admin
Posts by :
MEMBERI MELAMPAUI KEMAMPUAN
admin Renungan Harian firman, harian, renungan, tuhan 0
Views: 0
Bacaan: 2 Korintus 8: 1-15
Salam sejahtera, semoga kita makin dimampukan Tuhan untuk memberi melampaui kemampuan kita seperti ungkapan dalam 2 Korintus 8:3 Aku bersaksi, bahwa mereka telah memberikan menurut kemampuan mereka, bahkan melampaui kemampuan mereka.
Memberi menurut kemampuan bahkan melampaui kemampuan, kiranya menjadi cara hidup dalam kehidupan jemaat dan keluarga. Ibu A menanamkan semangat memberi kepada anak-anaknya. Ibu A mendorong anak-anaknya agar tekun belajar, bekerja sehingga berhasil dalam bekerja atau usaha bisnis. Kalau sudah mendapatkan gaji atau keuntungan, anak-anak bisa memberi kepada orang yang perlu ditolong. Ibu A memberikan firman Tuhan kepada anak-anaknya dari Kisah Para Rasul 20:35 … lebih berbahagia memberi dari pada menerima. Semangat ibu A, menanamkan sikap memberi kepada anak-anaknya perlu ditiru, agar anak-anak semangat belajar, bekerja, berusaha, dan memiliki motivasi bukan untuk memperkaya diri sendiri tapi untuk memberi kepada orang yang butuh pertolongan.
Semangat memberi hanya tumbuh dalam diri orang yang sangat mengasihi Allah, mengalami kasih Allah yang besar pada dirinya, kemudian mengarahkan hati kepada Allah dan kehendakNya. Setelah mengalami kasih Allah dan mengasihi Allah, kemudian orang tersebut dimampukan Allah untuk mengasihi sesama, dan mengarahkan hati kepada sesama yang miskin, yang lemah, tidak berdaya, tersingkirkan, untuk diberikan pelayanan kasih atau diakonia. Dan juga untuk bersaksi dalam rangka menjelaskan kasih Allah kepada semua manusia.
Gereja membangun umat dengan program pembinaan, persekutuan (ibadah, kunjungan dan lain-lain), kesaksian dan diakonia. Program ini berjalan karena dukungan anggota jemaat dan simpatisan dalam memberi persembahan bulanan, persembahan perpuluhan, persembahan hari minggu, persembahan syukur dan lain-lain. Dalam memberi persembahan selalu ada ayat Alkitab yang mendasarinya. Saat ini kita mendalami satu perikop yaitu dari 2 Korintus 8:1-15 yang bisa menjadi dasar untuk memberi persembahan. Memberi adalah semangat dan ketulusan orang terhadap orang lain, sehingga mereka mampu memberi sesuai kemampuan bahkan melampaui kemampuan.
Pengumpulkan persembahan bagi orang-orang Kristen yang miskin, kelaparan di Yudea termasuk Yerusalem. Paulus membawa persembahan jemaat di Makedonia, dibawa ke Yerusalem. Kemurahan orang Makedonia adalah hasil kasih karunia Allah. Kemurahan seperti ini juga dinyatakan oleh orang-orang Korintus untuk bersedia memberi dengan melimpah. Ini adalah bukti hasil kasih karunia Allah yang bekerja di antara mereka.
Kasih karunia adalah pemberian Allah kepada manusia, padahal manusia tidak pantas untuk menerimanya. Kasih karunia Allah adalah anugerah, kemurahan hati Allah yang memberi keselamatan bagi manusia. Orang yang memperoleh kasih karunia adalah orang yang telah mati oleh kesalahan-kesalahannya dan telah dihidupkan Allah yang kaya rahmat dan kasihNya yang besar, bersama-sama Kristus (Efesus 2:4-5).
Kemurahan orang Makedonia bukan karena mereka kaya raya, hidup melimpah, tapi mereka juga sedang menderita karena mereka mengalami penganiayaan dan penderitaan. Meskipun menderita dan miskin tapi mereka memperlihatkan sukacita yang meluap. Dalam 1 Petrus 4:13 dijelaskan bahwa orang Kristen tetap bersukacita, walau berada dalam penderitaan karena Kristus. Dengan pertolongan Roh Kudus mereka dimampukan menjadi kaya dalam kemurahan, walau menderita dan miskin, bersedia memberi dengan tulus dan berlimpah. Mereka memberi berdasarkan kebaikan hati mereka dan tidak menganggap memberi itu sebagai beban, karena mereka sendiri yang ingin memberi.
