admin
Posts by :
KAMU HARUS MENDERITA
admin Renungan Harian firman, harian, renungan, tuhan 0
Views: 0
Bacaan: 1 Petrus 2:19-25
Salam sejahtera, semoga kita makin dimampukan Tuhan untuk berbuat baik dengan melakukan kehendak Allah, walau harus menderita demi kebenaran Allah, seperti ungkapan 1 Petrus 2:20 Sebab dapatkah disebut pujian, jika kamu menderita pukulan karena kamu berbuat dosa? Tetapi jika kamu berbuat baik dan karena itu kamu harus menderita, maka itu adalah kasih karunia pada Allah.
Menderita dalam ayat ini berarti menderita bagi Kristus yang telah menebus dosa kita, dan itu adalah kasih karunia Allah. Kita menderita bukan karena kesalahan sendiri. Kita siap menderita ketika melakukan kehendak Allah, kita bertahan pada iman kepada Yesus. Kita menderita karena ada masyarakat dan pejabat pemerintah yang benci pada Yesus dan iman Kristen, seperti pemimpin Yahudi dan rakyatnya menindas Yesus.
Pada masa kaisar Romawi kelima, Nero, membakar kota Roma, karena ingin membangun kota Roma yang baru. Setelah kebakaran besar terjadi, penduduk Roma umumnya percaya bahwa pelaku pembakaran itu adalah Nero, namun Nero menfitnah, mengkambinghitamkan umat Kristen sebagai penyebab kebakaran. Ia menggunakan cara yang sangat jahat untuk menghukum mati orang Kristen.
Cara orang beriman menghadapi penderitaan berat ini, adalah dengan menyerahkan diri kepada Allah, merasa lebih baik menderita demi kebenaran Allah. Umat diminta untuk berharap pada Allah, agar diberikan keberanian, kekuatan menghadapi penderitaan, terus hidup dalam kasih untuk mematahkan fitnahan. Orang beriman yakin bahwa Tuhan Yesus akan datang segera, dan akan diselamatkan dari hukuman kekal pada akhir zaman. Orang Kristen berharap pada kasih karunia Allah, yang menebus dosa dan menyelamatkan. Hari kedatangan Yesus sangat dinanti-nantikan oleh orang beriman. Orang yang menderita bersama Kristus akan bersukacita bersama Kristus saat kemuliaanNya dinyatakan. Ketika Gembala Agung datang, maka orang beriman akan menerima mahkota kemuliaan. Kedatangan Yesus kembali menjadi motivasi dalam hidup yang benar di tengah dunia yang membenci Yesus.
Orang percaya Yesus, pada masa Petrus adalah orang yang baru bertobat, disebut sebagai pendatang, perantau, pengembara, peziarah di dunia ini, yang sedang menuju garis akhir yaitu Kerajaan Allah. Sebagai pendatang, peziarah, pengembara, orang Kristen tetap hidup dalam kebenaran Allah, di tengah dunia yang membenci Yesus. Orang beriman menjauhkan diri dari keinginan-keinginan daging yang merusak jiwa dan merusak iman.
Motivasi orang percaya bertahan dalam penderitaan adalah mereka mempunyai suatu panggilan yang mulia dan warisan sorgawi di dalam Yesus Kristus. Iman dan kasih di dalam hidup ini, akan diuji dan dimurnikan sehingga akan mengakibatkan pujian, hormat, dan kemuliaan pada saat kedatangan Tuhan. Keselamatan yang besar ini sudah dijanjikan dan pasti digenapi. Orang percaya harus hidup kudus, hidup dengan hormat dan rendah hati.
Orang Kristen banyak yang menjadi budak di Romawi, karena mereka adalah tawanan Romawi. Dokter, guru, dan pekerja lainnya, disebut budak. Budak adalah barang, bukan manusia yang punya hak, tidak bisa memperjuangkan keadilan. Orang Kristen di dunia ini, bersikap patuh, hormat pada majikan dan pejabat dan siap menderita dengan melakukan kebenaran bagi Kristus dan menuruti teladan Yesus. Orang percaya apabila mereka menderita karena kebenaran, maka mereka akan disenangi oleh Tuhan. Menderita karena kebenaran seperti Yusuf menderita sebagai budak Potifar di Mesir, tapi Yusuf bekerja dengan kehendak Allah, melakukan yang benar dan bertanggungjawab, dipercaya Potifar. Dalam penderitaan, orang beriman tidak lalai dalam melakukan tanggungjawab, di manapun bekerja dan melayani, tidak bersikap masa bodoh terhadap berbagai persoalan. Orang Kristen harus menjadi pekerja yang lebih baik, lebih disiplin dari pada yang lainnya.
Orang Kristen tidak setuju dengan perbudakan sebab dalam ajaran Yesus, semua orang berharga di mata Allah, tidak ada budak dan orang merdeka. Tapi orang Kristen tidak boleh memberontak terhadap majikan dan pemerintah yang melakukan perbudakan. Orang Kristen tetap taat dan hormat kepada majikan dan pemerintah. Kuasa Allah yang membebaskan dari perbudakan seperti kisah pembebasan perbudakan di Mesir dan Babilonia. Yesus tidak melakukan pemberontak menghadapi perbudakan Romawi, seperti yang dilakukan orang Zelot. Dalam menghadapi perbudakan Romawi, Yesus melayani, mengasihi, menyembuhkan, memberitakan tentang keselamatan, dan mempersiapkan Kerajaan Allah di dalam hati manusia. Dalam kerajaan Allah tidak ada perbudakan, penderitaan, semua berharga di mata Allah. Dalam kehidupan persekutuan Kristen, tidak ada budak dan orang merdeka, semua berharga di mata Allah.
