Renungan Harian
HIDUPLAH OLEH ROH
admin Renungan Harian firman, harian, renungan, tuhan 0
Views: 0
Bacaan: Galatia 5: 13-26
Salam sejahtera, semoga kita makin hidup dibimbing oleh Roh Allah dan kita tidak hidup menurut keinginan daging atau tabiat manusia, seperti ungkapan dalam Galatia 5:16 Maksudku ialah: hiduplah oleh Roh, maka kamu tidak akan menuruti keinginan daging.
Hidup oleh Roh adalah hidup yang merdeka dari perbudakan dosa atau perbudakan daging, hidup yang mengasihi Tuhan, mengasihi sesama, melayani Tuhan dan melayani sesama. Hidup yang bebas mengikuti kemauan sendiri, kehendak daging, kehendak duniawi, kehendak iblis, yang merusak jiwa, pikiran dan tubuh kita adalah hidup tanpa dibimbing Roh, hidup diperbudak oleh dosa.
Hidup oleh Roh berarti hidup yang mengikuti bimbingan, pedoman Roh, yang membawa kepada keselamatan dari dosa. Dalam setiap mengambil keputusan sehari-hari, kita mengikuti pedoman, tuntunan Roh Kudus. Keputusan yang kita ambil, tidak semau kita saja, tidak mengikuti pendapat teman atau orang tertentu saja. Tetapi keputusan akhir, kita hanya mengikuti bimbingan Roh Kudus. Pusat hidup kita bukan kemauan diri sendiri, bukan kemauan daging, tapi Roh Kudus yang ada dalam hati kita. Roh Kudus yang membimbing kita, melakukan Firman Tuhan dalam kehidupan sehari-hari.
Orang yang hidup oleh Roh Kudus adalah orang yang telah menyerahkan dosanya, kesalahan, penyimpangan, pemberontakan untuk ditebus Yesus. Setelah ditebus dosa, maka orang tersebut menyerahkan hidupnya kepada Kristus, dan mau dituntun Roh Kudus.
Perbuatan nyata dalam hidup sehari-hari dari orang yang hidup oleh Roh adalah perbuatan kasih kepada Tuhan, kasih pada sesama. Kasih itu adalah sabar, murah hati, tidak cemburu, tidak memegahkan diri, tidak sombong, tidak melakukan yang tidak sopan, tidak mencari keuntungan diri sendiri, tidak pemarah, tidak menyimpan kesalahan orang lain, tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran, menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu (1 Korintus 13:4-7).
Hidup oleh Roh adalah hidup merdeka dalam kebersamaan, bukan dalam diri sendiri. Bukan merdeka untuk aku, tapi merdeka untuk kita. Artinya kita tidak berhenti pada diri sendiri yang merdeka dari dosa, tapi kita makin sempurna apabila kita berkarya agar orang lain juga merdeka dari dosa. Orang yang hidup oleh Roh, tidak berbahagia jika dirinya sendiri yang dibebaskan Yesus dari dosa, tapi ia juga berkarya mempersiapkan anaknya, istrinya, suaminya, keluarga besarnya, anggota persekutuan gereja dan anggota masyarakat agar mendapat kemerdekaan dari dosa.
Kita dipanggil untuk berkarya, melayani untuk mempersiapkan orang menyesali dosa, diampuni dan ditebus Yesus, dosa-dosa mereka. Melayani karena kita mengasihi, menghormati Tuhan dan mau melakukan perintah Tuhan yaitu mengasihi dan menghargai sesama. Mengasihi sesama dengan sukarela, berkorban, bukan merasa berat, bukan merasa buang-buang waktu, sia-sia.
Hidup oleh kedagingan, hidup dalam dosa adalah hidup yang saling menggigit, saling menelan, saling membinasakan, bukan hidup yang mengasihi, dan melayani. Ketika hati kita dikuasai kebencian, perkelahian maka kita tidak dapat mengasihi dan melayani orang yang dibenci, kita tidak dapat hidup oleh Roh. Orang yang membenci dan menghina orang lain, dalam rangka membesarkan diri sendiri, merasa hebat diri sendiri, maka orang ini sedang memperkuat dosa dalam dirinya, bukan melawan dosa dan bukan merdeka dari dosa. Berbeda pendapat, berbeda selera boleh, tapi perbedaan pendapat, berbeda selera tidak disertai kebencian, pertikaian dengan orang yang berbeda. Orang yang keras hati, tinggi hati, hanya mau menang sendiri, tidak menghargai pendapat orang lain, sering menimbulkan perbedaan pendapat terus-menerus, tapi hal itu jangan sampai menimbulkan kebencian, perkelahian. Kebencian, perkelahian tidak boleh dibiarkan dalam hati, tapi kita minta agar Roh Kudus mengangkat dari hati kita, dosa kebencian perkelahian, tinggi hati dan diserahkan pada salib Yesus agar dimatikan dan kemudian kita bangkit dengan hati yang baru, hati yang mengasihi dan melayani, hati yang menghargai pendapat orang lain, hati yang bersukacita dan damai.