Orang Makedonia memberi karena mereka telah memberikan diri, menyerahkan diri mereka kepada Allah, karena mereka telah mendapat kasih karunia Allah. Paulus berharap orang-orang Kristen di Korintus juga mengikuti kemurahan orang-orang Makedonia. Orang-orang Kristen di Korintus lebih makmur. Menurut Paulus kelebihan atau kemakmuran mereka, mencukupkan kekurangan orang kudus di Yerusalem, supaya ada keseimbangan. Orang-orang Korintus juga kaya dalam pengalaman kasih karunia Allah. Firman Allah tinggal dalam hidup orang-orang Korintus dengan berlimpah, menghasilkan iman dan pemahaman tentang kehendak Allah, sehingga kasih mereka juga berlimpah. Kasih yang berlimpah kepada Allah dan sesama, mendorong orang Korintus untuk melakukan pelayanan kasih (diakonia).
Pelayanan kasih, pemberian bukan sebagai perintah, tapi karena keikhlasan kasih, yang muncul karena telah mengenal kasih karunia Tuhan Yesus, sehingga orang yang diselamatkan menjadi kaya dalam perkataan, dalam pengetahuan, dalam kesungguhan untuk membantu, dalam kasih terhadap sesama, kaya dalam pelayanan kasih. Orang yang hidup dalam kasih karunia Tuhan Yesus, tidak hidup untuk diri sendiri. Orang yang memberi bukan karena uang atau materinya banyak, tapi karena hatinya kaya dengan kasih kepada Allah dan kasih kepada sesama, terutama orang miskin dan lemah, baik orang Kristen maupun masyarakat yang menjadi sasaran kesaksian dan diakonia gereja.
Setiap pemberian akan diterima bukan karena ukurannya, melainkan karena semangat dalam memberikannya. Pengorbanan besar datang dari hati yang besar, seperti kisah janda miskin memberikan 2 peser. Janda miskin memberikan lebih banyak dari persembahan orang kaya, dan ia memberi dari kekurangan (Lukas 21:1-14). Janda miskin memberi dengan semangat yang sangat besar di banding orang kaya.
Memberi juga dengan prinsip keseimbangan, keadilan dalam arti orang memberi jangan membuat dirinya mengalami kesulitan, kekurangan dalam diri sendiri. Keadilan, keseimbangan adalah kelebihan dalam diri kita, dapat membantu, menolong orang yang berkekurangan. Menimbun kekayaan untuk diri sendiri, bukan keseimbangan, Menimbun mengambarkan kerakusan seperti kisah orang Israel mengumpulkan manna sebanyak-banyaknya, padahal manna akan membusuk kalau di makan keesokan hari.
Kiranya Roh Kudus memampukan kita memberi lebih seperti pengalaman janda miskin, hal ini diungkapkan dalam KJ. 433 ayat 3. Janda miskin pun layak persembahan syukurnya, memberi lebih banyak daripada yang kaya. Amin
Berdoa:
Ya Tuhan mampukan kami untuk memberi sesuai kemampuan bahkan lebih dari kemampuan kami. Kiranya semangat, ketulusan, dan kasih menjadi dasar bagi kami membangun cara hidup memberi. Dalam nama Yesus kami berdoa. Amin
FENOMENA ROH KUDUS
admin Renungan Harian firman, harian, renungan, tuhan 0
Views: 0
Bahan: I Raja-Raja 18:24-38,
Kemudian biarlah kamu memanggil nama allahmu dan aku pun memanggil nama TUHAN. Maka allah yang menjawab dengan api, dialah Allah!” Seluruh rakyat menyambut, katanya: “Baiklah demikian!” 37. Jawablah aku ya TUHAN jawablah aku, supaya bangsa ini mengetahui bahwa Engkaulah Allah, ya TUHAN … 38. Lalu turunlah api TUHAN menyambar habis korban bakaran, kayu api, batu dan tanah itu, bahkan air yang dalam parit itu habis dijilatnya.
Rasul-rasul Kristus yang dipenuhi Roh Kudus dengan giat memberitakan Injil Kristus, di tanah Israel, Asia Kecil, sampai ke Eropa yaitu Spanyol dan Roma. Dari negeri-negeri itu Injil kemudian menyebar dari kota ke kota, dari negeri ke negeri lain, sesuai dengan tuntunan Roh Kudus. Dalam penyebaran Injil ini, suatu Fenomena oleh Roh Kudus, yaitu keberanian dan kerelaan berkorban demi Injil, karena penyebaran Injil itu terus menerus mendapat hambatan dari dunia. Tetapi raul-rasul, orang-orang percaya dengan gigih bertahan dalam iman menjadi suatu kesaksian bagi dunia. Dengan konsekwensi pengorbanan maka berdiri Jemaat Tuhan, Gereja Tuhan yang merupakan Fenomena Roh Kudus.
Fenomena Roh Allah itu kita saksikan melalui bacaan kita hari ini, oleh nabi Elia yang mempertaruhkan seluruh hidupnya, menyaksikan bagaimana kuasa Allah bekerja. Di hadapan Ahab, seorang raja Israel, nabi Elia akan membuktikan bahwa dewa Baal yang telah menjadi sembahan di Israel, itu adalah sesat dan suatu kobohonganan. Elia akan membuktikan di hadapan raja dan seluruh rakyat Israel, bahwa dewa Baal itu tidak berkuasa apa-apa hanya suatu kebohongan. Sebaliknya nabi Elia akan membuktikan Allah yang dipanggil Yahwe adalah Mahakuasa satu-satunya yang harus disembah di Israel dan di seluruh bumi.