Orang Kristen yang bekerja dan melayani, semua itu dilakukan karena sadar akan kehendak Allah, dan siap menderita karena melakukan pekerjaan yang sesuai kehendak Allah. Seorang guru, dokter, pegawai yang tulus, jujur akan menderita, dihina, disingkirkan oleh teman kerjanya yang tidak jujur, korupsi, tidak tulus, tidak mengikuti kehendak Allah tapi mengikuti kehendak sendiri. Ketika orang Kristen menderita di penjara karena korupsi, maka itu penderitaan karena berbuat dosa, itu tidak menjadi pujian bagi Allah. Orang melakukan yang benar, jujur, tulus, dan menderita maka itu adalah kasih karunia Allah, menjadi pujian bagi Allah. Kita mengikuti teladan Yesus, rela menderita untuk melakukan kebenaran, untuk menyelamatkan manusia dari dosa. Walau Yesus dicaci maki, tidak ada balasan untuk mencaci maki, Yesus tidak melakukan kekerasan fisik dan verbal. Yesus tidak membalas dendam, tidak mengancam, tapi menyerahkan semua pergumulanNya kepada Allah, hakim yang adil.
Kita mau mengikuti Yesus sampai selama-lamanya, meski kita susah dan menderita karena melakukan kehendak Tuhan. Kita mengikuti Yesus, dengan melakukan kehendak Tuhan selama-lamanya seperti ungkapan KJ. 375 – Saya mau ikut Yesus, saya mau ikut Yesus sampai s’lama-lamanya. Meskipun saya susah, menderita dalam dunia, saya mau ikut Yesus sampai s’lama-lamanya. Amin
Berdoa :
Ya Tuhan mampukan kami agar bisa berbuat baik dengan melakukan kehendak Allah, walau harus menderita demi kebenaran Allah. Kami menderita bagi Kristus yang telah menebus dosa kami dan itu adalah kasih karunia Allah. Mampukan kami menghadapi penderita dari orang yang membenci Yesus dan kebenaranNya. dalam nama Yesus kami berdoa. Amin
PASKAH JAMINANNYA
admin Renungan Harian firman, harian, renungan, tuhan 0
Views: 0
Bahan: II Raja-raja 4:32, 35,
Dan Ketika Elisa masuk ke rumah, ternyata anak itu sudah mati dan terbaring di atas tempat tidurnya. 35, Sesudah itu ia berdiri kembali dan berjalan dalam rumah itu sekali ke sana sekali ke sini, kemudian meniarap pulalah ia di atas anak itu. Maka bersinlah anak itu tujuh kali, lalu membuka matanya.
Paskah merobah wajah dunia, “karena Yesus bangkit ada hari esok,” demikian bunyi syair sebuah nyanyian. Percaya atau tidak, sadar atau tidak, tahu atau tidak, hari esok kita menjadi jelas dalam Yesus yang bangkit. Jauh waktu sebelum zaman Tuhan Yesus hidup, kuasa kebangkitan dari kematian sudah ada dalam pelayanan beberapa nabi. Nabi Elia yang menyingkir ke Sarfat, menumpang di rumah seorang janda, dengan kehadiran nabi Elia, kehidupan ibu janda dan seorang anaknya perempuan terpelihara “karena tepung dalam tempayan dan minyak dalam buli-buli tidak habis,” pada saat paceklik, kekeringan. Tetapi kejadian mengejutkan, anak perempuan ibu janda itu meninggal, kemalangan itu diartikan oleh ibu itu karena dosa-dosanya yang berat diingatkan atau ditegor oleh abdi Allah itu, yaitu Elia. Dalam suasana memilukan itu Elia berdoa, memohon kepada Allah agar dikembalikan kehidupan anak itu. Tuhan mendengar doa nabi Elia, anak itu hidup kembali. Demikian juga dalam bacaan kita nabi Elisa (penerus nabi Elia), dalam perjalanan pelayannya, selalu menumpang di rumah seorang yang cukup berada, tetapi dia tidak mempunyai anak. Akhirnya Elisa memohon kepada Allah dan berkata kepada keluarga itu, mereka akan mendapat anak laki-laki. Doa nabi Elisa didengar Tuhan, keluarga itu dikarunia anak, tetapi setelah anak itu remaja, dia meninggal, tetapi nabi Elisa berada di tempat lain. Ibu itu sangat kecewa, diberi anak tetapi diambil kembali, seolah-olah nabi Elisa memberi janji kosong. Karena itu dia berangkat menjumpai nabi Elisa, menyampaikan keadaan duka yang mendalam itu. Nabi Elisa kembali mendapatkan jenazah anak itu, dan dengan berbuat seperti yang dilakukan nabi Elia, yaitu membaringkan diri di atas jenazah itu, membuat jenazah itu menjadi panas, akhirnya hidup kembali. Oleh rasul Paulus, seorang pendengar khotbahnya di malam sampai dini hari, bernama Eutikhus, jatuh dari jendela lantai tiga. Ketika diangkat ternyata dia sudah mati (Kis20:9). Sama seperti yang dilakukan Elia dan Elisa, maka Paulus juga membaringkan diri ke atas jenazah itu, dan Eutikhus hidup kembali. Seorang pemuda yang telah meninggal dan sedang diusung ke kuburan, di tengah jalan di hentikan oleh Tuhan Yesus, dan membangunkan pemuda itu, dia hidup kembali. Lazarus yang sudah mati, sudah 4 hari dikuburkan sudah bau, tetapi dipanggil namanya oleh Tuhan Yesus, hidup kembali.
