”NASI HITAM”
Views: 1
Bacaan: 2 Korintus 4:7 (TB 2)
“Namun, harta ini kami miliki dalam bejana tanah liat, supaya nyata bahwa kekuatan yang melimpah-limpah itu berasal dari Allah, bukan dari diri kami”.
Salam sehat penuh rahmat, Tuhan sertamu!
Saudaraku, nasi hitam yang dimaksud di sini bukanlah nasi putih yang diberi pewarna hitam dan bukan juga ketan hitam. Nasi hitam ini merupakan olahan dari beras hitam. Mungkin masih banyak yang bertanya, “Memang beras hitam itu ada? Jangan-jangan maksudnya adalah beras ketan hitam!” Pertanyaan itu wajar karena memang keberadaan beras hitam belum dikenal secara luas. Beras hitam mendapat julukan “forbidden rice” (beras terlarang) karena pada masa lalu, beras ini hanya dikonsumsi oleh kalangan tertentu, seperti bangsawan, di Tiongkok. Dibalik penampilannya yang kurang menarik karena warnanya itu dan juga terasa agak kasar bila di mulut, nasi hitam ternyata mengandung banyak sekali manfaat. Menurut laman www.hallosehat.com, beras hitam mempunyai banyak manfaat, yaitu: Pertama, sumber antioksidan. Kandungan antioksidan dalam beras hitam ini lebih tinggi dibanding jenis beras yang lainnya. Bahkan lebih tinggi dari buah blueberry yang disebut sebagai buah dengan anti oksidan paling tinggi di antara 40 jenis buah dan sayuran. Kedua, tinggi kandungan protein. Semangkok nasi hitam memiliki kandungan serat dan protein yang lebih tinggi serta karbohidrat yang lebih rendah daripada beras merah. Ketiga, kaya akan vitamin dan mineral. Beras hitam mengandung sederet vitamin dan mineral penting, termasuk vitamin E, B1, B2, B3, dan B6, serta mineral zinc, magnesium, dan fosfor. Keempat, baik untuk detoks hati (lever). Menurut beberapa penelitian, beras hitam berperan penting dalam menjaga kesehatan hati terutama mencegah perlemakan hati, termasuk perlemakan hati alkoholik. Kelima, melancarkan pencernaan. Kandungan serat yang tinggi mampu menambahkan “massa” ke dalam feses. Serat membantu menghilangkan, mencegah, dan menyembuhkan masalah pencernaan lainnya. Keenam, membantu mengendalikan gejala diabetes. Karena kandungan seratnya yang tinggi, beras hitam perlu waktu lebih lama untuk dicerna, sehingga dapat mempertahankan angka gula darah tetap konstan. Ketujuh, bebas gluten. Sama seperti jenis beras lainnya, beras hitam secara alami bebas gluten, sehingga aman untuk penderita alergi terhadap gluten atau penderita celiac (penyakit autoimun yang dipicu oleh konsumsi gluten). Kedelapan, mengontrol berat badan. Dibandingkan dengan beras merah, beras hitam lebih dapat pengontrol berat badan berkat teksturnya yang lebih padat dan kaya serat, tapi rendah kalori. Kesembilan, berpotensi mencegah kanker. Beras hitam mengandung antosianin yang diketahui dapat menghambat perkembangan sel kanker. Kesepuluh, menjaga kesehatan mata. Beras hitam mengandung senyawa lutein dan zeaxanthin yang diketahui baik untuk menjaga kesehatan mata. Oh ya, sebelum dikonsumsi, beras ini mesti ditanak jadi nasi terlebuh dahulu, ya..
Saudaraku, nasi dari beras hitam ini mengingatkan kita pada nasihat Paulus tentang harta di dalam bejana. Menurut Rasul Paulus, harta surgawi dari Allah itu ialah Injil Yesus Kristus. Yesus Kristus adalah cahaya kemuliaan Allah sendiri, yang berkuasa menyelamatkan orang-orang dari kebinasaan karena dosa. Harta yang berharga tersebut dipercayakan oleh Allah kepada setiap orang percaya yang sangat rapuh, lemah, dan mudah hancur – seperti sebuah bejana. Paulus menyatakan, “Namun, harta ini kami miliki dalam bejana tanah liat, supaya nyata bahwa kekuatan yang melimpah-limpah itu berasal dari Allah, bukan dari diri kami”. Maksudnya adalah, ketika sang bejana tersebut retak atau pecah, orang-orang lain justru akan dapat melihat harta surgawi yang tersimpan di dalamnya. Dengan demikian, dalam situasi apa pun, kita tetap dapat melihat Allah tetap bekerja, sehingga kita tidak mudah putus asa. Seperti cahaya yang memancar dari retakan bejana, demikianlah kuasa dan kemuliaan Allah akan terpancar melalui kerapuhan hidup kita. Akhirnya, orang-orang akan dapat melihat bahwa kekuatan itu bukan berasal dari diri kita, melainkan dari Allah yang berdiam di dalam kita.
Saudaraku, kiranya nasi dari beras hitam kali ini dapat mengingatkan bahwa sesungguhnya di balik penampakan diri kita yang rapuh dan lemah, kita tetap dapat memancarkan harta surgawi yaitu Yesus Kristus. Oleh karena itu, jangan pernah tinggalkan Tuhan Yesus. Selamat berjuang, Saudaraku, Tuhan Yesus memberkati.
Salam: Guruh dan keluarga.
Doa:
Ya Tuhan, kami sadar akan kelemahan dan kerapuhan diri kami. Olah karena itu, mampukan kami agar dapat memancarkan Injil di manapun kami berada, sehingga semakin banyak orang dapat melihat dan mengenal Engkau di dalam diri kami. Kiranya Roh Kudus menolong kami untuk dapat mewujudkannya.