Bahan renungan kita, nabi Elia di satu pihak dan nabi-nabi Baal di pihak lain akan membuktikan mana yang benar. Altar, kayu bakar dan lembu yang akan dikorbankan sebagai korban bakaran kepada masing-masing sembahan mereka. Satu ketentuan disepakati yaitu masing-masing sembahan mereka akan menjawab dan menerima korban itu dengan “karunia api” yang membakar korban itu. “yang menjawab dengan api” dia sembahan yang benar dan berkuasa. Nabi-nabi Baal telah siap dengan korbannya, saatnya mereka memanggil dewa Baal untuk menjawab dengan mengirimkan api, menerima korban mereka. Dengan segala doa, mantra dan ritus telah mereka serukan tetapi Baal yang mereka sembah, tetapi tidak menjawab dengan api. Maka saatnya nabi Elia seorang diri telah siap dengan korban bakaran dan Elia, memanggil Tuhan dengan peromohonan: “Jawablah aku ya TUHAN jawablah aku, supaya bangsa ini mengetahui bahwa Engkaulah Allah, ya TUHAN. Lalu turunlah api TUHAN menyambar habis korban bakaran, kayu api, batu dan tanah itu, bahkan air yang dalam parit itu habis dijilatnya.” Fenomena Roh Kudus sebagai jawaban, maka nyata Tuhanlah Allah yang hidup, yang mendengar, yang melihat dan yang menjawab. Roh Allah yang menjawab nabi Elia, Roh yang sama juga yang memenuhi rasul-rasul pada hari Pentakosta. Keselamatan yang telah dijanjikan Bapa, yang dikerjakan Anak, dilanjutkan oleh Roh Kudus sampai akhir zaman, Dia bekerja melalui semua Orang Percaya yang saat ini tiba pada giliran kita. Fenomena Roh Kudus pada hari Pentakosta melanda kita pada zaman ini.
Kita aplikasikan renungan ini dengan pokok berikut:
- Mengapa Baal (baca Iblis) tidak menurunkan api, di gunung Karmel itu?
- Coba cari tahu dari mana sumber penyembahan dewa Baal di Israel itu.
- Bagaimana Anda melihat mayoritas tidak menjamin kebenaran dalam cerita ini?
Mari berdoa:
Terima kasih ya Bapa dalam Yesus Kristus telah mencurahkan Roh Kudus ke dunia ini. Oleh karunia Roh Kudus memampukan pengikut Yesus Kristus memberitakan Injil, menjadi saksi dan pelayan Injil, walau banyak tantangan. Roh Kudus memberi keberanian dan memampukan Orang Percaya menjadi saksi walau harus dengan pengorbanan. Terima kasih atas kesaksian para martyr menjadi teladan bagi kami, dalam Kristus kami berdoa. Amin. [AS220523]
SIOMAY BANDUNG
admin Renungan Harian firman, harian, renungan, tuhan 0
Views: 0
Bacaan: 1 Korintus 1:10,31
“Tetapi aku menasihatkan kamu, saudara-saudara, demi nama Tuhan kita Yesus Kristus, supaya kamu seia sekata dan jangan ada perpecahan di antara kamu, tetapi sebaliknya supaya kamu erat bersatu dan sehati sepikir… Karena itu seperti ada tertulis: “Barangsiapa yang bermegah, hendaklah ia bermegah di dalam Tuhan”.
Salam sehat penuh rahmat, Tuhan sertamu!
Meskipun jajanan kaki lima ini dikenal sebagai jajanan khas dari kota Bandung, siomay sendiri ternyata bukan berasal dari Indonesia. Siomay berasal dari Mongolia dalam. Dalam bahasa Mandarin, siomay disebut sebagai shaomai atau siu maai. Siomay dibuat dengan menggunakan bahan utama tepung terigu dan ikan sehingga memiliki aroma yang cukup kuat. Jenis ikan yang sering digunakan adalah ikan tenggiri.
Pernahkan Anda memerhatikan seporsi siomay di dalam piring yang sudah disajikan oleh penjual siomay. Ya betul! Siomay merupakan salah satu elemen saja yang dipadankan dengan ‘teman-temannya’ seperti potongan dari rebusan tahu, kentang, kol, telur, pare dan dipadukan dengan bumbu kacang serta kecap manis. Dan untuk menambah kelezatan, biasanya diberi perasan jeruk limau. Nah, sepiring campuran berbagai eleman ini disebut sebagai ‘seporsi siomay’, bukan? Dengan kata lain, elemen siomay ini menutup – bahkan menghilangkan elemen-elemen lainnya. Kelezatan dari paduan berbagai eleman dalam seporsi makanan itu seakan-akan hanya dimonopoli oleh siomay saja.
