harian
AHLI WARIS KERAJAAN ALLAH
admin Renungan Harian firman, harian, renungan, tuhan 0
Views: 0
Bacaan: Galatia 4:7
Jadi kamu bukan lagi hamba, melainkan anak: jikalau kamu anak, maka kamu juga adalah ahli-ahli waris, oleh Allah
Syalom jemaat yang terkasih didalam Tuhan..Semoga bapak/ibu/ibu saudara-saudari dalam keadaan sukacita.
Jemaat yang terkasih.. Tak terasa kita memasuki minggu terakhir tahun 2021.”. Sebagai manusia hina yang diberikan kuasa menjadi anak-anak Allah maka kita pun bisa memperoleh warisan dari Allah. Warisan yang akan kita peroleh tentunya adalah keselamatan kekal. Kita harus patut bersyukur atas kesempatan besar ini. Dari kemanusiaan kita yang berdosa mendapatkan kesempatan dan hak warisan dari Allah.
Musa adalah anak yang dilahirkan oleh orangtua Israel pada masa pemerintahan Firaun. Suatu masa yang sangat sulit di mana bangsa Israel sedang berada dalam penindasan bangsa lain yaitu Mesir. Pada waktu itu Firaun juga membuat perintah yang benar-benar di luar batas kemanusiaan yaitu agar semua bayi laki-laki Israel dibunuh. Itulah sebabnya Yokhebed, ibu Musa, memikirkan rencana bagaimana menyelamatkan bayinya.
Bayi Musa itu pun dihanyutkan ke sungai dalam sebuah keranjang, dan akhirnya puteri Firaun mengambil Musa kecil itu dan mengangkatnya sebagai anak. Lalu, puteri Firaun memberikan bayi alaki-laki itu kepada Yokhebed untuk disusui. Dua wanita (puteri Firaun dan Yokhebed) dipakai Tuhan untuk menyelamatkan hidup Musa.
Sebagai orang percaya, Alkitab berkali-kali menegaskan bahwa kita telah diangkat sebagai anak-anak Allah sehingga kita dapat berseru kepada Allah dan memanggil Dia, “Abba, Bapa!”. (Baca Roma 8:15). Kita yang dahulu hidup dalam perbudakan dosa kini telah dibebaskan melalui pembenaran dalam karya kudus Kristus di kayu salib. Kita dinyatakan benar oleh pengorbanan Kristus, sehingga Allah mengangkat kita menjadi anak-anakNya.
Secara Alkitabiah, pengangkatan anak adalah tindakan Allah di mana seseorang yang telah diperbaharui Roh Kudus, diubah, dan dibenarkan, kemudian dipindahkan ke dalam persekutuan orang yang ditebus dalam keluarga Allah. Sebagai anak Allah banyak sekali berkat tak terbatas yang menjadi bagian kita tidak hanya di waktu sekarang, tetapi juga untuk waktu yang akan datang ketika Kristus kembali, di mana kita akan memerintah bersamaNya sebagai ahli waris Kerajaan Allah.
Selamat menjadi ahli waris kerajaan Allah, dan hidup seturut dengan teladanNya. Selamat meninggalkan manusia lama kita ditahun 2021 dan sambutlah tahun 2022 sebagai manusia yang mempunyai warisan yang baik dari Allah. Tuhan memberkati.
Doa
Mari kita berdoa, Ya Allah yang bertahta dalam kerajaan surga. Ajar kami untuk layak menerima warisan-Mu yang luhur, agar di tahun 2022 kami dapat menjadi pribadi yang lebih baik, lebih berkualitas. Pimpin kami ya Tuhan. Dalam nama Tuhan Yesus Kristus, kami telah berdoa. Amin.
DIA LAHIR UNTUK KAMI
admin Renungan Harian firman, harian, renungan, tuhan 0
Views: 0
Jemaat Tuhan, Syalom Alekhem! Selamat Hari Natal 2021 dan Tahun Baru 2022. Kiranya damai dan sukacita senantiasa mewarnai kehidupan kita.
Kita telah merayakan Natal, hari kelahiran Tuhan Yesus Kristus. Siapakah Tuhan Yesus Kristus itu? Untuk apa Dia lahir di dunia? Marilah kita merenungkan tema “Dia lahir untuk kami.”