Hidup oleh Roh berarti hidup berjalan dengan, dan sesuai Roh, bukan mengikuti keinginan daging. Keinginan daging adalah memberontak atau melawan kehendak Allah, mengabaikan kehendak Allah, tidak mengasihi Tuhan, tidak mengasihi sesama, hanya menghormati diri sendiri, meninggikan diri sendiri, mengasihi diri sendiri, melayani diri sendiri. Nafsu seks di luar pernikahan adalah melayani keinginan sendiri, tidak melayani kehendak Tuhan. Nafsu seks dalam pernikahan adalah sesuai firman Tuhan, sesuai tuntunan Roh. Bekerja di kantor atau usaha bisnis untuk mengasihi Tuhan dan sesama ini sesuai dengan Roh. Bekerja di kantor atau usaha bisnis hanya untuk diri sendiri, berlawanan dengan kehendak Allah, tidak hidup oleh Roh. Hidup dalam dosa, adalah hidup yang hanya memikirkan diri sendiri, peduli diri sendiri, mengasihi diri sendiri, melayani diri sendiri, tidak mengasihi Tuhan dan sesama. Hidup oleh Roh, hidup yang mengasihi Tuhan, sebagai yang paling utama, kemudian mengasihi sesama, dan juga mengasihi diri sendiri. Hidup oleh Roh bukan berarti membenci diri sendiri, merendahkan diri sendiri, mengabaikan diri sendiri, merusak diri sendiri, sebaliknya kita menjaga diri agar sehat fisiknya, sehat hati jiwa pikiran dengan cara mengasihi Tuhan dan sesama.
Keinginan Roh selalu berlawanan dengan keinginan daging. Keinginan Roh, agar kita tidak melakukan keinginan daging, atau keinginan dosa, keinginan melawan firman Tuhan, atau mengabaikan firman Tuhan. Roh selalu membentengi kita, mencegah kita agar tidak melakukan keinginan dosa, perbuatan dan pikiran melawan atau mengabaikan kehendak Allah. Keinginan daging adalah maut, upah dosa. Keinginan Roh adalah hidup kekal dan damai sejahtera.
Kita memohon Roh Allah turun dalam hati kita, untuk menyucikan kita dari dosa, keinginan daging, dan Roh Allah menghidupkan kita dan mengubah kelemahanan kita oleh kuasa Tuhan, dan kasih kita kepada Tuhan makin dimurnikan seperti ungkapan dalam KJ. 239 ayat 1. Turun, Roh Allah, dalam hatiku; sucikan daku dan hidupkanlah; ubah lemahku oleh kuasaMu; kasihku padaMu murnikanlah. Amin.
Berdoa:
Ya Tuhan mampukan kami hidup dibimbing oleh Roh Allah dan tidak hidup menurut keinginan daging, hidup merdeka dari perbudakan dosa sehingga kami hidup mengasihi Tuhan, mengasihi sesama, melayani Tuhan dan melayani sesama. Tuhan mengubah kelemahan hidup kami, dan kasih kami pada Tuhan makin murni, dalam nama Yesus kami telah berdoa. amin
BERTANGGUNG JAWAB
admin Renungan Harian firman, harian, renungan, tuhan 0
Views: 0
Bahan: Pengkhotbah 3:1, 11,
Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apa pun di bawah langit ada waktunya. … Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka. Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir.
Kita sudah menjalani separoh bulan Januari tahun 2023, apakah masih hangat suasana Natal dan tahun baru. Hari-hari itu adalah waktu dan kesempatan karunia Tuhan untuk kita pertanggung jawabkan kepada-Nya seperti dalam bahan renungan kita. Sebaiknya kita membaca dari Pkh 3:1-11 ayat-ayat yang cukup digemari orang Kristen yang di dalamnya bahan renungan kita. Tema kita berbunyi BERTANGGUNG JAWAB. Seorang atasan memberi waktu kepada anak buahnya untuk melaksanakan suatu tugas, seorang guru memberi waktu kepada muridnya untuk mengerjakan soal ujian. Apa yang diharapkan kalau waktu yang diberikan itu telah habis, suatu tanggung jawab dari apa yang mereka kerjakan dalam waktu yang diberikan.