Itulah beberapa peristiwa orang mati dihidupkan kembali. Tetapi mereka itu semua mati lagi, hanya bertahan sepanjang umur yang dikaruniakan Tuhan kepadanya. Kebangkitan Tuhan Yesus, setelah Dia mati, dikubur, pada hari ketiga Dia bangkit. Tidak ada orang yang membaringkan diri di atas jenazah-Nya, tidak orang memanggil nama-Nya. Dia dibangkitkan oleh Bapa, menggenapkan janji keselamatan dalam diri dan karya-Nya, yang dikatakan-Nya: “Akulah kebangkitan dan hidup; barang siapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati,” PASKAH JAMINANNYA. Semua yang dibangkitkan oleh nabi Elia, Elisa, Paulus, pemuda di kota Nain dan Lazarus, mereka mati kembali, tetapi oleh Paskah Yesus mendapat hidup kekal, tidak mati lagi. Oleh Paskah kita berada dalam barisan hidup kekal.
Kita aplikasikan renungan ini dengan pokok-pokok berikut:
- Bagaimana Anda memaknai ucapan: “Selamat Paskah.”
- “Orang menangis ketika keluarganya meninggal dunia,” menurut Anda mengapa?
- “Karena Yesus bangkit ada hari esok,” bagi Anda hari esok yang bagaimana?
Mari berdoa:
Bapa sorgawi, Tuhan Yesus bangkit untuk kami yang berdosa, kebangkitan yang diterima-Nya karena Dia telah menyelesaikan missi keselamatan bagi dunia dan manusia dari dosa. Dialah kebangkitan bagi kami, Dialah jalan, kebenaran dan hidup bagi kami. Roh Kudus menolong kami agar kami setia bertahan dalam iman kepada Kristus, karena dunia selalu menghadang dan menutup hati kami supaya keluar dari kasih karunia Allah. Inilah doa kami dalam nama Yesus, Amin.
[AS170423]
BA KUT TEH
admin Renungan Harian firman, harian, renungan, tuhan 0
Views: 0
Bacaan: Kisah Rasul 2:42
“Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa”
Salam sehat penuh rahmat, Tuhan sertamu!
Bak kut teh, atau sup iga babi, merupakan salah satu hidangan Chinesse food yang populer di Singapura dan Malaysia. Sesuai dengan namanya, hidangan ini terdiri dari iga babi yang direbus dengan campuran bumbu dan rempah-rempah seperti bawang putih, cengkih, kayu manis, adas bintang, biji adas, dan ketumbar. Meski banyak yang mengatakan bahwa bak kut teh lahir di Port Klang Malaysia, namun kesahihan data ini masih diperdebatkan.
Menurut sejarah versi Port Klang, bak kut teh diciptakan awal abad ke 20. Makanan ini adalah makanan kuli pelabuhan. Daging yang dipakai adalah daging bertulang yang merupakan sisa penjualan daging. Sup daging ini dimasak dengan berbagai rempah dan obat-obatan sebagai tonik dengan harga yang terjangkau oleh para kuli kasar itu.
Saat ini bak kut teh, dapat dijumpai di hampir semua pujasera Singapura atau juga di Malaysia. Mencari bak kut teh di Indonesia juga tidak terlalu sulit, karena sudah banyak restoran chinesse food yang menyajikannya sebagai salah satu menu yang ditawarkan. Bak kut teh biasanya disantap dengan nasi putih kukus hangat.
Memperhatikan sejarah kemunculan bak kut teh ini, kita dapat melihat bahwa para pekerja kelas bawah di pelabuhan ternyata membutuhkan asupan makanan yang dapat mendukung fisik mereka dalam bekerja sebagai kuli pelabuhan. Meski tidak mahal, tetapi nasi bak kut teh terbukti dapat segera memulihkan tenaga para kuli pelabuhan yang menyantapnya. Seporsi nasi bak kut teh terbukti dapat memenuhi kebutuhan energi bagi para pekerja kasar pelabuhan itu. Selain kandungan rempah dan tonik dalam kuah bak kut teh, setidaknya bila mengacu pada ilmu gizi, maka ada 3 (tiga) komponen utama makanan sebagai sumber energi yang dibutuhkan tubuh agar dapat berfungsi optimal, yaitu: Karbohidrat yang dapat diperoleh misalnya dari nasi, gandum, kentang; Protein yang bisa kita dapatkan misalnya dari daging, sayur, dan biji bijian; serta yang terakhir adalah Lemak.
Bila bak kut teh ini dapat mewakili menu makanan yang dapat 3 (tiga) komponan utama sumber energi bagi tubuh, maka di dalam kehidupan iman sebagai anak-anak Tuhan, kita juga membutuhkan 3 (tiga) hal penting untuk mendukung agar iman percaya kita terus bertumbuh dan mampu bertahan menghadapi tantangan, yaitu: Firman Tuhan, Doa dan Persekutuan. Firman Tuhan, Doa dan Persekutuan inilah yang nampak sangat dihidupi oleh orang-orang kristen perdana pasca pentakosta. Kisah Para Rasul menyaksikan bahwa “Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa”. Bertekun dalam pengajaran jelas menunjukkan kehausan mereka untuk terus belajar dan menggali Firman Tuhan. Demikian juga dengan kerinduan untuk selalu bersekutu agar dapat saling menguatkan dan mendoakan. Dengan kata lain, orang-orang Kristen perdana sangat menghidupi dan menghayati pertumbuhan iman melalui pendalaman Firman Tuhan, doa dan persekutuan.
Kiranya seporsi nasi bak kut teh kali ini, mengingatkan kita akan pentingnya firman Tuhan, doa dan persekutuan bagi pertumbuhan iman kita dan menjadi sumber kekuatan mana kala menghadapi berbagai macam persoalan di dalam kehidupan kita. Selamat berjuang, Saudaraku, Tuhan Yesus memberkati!