Betul seporsi siomay Bandung ini merupakan nama salah jenis makanan, namun sebagai orang-orang Kristen, kita dapat belajar melalui seporsi makanan ini. Kadang kala di dalam sebuah persekutuan, ada pribadi-pribadi yang ingin menonjol seolah-olah persekutuan itu bergantung hanya kepadanya saja. Tanpa disadari pribadi-pribadi tersebut telah terperangkap ke dalam kesombongan. Kecenderungan untuk jatuh pada kesombongan biasanya didorong oleh anggapan bahwa dirinya lebih hebat dari orang lain. Kesombongan bukan hanya berkaitan dengan kekuasaan dan kekayaan, melainkan kesombongan juga bisa berkaitan dengan hal-hal rohani seperti pelayanan ataupun kedudukan gerejawi.
Kesombongan pribadi menjadi celah yang sempurna bagi kuasa kegelapan untuk bisa memecah belah persekutuan. Di dalam persesekutuan Jemaat Korintus pada masa pelayanan Rasul Paulus, jemaat pernah mengalami keretakan yang disebakan oleh anggapan bahwa diri / kelompok mereka lebih baik dibandingkan dengan kelompok yang lain. Masing-masing kelompok itu menyebut diri sebagai kelompok Apolos, Paulus, Kefas bahkan kelompok Kristus. Menyikapi situasi ini, maka Rasul Paulus menasihati, “Tetapi aku menasihatkan kamu, saudara-saudara, demi nama Tuhan kita Yesus Kristus, supaya kamu seia sekata dan jangan ada perpecahan di antara kamu, tetapi sebaliknya supaya kamu erat bersatu dan sehati sepikir”. Jemaat diingatkan bahwa kepala dari persekutuan Gereja itu adalah Kristus. Karena hanya melalui karya Kristus sajalah, maka persektuan jemaat itu dapat terbentuk bukan karena Apolos, Paulus atau Kefas. Oleh karena itu, masing-masing pribadi tidak boleh memegahkan diri. Selanjutnya Paulus menasihati, “Karena itu seperti ada tertulis: “Barangsiapa yang bermegah, hendaklah ia bermegah di dalam Tuhan”. Persekutuan jemaat ibarat tubuh yang mempunyai banyak anggota dan masing-masing anggota itu mempunyai tugas masing-masing. Dan bila kita dapat melakukan pelayanan, itu bukan karena kehebatan diri kita melainkan karena anugerah Tuhan Yesus Kristus. Oleh sebab itu marilah kita melakukan tugas pelayanan kita sesuai dengan talenta masing-masing.
Kiranya seporsi Siomay Bandung hair ini, mengingatkan kita untuk saling rendah hati dan bekerjasama demi kemuliaan nama Tuhan. Ingat di dalam seporsi siomay ternyata masih ada kentang, kol, pare, tahu dan telor rebusnya juga. Selamat berjuang, Tuhan Yesus memberkati.
Salam: Guruh dan keluarga.
Doa:
Terimakasih, ya Tuhan, karena Engkau telah mengingatkan kami agar mampu bekerja sama untuk membangun tubuh-Mu. Kiranya Roh Kudus memampukan kami untuk bermegah di dalam Negkau bukan di dalam diri kami sendiri. Terimakasih Tuhan Yesus, Amin!
MENJADI PELOPOR
admin Renungan Harian firman, harian, renungan, tuhan 0
Views: 0
Bacaan: Keluaran 13: 21
”Tuhan berjalan di depan mereka, pada siang hari dalam tiang awan untuk menuntun mereka di jalan, dan pada waktu malam dalam tiang api untuk menerangi mereka, sehingga mereka dapat berjalan siang dan malam:
Syalom jemaat yang terkasih didalam Tuhan.. Semoga bapak/ibu/saudara-saudari dalam keadaan baik..
Jemaat yang terkasih.. Ada sebuah slogan dalam kalimat bahasa Jawa yang berbunyi, “Guru iku kudu bisa digugu lan ditiru.” Artinya menjadi seorang guru itu harus bisa dipercaya dan ditiru semua yang diajarkannya. Untuk itu menjadi seorang guru harus memiliki tanggungjawab yang besar. Dia tidak hanya mengajarkan ilmu pengetahuan saja, namun juga harus menjadi teladan yang baik serta mampu menuntun anak didiknya menjadi pribadi yang pandai dan berbudi pekerti yang luhur.
Demikian Tuhan Allah selalu mengajarkan kepada kita hal yang baik dan benar. Dia juga senantiasa melindungi dan menolong kita dari mara bahaya.