Apa yang telah kita capai setelah dua Minggu kita jalani tahun 2023 ini? Karena si pemberi waktu itu akan menuntut tanggung jawab kita. Seperti dalam perumpamaan talenta. Setelah tiba saatnya tuan itu mengadakan perhitungan dengan hamba-hamba yang telah menerima talenta itu. Siapa yang mampu bertanggung jawab, dia menerima upah, sedangkan yang tidak bertanggung jawab menerima hukuman. (Mat 25)
Dalam menggunakan kurun waktu yang tersedia itu, tidak selamanya berjalan dengan mulus dan gampang. Kita mengalami tantangan dan godaan, sehingga tanggung jawab kita terlupakan, inilah yang ingkar dari tanggung jawabnya. Tetapi ada juga yang sudah berusaha bekerja sebagai orang yang bertanggung jawab, ternyata kurun waktu untuk itu telah habis. Demikianlah tanggung jawab kita terbengkalai, atau gagal, walaupun sudah berusaha. Namun sebagai bahan evaluasi, apakah kita orang yang bertanggung jawab atau ingkar tanggung jawab, maka “Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya.” Indah pada waktunya bukan indah menurut penilaian kita, tetapi indah menurut Allah. Kita menantikan indah pada waktunya, kalau usaha kita berhasil walau pun kita ingkar tanggung jawab. Indah menurut Tuhan bukan memberi keberuntungan, atau keberhasilan, setelah kita menderita sekian lama, tetapi indah pada waktunya, ialah seperti Ayub, pada saat dia menerima musibah yang beruntun, dia mampu memuji Tuhan, seperti saat Paulus dan Silas dilemparkan ke dalam penjara, mereka memuji Tuhan, itulah waktu yang indah saat mereka dibelenggu di malam gelap. Seperti Stefanus saat yang indah, ketika batu-batu menghujam dirinya, dia bersaksi: “Sungguh, … Anak Manusia berdiri di sebelah kanan Allah,” dengan perkataan ini Stefanus wafat. Waktu yang indah diberikan Tuhan untuk kita alami, justru di dalam kesukaran, ancaman, godaan, semua itu menjadi indah kalau Tuhan terpuji. Dalam kehancuran usaha, karier dijegal orang itu adalah waktu yang indah bila nama Tuhan terpuji dan kesetiaan kita kepada Tuhan tetap teguh. Kita jalani tahun 2023, tersedia waktu yang indah bagi kita.
Kita aplikasikan renungan ini dengan pokok berikut:
- Apakah Anda mengalami waktu yang indah pada saat pandemic covid 19 mendera?
- Kita sudah menjalani 15 hari tahun 2023, apakah Anda orang yang bertanggung jawab dari waktu dan kesempatan yang disediakan Tuhan.
- Apakah Anda mampu menyambut waktu dan kesempatan dengan berkata: “Ini aku Tuhan, utuslah aku.”
Mari berdoa:
Bapa kami dalam sorga, dengan tekad bertanggung jawab kami jalani waktu dan kesempatan yang Bapa karuniakan kepada kami tahun 2023 ini. Roh Kudus menolong agar kami mampu menjadikan waktu-waktu yang indah pada saat kami mengalami kesukaran, menghadapi tantangan dan cobaan, pada saat sakit-penyakit mendera kami, karena di situlah kami menyatakan keteguhan iman dan kesetiaan mengikut Tuhan. Doa ini kami panjatkan dalam nama Tuhan Yesus, Amin. [AS160123]
KERUPUK
admin Renungan Harian firman, harian, renungan, tuhan 0
Views: 0
Bacaan: Kolose 3: 23
”Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia”.
Salam sehat penuh rahmat, Tuhan sertamu!
Krupuk merupakan makanan ringan yang disukai banyak orang. Selain dapat disantap langsung, kerupuk sering digunakan juga sebagai pendamping makanan pokok. Makanan ringan yang satu ini ternyata sudah ada di Nusantara ini kira-kira abad 9 – 10 M dan di catat di dalam prasasti Batu Pura. Sampai kini ada beberapa jenis kerupuk, yaitu: kerupuk kulit sapi, kerbau atau babi; kerupuk dari aci dan kerupuk terigu. Bagi sebagian orang, menikmati sajian nusantara menjadi kurang nikmat bila tanpa di dampingi kerupuk.
Di balik ‘kriuk’ renyahnya, ternyata kerupuk menyimpan banyak pelajaran indah bagi kita. Pertama, kerupuk menggambarkan pribadi kita yang sebetulnya begitu rapuh. Meskipun tampilan kerupuk itu kaku dan gagah, namun ketika menerima tekanan ia akan mudah sekali patah dan hancur. Oleh karena itu, kerupuk mengajar kita agar tidak sombong, sebab sesungguhnya kita adalah mahluk yang begitu ringkih dan mudah hancur. Kedua, bagi sebagian orang kerupuk merupakan makanan favorit, akan tetapi bagi sebagian yang lain tidak menyukainya. Hal ini mengajarkan bahwa kita tidak bisa memaksa orang lain untuk menerima kita. Kita harus menjadi diri sendiri sebagai mana adanya kita, dengan berbagai talenta yang dimiliki. Ketiga, sensasi ‘kriuk’ kerupuk akan dapat dinikmati apabila kerupuk itu ada pada kondisi yang paling prima. Bila kerupuk itu sudah melempem, maka berkuranglah kenikmatannya. Bahkan bisa saja orang akan mengurungkan niat untuk menyantap kerupuk yang melempem tersebut. Hal ini mengajarkan agar kita mesti memberikan yang terbaik yang bisa kita berikan. Keempat, kenikmatan kerupuk akan dapat dirasakan secara optimal apabila ia disandingkan dengan makanan yang tepat. Kerupuk tidak cocok bila dijadikan teman makan roti, namun bila disandingkan dengan nasi goreng ia akan menambah kenikmatan. Hal itu mengajarkan bahwa potensi diri kita akan dapat menjadi optimal apabila kita bersama-sama dengan orang-orang yang tepat, khususnya mereka yang dapat menerima keberadaan kita.