Salam: Guruh dan keluarga
Doa:
Ya Tuhan, kami rindu agar iman percaya kami semakin bertumbuh dewasa. Oleh karena itu kami berjuang untuk selalu membaca dan merenungan firman Tuhan, berdoa dan bersekutu. Kiranya roh Kudus menolong kami untuk mewujdukannya. Terimakasih Tuhan Yesus. Amin.
TETAP TENANG, JANGAN TAKUT
admin Renungan Harian firman, harian, renungan, tuhan 0
Views: 0
Bacaan: Keluaran 14:13a
”Tetapi berkatalah Musa kepada bangs aitu: “Janganlah takut, berdirilah tetap dan lihatlah keselamatan dari TUHAN, yang akan diberikan-Nya hari ini kepadamu..”
Syalom jemaat yang terkasih didalam Tuhan.. Semoga bapak/ibu/saudara-saudari dalam keadaan baik..
Jemaat yang terkasih.. Perjalanan kehidupan tidak selalu menjadi tempat yang dipenuhi cahaya, ditumbuhi bunga yang berwarna-warni, serta diiringi alunan musik yang merdu. Adakalanya kehidupan juga tak jarang perlu dimaknai sebagai tempat yang gelap dan dipenuhi jalan berliku atau bahkan jalan buntu. Sebuah tempat dimana semua harapan yang indah dijatuhkan. Dan ketika kita menemui jalan buntu itu, kita menjadi bingung, putus asa, dan tidak tahu apa yang harus kita lakukan.
Jalan buntu itu juga dirasakan oleh bangsa Israel ketika baru keluar dari tanah Mesir menuju tanah Kanaan. Kala itu, mereka baru saja meninggalkan Mesir dan sedang berkemah di dekat laut Teberau. Kemudian datanglah Firaun dan pasukannya mengejar mereka, untuk menangkap dan membawa mereka kembali ke Mesir. Bangsa Israel menghadapi jalan buntu, sebab jalan di depan mereka terhalang oleh laut Teberau. Tidak mungkin mereka menyeberangi laut Teberau, sebab tidak ada kapal, apalagi sebuah jembatan. Mereka merasa sudah tidak ada jalan lagi, maka mereka mengungkapkan kekesalan mereka kepada Musa.
Namun yang menarik adalah ketenangan Musa di tengah kebuntuan itu. Musa percaya Tuhan yang memilihnya adalah Tuhan yang setia. Tuhan akan menepati janji-Nya membawa bangsa Israel ke tanah Kanaan. Maka sungguh benar, Tuhan membukakan jalan bagi bangsa Israel, laut Teberau terbelah, dan mereka pun bisa berjalan dengan tenang ke seberang.
Kehidupan memang tidak selamanya berjalan lancar seperti apa yang kita harapkan, tetapi kehidupan akan memberikan kejutan-kejutan yang belum pernah kita jumpai, termasuk sebuah kejutan, yaitu berupa jalan buntu. Meskipun kehidupan tak ubahnya hutan belantara yang mencekam dan tidak dapat dikalkulasi, pada kondisi itu, tetaplah tenang.
Kita percaya bahwa Tuhan yang telah memilih dan mengutus kita, Dia akan bertindak menolong kita dari kebuntuan hidup kita. Maka seberat apa pun pergumulan hidup yang sedang kita hadapi saat ini, percayalah Tuhan pasti selalu menyertai kita, Dia adalah Tuhan yang setia. Dia akan memberi jalan keluar untuk pergumulan-pergumulan yang kita hadapi. Selamat berefleksi, Tuhan memberkati.
KUBUR KOSONG MEMBUKTIKAN YESUS HIDUP
admin Renungan Harian firman, harian, renungan, tuhan 0
Views: 0
Bapak Ibu, Saudara Saudari sekalian yang dikasihi Kristus, Selamat Paskah! Pada hari ini kita merenungkan firman Tuhan yang berjudul “Kubur Kosong Membuktikan Yesus Hidup” dengan dasar Yohanes 20:14-16 Sesudah berkata demikian ia menoleh ke belakang dan melihat Yesus berdiri di situ, tetapi ia tidak tahu, bahwa itu adalah Yesus. Kata Yesus kepadanya: “Ibu, mengapa engkau menangis? Siapakah yang engkau cari?” Maria menyangka orang itu adalah penunggu taman, lalu berkata kepada-Nya: “Tuan, jikalau tuan yang mengambil Dia, katakanlah kepadaku, di mana tuan meletakkan Dia, supaya aku dapat mengambil- Nya.” Kata Yesus kepadanya: “Maria!” Maria berpaling dan berkata kepada-Nya dalam bahasa Ibrani: “Rabuni!”, artinya Guru.
Demikianlah Firman Tuhan. Berbahagialah setiap orang yang mendengarkan firman Tuhan dan yang memeliharanya.
Peristiwa Paskah ditandai dengan kubur Yesus yang kosong! Ketika Maria masih diliputi dukacita yang mendalam, ia melihat kubur Yesus sudah kosong.
Ketika Tuhan Yesus menyapa: “Ibu, mengapa engkau menangis?” Maria mendengar dan melihat, tetapi ia tidak tahu bahwa Dia adalah Tuhan Yesus yang sudah bangkit. Maria menyangka orang itu adalah penunggu taman, bahkan menuduh orang itu mengambil mayat Yesus.
Tetapi ketika Tuhan Yesus memanggil namanya secara pribadi: “Maria!”, Maria barulah ia sadar dan mengenal bahwa Dia adalah Tuhan Yesus, maka ia berseru: “Rabuni!”, artinya Guru!
Saudara-saudara, Paskah memberi kita cahaya harapan bagi umat manusia. Tuhan Yesus pernah berkata: “ Sebab Aku hidup, maka kamupun akan hidup (Yoh. 14:19). Puji Tuhan!