Firman Tuhan yang mendasari renungan kita terambil dari kitab Injil Yohanes 1:14 “ Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.”
Demikianlah Firman Tuhan. Berbahagialah setiap orang yang mendengar Firman Tuhan dan yang memeliharanya.
Saudara-saudara, hati kita penuh syukur dan puji kepada Tuhan. Sungguh luar biasa Injil Yohanes dimulai dengan menceritakan “Siapakah Yesus” dari kekekalan-Nya.
Injil Yohanes tidak menceritakan peristiwa kelahiran Bayi di Betlehem, para malaikat, para gembala, dan para Majus yang sujud menyembah, tetapi menceritakan FIRMAN yang menjadi Manusia. Yoh. 1:1 “ Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah. Dan Firman itu adalah Allah.”
Dan ayat 14 dikatakan: “Firman itu telah menjadi manusia dan diam di antara kita.” Kehadiran Yesus menjadi manusia (Yun.: sarx = daging), mempunyai arti bahwa Tuhan Yesus turut merasakan pergumulan, kelemahan, penderitaan dan kerapuhan manusia. Tetapi Dia tidak berbuat dosa.
Itulah sebabnya, karena kasih-Nya yang besar, Dia menjadi korban yang sempurna untuk menebus dosa kita melalui kematian-Nya di kayu salib. Dia bangkit untuk memberi hidup bagi setiap orang yang percaya kepada-Nya. Dia mampu memberi hidup dan membangkitkan Saudara dan saya, karena Dia adalah Tuhan yang menjadi Juruselamat dunia!
Melalui Dia, kita dapat melihat kemuliaan Allah yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, yang penuh kasih karunia dan kebenaran.
“Diam di antara kita” menunjukkan kehadiran Yesus menggenapi nubuat nabi Yesaya tentang “Imanuel”. Imanuel berarti: Allah beserta kita. Tuhan Yesus mau menjadi Sobat yang setia bagi Bapak Ibu yang mempunyai pergumulan hidup yang berat. Tuhan Yesus mau menjadi Sobat yang setia bagi Anda-anda sobat muda, yang merasa gagal dan tidak punya pengharapan. Tuhan Yesus mau menjadi Sobat yang setia bagi semua orang yang terjerat dalam dosa. Dia adalah Imanuel yang diam di antara kita. Puji Tuhan!
Seperti kesaksian pujian dari staf karyawan GKI Kwitang pujian yang berjudul: “Dia Lahir Untuk Kami.” Nyanyian rohani kontemporer ini begitu jelas syairnya dan mempunyai makna teologis yang dalam. Nyanyian rohani yang menjadi berkat bagi banyak orang: “Dia lahir untuk kami, Dia mati untuk kami, Dia bangkit untuk kami semua.”
Siapakah Dia? “Dia itu Tuhan kami, Dia itu Allah kami, Dia Raja di atas segala raja.” Siapakah Dia? “Dia itu firman Allah yang turun ke bumi, dan jadi sama dengan manusia.” Puji Tuhan! Siapakah Dia? “Dia Yesus Sobat kami.! Dia Yesus Tuhan kami, Sang Penebus Juruselamat dunia.”
Jika Saudara mengundang Kristus tinggal di hati Saudara, Kristus mau menjadi Sobat Anda. Pertanyaannya bagi Anda: Pertama, bersediakah Anda mempunyai komitmen untuk menerima Yesus sebagai Sobat Anda dan dalam suka maupun duka? Kedua, bersediakah Saudara melakukan seperti Kristus, mau menjadi sobat bagi sesama Saudara? Jadilah sobat bagi anggota keluarga saudara, jadilah sobat bagi sesama dalam persekutuan jemaat, dan jadilah sobat bagi sesama dalam masyarakat di mana Saudara berkarya. Lakukanlah saja! Itu sudah cukup! Amin.
Mari kita berdoa:
Segala puji dan syukur kami panjatkan kepada-Mu, ya Allah. Oleh karena kasih karunia-Mu yang besar bagi umat manusia. Engkau telah datang ke dalam dunia menjadi manusia dan diam di antara kami. Engkau mau menjadi Sobat yang setia. Mampukanlah kami juga menjadi sobat yang setia bagi sesama kami. Dalam nama Tuhan Yesus Kristus kami berdoa. Amin.