Kerupuk mengajarkan kepada kita agar dapat memberikan yang terbaik sesuai dengan talenta yang ada pada diri kita, namun demikian tidak lantas menjadi sombong sebab kita hanyalan mahluk yang rapuh. Hanya bersandar kepada Kristus sajalah, kita akan dapat menjalani kehidupan kita. Menyantap kerupuk mengingatkan kita pada nasihat Rasul Paulus kepada Jemaat di Kolose agar dapat selalu memberikan yang terbaik. Paulus menyebutkan, ”Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia”. Melalui ayat ini, Paulus menasihatkan agar kita melakukan segala sesuatu dengan sepenuh hati bukan dengan keluh kesah atau bersungut-sungut, baik itu pekerjaan, pelayanan, studi, hidup berkeluarga, ibadah dan sebagainya. Bukankah sesungguhnya Tuhan Yesus telah memberikan teladan bagi kita tentang bagaimana melakukan segala sesuatu dengan sepenuh hati?
Saudaraku, ‘kriuk’ kerupuk hari ini, kiranya terus mengispirasi kita untuk dapat memberikan yang terbaik, bukan dengan kekuatan diri sendiri melainkan dengan pertolongan Tuhan sehingga kita dapat menempatkan diri dengan baik dan terhindar dari sikap sombong. Selamat berjuang, Saudaraku, Tuhan Yesus memberkati.
Salam: Guruh dan keluarga.
Doa:
Ya Tuhan, kami menyadari betapa ringkih dan rapuhnya diri kami. Namun demikian kami rindu untuk melakukan semua hal dengan sebaik-baiknya sebagai persembahan hidup bagi kemuliaan nama-Mu. Terpujilah Nama-Mu, ya Tuhan Yesus. Amin.
NARSIS
admin Renungan Harian firman, harian, renungan, tuhan 0
Views: 0
Bacaan: Roma 15: 17
“Jadi dalam Kristus aku boleh bermegah tentang pelayananku bagi Allah.”
Syalom jemaat yang terkasih didalam Tuhan.. Semoga bapak/ibu/saudara-saudari dalam keadaan baik..
Jemaat yang terkasih” Seringkali bila kita berjumpa seseorang yang terlalu membanggakan dirinya, misalnya dia kerap memposting foto dirinya di media sosial, maka kita akan berucap,‘’orang kok narsis banget!’’. Istilah narsis ini berasal dari kisah mitologi Yunani tentang seseorang bernama Narcissus yang jatuh cinta terhadap cerminan dirinya sendiri saat berada di tepi danau, bahkan sampai meninggal dunia karena tenggelam pada saat dia berusaha merengkuh bayangan dirinya itu.
Lalu bagaimana dengan kehidupan beriman, bolehkah kita narsis atas apa yang kita lakukan atas nama pelayanan kepada Tuhan dan demi menyaksikan kebaikan kasih-Nya kepada kita?
Ungkapan Rasul Paulus dalam Kristus aku boleh bermegah tentang pelayananku bagi Allah tentu berbeda dengan motivasi narsisisme. Jika pusat dari narsistik adalah kepedulian yang berlebihan pada diri sendiri yang ditandai dengan adanya sikap arogan, percaya diri, dan egois, maka dasar dari Rasul Paulus adalah keberaniannya yang didapatkan dari Allah sendiri.
Inilah yang membedakan antara bermegah dalam Tuhan dengan narsis, yaitu orientasi dan motivasi: apakah demi diri sendiri ataukah demi Tuhan serta demi kebaikan sesama yang lebih luas? Kerendahan hatilah yang menjadi kuncinya dan buah pelayananlah yang menjadi ukurannya, yaitu menuntun pada ketaatan melalui perkataan dan perbuatan.
Masih di tahun yang baru diminggu kedua ini, hendaknya senantiasa kita isi dengan kesadaran untuk menjauhkan diri dari sikap narsistik dan egoisme. Ditahun yang baru ini hendaknya kita isi dengan kesiap-siagaan diri kita serta kesetiaan kita dalam melayani Allah dan sesama yang berlandaskan kerendahan hati. Kita terus berupaya menjaga diri kita dari kesombongan diri yang membuat kita jatuh.
Mari membangun semangat pelayanan yang sungguh, sebab dengan motivasi pelayanan yang benar, kita akan menjadi berkat bagi semua orang. Dengan demikian ini akan mendatangkan kebaikan bagi kita dan juga kehidupan bersama. Selamat berefleksi, Tuhan memberkati kita.
KASIH SETIAMU YANG KURASAKAN
admin Renungan Harian firman, harian, renungan, tuhan 0
Views: 0
Umat Tuhan yang dikasihi Kristus, Syalom Alekhem!
Pada hari Minggu ini, Minggu pertama sesudah Epifania. Gereja memasuki Minggu Biasa diawali dengan Minggu Baptisan Yesus. Hari ini kita merenungkan firman Tuhan yang berjudul “Kasih SetiaMu yang ku rasakan” dengan dasar Lukas 3:21-22 Ketika seluruh orang banyak itu telah dibaptis dan ketika Yesus juga dibaptis dan sedang berdoa , terbukalah langit dan turunlah Roh Kudus dalam rupa burung merpati ke atas-Nya. Dan terdengarlah suara dari langit: ” Engkaulah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada- Mulah Aku berkenan .”Demikianlah Firman Tuhan. Berbahagialah setiap orang yang mendengarkan firman Tuhan dan memeliharanya.