Seperti kesaksian pujian yang dipersembahkan oleh para penatua GKI Kwitang Lingk. 1 sebuah pujian yang berjudul “S’bab Dia Hidup.” Lagu ini diciptakan oleh Bill dan Maria Gaither. Sebuah pujian yang diciptakan ketika pasangan suami isteri ini mengalami pergumulan berat dalam hidupnya, namun mereka tetap mempunyai pengharapan karena Yesus hidup!
Lagu ini menceritakan kebenaran bahwa: Allah mengutus AnakNya, Yesus namaNya! Ia menyembuhkan, menyucikan kita, Ia mati di kayu salib untuk menebus dosa-dosa kita. Ia dikuburkan, tetapi bangkit pada hari yang ketiga. Kubur kosong membuktikan Yesus hidup!
Pujian ini mengajak setiap pribadi percaya, sehingga kita menatap hari esok dengan penuh optimis: “Sebab Dia hidup, ada hari esok. Sebab Dia hidup, ku tak gentar.” Mengapa Saudara? Karena kutahu Dia pegang hari esok, hidup jadi berarti sebab Dia hidup.
Saudara-saudara, kita merayakan Paskah berarti kita merayakan kemenangan Kristus atas kuasa dosa dan maut. Hal ini ditandai dengan kubur kosong. Kubur kosong bagi Yesus, adalah sebuah tanda kebangkitan, tanda kemenangan, tanda kehidupan!
Bagi Saudara-saudara pengikut Kristus, kubur kosong menjadi tanda iman dan tanda kemerdekaan. Apakah di antara Saudara masih ada yang mengalami dukacita, putus asa, kecewa, bingung, ragu-ragu, takut akan masa depan?
Kristus yang bangkit sebenarnya menyertai kita, namun terkadang kita seperti Maria yang tidak mengenali Dia! Dia mau menyertai kita dan menyapa kita pribadi lepas pribadi kita supaya kita mengenal Dia.
Sapaan Tuhan Yesus menjadikan kita dipulihkan, sehingga penuh semangat, penuh gairah, karena Ia memberikan harapan dan kepastian bagi kita yang telah kehilangan iman kehilangan pengharapan.
Bersediakah Saudara mempersilakan Tuhan bertindak dan melakukan hal yang besar dalam kehidupan kita? Menggulingkan batu besar di hati kita: batu kesombongan, batu dosa yang menutup pintu hati kita, supaya hidup kita mengalami kemenangan Kristus.
Bersyukurlah, bersoraklah dan bergembiralah, karena Tuhan telah menyelamatkan kita. Lakukanlah saja itu sudah cukup. Amin.
Mari kita berdoa:
Ya Bapa yang di surga, kami bersyukur dan memuji Engkau, karena Tuhan Yesus hidup. Di tengah segala pergumulan hidup kami, mampukanlah kami mengenal Tuhan Yesus yang bangkit dan menolong kami, sehingga kami mampu menatap hari esok dengan penuh sukacita dan semangat.
Terpujilah namaMu, kekal selama-lamanya. Dalam nama Tuhan Yesus Kristus kami berdoa. Amin.
Tuhan Yesus memberkati Saudara dan keluarga!
(AM13042023)
KITA BANGKIT KARENA KEBANGKITAN-NYA
admin Renungan Harian firman, harian, renungan, tuhan 0
Views: 0
Bacaan: Ibrani 12:2-3
Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah. Ingatlah selalu akan Dia, yang tekun menanggung bantahan yang sehebat itu terhadap diri-Nya dari pihak orang-orang berdosa, supaya jangan kamu menjadi lemah dan putus asa.
Umat Allah, saudaraku, Salam Kasih dalam Tuhan kita Yesus Kristus.
Sering kita begitu kesal dan marah karena ada kerikil di tengah jalan dan membuat kaki kita tersandung. Kita dikuasai oleh kemarahan karena kondisi tak menyenangkan yang kita alami. Perasaan tak nyaman karena jatuh apalagi rasa malu di hadapan orang banyak saat terjatuh, membuat hati kita tak menentu.
Akankan jatuh kita itu, begitu merampas seluruh konsentrasi hari itu, atau sampai besok? Atau malahan sampai besoknya lagi? Ataukah peristiwa jatuh itu akan merampas seluruh hari-hari kita? Jika demikian maka hidup kita akan dirampas oleh kemarahan dan kesedihan dan perasaan terhina atau kekecewaan. Tanpa disadari, luka dan kesakitan karena jatuh sekali, dapat merusakkan kebaikan, keindahan, dan ketenangan hidup selanjutnya. Hidup ke depan akan sungguh tak menyenangkan, dan kita tak bisa melihat dan menerima bahwa luka dan kesakitan dan rasa hina itu dapat sembuh. Ataukan terjadi kemudian bahwa lukanya telah sembuh, namun rasa sakitnya tetap menguasai karena tetap diingat dan dirasakan sakitnya; seolah kita terus menyentuh dan mengorek luka itu. Jadi m luka itu tak pernah kering apalagi sembuh.
Jika terjadi seperti di atas, maka kegagalan selanjutnya dapat menimpa hidup kita, yakni bahwa kita jadi tak mampu melihat dengan jernih dan jujur juga menyadari dan mengakui bahwa “saya telah tersandung”, bahwa di sana ada sesuatu yang membuat saya tersandung dan lebih jauh lagi kita menjadi tak mengetahui (dan atau tak menghendaki ?) berupaya untuk sembuh dari luka dan kesakitan karena tersandung di waktu lalu.