Tuhan memberkati Saudara dan keluarga.
(AM 30122021)
KERENDAHAN YANG MULIA
admin Renungan Harian firman, harian, renungan, tuhan 0
Views: 0
Bacaan: Lukas 2: 8-14
Di daerah itu ada gembala-gembala yang tinggal di padang menjaga kawanan ternak mereka pada waktu malam. Tiba-tiba berdirilah seorang malaikat Tuhan di dekat mereka dan kemuliaan Tuhan bersinar meliputi mereka dan mereka sangat ketakutan.Lalu kata malaikat itu kepada mereka: “Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa:Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud. Dan inilah tandanya bagimu: Kamu akan menjumpai seorang bayi dibungkus dengan lampin dan terbaring di dalam palungan.”Dan tiba-tiba tampaklah bersama-sama dengan malaikat itu sejumlah besar bala tentara sorga yang memuji Allah, katanya:”Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya.”
Seringkali, dalam kelemahan, ketidakberdayaan dan kesengsaraan kita, kita memandang bahwa segalanya telah hancur dan tak lagi berharga. Padahal apakah sesungguhnya demikian? Bukankah malah bisa sebaliknya? Mustahil?. Dalam ketidakberdayaan, saat itulah yang membuat kita seringkali melihat cahaya Illahi. Ketika semua hal di dunia ini tidak lagi dapat menjadi andalan kita, maka saat itu kita baru sungguh memahami, bahwa ada kekuatan Sang Illahi yang mampu menembusi ketidak berdayaan, kelemahan dan segala kerapuhan diri. Kita seringkali tak menyadari bahwa dalam kepasrahan penuh, Ia membuat kita perlahan bangkit dan naik.
Lahirnya Tuhan Yesus di Palungan adalah Gambaran kelemahan dan ketidak berdayaan. Namun dalam kelemahan dan ketidak berdayaan dari tubuh bayi mungil itu, juga dikabarkan bahwa Sang lemah dan tak berdaya itu adalah Sang Juruselamat, yang mendapat pujian dari para Malaikat, Bala tentara Sorga : “Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya.” Dalam kerendahan Nya, Ia ditinggikan.
Bagi kita yang menerima Dia dalam hidup kita, bagi kita yang menerima Juruselamat yang lahir bagi kita, bagi kita yang berkenan kepadaNya: kita adalah mereka yang termasuk dalam penerima rahmat abadi. Bersama dalam ketidak berdayaan Nya, kita juga bersama dalam kemuliaanNya, Dalam ketahanan, kekuatan memandang kepada Dia yang telah lahir itu, kita menerima dan mengalami dan melihat kebesaran, pimpinan dan kemuliaaNya hadir dalam hidup kita.
Jadi tetaplah bergerak maju, bersandar dan berharap kepadaNya. Bukan hanya karena kau hebat, namun karena kelemahan dan segala keterbatasan dan kepedihanmu bukan suatu yang haram dan dilarang hadir, Namun karena dalam segala keadaan itu, kau tetap berharga di mataNya, Kau tetap istimewa di hadiratNya. Untuk itulah Ia lahir bagi kita.
Akan selalu ada moment menyedihkan dalam hidup kita, namun itu malah akan dapat mengubah seluruh hidupmu. Biarlah kelemahan, keterbatasan mu malah mengubahmu menjadi lebih kuat, lebih bijak dan lebih murah hati. Tetapi jangan mengubahmu menjadi seseorang yang bukan dirimu. Menangislah, berteriaklah jika kau menginkannya, tapi lalu lihat dan arahkanlah pandanganmu pada mahkota kemenangan itu, dan ayo terus melangkah….(LiN28-12-2921)
IA MENINGGIKAN TANDUK
admin Renungan Harian firman, harian, renungan, tuhan 0
Views: 0
Bacaan: Mazmur 148
Salam sejahtera, semoga kita makin ditinggikan Tuhan, ketika kita merendahkan hati dihadapan Tuhan, seperti ungkapan dalam Mazmur 148:14 Ia telah meninggikan tanduk umat-Nya, menjadi puji-pujian bagi semua orang yang dikasihi-Nya, bagi orang Israel, umat yang dekat pada-Nya. Haleluya!