Kisah perjalanan bangsa Israel dari tanah Mesir menuju tanah Kanaan pada bacaan kita saat ini, menjadi gambaran bahwa Allah mengetahui kelemahan bangsa Israel. Saat mereka berjalan melewati padang gurun dan menyeberangi laut Teberau seringkali mereka mengeluh dan menyalahkan keadaan dan Musa yang memimpin mereka. Namun Tuhan tetap menyertai dan menuntun mereka. Di saat bangsa Israel berjalan di padang gurun, Tuhan menjadi pelopor pertama yang berjalan di depan mereka. Tuhan memberi perlindungan kepada mereka berupa tiang awan pada saat siang hari dan tiang api pada waktu malam hari. Sampai pada akhirnya bangsa Israel bisa tiba dengan selamat di tanah Kanaan.
Tuhan sudah memberikan teladan kepada kita. Dia menjadi pelopor yang melindungi dan menuntun bangsa Israel pada jalan yang benar, sehingga mereka mendapatkan keselamatan.
Maka sekarang mari kita juga menjadi pelopor dalam melakukan kebaikan. Caranya, kita mau hidup berkenan kepada Tuhan dengan menjauhi perbuatan dosa dan takut akan Tuhan. Dalam hidup kita sehari-hari, kita mau menceritakan kasih dan karya Tuhan kepada sesama kita.
Demikian pula kita mampu membiasakan diri untuk berdoa, beribadah, rajin membaca Alkitab, serta melakukan firman-Nya dengan sukacita. Mari kita menjadi pelopor dalam mewartakan Injil Kristus. Percayalah Tuhan akan memberkati apa yang kita kerjakan dan setiap karya dan tugas yang kita lakukan. Dan Tuhan akan memberikan keselamatan dan kesejahteraan bagi hidup kita. Selamat berefleksi, Tuhan memberkati kita.
NAIK KE SURGA DALAM TERANG
admin Renungan Harian firman, harian, renungan, tuhan 0
Views: 0
Umat Tuhan yang dikasihi Kristus. Syalom Alekhem! Salah satu pokok pengakuan iman percaya Orang Kristen, selain kematian dan kebangkitan Tuhan Yesus, adalah peristiwa kenaikan Tuhan Yesus ke Surga.
Pada hari ini kita merayakan Hari Kenaikan Tuhan Yesus ke Surga. Kita akan merenungkan firman Tuhan yang berjudul “Naik ke Surga Dalam Terang” dengan dasar Lukas 24:51-52 ”Dan ketika Ia sedang memberkati mereka, Ia terpisah dari mereka dan terangkat ke Surga. Mereka sujud menyembah kepadaNya, lalu mereka pulang ke Yerusalem dengan sangat bersukacita.” Demikianlah Firman Tuhan. Berbahagialah setiap orang yang mendengarkan firman Tuhan dan yang memeliharanya.
Setelah bangkit dari kematian, Tuhan Yesus berkali-kali menampakkan diri kepada murid-muridNya. Injil Lukas mencatat, terakhir, lalu Ia membawa murid-muridNya ke luar kota dekat Betania. Setelah menyampaikan pengutusan dan janji penyertaanNya, di situ Ia mengangkat tanganNya dan memberkati mereka. “Dan ketika Ia sedang memberkati mereka, Ia terpisah dari mereka dan terangkat ke surga ” (Luk. 24:51). Tuhan Yesus naik ke surga dalam sikap tanganNya terangkat dan memberkati para murid-Nya. Tuhan Yesus naik ke surga dengan meninggalkan berkat bagi para murid-Nya!
Kenaikan Tuhan Yesus ke surga menegaskan bahwa Tuhan Yesus memang berasal dari surga dan kembali ke surga. “ Aku menyediakan tempat bagimu…. , supaya ditempat dimana Aku berada, kamupun berada ” (Yoh. 14:2-3).
Setelah menerima pengutusan dan berkat, para murid sujud menyembahNya, dan pulang ke Yerusalem dengan sangat bersukacita.
Tampaknya sukacita surgawi memenuhi hati mereka. Mengapa? Tuhan Yesus sangat memahami bahwa murid-muridNya sungguh membutuhkan berkat Tuhan untuk menjalankan tugas dan pengutusanNya ke dalam dunia. Berkat yang diberikan Tuhan Yesus tidak bisa dibandingkan dengan apa pun juga di dunia ini. Berkat Tuhan berarti penyertaan Tuhan; itu berarti dalam situasi apa pun Tuhan senantiasa siap menemani Saudara.
Tuhan Yesus naik ke surga dalam terang, seharusnya tidak membuat kita khawatir tentang apa yang harus kita hadapi. Amin Saudara? Puji Tuhan!
Seperti kesaksian pujian yang dinyanyikan dalam Ibadah jemaat GKI Kwitang, sebuah nyanyian pengakuan tentang Allah yang kekal, yang oleh sabdaNya kita kenal: Bapa Pencipta semesta, yang mengasihi manusia. Kita mengaku percaya pada Putra TunggalNya, yang disalibkan di Golgota, yang dari kubur bangkit dan menang, naik ke surga dalam terang. Siapakah Dia? Tuhan Yesus Kristus yang naik ke surga dalam terang.