Ataukah ada orang-orang di sekitar kita yang menggnggu kita dengan berusaha menyentuh dan mengorek luka yang lalu. Jangan biarkan mereka. Karena ada saja orang demikian di sekitar kita. Bahkan jika kita sesungguhnya tak tersandung dan terluka sekalipun, orang-orang demikian akan memberikan “julukan” bahwa kita adalah orang-orang yang terluka dan tersandung dan hina; Orang-orang tersesat dan salah dan tak memiliki kebaikan dan kebenaran. Di mata mereka ini kita adalah selalu salah dan boleh dipersalahkan. Apakah kita layak mempercayai mereka itu? Jangan! Karena bisa jadi bahwa sebenarnya merekalah yang belum sembuh dari luka mereka. Mereka masih memiliki persoalan dengan diri mereka sendiri dan menularkannya pada kita. Jadi untuk ini kita akan waspada.
Mengapa kita perlu menyadari kesembuhan kita sendiri dan juga kesadaran bahwa mereka sedang menularkan rasa sakit mereka? Karena, rasa kesakitan yang muncul, dan tak kita sadari, dapat menjadi dasar dari segala pemahaman dan tindakan yang diambil. Dan jika ini terjadi, kita tidak sedang hidup dalam ketenangan tentu, dan malah dapat saja tindakan dan sikap kita adalah sebuah cara kita semakin menyakiti diri lalu juga dapat menjadi tempat menularkan rasa sakit dan kecewa juga kemarahan kepada pihak lain.
Sebagai pengikut Kristus, Firman Tuhan mengingatkan kepada kita bahwa ketika kita menghadapi kerikil kehidupan, dapat saja itu ditaruh oleh Tuhan di jalan kita untuk mendidik kita agar mata dan pengharapan serta tindak tanduk kita lebih tertuju kepada Tuhan Allah kita dalam Yesus Kristus. Bukan kepada kerikilnya melulu. Yang dapat membuat pandangan kita menganggap bahwa itu adalah batu besuaar….Hanya dengan menyadari ketidak sempurnakan dan bahwa ketidak sempurnakan itu telah di tanggung Tuhan Allah kita dengan penderitaan dan Salib, kita beriman bahwa segala ketidak sempurnaan/kerikil yang membuat kita tersandung itu, telah diangkat oleh penderitaan Kristus dan kehinaanNya. Kini rasa sakit kita dan kehinaan ataupun ketakutan kita tak perlu kita pikul dan tanggung sendiri terus. Mari kita letakkan semua rasa sakit dan kehinaan itu di bawah Salib Kristus. Hanya dengan menyerahkan segala sakit dan kehinaan akibat tersandung itu kita juga memperoleh kebangkitan; semangat dan kepercayaan diri untuk pemulihan dan kekuatan. Sehingga kita tak dikuasai oleh kelemahan dan dosa kita atau oleh orang lain yang memberi _image_bahwa kita lemah dan berdosa.
Kini ingatlah bahwa bagian kita adalah KEBANGKITAN. Bahwa dalam segala sandungan yang kita alami dan terima, kita akan tetap dan terus mengalami kebangkitan. Tak ada sosok apapun dan siapapun ; baik itu diri kita sendiri, atau orang lain atau bahkan si iblis sendiri yang boleh membuat kita hancur dan tak berdaya dalam kubur kesusahan, kemarahan, ketakutan akibat kerikil hidup kita. Tuhan sudah membebaskan kita dari kubur itu dan memberi kita kebangkitanNya. Lagi pula kerikil kita, tak sebanding dengan luka, kesendirian, cara kematianNya, dan segala yang Kristus alami. Kita percaya bahwa tak ada kerikil luka, kerikil ketakutan, kerikil penderitaan yang tak dapat di pikul oleh Salib Nya. Kristus sanggup mengasihi, mengampuni dan memberi kekuatan kepada kita semua yang mau datang kepadaNya. Untuk itulah kebangkitan Kristus bagi kita; Kristus adalah pendamai, pemulihan penguatan bagi kita. Ia adalah sumber selamat yang menuntun kita mengaisihi, membagikan berkat dan kebaikannya kepada keluarga, sahabat dan sesama dalam kehidupan yang adalah ladangNya, dengan ketenangan dan sukacita. Amin (LiN, 12-04-2023)
HIDUP DALAM KETAKUTAN
admin Renungan Harian firman, harian, renungan, tuhan 0
Views: 0
Bacaan: 1 Petrus 1 :17-23
Salam sejahtera semoga dalam hidup yang penuh pergumulan, kita makin berseru pada Allah, dengan menyebut Bapa, dengan sikap hidup yang makin takut dan hormat kepada Allah. Makin mengasihi Allah dengan menaati kehendakNya, selama kita menumpang di dunia ini. Sampai kita tiba di Kerajaan Allah, seperti ungkapan dalam 1 Petrus 1:17 Dan jika kamu menyebut-Nya Bapa, yaitu Dia yang tanpa memandang muka menghakimi semua orang menurut perbuatannya, maka hendaklah kamu hidup dalam ketakutan selama kamu menumpang di dunia ini.
Orang menyebut Bapa, di dalam doa atau memuji Allah. Bapa dalam ayat ini, digambarkan sebagai hakim yang adil. Orang yang berdoa, ia sedang mengalami ketidakadilan, karena itu ia memohon kepada Allah Bapa yang adil, agar dibebaskan dari penganiayaan yang tidak adil. Orang yang menyebut Allah Bapa dalam doanya dan minta keadilan dan kebenaran dari Allah, maka orang tersebut harus hidup dalam takut akan Tuhan. Orang yang takut Tuhan akan membuat dirinya makin hati-hati dan hidup dalam kekudusan. Orang yang takut akan Allah tidak perlu takut kepada musuh yang jahat, yang membunuh, karena mereka tidak berkuasa membunuh jiwa. Yang terutama adalah kita hanya takut akan Allah, yang berkuasa membinasakan baik jiwa maupun tubuh di dalam neraka (Matius 10:28).