Ayat-ayat ini menceritakan peristiwa Yesus dibaptis. “Terdengarlah suara dari langit”, adalah suara Allah Bapa yang hadir bersama Roh Kudus dalam rupa burung merpati ke atasNya. “Engkaulah AnakKu yang kukasihi”, Bapa menyatakan Yesus sebagai Anak yang dikasihi Bapa, adalah dalam rangka pernyataan Allah dengan misiNya yang ditegaskan kembali di dalam peristiwa transfigurasi bersama Musa dan Elia. “ Inilah Anak yang Kukasihi, kepadaNyalah Aku berkenan, dengarkanlah Dia ” (Mat. 17:5).
Melalui peristiwa pembaptisan Yesus kita diajak untuk melihat dan memahami bahwa ketika kita dibaptis dalam Nama Bapa, Anak dan Roh Kudus, kita menjadi satu bersama Allah Trinitas yang tidak terpisahkan. Allah berkenan mengutus kita menjalankan misi keselamatan bagi dunia ini dengan menyatakan syalom dan kasihNya yang besar itu.
Bapak-Ibu dan Saudara sekalian yang sudah dibaptis dalam nama Bapa, Anak, dan Roh Kudus, berarti kita mendapat anugerah yang besar. Allah sudah mengikat kita, dan menjadikan kita sebagai umatNya!
Sungguh, Allah menjadikan kita anak-anakNya, untuk memberikan suatu kehidupan baru yang bersih dari dosa. Allah telah mempersatukan kita dengan tubuh Kristus, yaitu gereja yang kudus dan am.
Sungguh mempesona, suatu kehidupan yang tidak pernah kita pikirkan. Tuhan berkenan menyatakan bahwa kita adalah anak-anakNya melalui Tuhan Yesus Kristus. Suatu kehidupan yang diperkenan oleh Bapa, seperti Bapa mengasihi Kristus, kitapun merasakan kasih setia Tuhan dalam kehidupan kita. Padahal siapakah diri kita ini sebenarnya? Kita adalah orang berdosa, namun Allah mengasihi kita dan menjadikan kita seperti biji mataNya. Puji Tuhan!
Seperti kesaksian pujian yang dinyanyikan oleh saudara-saudara yang dibaptis dan mengaku percaya satu bulan yang lalu, tepatnya tanggal 11 Desember 2022 di GKI Kwitang, sebuah lagu yang berjudul: “Kasih SetiaMu yang kurasakan” Sebuah lagu pujian yang diciptakan oleh Ir. Niko Nyotoraharjo, yang menyatakan kasih setia Tuhan itu lebih tinggi dari langit biru, dan kebaikan Tuhan itu lebih dalam dari lautan.
Apakah kita dapat membalas kasih setia Tuhan yang besar itu? Sesungguhnya kita tidak mampu membalas anugerah dan kasih setia Tuhan yang besar itu dengan segala kebaikan kita. Kita hanya dapat bersyukur, memuji, dan menyembah Tuhan dengan segenap hati. Kita terus memohon agar kita dimampukan untuk mengasihi Tuhan dengan segenap hati, segenap jiwa, segenap kekuatan dan segenap akal budi. Dan mengasihi sesama dengan sepenuh hati seperti diri sendiri. Artinya seluruh kehidupan kita untuk memuliakan Tuhan. Amin, Saudara?
Tuhan sudah menyatakan kasih setiaNya kepada Saudara, bersediakah Saudara di tahun yang baru ini tetap setia memuji dan menyembah Tuhan? Bersediakah Saudara tetap setia menyatakan kasih kepada sesama dalam pelayanan di tengah-tengah keluarga, di tengah-tengah persekutuan jemaat, dan di tengah masyarakat? Lakukanlah saja! Itu sudah cukup! Amin.
Mari kita berdoa:
Ya Tuhan, Bapa yang di surga, kami bersyukur, di awal tahun ini kami diingatkan kembali akan baptisan yang telah kami terima. Kami memuji dan menyembah Engkau ya Tuhan. Tuntunlah kami sebagai anak-anakMu agar kami mampu menjalani tahun 2023 ini dengan berkat dan kasih karuniaMu. Mampukanlah kami mengasihi Tuhan dan sesama sesuai kehendakMu. Dalam nama Tuhan Yesus Kristus kami berdoa. Amin.
Selamat menjalani tahun 2023. Tuhan memberkati Saudara dan keluarga!
(AM12012023).
PILIHAN PERTAMA KETIKA BANGUN TIDUR
admin Renungan Harian firman, harian, renungan, tuhan 0
Views: 0
Bacaan: Filipi 4: 4
Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan! Sekali lagi kukatakan: Bersukacitalah!