Sesuai dengan janjiNya, kita percaya pada Roh Kudus yang menyertai bahkan mendiami kita terus. Kita percaya, oleh Roh Kudus kita disucikan dan dipersatukan dalam Gereja yang kudus dan am.
Oleh sebab itu Saudara, di tengah-tengah segala pergumulan hidup kita, bersediakah Saudara tetap memegang teguh dan percaya bahwa Tuhan Yesus yang naik ke surga, tidak pernah meninggalkan kita sebagai yatim piatu, tetapi menyertai kita terus dengan Roh Kudus? Amin, Saudara? Puji Tuhan! Tetaplah percaya kepada Allah Tritunggal yang Kudus! Tetaplah bersemangat untuk hidup menjadi saksi Kristus dalam kehidupan sehari-hari! Lakukanlah saja, itu sudah cukup!
Mari kita berdoa:
Ya Bapa yang di surga, kami percaya Tuhan Yesus yang naik ke surga tidak meninggalkan kami, tetapi menyertai kami dengan Roh Kudus. Roh Kudus yang menghibur dan menguatkan kami. Kiranya Roh Kudus yang memampukan kami untuk terus bersaksi dan melayani serta menyatakan cinta kasihMu. Terpujilah namaMu, kekal selama-lamanya. Dalam nama Tuhan Yesus Kristus kami berdoa. Amin. Tuhan Yesus memberkati Saudara dan keluarga!
(AM18052023)
MENYANYI BAGI TUHAN
admin Renungan Harian firman, harian, renungan, tuhan 0
Views: 0
Bacaan: Mazmur 104:24-35
Salam sejahtera semoga kita makin mampu merenungkan perbuatan Tuhan yang besar dan ajaib, menjadi renungan yang manis didengar Allah. Orang yang merenungkan perbuatan Tuhan, akan dimampukan menyanyi bagi Tuhan dan bermazmur bagiNya seperti ungkapan dalam Mazmur 104:33 Aku hendak menyanyi bagi TUHAN selama aku hidup, aku hendak bermazmur bagi Allahku selagi aku ada.
Nyanyian pujian bagi Allah, berarti hati kita terarah hanya kepada Allah, bukan kepada diri sendiri dan dunia. Kita memuji kebesaran Tuhan yang tidak bisa dipahami secara lengkap, karena begitu besar dan dalamnya kebesaranNya. Tuhan itu agung, semarak, berseri, membawa sukacita bagi kita. Tuhan itu adalah terang, yang dilukiskan dengan kedatangan Tuhan untuk menyelamatkan umatNya, secara khusus menyelamatkan manusia dari dosa, sehingga orang bisa hidup dalam terang kebenaran Tuhan, menaati kehendak atau perintah Tuhan.
Kebesaran Tuhan tampak dalam kuasaNya sebagai pencipta langit dan bumi. Tuhan menguasai awan, angin, api. Angin, air, api, melayani perintah Allah. Tuhan Yesus bisa menghardik angin dan air yang mengamuk, sehingga menjadi reda dan danau menjadi teduh. Berhala tidak ada kuasa untuk menghardik angin, air dan api. Orang masa kini memberhalakan kekayaan, kekuasaan, kehebatan diri, kuasa gelap dan pengetahuan. Ketika ada angin, badai, api menghantam, merusak rumah, kendaraan, harta milik, berhala tidak dapat menghentikannya. Manusia yang merenungkan kuasa Tuhan yang sangat besar, seharusnya makin hormat pada Tuhan dan makin mengasihi Tuhan dengan taat melakukan perintah Tuhan.
Tuhan lebih dulu menyatakan kebaikan kepada tumbuhan, binatang dan manusia. Tuhan yang membuat mata air sehingga binatang dan manusia, tanaman mendapat air minum. Tuhan yang memberi hujan untuk menumbuhkan rumput, menjadi makanan bagi ternak. Tuhan menumbuhkan tumbuh-tumbuhan yang diusahakan manusia sehingga manusia mendapat makanan. Tuhan menumbuhkan anggur yang menyukakan hati manusia. Tuhan menumbuhkan pohon-pohon sehingga burung-burung bisa bersarang, manusia bersukahati mendengar suara burung. Tuhan mencipta gunung dan bukit tempat hidup bagi kambing, pelanduk. Tuhan mencipta bulan dan matahari untuk menentukan musim. Tuhan memberikan matahari agar manusia bisa bekerja di tempat usahanya. Betapa banyak perbuatan Tuhan, yang telah mencipta dengan penuh hikmat, sangat berguna bagi manusia. Kita sangat memuliakan karyaNya. Tuhan juga mencipta laut, dan banyak binatang besar dan kecil di laut. Kapal-kapal bisa berlayar di laut.
