalam aku.”
Saudara-saudara, yakinlah, bahwa kita telah menerima kasih Tuhan melalui karya Kristus yang menyelamatkan dan memberi damai sejahtera yang melampaui segala akal tetap di hatiku!
Bagaimana dengan Saudara dan keluarga? Apakah ada sukacita dalam keluarga? Semoga Saudara dan keluarga juga sudah mengalami sukacita dan damai sejahtera Tuhan.
Firman Tuhan hari ini mengajar kita semua, supaya kita meneladani sikap Gayus yang berkenan kepada Tuhan dan menjadi kesaksian yang baik, membuat sukacita dalam keluarga.
Bagaimana Saudara melakukannya? Buatlah komitmen setiap hari untuk hidup dalam kebenaran, yaitu melakukan perbuatan kasih yang nyata, maka hati Saudara dan keluarga akan berlimpah sukacita, dan mengalami damai sejahtera Allah yang melampaui segala akal.
Bersediakah Saudara mewujudkan tekad melakukan Firman Tuhan itu di tengah keluarga, persekutuan jemaat, dan di tengah masyarakat? Lakukanlah saja! Itu sudah cukup. Amin.
Mari kita berdoa:
Ya Bapa yang di surga, kami bersyukur dan memuji Engkau, karena anugerah keselamatan dalam Kristus membuat hati kami melimpah sukacita dan syukur. Hati kami dipenuhi kasih Kristus.
FirmanMu hari ini menuntun kami untuk hidup dalam kebenaran, yaitu melakukan perbuatan kasih yang nyata, sehingga menjadi suatu kesaksian yang baik. Dalam nama Tuhan Yesus Kristus kami berdoa. Amin.
Tuhan Yesus memberkati Saudara dan keluarga!
(AM19102023)