Orang yang rendah hati adalah orang yang dikasihi Tuhan dan orang yang dekat dengan Tuhan. Orang yang rendah hati semakin tulus memuji Tuhan, sangat bergantung pada keputusan Tuhan yang perkasa. Orang memuji Tuhan, karena Tuhan itu sangat hebat dibanding dirinya dan kekuatan dunia. Firman Tuhan dipercaya sangat hebat, sangat berkuasa, kekal, tidak berubah.
Orang yang memuji Tuhan karena orang tersebut sangat mengagungkan, menghormati, mengasihi Tuhan sebagai pencipta, pemelihara alam semesta dan manusia. Pengakuan iman rasuli : Aku percaya Allah, Bapa yang mahakuasa, Khalik langit dan bumi. Pengakuan ini dalam rangka memuji, mengagungkan, mempercayai Allah yang mahakuasa, pencipta langit dan bumi. Hati orang yang memuji, mengagungkan Tuhan berarti hatinya diarahkan sepenuhnya pada Tuhan, hati tidak diarahkan pada materi, kekayaan, kedudukan, kekuasaan atau pada kehebatan diri sendiri. Orang yang memuji Tuhan berarti menyambut Tuhan dengan hati gembira seperti gembala yang menyambut kelahiran Yesus, setelah bertemu dengan bayi Yesus, mereka pulang dengan hati bersukacita.
Memuji, mengagungkan Tuhan bukan dengan mulut, tapi dari hati dan tindakan yang bergantung pada perintah atau kehendak Tuhan. Ia bergantung pada Tuhan, terpesona pada perbuatan ajaib Tuhan. Pujian lahir dari kesadaran dan iman bahwa segala sesuatu baik yang kelihatan maupun yang tidak kelihatan adalah ciptaan Tuhan. Mengenal alam ciptaan Tuhan, tidak otomatis membuat orang memuliakan Tuhan. Hanya dalam iman orang dapat memuliakan Tuhan, ketika melihat ciptaan Tuhan.
Pribadi, keluarga, gereja, bangsa yang memuji, mengagungkan Tuhan, maka Tuhan akan meninggikan tanduk mereka. Tanduk adalah gambaran kekuatan, seperti seekor lembu liar yang kepalanya mendongak sebagai tanda yakin kepada kekuatan dirinya. Tuhan meninggikan tanduk Hana berarti kekuatan Hana berasal dari Tuhan ketika menghadapi penderitaan, penghinaan atas dirinya yang mandul. Hana sangat bergantung pada kekuatan Tuhan, yang dinyatakan dalam doa (1 Samuel 2:1 Lalu berdoalah Hana, katanya: “Hatiku bersukaria karena TUHAN, tanduk kekuatanku ditinggikan oleh TUHAN; mulutku mencemoohkan musuhku, sebab aku bersukacita karena pertolongan-Mu.). Hana bersukacita di dalam keselamatan dari Tuhan, karena segala sesuatu yang diizinkan Tuhan menimpa hidupnya seperti mandul, dihina orang lain, tapi pergumulan tersebut dibawa Hana kepada Allah di dalam doa, dengan keyakinan penuh bahwa masalah apapun yang menimpa, hal itu tidak ada yang dapat memisahkannya dari kasih Tuhan. Hana tidak menuduh Tuhan, tidak adil, sebaliknya Hana percaya, Tuhan akan mendatangkan kebaikan dari segala sesuatu yang terjadi atas hidup. Tanduk Hana ditinggikan Tuhan, sehingga ia semakin yakin akan kekuatan Tuhan dalam hidupnya ketika menghadapi pergumulan hidup. Tuhan merendahkan orang yang meninggikan diri, yang suka menghina Hana. Tuhan meninggikan Hana yang mandul, dengan kelahiran Samuel. Tuhan menjanjikan bahwa barangsiapa merendahkan hati, maka ia akan ditinggikan. Kerendahan hati merupakan perhiasan yang sangat berharga di mata Allah. Orang-orang yang rendah hati memiliki kehormatan dihadapan Allah.
Orang yang merendahkan hati dalam kesedihan yang mendalam akibat dosa-dosa mereka, dan menyesali dosanya dan ditunjukkan dalam sikap rendah hati terhadap sesama maka ia akan ditinggikan Tuhan, untuk mewarisi takhta kemuliaan dari.