Apa yang membuat kita mengalami hari-hari yang begitu suram dan tak menyenangkan? Seringkali itu disebabkan oleh pilihan hidup setelah kita bagun pagi. Pada umumnya, apa yang terjadi pada hari kemarin atau bahkan masa lalu yang mengganggu, tak meyenangkan atau menyedihkan menyetir kita masuk ke lautan duka, marah, kecewa dll. Ingatan akan kejadian masa lalu itu seolah menarik kita untuk mengalami kekecewaan yang berkepanjangan. Sedih terus, marah terus, susah terus. Ini dapat diindikasikan oleh kita melalui perasaan dan bahkan bisa menguasai rasa di tubuh. Ketika bangun pagi lho. Perasaan tak menyenangkan itu dibarengi dengan badan yang letih, tak bersemangat arau malah juga muncul dalam bentuk gangguan fisik lain; kepala pusing, mual, dll
Apakah benar kita tak berdaya menghadapi itu semua? Apakah kita tak bisa memilih apakah yang mau saya rasakan hari ini? Mmg kita mungkin harus ke dokter, namun kita juga dapat memilih untuk apa yg mau kita rasakan hari ini. Nah oleh karena itulah Firman Tuhan mengajak kita untuk menghayati lagi soal hal ini. Dalam Firman Tuhan, kita diingatkan untuk bersukacitalah senantiasa…Firman ini mengajak kita untuk memilih melihat dan merasakan kebaikan Tuhan dalam hidup kita.
Sekali lagi, memang ini soal memilih di setiap pagi hari kita. Kita memang tak dapat memungkiri atau tak dapat melupakan apa yang terjadi kemarin, yang mungkin tak menyemangatkan, yang memberi kita ingatan buruk atau dan tak menyenangkan. Namun bukankah kita juga sesungguhnya memiliki pengalaman atau bahkan kenyataan hidup ini yang dapat membuat kita bersyukur? Ada seorang yang mengatakan bahwa seburuk apapun pengalaman kemarin, jika hari ini kita masih bangun dan dapat menghirup udara, maka bersyukurlah.
Bersyukur kiranya dapat menjadi pilihan pertama kita setiap kali kita bangun tidur. Dengan hati yang bersyukur, kita telah dimotivasi pertama untuk merasakan dan melihat kebaikan dan terpacu untuk merasakan dan melihat kemungkinan atau peluang baik. Dengan demikian pula, pikiran kita telah kita ” drive ” terlebih dahulu untuk memiliki harapan, untuk melihat peluang, kesempatan dengan bersemangat, menemukan apa yang indah baik dan berguna.
Nah jadi Firman bersukacitalah senantiasa kita imani dengan selalu memilih untuk bersyukur setiap bangun tidur. (LiNRH11-01-2023)
PERJALANANMU BERHASIL DAN BERUNTUNG
admin Renungan Harian firman, harian, renungan, tuhan 0
Views: 1
Bacaan: Yosua 1:1-9
Salam sejahtera, semoga kita makin ingat memperkatakan firman Tuhan, merenungkannya siang dan malam, sehingga kita akan bertindak hati-hati dan perjalanan hidup kita berhasil dan beruntung seperti ungkapan dalam Yosua 1:8 Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung.
Perjalanan yang berhasil dan beruntung kita pelajari dari Yosua, seorang pemimpin yang berhasil membawa bangsa Israel masuk ke Kanaan, tanah perjanjian. Keberhasilan Yosua karena kuasa Allah yang memberi kemenangan menghadapi bangsa Kanaan. Setelah 40 tahun di padang gurun, sekarang bangsa Israel menetap di Kanaan dan hidup merdeka.
Kanaan masa kini adalah wilayah yang meliputi Israel, Palestina, Lebanon, serta sebagian Yordania, Suriah, dan sebagian kecil Mesir timur laut. Ketika bangsa Yunani menguasai Kanaan, wilayah ini dinamakan Palestina. Dalam Alkitab, Palestina disebut sebagai tanah perjanjian, negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya (Ulangan 6:3). Allah berjanji akan memberikan tanah itu kepada Abraham dan keturunannya. Dari sejak Abraham sampai Yosua, sekitar 600 tahun, akhirnya janji Tuhan digenapi.
Perjalanan Yosua berhasil dan beruntung karena menerima dan mengikuti perintah Allah, untuk mengambil alih kepemimpinan dari Musa yang telah meninggal. Yosua menjadi pemimpin, dengan rendah hati, mengikuti perintah, kehendak, tujuan, rencana Allah, bukan mengikuti kehendak, tujuan, rencana sendiri. Keberhasilan dan keberuntungan Yosua karena rendah hati menaati perintah, kehendak, tujuan dan rencana Tuhan. Yosua setia memegang janji Tuhan yang sudah disampaikan Tuhan kepada Abraham. Tuhan memberikan berkat kepada bangsa Israel yang taat dan setia pada janji Tuhan. Kutukan, hukuman dari Tuhan diberikan kepada orang Kanaan yang hidup dengan penyembahan berhala dan perbuatan jahat mereka. Keberhasilan dan keuntungan karena rendah hati, taat dan setia pada Tuhan dan janjiNya.