Tuhan yang memberi makan semua binatang, mereka sangat bergantung pada Tuhan. Manusia, tumbuhan, binatang semua bergantung pada Tuhan. Kalau Tuhan menyembunyikan wajah, maka terperanjatlah manusia, binatang, tumbuhan. Apabila Tuhan mengambil nafas manusia dan binatang maka binasalah manusia dan binatang dan kembali menjadi debu. Manusia dan binatang dan tumbuhan adalah fana, tidak agung, hanya debu. Kita menyerahkan diri pada Tuhan dan bergantung pada Tuhan yang sangat besar perbuatanNya.
Tuhan mengirim RohNya untuk mencipta dan memperbaharui muka bumi dan segala isinya, termasuk memperbaharui manusia, agar dapat memuliakanNya. Tuhan itu mulia karena Tuhan tidak dapat binasa, selalu ada selama-lamanya, menyertai kita. Tuhan sangat bersukacita dengan perbuatan-perbuatan yang besar dan ajaib. Dengan melihat dan mengakui iman bahwa Tuhan yang mencipta, memelihara, semua alam semesta, maka kita bernyanyi bagi Tuhan selama kita hidup. Kita memuji Tuhan bukan dengan mulut saja, tapi dengan jiwa kita. Kita bermazmur bagi Tuhan selama kita hidup. Kita merenungkan semua perbuatan ajaib dan besar dari Tuhan, menjadi renungan yang manis untuk didengar Tuhan. Dengan merenungkan perbuatan Tuhan yang besar, maka orang beriman akan bersukacita (Mazmur 104:34). Dengan merenungkan perbuatan Tuhan yang ajaib, diharapkan semakin habis orang berdosa. Orang berdosa adalah orang yang membenci Tuhan, yang memberontak, orang yang tidak mau merenungkan perbuatan Tuhan yang ajaib dan besar, tidak mau merenungkan kehendak Tuhan dan tidak mau melakukannya. Makin habis orang fasik yang suka mengejek atau merendahkan Tuhan, seperti yang dilakukan orang ateis.
Mazmur 104 memperjelas pengakuan iman rasuli tentang Aku percaya kepada Allah Bapa yang mahakuasa, Khalik langit dan bumi. Kita bernyanyi bagi Tuhan juga mengungkapkan pengajaran tentang Allah Bapa yang mahakuasa mencipta alam semesta dan menguasai alama semesta dan isinya. Agustinus Bapa Gereja abad ke-6 mengatakan bahwa hymne adalah nyanyian yang berisi pujian kepada Tuhan. Kalau kita bernyanyi bukan untuk Tuhan, maka itu bukanlah sebuah hymne. Kalau kita bernyanyi untuk memuliakan diri sendiri, itu bukan hymne. Hymne adalah pujian pada Tuhan karena merenungkan perbuatan Tuhan dan hati kita tergerak untuk bernyanyi bagi Tuhan.
Nyanyian jemaat adalah nyanyian komunitas, yaitu nyanyian yang mudah dinyanyikan. Mudah dalam arti jangkauan nada dan ritmennya tidak terlalu rumit. Nyanyian jemaat adalah medium untuk membentuk iman, disamping pewartaan firman. Nyanyian jemaat memegang peranan penting dalam perkembangan ajaran gereja. Nyanyian jemaat banyak dipakai merefleksikan doktrin dan konsep teologi yang ingin disebarluaskan kepada umat, misalnya menyebarkan doktrin Kristologi, keselamatan. Nyanyian jemaat menjadi salah satu cara efektif untuk memperjelas hal-hal yang berhubungan dengan pengajaran. Nyanyian jemaat mengingatkan umat untuk melayani di dunia yang menderita dan penuh kekacauan. Nyanyian jemaat memberi kekuatan dalam hidup sehari-hari.
Marilah umat Tuhan kita menyanyi, memuji Tuhan, kita mengagungkan Raja kita. Tuhan adalah harapan bagi orang yang mau mencariNya, sebab Tuhan Yesus hidup selamanya seperti ungkapan dalam NKB 87 ayat 3 Menyanyilah umatNya, memuji Tuhanmu! Nyanyikan: Haleluya, agungkan Rajamu. Harapan bagi orang yang mau mencariNya, sebab Yesusmu hidup selamanya. Ref: Benar, benarlah hidup Yesusku. Bersamaku di jalanku, suaraNya ‘ku dengar. Benar, benarlah hidup Yesusku. Dimana Dia ‘ku dengar? Di dalam hatiku!
Berdoa:
Ya Tuhan mampukan kami merenungkan perbuatan Tuhan yang besar dan ajaib, menjadi renungan yang manis didengar Allah. Dan mampukan kami menyanyi bagi Tuhan dengan hati yang terarah hanya kepada Allah, bukan kepada diri sendiri dan dunia. Kami menyanyi bagi Tuhan dengan jiwa kami. Dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.
GADO-GADO
admin Renungan Harian firman, harian, renungan, tuhan 0
Views: 0
Bacaan: Roma 12: 4-5
“Sebab sama seperti pada satu tubuh kita mempunyai banyak anggota, tetapi tidak semua anggota itu mempunyai tugas yang sama, demikian juga kita, walaupun banyak, adalah satu tubuh di dalam Kristus; tetapi kita masing-masing adalah anggota yang seorang terhadap yang lain”.