Pengalaman gembala yang rendah, miskin, dijumpai oleh Allah yang Maha Tinggi pada saat Yesus lahir, adalah contoh orang yang ditinggikan tanduknya oleh Tuhan, sehingga setelah berjumpa dengan Tuhan, gembala itu makin bersemangat melakukan kehendak atau perintah Tuhan makin bersukacita menjalani pekerjaan sehari-hari sebagai gembala.
Pengalaman Yusuf yang dihina, direndahkan, dianiaya oleh saudara-saudaranya, menjadi budak Potifar, difitnah oleh istri Potifar kemudian dipenjara, tapi Tuhan meninggikan tanduk Yusuf, sehingga ia bersemangat dan kualitas kerjanya sangat baik, sangat bertanggung jawab, dipercaya oleh Potifar, dipercaya oleh kepala penjara dan kemudian dipercaya oleh Firaun.
Pengalaman Daud yang dianggap rendah oleh saudara-saudaranya karena anak paling kecil, berbadan kecil, pekerjaan rendah sebagai gembala domba, ia sangat mengasihi dombanya, namun Tuhan meninggikan tanduk Daud sehingga ia dimampukan Tuhan untuk melawan Goliat dan pasukan Filistin, dan dipercaya oleh Tuhan menjadi raja Israel menggantikan Saul yang tegap dan berbadan besar, tapi tinggi hati dan akhirnya direndahkan Tuhan. Pengalaman Yesus yang dianggap rendah oleh pemimpin Yahudi dan masyarakat Yahudi, dihina, disiksa, disalibkan dan mati, tapi Allah meninggikan Yesus dalam kebangkitanNya dan kenaikan Yesus ke surga. Orang yang rendah hati dengan penuh gairah memuji Tuhan dan mengutamakan kehendak Tuhan, siap melayani Tuhan, bukan melayani kehendak sendiri.
Orang tinggi hati, mengutamakan kehendak sendiri, pikiran sendiri, tidak mampu memahami Tuhan menurut kehendak Tuhan. Orang yang tinggi hati kalau ada penyakit, kedukaan, kegagalan, putus kerja, maka ia akan merendahkan Tuhan dengan mengatakan Tuhan tidak adil, Tuhan jahat, Tuhan tidak peduli, Tuhan tidak berguna. Orang yang tinggi hati tidak mengasihi Tuhan, tidak dekat lagi dengan Tuhan dan tidak mendapat kekuatan dari Tuhan. Orang ini mengandalkan kekuatan dirinya sendiri, kekuatan duniawi, dan akhirnya ia akan direndahkan Tuhan.
Nebukadnezar, pada puncak kesombongannya, dijadikan sama seperti seekor binatang. Herodes menjadi makanan pesta bagi cacing-cacing. Bila orang-orang yang meninggikan diri tidak menunjukkan kerendahan hati di dunia ini, akan tiba saatnya mereka akan dibangkitkan untuk mengalami kehinaan dan kengerian yang kekal.
Marilah kita merendahkan hati, maka Tuhan akan meninggikan. Tuhan menyingkirkan orang yang tinggi hati seperti ungkapan PKJ 60 : 3 Tuhan ‘kan meninggikan yang suka merendah; olehNya disingkirkan yang angkuh bermegah. Yang tulus hatinya niscaya dilayakkan Menyambut kedatangan Sang Raja Mulia. Amin.
Berdoa:
Ya Tuhan mampukan kami merendahkan hati kami, dengan memuji keperkasaan Tuhan yang telah mencipta alam semesta dan manusia. Mampukan kami bergantung pada kuasa Tuhan, kehendak Tuhan, seperti Hana bergantung pada Tuhan dan mendapat kekuatan dari Tuhan dalam menghadapi pergumulan hidup, menghadapi orang yang menghina. Dalam kerendahan hati, kiranya Tuhan akan meninggikan tanduk hidup kami. Dalam Yesus kami berdoa. Amin.
JANGAN TAKUT, TELAH DATANG JURUSELAMAT
admin Renungan Harian firman, harian, renungan, tuhan 0
Views: 0
Lukas 2: 10-11
Lalu kata malaikat itu kepada mereka: “Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa: Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud.