Orang yang takut berbuat dosa, tidak perlu takut terhadap masalah yang paling besar dan tidak takut kepada orang. Takut kepada orang mendatangkan jerat. Jerat yang membingungkan dan yang mengganggu ketentraman hati kita. Jerat itu adalah tipu muslihat iblis yang membuat kita jatuh dalam dosa. Karena itu kita harus berjaga-jaga, berusaha, dan berdoa melawan jerat ini. Ketika hidup ini selalu sulit, musuh semakin ganas, dan peristiwa hidup selalu mengancam, kita sering takut, seperti murid-murid takut di dalam badai. Tapi kita diingatkan bahwa Allah itu baik dan adil, kita hanya memanggil dan menyebut Allah Bapa dalam doa, agar kuasa Allah membuat kita tidak perlu takut pada masalah dan musuh. Selama kita menumpang di dunia ini kita hanya diminta takut kepada Allah saja, bukan pada masalah dan musuh.
Menumpang dalam arti hidup kita sebagai peziarah, yang berjalan menuju Kerajaan Allah, dan kita adalah orang asing di dunia ini. Selama menumpang di dunia ini, kita harus lewati dengan takut akan Allah Hakim yang adil. Ukuran keadilan Allah adalah firman Tuhan atau hukum Tuhan, bukan hukum manusia atau hukum dunia. Takut dan hormat akan Allah sebagai Hakim yang adil membuat kita makin bertumbuh rasa kasih kita kepada Dia sebagai Bapa, dan kasih itu kita nyatakan dengan ketaatan.
Alkitab menggunakan beberapa kata untuk mengartikan takut atau ketakutan. Yang pertama adalah ketakutan yang kudus, dalam arti sikap orang percaya terhadap Allah yang hidup, menghormati Allah. Ketakutan akan Allah adalah pemberian yang nyata dari Allah agar orang mampu menghormati Allah dan sekaligus taat pada Allah, membenci dan menjauhkan diri dari segala kejahatan (Yeremia 32:40…. Aku akan menaruh takut kepada-Ku ke dalam hati mereka, supaya mereka jangan menjauh dari pada-Ku). Takut akan Tuhan adalah permulaan hikmat, rahasia kelurusan hati, ciri umat yang disenangi Allah.
Orang yang tidak takut Tuhan, adalah orang yang meninggalkan Tuhan, dan hidup dalam kejahatan, kemurtadan, sehingga kejahatan itu menghajar hidupnya, kemurtadan itu menyiksa hidupnya. Orang yang tidak takut Tuhan adalah hidup dalam kepedihan (Yeremia 2:19). Orang yang hidup dalam takut akan Tuhan, maka hidupnya damai, pertolongan dan penghiburan Roh Kudus bertambah besar (Kisah Para Rasul 9:31). Orang yang takut Tuhan, maka Allah mengasihi dan mengampuni, melalui Kristus dan diberi roh keberanian, diberikan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih, ketertiban (2 Timotius 1:7). Orang yang takut akan Tuhan dibebaskan dari ketakutan akan maut (Ibrani 2:15). Orang yang takut Tuhan akan menyucikan diri dari semua kecemaran jasmani dan rohani, dan makin menyempurnakan kekudusan ( 2 Korintus 1:7). Orang yang takut Tuhan akan merendahkan diri terhadap sesama (Efesus 5:21)
Kedua, ketakutan akibat diperbudak oleh dosa. Adam dan Hawa ketakutan dihadapan Allah karena telah jatuh dalam dosa, tidak taat pada Allah, lebih taat pada tipu muslihat iblis (Kejadian 3:10). Orang fasik, yang melawan kehendak Tuhan akan lari ketakutan, walaupun tidak ada yang mengejarnya. Orang yang takut Tuhan, orang benar akan merasa aman (Amsal 28:1). Dalam Kisah Para Rasul 5:11 dijelaskan bahwa jemaat takut, setelah melihat Ananias dan isterinya Safira meninggal karena hatinya dikuasai iblis dan mendustai Roh Kudus dan Allah. Hukuman Allah atas Ananias dan Safira menyebabkan seluruh jemaat ketakutan, merendahkan diri, menghormati Allah yang suci. Tanpa ketakutan terhadap Allah dan murka-Nya terhadap dosa, umat Allah akan segera kembali kepada cara-cara dunia yang jahat, tidak lagi mengalami pencurahan Roh dan kehadiran Allah yang ajaib, serta terputus dari aliran kasih karunia Allah. Takut akan Tuhan merupakan unsur penting dalam iman.
Ketiga takut kepada manusia seperti seorang hamba-hamba yang , tunduk dengan penuh ketakutan kepada tuannya, bukan saja kepada yang baik dan peramah, tetapi juga kepada yang bengis (1 Petrus 2:18). Orang yang dipenuhi Roh memperoleh kemampuan untuk memenuhi perintah-perintah yang tidak masuk akal, seperti kasihilah musuh-musuhmu. Yesus sudah memberi contoh agar tidak takut menghadapi orang-orang yang menyalibkan diri-Nya, Yesus berkata; “Bapa, ampunilah mereka.” Kita diminta takut dan menghormati pemerintah yaitu untuk menghukum para pelaku kejahatan dan memuji serta memberikan semangat kepada semua orang yang berbuat baik. Jika tujuan ini tidak terpenuhi, maka kesalahan tidak terletak pada lembaga itu tetapi pada pelaksananya.