Salam sehat penuh rahmat, Tuhan sertamu!
Gado-Gado merupakan sajian khas Indonesia yang terdiri dari berbagai campuran sayuran, tempe, tahu, kentang, dan telur rebus lalu disajikan dengan siraman bumbu kacang nan gurih. Sayuran yang digunakan antara lain rebusan kangkung, bayam, labu siam, kacang panjang, kubis, pare, jagung dan taoge. Sebagai pendampingnya terdapat kerupuk, potongan lontong, ketupat, atau nasi putih.
Konon gado-gado berasal dari masa Kesultanan Mataram di bawah Sultan Agung yang berangkat berperang ke Batavia zaman VOC. Ketika itu mereka kehabisan bahan makanan terutama beras. Banyak lumbung beras yang ada di sekeliling Batavia sudah dibakar oleh VOC. Keadaan itu membuat para prajurit warok dari Ponorogo yang juga ikut dalam rombongan beinisiatif membuat sambal bumbu pecel dari kacang. Sambal kacang itu kemudian disiramkan ke atas berbagai macam potongan sayuran mentah yang dipetik dari sekitar persawahan. Tindakan itu dilakukan dengan tujuan untuk bertahan hidup. Dalam bahasa Jawa, kata ‘gado’ berarti makan hanya lauknya saja tanpa nasi. Apa yang dilakukan oleh prajurit warok itu akhirnya diikuti oleh prajurit lainnya.
Nah, kembali kepada gado-gado. Menurut Anda, apakah yang menarik dari gado-gado ini ketika disantap? Betul, Anda pasti akan mengatakan bahwa Anda sedang makan gado-gado, meskipun yang sedang dikunyah itu adalah potongan lontong atau telur. Demikian juga ketika di dalam sendok jelas nampak potongan kentang atau sayur kangkung, pastilah Anda akan tetap mengatakan bahwa Anda sedang menyantap gado-gado, bukan menyantap kentang atau kangkung. Jadi meski bentuk sayuran, tempe, tahu, kentang, telur rebus, kerupuk, potongan lontong, ketupat, atau nasi putih dan bumbu kacangnya masih jelas kelihatan, Anda akan menyebut semuanya itu sebagai gado-gado. Dengan kata lain, meski masih jelas kelihatan bentuknya – masing-masing bahan itu rela untuk tidak disebutkan namanya dan sedia terhisab ke dalam nama ‘gado-gado’ tersebut.
Gado-gado kali ini mengingatkan kita tentang Gereja. Gereja terdiri dari berbagai macam orang dengan segala keunikan dan talentanya masing-masing. Akan tetapi semuanya itu telah dipersekutuan Tuhan ke dalam ikatan kasih yang menyatukan dan menyempurnakan. Rasul Paulus mengajarkan, “Sebab sama seperti pada satu tubuh kita mempunyai banyak anggota, tetapi tidak semua anggota itu mempunyai tugas yang sama, demikian juga kita, walaupun banyak, adalah satu tubuh di dalam Kristus; tetapi kita masing-masing adalah anggota yang seorang terhadap yang lain”. Kita semua merupakan anggota tubuh Kristus yang harus hidup dalam satu kasih, kesatuan dan kerukunan. Praktik kerukunan perlu kita terapkan dalam kehidupan kekristenan kita. Di tengah-tengah dunia yang semakin kehilangan semangat untuk saling memperhatikan, menolong dan menopang, maka nasihat Rasul Paulus ini mengajak kita untuk hidup di dalam kasih yang saling memperhatikan dan memberi ruang kepada setiap anggota tubuh Kristus untuk turut serta berkarya dan melayani sesuai dengan talenta masing-masing. Kita harus selalu ingat dan waspada bahwa kuasa gelap tidak menyukai terjadinya kerukunan, keakraban dan kasih di dalam persekutuan Gereja.
Kiranya sajian ‘gado-gado’ hari ini menyadarkan kita semua, bahwa Tuhan menginginkan kita semua untuk tetap menjadi satu, sama seperti Kristus dan Bapa adalah satu. Mari kita wujudkan persekutuan yang hangat dan saling melayani demi kemuliaan Nama Tuhan. Selamat berjuang, Saudaraku, Tuhan Yesus memberkati!
Salam: Guruh dan keluarga.
Doa:
Ya Tuhan, Engkau telah menyatukan kami menjadi satu tubuh. Tolonglah agar kami selalu menempatkan Engkau sebagai kepala dari Gereja-Mu, sehingga kami dapat menyatakan kasih yang menyatukan dan menyempurnakan itu. Kiranya Roh Kudus menolong kami untuk mewujudkannya. Di dalam Nama Tuhan Yesus Kristus, kami telah berdoa. Amin.