Syalom jemaat yang terkasih didalam Tuhan..Semoga bapak/ibu/ibu saudara-saudari dalam keadaan sukacita.
Jemaat yang terkasih.. Natal-Nya adalah suatu rahmat Allah, yang tampak nyata bagi semua orang. Rahmat Allah yang menyelamatkan, rahmat Allah yang nyata dalam diri sang bayi Yesus Kristus. Yesus Kristus itulah yang diwartakan, malam nanti, “Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat yaitu Kristus Tuhan di kota Daud”. Warta gembira itu diperdengarkan kepada umat di seluruh belahan bumi.
Telah lahir bagi kita, dalam hati yang terbuka, hati yang sederhana mau menyambut-Nya, hati yang penuh sukacita tanpa balas dendam, iri hati, benci, hati yang tulus ikhlas, polos dan jujur tanpa perhitungan untung-rugi. Di hati dan hidup seperti inilah Yessus Kristus, sang Juruselamat mau hadir, lahir dan tinggal. Maka natal-Nya merupakan sebuah kabar sukacita yang menggembirakan, yang telah mengalahkan kegelapan hati dan budi, membawa damai dan berkat.
Kelahiran Yesus membawa banyak orang dari berbagai lapisan, entah para gembala miskin, entah kalangan rakyat jelata, entah para sarjana (raja) dari Timur, datang menjumpai-Nya sebagai sahabat.
Maka kitapun patut hidup sebagai sahabat bagi semua orang, sebagaimana yang ditunjukkan dalam natal-Nya ini. Sahabat yang punya hati yang peduli, hati yang turut merasakan penderitaan orang lain, hati yang mau melihat dan mendengarkan warta kelahiran sang damai sejati, hati yang tanpa rasa takut dan curiga.
Malam nanti, di hati, di tengah umat dan keluarga. Kita diteguhkan oleh sapaan “Jangan takut!”. Jangan takut karena telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus Tuhan. Mengapa jangan takut? Karena kelahiran Yesus membawa damai, sukacita dan berkat. Hanya hati yang penuh dosa, kebencian, iri, hati yang cemas akan hidup ini, akan selalu merasa takut. Natal tanpa rasa takut karena Kristus Tuhan, Juruselamat, sang damai sejati telah lahir bagi kita.
Malam nanti adalah malam penuh rahmat, kita tidak berhenti pada rasa haru, dan tergugah oleh warna warni dan suasana natal yang meriah ini. Yesus yang adalah Allah yang menjadi manusia, kita tidak sanggup memahami cinta Allah yang demikian besar, yang dinyatakan Allah bagi kita. Allah melakukan semuanya ini bukan karena kita layak, tetapi karena Ia telah melimpahkan cinta-Nya yang tak terbatas kepada manusia.
Allah mengasihi manusia bukan dengan kasih yang setengah-setengah, bukan dengan kasih yang pura-pura dan membedakan, bukan pula dengan kasih yang mencari keuntungan. Ia mengasihi kita manusia dan dunia dengan kasih tulus, utuh, penuh, sempurna, tampa perhitungan, tanpa pamrih, sejati. Kasih-Nya adalah kasih yang menyelamatkan dan membebaskan. Inilah makna natal Tuhan bagi kita.
Selamat menyambut Natal bagi kita semua, jangan takut, hari ini telah lahir bagimu Kristus Tuhan di hati dan hidupmu! Semoga natal Tuhan mengubah hidup kita, menjadi manusia baru, berani memulihkan, berani membawa damai dan sukacita bagi sesama. Tuhan memberkati kita. Amin.
Doa
Mari kita berdoa, Puji syukur ya Allah sang sumber sukacita. Kami diingatkan untuk tidak takut, tetapi berani mempersaksikan Engkau, berani memulihkan sesama, berani membawa kabar damai sejahtera bagi seluruh bangsa. Hadirlah ditengah-tengah kami ya Tuhan. Dalam nama Tuhan Yesus Kristus, kami telah berdoa. Amin.