Keberhasilan dan keberuntungan Yosua tidak terlepas dari kerendahan hati untuk berproses melalui belajar dari teladan Musa. Yosua dibimbing Musa untuk taat dan setia pada Tuhan. Yosua telah belajar banyak dari Musa dalam memimpin bangsa Israel. Melalui proses belajar tersebut, iman dan keberanian Yosua bertumbuh. Yosia tidak takut dalam berjuang, tidak mudah tawar hati dan kecut. Sebab Ia yakin akan menang dalam kuasa Tuhan. Keberhasilan dan keberuntungan karena taat setia pada Tuhan, tidak takut berjuang, tidak kecut dan tawar hati karena yakin diberi kemenangan oleh Tuhan.
Keberhasilan dan keberuntungan Yosua juga terkait dengan kemampuan sebagai panglima perang, yang diberikan Tuhan kepada Yosua, serta latihan dalam berbagai perang sebelum masuk ke Kanaan. Kemenangan dalam peperangan bukan karena kekuatan pribadi Yosua, tapi karena Tuhan menyertai, kuasa Tuhan bekerja melalui Yosua. Seluruh bakat, latihan, pengalaman, bersatu menjadi kekuatan yang diberikan Allah kepada Yosua. Melalui hati yang menerima panggilan Allah, maka Yosua dibuat berhasil dan beruntung dalam perjuangan yang dilakukannya untuk memimpin bangsa Israel, menaklukan Kanaan dan masuk ke Kanaan. Keberhasilan dan keberuntungan karena menggunakan seluruh potensi dirinya untuk menjalankan tugas panggilan dari Tuhan, dan melalui latihan dan menggunakan kekuatan dari Allah.
Keberhasilan mengalahkan Kanaan adalah awal membangun bangsa Israel, menjadi bangsa yang besar, umat pilihan Allah. Bangsa yang besar terjadi bukan karena kekuatan dan kehebatan diri sendiri tapi karena taat, bergantung pada perintah, kehendak, tujuan dan rencana Tuhan. Hati yang kuat dan teguh menjalankan kehendak, tujuan, rencana Tuhan, membuat orang tidak menyimpang ke kanan dan ke kiri, tujuan Tuhan pasti tercapai.
Ketika Tuhan menyertai Yosua dan umat maka Yosua berhasil dan beruntung. Bangsa lain tidak ada yang dapat bertahan menghadapi Yosua. Tuhan tidak membiarkan dan tidak pernah meninggalkan Yosua. Janji Allah menyertai Yosua juga berlaku bagi kita yang menerima panggilan dari Tuhan untuk berkarya di rumah, di kantor dan gereja di tengah masyarakat. Tuhan tidak akan membiarkan dan meninggalkan kita. Tuhan penolong kita maka kita tidak takut menjalankan tugas panggilan, perjuangan hidup yang melayani Tuhan.
Yosua berhasil dan beruntung karena yakin akan kehadiran Allah dalam pekerjaannya yang dikerjakan sebagai panggilan Tuhan. Penghiburan yang besar bagi orang Kristen bahwa anugerah pada Yosua juga akan diberikan kepada kita yaitu keberhasilan dan keberuntungan. Allah berjanji tidak akan pernah meninggalkan Yosua. Kita memerlukan kehadiran Allah, ketika kita memulai dan menjalankan pekerjaan. Kita membutuhkan pertolongan Tuhan terus-menerus dalam meneruskan pekerjaan itu. Kita mengimani bahwaTuhan beserta kita, selama kita beserta Dia.
Cara Yosua memimpin umat dengan mempercakapkan firman Tuhan dengan umat, mengajak umat merenungkan firman Tuhan. Yosua teguh dan kuat untuk mempercakapkan firman Tuhan dalam segala hal dan bersama umat. Yosua merenungkan firman Tuhan siang dan malam, supaya ia bisa memahaminya dan siap sedia bertindak hati-hati. Yosua juga mengajak umat merenungkan firman Tuhan agar bertindak hati-hati sesuai dengan firman Tuhan. Kita melakukan pekerjaan harus memiliki tekad yang kuat, teguh hati, dalam merenungkan firman Tuhan, mempercakapkan firman Tuhan dan melakukan bersama-sama. Hati yang kuat dan teguh membuat kita tidak kecut dan tidak mudah tawar hati. Hati yang kuat dan teguh membuat komitmen kita bertambah terus, motivasi melayani Tuhan bertambah terus. Hal ini juga membuat kita berhasil dan beruntung.
Keuntungan kita sangat besar jika Tuhan Yesus milik kita, menyertai kita selalu, hati kita bersukacita dan damai. Walau banyak tantangan, badai dunia, hati kita tidak goyah, kuat , teguh, karena Yesus milik kita, menyertai kita seperti ungkapan dalam NKB. 197:1 Besarlah untungku jika Yesus milikku, bersuka jiwaku kar’na damai yang penuh. Meskipun angin k’ras badai dunia menderu, tak goyah hatiku kar’na Yesus milikku. Reff Benar, benar, besarlah untungku. Benar, benar, besarlah untungku. Benar, benar, besarlah untungku. Ketika Yesus sungguhlah tetap milikku. amin
Berdoa:
Ya Tuhan mampukan kami memperkatakan firman Tuhan, merenungkannya siang dan malam, sehingga kami bertindak hati-hati dan perjalanan hidup kami berhasil serta beruntung. Berilah kerendahan hati mengikuti panggilan dan kehendak Tuhan. Dalam nama Yesus kami berdoa amin.