Orang hidup takut Tuhan adalah orang yang tidak melupakan ajaran Tuhan, mau mengamalkan perintah Tuhan, mendapat damai sejahtera dari Tuhan. Orang yang takut Tuhan tidak menganggap diri bijak, menjauhi kejahatan, maka Tuhan akan menyembuhkan dan menyegar kekuatan raga kita seperti ungkapan PKJ 283 ayat 2. Janganlah engkau menganggap dirimu sendiri bijak; takutlah kau akan Tuhan dan jauhi kejahatan. Itu yang akan menyembuhkan tubuhmu dan menyegarkan kekuatan ragamu. Janganlah engkau menganggap dirimu sendiri bijak; takutlah kau akan Tuhan dan jauhi kejahatan, amin
Berdoa:
Ya Tuhan , dalam hidup yang penuh pergumulan, mampukan kami makin berseru pada Allah, dengan menyebut Bapa, dengan sikap hidup yang makin takut dan hormat kepada Allah. Makin mengasihi Allah dengan menaati kehendakNya, selama kami menumpang di dunia ini, sampai kami tiba di Kerajaan Allah. Dalam nama Yesus kami berdoa. amin.
RAJA DILANTIK TANPA SEMARAK
admin Renungan Harian firman, harian, renungan, tuhan 0
Views: 0
Bahan: I Samuel 16:12b-13,
Lalu Tuhan berfirman: “Bangkitlah, urapilah dia, sebab inilah dia.” Samuel mengambil tabung tanduk yang berisi minyak itu dan mengurapi Daud di tengah-tengah saudaranya. Sejak hari itu dan seterusnya berkuasalah Roh Tuhan atas Daud. Lalu berangkatlah Samuel menuju Rama.
Di setiap negara, pelantikan pemimpin negara, seperti presiden, perdana menteri, merupakan peristiwa yang sangat meriah, bahkan kemeriahan dan semarak pelantikan itu sudah sepantasnya meriah, agung karena turut mengungkapkan kedaulatan dan keadaan negara. Israel bukan saja sebagai umat Allah, tetapi telah memenuhi syarat menjadi satu negara, karena Israel mempunyai territorial, Undang-undang, dan pemimpin pemerintahan yaitu raja. Ada keunikan pelantikan raja Israel, tidak dalam suatu upacara meriah dengan berbagai-bagai undangan yang hadir. Saul, raja pertama dilantik “diurapi” oleh Samuel menjadi raja Israel lebih bersifat pribadi (I Sam 10:1), demikian juga Daud diurapi menjadi raja Israel, tanpa suatu upacara bahkan secara sembunyi Samuel mengurapi Daud menjadi raja. Tetapi ada satu makna pengurapan itu, yaitu Roh Allah berkuasa atas mereka, atas Saul dan Daud. Roh Allah memberi hikmat, kepintaran dan ketrampilan dan kekuatan. Roh Tuhan menyertai raja yang dilantik itu sepanjang mereka hidup dan memerintah dengan takut akan Tuhan, sesuai dengan ketetapan dan firman Tuhan. Kalau tidak ada lagi sikap takut akan Tuhan, dan tidak melakukan yang difirman Tuhan maka Roh Tuhan akan undur dari mereka.
Kita sudah merayakan Paskah, yaitu kebangkitan Yesus dari kematian-Nya mengalahkan maut. Maut suatu kerajaan yang Iblis sebagai rajanya dan semua setan-setan dan roh-roh jahat sebagai malaikat-malaikatnya. Tuhan Yesus telah menjalani kerajaan maut itu, melalui sengsara, kematian-Nya dan dikuburkan yang kita akui Dia turun ke dalam kerajaan maut. Kalau kita mau memahami apa, siapa dan bagaimana kerajaan maut itu, maka lihatlah dalam pergumulan Tuhan Yesus dari Betlehem sampai Golgota. Tetapi yang sangat menggembirakan ialah: Yesus Kristus bangkit dari kematian-Nya, pada hari ketiga setelah kematian-Nya di kayu salib, Dia keluar dari kerjaan maut sebagai pemenang. Musuh yang dihadapi Yesus bukan Herodes, bukan imam-imam, tetapi Iblis dengan kuasa maut.
Kebangkitan Yesus Kristus dari kubur-Nya adalah “pelantikan-Nya” menjadi Raja, penguasa, pemerintah, baik di sorga maupun di bumi (Mat 28:18). Tidak ada seremoni pelantikan itu di tengah masyarakat, Dia dilantik seperti Saul dan Daud diurapi menjadi raja Israel TANPA SEMARAK duniawi. Kekaisaran Romawi, dalam diri Herodes, merupakan penguasa dunia pada jaman itu telah berusaha menghentikan kehadiran dan kekuasaan Raja Mesias, tetapi segala usaha manusia dan penguasa itu telah “dilangkahi” oleh Yesus Kristus melalui kebangkitan-Nya. Yesus menang bukan mengalahkan Herodes, tetapi menang dari maut. Kita merayakan Paskah, yaitu merayakan pelantikan Yesus menjadi Raja di Sorga dan di bumi, bukan untuk periode 5 atau 10 tahun, tetapi pemerintahan-Nya kekal selamanya. Kita merayakan Paskah sekaligus mengakui, menerima Yesus Kristus sebagai Raja yang berkuasa untuk kehidupan kita di bumi dan di sorga. SELAMAT PASKAH.
Kita dalami renungan ini dengan pokok-pokok berikut:
- Kita saling mengucapkan Selamat Paskah, apa isi ucapan “selamat” itu.
- Pengharapan apa yang terkandung dalam Paskah bagi Anda?
- Coba sebutkan dengan singkat, kalau Yesus tidak bangkit.
Mari berdoa:
Bapa sorgawi, kami merayakan Paskah, karena dengan Paskah kami menerima kemenangan yang sejati, karena Yesus bangkit ada hari esok. Kami menjalani hari-hari kami dengan banyak suka-duka, namun kemenangan tetap menyertai kami. Inilah pengharapan kami, dalam Kristus yang bangkit. Amin. [AS100423]