HAI DUNIA, GEMBIRALAH!
admin Renungan Harian firman, harian, renungan, tuhan 0
Views: 4
Bapak Ibu dan Saudara sekalian yang akan merayakan kelahiran Kristus, Syalom Alekhem! Kita sudah mengakhiri Minggu Adven , artinya kedatangan Kristus sudah dekat. Seiring dengan itu, menjelang peringatan Natal, kita merenungkan kabar baik : Hai dunia, gembiralah!
Firman Tuhan yang mendasari renungan kita terambil dari kitab Injil Lukas 2:10-11 Lalu kata malaikat itu kepada mereka: “Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar bagi seluruh bangsa: Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus Tuhan di kota Daud.”
Demikianlah Firman Tuhan. Berbahagialah setiap orang yang mendengar Firman Tuhan dan yang memeliharanya.
Pertama-tama kabar baik ini disampaikan oleh malaikat Tuhan yang menjumpai para gembala di padang yang sedang menjaga kawanan ternak di waktu malam. Namun sesungguhnya berita ini bukan hanya untuk para gembala, tetapi juga untuk seluruh umat manusia di dunia. Kabar baik ini menegaskan untuk menghentikan ketakutan mereka. Artinya: Stop, jangan takut! Memang pada dasarnya manusia itu manusia diliputi duka, cemas, kuatir dan ketakutan akan dosa.
“Sebab sesungguhnya aku memberitakan kesukaan besar untuk seluruh bangsa: Berita ini menegaskan bahwa sukacita ini ditujukan untuk seluruh bangsa di dunia. Seluruh bangsa di dunia diajak untuk bersukacita menyambut Dia!
“Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus Tuhan di kota Daud.” Juruselamat yang lahir adalah Mesias yang sudah diberitahukan Allah melalui para nabi. Juruselamat yang lahir dari Allah dianugerahkan kepada setiap orang yang percaya dan menyambut Dia. Bagaimana caranya kita menyambut Dia? Pandanglah Yesus untuk menemukan sukacita Natal! Sambutlah Dia dengan gembira di dalam hati kita. Sehingga hati kita dipenuhi dengan syukur dan puji-pujian kepada Tuhan!
Di awal renungan ini kita telah mendengar persembahan pujian oleh pemandu pujian GKI Kwitang, sebuah lagu yang berjudul: “Hai Dunia, Gembiralah!” Lagu ini telah menjadi lagu Natal favorit, yang diciptakan oleh George Frederick Handel dan syair aslinya “ Joy to the World ” ditulis oleh Isaac Watts berdasarkan Mazmur 98 yang mengajak seluruh bumi bersorak-sorak memuji Tuhan. Sebab Ia telah melakukan perbuatan-perbuatan yang ajaib, yaitu keselamatan bagi umat manusia.
Hari ini firman Tuhan sebagai kabar baik menyapa kita untuk menyambut Sang Raja Penyelamat dengan sukacita dan memberikan hati supaya Sang Raja Penyelamat itu bertahta di dalam kehidupan kita. Ia akan menganugerahkan kepada kita damai sejahtera penuh berkat, yang berlimpah selamanya. Puji Tuhan!
Saudara-saudara, dalam bait 4 tentang Yesus Kristus dikatakan: Dialah Raja semesta, besar dan mulia. Masyhurkanlah, hai dunia, besar anugerah-Nya, besar anugerah-Nya. Mengajak kita untuk ikut serta memasyhurkan Sang Raja dalam kehidupan kita sehari-hari. Seperti Kristus yang datang menyatakan anugerah-Nya, bersediakah Saudara diutus untuk menjadi pembawa kabar baik yaitu kasih dan damai sejahtera bagi sesama? Mulailah dari diri sendiri, kepada keluarga, kepada persekutuan jemaat, dan kepada masyarakat di mana Saudara berkarya. Lakukanlah saja! Itu sudah cukup! Amin.
Mari kita berdoa:
Segala puji dan syukur kami panjatkan kepada-Mu, ya Allah. Oleh karena kasih karunia-Mu yang besar bagi umat manusia yang berduka, yang rapuh dan yang akan binasa, sehingga Engkau datang ke dalam dunia menjadi Raja dan Penyelamat kami. Kiranya umat-Mu boleh menyambut kedatangan-Mu dan mengalami kasih dan damai sejahtera Natal. Mampukanlah kami membagikan sukacita Natal dengan memasyhurkan kabar baik ini bagi sesama kami. Dalam nama Tuhan Yesus Kristus kami berdoa. Amin.