KISAH DI BALIK NASI GORENG
admin Renungan Harian firman, harian, renungan, tuhan 0
Views: 0
Bacaan: 2 Korintus 6: 1
”Sebagai teman-teman sekerja, kami menasihatkan kamu, supaya kamu jangan membuat menjadi sia-sia kasih karunia Allah, yang telah kamu terima”.
Salam sehat penuh rahmat, Tuhan sertamu!
Siapa tidak kenal dengan nasi goreng? Makanan rakyat yang merupakan kombinasi sempurna antara nasi, telur, daging ayam atau sapi, ditambah dengan bumbu-bumbu khas ini telah menjadi menu favorit yang diminati banyak orang. Nasi goreng dapat dijumpai di mana saja baik di restoran besar maupun pedagang kaki lima. Bahkan di rumah, nasi goreng menjadi “pertolongan pertama” bila perlu menu sarapan yang berbeda.
Meski menjadi makanan semua kalangan, tahukah Anda bahwa sebetulnya nasi goreng ini bukan sajian asli Indonesia? Kisah tentang nasi goreng ini berawal di China, tepatnya dari daerah Yangzhou. Masyarakat Yangzhou telah menyantap nasi goreng sejak tahun 4000 SM. Ada alasan menarik di balik terciptanya menu nasi goreng ini. Pada waktu dahulu, masyarakat Yangzhou tidak suka untuk mengonsumsi nasi yang sudah menginap semalam, akan tetapi mereka juga tidak mau bersikap boros dengan membuang nasi tersebut. Nah, supaya nasi tadi tetap dapat terasa enak, akhirnya mereka mengolahnya dengan cara menggoreng nasi dan juga lauk pauk kemarin malam tersebut. Untuk menambah rasa agar lebih nikmat, maka mereka menambahkan bumbu bawang-bawangan. Upaya ini menghasilkan sebuah sajian nasi goreng yang dikemudian hari menjadi makanan banyak orang di berbagai daerah.
Ya, ternyata nasi goreng lahir dari keinginan untuk tidak menyia-nyiakan makanan yang ada. Bila nasi kita pandang sebagai berkat, maka sesungguhnya sikap tidak membuang nasi dengan sia-sia itu merupakan wujud nyata dari tindakan tidak menyia-nyiakan berkat atau karunia Tuhan.
Bila kita menilik ke dalam kehidupan kita, maka kita akan melihat bahwa Tuhan telah mengaruniakan berkat yang begitu banyak kepada diri kita masing-masing, seperti: pekerjaan, makanan, kesehatan, waktu, kekuatan, usia, keluarga dan sebagainya. Dan lebih dari pada itu semua, berkat keselamatan di dalam Tuhan Yesus juga sudah kita terima dari Allah. Kepada jemaat di Korintus, Rasul Paulus mengingatkan, ”Sebagai teman-teman sekerja, kami menasihatkan kamu, supaya kamu jangan membuat menjadi sia-sia kasih karunia Allah, yang telah kamu terima”.
Kata yang diterjemahkan dengan sia-sia itu bermakna ’kosong, hampa, sia-sia dan bodoh’. Dengan kata lain, Rasul Paulus meminta agar jemaat Korintus tidak berindak seperti orang bodoh yang menganggap bahwa karunia Tuhan itu tidak berarti atau kosong. Tindakan kebodohan ini akan terjadi apabila jemaat tidak sungguh-sungguh berada di dalam Kristus. Sampai di sini, kita dapat melihat hubungan yang erat antara ‘hidup di dalam Tuhan Yesus’ dengan ‘sikap tidak menyia-nyiakan karunia atau berkat’, yaitu bahwa hanya orang-orang yang hidup dengan sungguh-sungguh di dalam Kristuslah yang akan dapat selalu bersyukur dan tidak akan menyia-nyiakan karunia dan berkat dari Tuhan apapun bentuknya.
Hari ini kita belajar dari sejarah nasi goreng yang menasihati agar kita tidak menyia-nyiakan berkat dan karunia dari Tuhan. Dengan tidak menyia-nyiakan berkat dan karunia Tuhan, maka kita dapat menjalani hari-hari kita bersama dan di dalam Kristus dengan penuh syukur serta tidak bersikap bodoh di sepanjang kehidupan kita. Selamat berjuang, Tuhan Yesus memberkati.
Salam: Guruh dan keluarga.
Doa:
Terimakaih, ya Tuhan, untuk segala karunia dan berkat yang telah dan akan Engkau limpahkan kepada kami. Kami rindu belajar untuk tidak menyia-nyiakan berkat-Mu itu. Kiranya Roh Kudus menolong kami untuk mewujudkannya. Terpujilah Nama-Mu, ya Tuhan Yesus. Amin.