Tuhan memberkati Saudara dan keluarga.
(AM 23122021)
KEBANGKITAN DALAM PENANTIAN
admin Renungan Harian firman, harian, renungan, tuhan 0
Views: 0
Bacaan: Lukas7: 11-17
Sebagai Kristen, kita bersyukur bahwa Tuhan kita adalah Tuhan yang maha Kuasa. Ia sanggup membangkitkan orang mati, maka kita pun percaya bahwa kita kelak akan dibangkitkan untuk tinggal bersama dalam surgaNya kelak. Namun dalam kisah ini, kita mestinya tak hanya menangkap tentang kebangkitan kelak, tetapi juga soal kebangkitan kini. Berapa banyak orang orang di sekitar kita yang mengalami kematian padahal masih bernafas? Orang-orang ini adalah orang-orang yang mengalami patah semangat dan hilangnya motivasi yang merembet kemudian kehilangan kekuatan berpikirnya untuk bangkit dan maju kembali; merangkak, berjalan dan berlari.
Jika hal di atas terjadi maka ini adalah tanda kita memasuki kematian mental. Apakah saudara dan saya sungguh akan menyerah dari segala tantangan yang membuat saudara jatuh? Apakah sungguh saudara dan saya akan menyerah pada kekecewaan, kemarahan, keputus-asaan dan kegagalan? Merasa bahwa kita tak lagi sanggup menghadapi segala kesusahan hidup. Dalam keadaan ini kita dapat merasa: tak berharga dan tak dihargai, kuatir dan ketakutan, marah dan amat kecewa. Situasi ini lalu dapat kita membuat menyerahkan diri kepada kematian. Mengalami mental kematian. Baiklah, kita memang harus mengakui, bahwa pada titik tertentu kita seringkali merasa tidak lagi punya kekuatan dan daya untuk melawan, untuk menerjang.
Kini ketahuilah bahwa kita memiliki Tuhan yang sangat mengasihi kita. Ia mudah berbelas kasihan pada orang-orang yang mau berjuang untuk datang kepadaNya. Dan Tuhan sanggup membangkitkanmu dan memulihkan mu. Datanglah pada Nya, mintalah kekuatanNya, memohonlah hikmat dan pengertian Nya. Semua ini dapat kau ungkapkan dalam doa-doamu kepadaNya.
Tidak mengapa kita mengalami kegagalan, kekalahan, kekecewaan, kesedihan, kemarahan, keputus-asaan. Bukan anda saja yang dapat mengalaminya, semua orang juga bisa kok mengalami nya. Namun ketika semua itu terjadi Jangan berhenti datang pada Nya. Datanglah terus pada Tuhan. Tuhan adalah sumber kekuatan kita, Tuhan adalah sumber pertolongan kita.
Dalam kehidupan ini, kita dapat mengalami berkali-kali “kubur” kita sendiri. Jangan terkecoh dengan hanya melihat betapa suksesnya seseorang dalam kehidupan ini. Mereka yang sukses pun sesungguhnya adalah orang-orang yang berkali bangkit dari “kuburnya” masing-masing. Kitapun demikian, kita tak menyerahkan diri pada “kubur” kita sendiri, karena yang menguasai kita adalah kebangkitan dari Tuhan kita. Karena seberat apapun kesusahan hidup ini, kita akan dibangkitkan untuk mendapatkan kekuatan untuk berjuang, mendapatkan hikmat untuk melihat apa yang akan kita kerjakan, dan akan mengalami secercah sukacita untuk membakar semangat kita.
Demikianlah hari ini, ditengah masa menantikan kedatangannNya, kita juga diingatkan pada apa yang Tuhan telah buat dalam kehidupan kita. Semua ini diingatkan agar penantian kita sejalan dengan kekuatan kebangkitan yang Ia telah berikan bagi kita, baik saat ini maupun saat nanti.
Terpujilah Tuhan yang penuh belas kasihNya pada kita. Bersyukurlah kita yang menerima Rahmat Illahi yang besar dariNya. Bergeraklah kita untuk mengabarkan kebaikanNya. Tuhan Yesus mengasihi kita (LiN21-12-2021)
