tuhan
MENYANYI BAGI TUHAN
admin Renungan Harian firman, harian, renungan, tuhan 0
Views: 0
Bacaan: Mazmur 104:24-35
Salam sejahtera semoga kita makin mampu merenungkan perbuatan Tuhan yang besar dan ajaib, menjadi renungan yang manis didengar Allah. Orang yang merenungkan perbuatan Tuhan, akan dimampukan menyanyi bagi Tuhan dan bermazmur bagiNya seperti ungkapan dalam Mazmur 104:33 Aku hendak menyanyi bagi TUHAN selama aku hidup, aku hendak bermazmur bagi Allahku selagi aku ada.
Nyanyian pujian bagi Allah, berarti hati kita terarah hanya kepada Allah, bukan kepada diri sendiri dan dunia. Kita memuji kebesaran Tuhan yang tidak bisa dipahami secara lengkap, karena begitu besar dan dalamnya kebesaranNya. Tuhan itu agung, semarak, berseri, membawa sukacita bagi kita. Tuhan itu adalah terang, yang dilukiskan dengan kedatangan Tuhan untuk menyelamatkan umatNya, secara khusus menyelamatkan manusia dari dosa, sehingga orang bisa hidup dalam terang kebenaran Tuhan, menaati kehendak atau perintah Tuhan.
Kebesaran Tuhan tampak dalam kuasaNya sebagai pencipta langit dan bumi. Tuhan menguasai awan, angin, api. Angin, air, api, melayani perintah Allah. Tuhan Yesus bisa menghardik angin dan air yang mengamuk, sehingga menjadi reda dan danau menjadi teduh. Berhala tidak ada kuasa untuk menghardik angin, air dan api. Orang masa kini memberhalakan kekayaan, kekuasaan, kehebatan diri, kuasa gelap dan pengetahuan. Ketika ada angin, badai, api menghantam, merusak rumah, kendaraan, harta milik, berhala tidak dapat menghentikannya. Manusia yang merenungkan kuasa Tuhan yang sangat besar, seharusnya makin hormat pada Tuhan dan makin mengasihi Tuhan dengan taat melakukan perintah Tuhan.
Tuhan lebih dulu menyatakan kebaikan kepada tumbuhan, binatang dan manusia. Tuhan yang membuat mata air sehingga binatang dan manusia, tanaman mendapat air minum. Tuhan yang memberi hujan untuk menumbuhkan rumput, menjadi makanan bagi ternak. Tuhan menumbuhkan tumbuh-tumbuhan yang diusahakan manusia sehingga manusia mendapat makanan. Tuhan menumbuhkan anggur yang menyukakan hati manusia. Tuhan menumbuhkan pohon-pohon sehingga burung-burung bisa bersarang, manusia bersukahati mendengar suara burung. Tuhan mencipta gunung dan bukit tempat hidup bagi kambing, pelanduk. Tuhan mencipta bulan dan matahari untuk menentukan musim. Tuhan memberikan matahari agar manusia bisa bekerja di tempat usahanya. Betapa banyak perbuatan Tuhan, yang telah mencipta dengan penuh hikmat, sangat berguna bagi manusia. Kita sangat memuliakan karyaNya. Tuhan juga mencipta laut, dan banyak binatang besar dan kecil di laut. Kapal-kapal bisa berlayar di laut.
Tuhan yang memberi makan semua binatang, mereka sangat bergantung pada Tuhan. Manusia, tumbuhan, binatang semua bergantung pada Tuhan. Kalau Tuhan menyembunyikan wajah, maka terperanjatlah manusia, binatang, tumbuhan. Apabila Tuhan mengambil nafas manusia dan binatang maka binasalah manusia dan binatang dan kembali menjadi debu. Manusia dan binatang dan tumbuhan adalah fana, tidak agung, hanya debu. Kita menyerahkan diri pada Tuhan dan bergantung pada Tuhan yang sangat besar perbuatanNya.
Tuhan mengirim RohNya untuk mencipta dan memperbaharui muka bumi dan segala isinya, termasuk memperbaharui manusia, agar dapat memuliakanNya. Tuhan itu mulia karena Tuhan tidak dapat binasa, selalu ada selama-lamanya, menyertai kita. Tuhan sangat bersukacita dengan perbuatan-perbuatan yang besar dan ajaib. Dengan melihat dan mengakui iman bahwa Tuhan yang mencipta, memelihara, semua alam semesta, maka kita bernyanyi bagi Tuhan selama kita hidup. Kita memuji Tuhan bukan dengan mulut saja, tapi dengan jiwa kita. Kita bermazmur bagi Tuhan selama kita hidup. Kita merenungkan semua perbuatan ajaib dan besar dari Tuhan, menjadi renungan yang manis untuk didengar Tuhan. Dengan merenungkan perbuatan Tuhan yang besar, maka orang beriman akan bersukacita (Mazmur 104:34). Dengan merenungkan perbuatan Tuhan yang ajaib, diharapkan semakin habis orang berdosa. Orang berdosa adalah orang yang membenci Tuhan, yang memberontak, orang yang tidak mau merenungkan perbuatan Tuhan yang ajaib dan besar, tidak mau merenungkan kehendak Tuhan dan tidak mau melakukannya. Makin habis orang fasik yang suka mengejek atau merendahkan Tuhan, seperti yang dilakukan orang ateis.
Mazmur 104 memperjelas pengakuan iman rasuli tentang Aku percaya kepada Allah Bapa yang mahakuasa, Khalik langit dan bumi. Kita bernyanyi bagi Tuhan juga mengungkapkan pengajaran tentang Allah Bapa yang mahakuasa mencipta alam semesta dan menguasai alama semesta dan isinya. Agustinus Bapa Gereja abad ke-6 mengatakan bahwa hymne adalah nyanyian yang berisi pujian kepada Tuhan. Kalau kita bernyanyi bukan untuk Tuhan, maka itu bukanlah sebuah hymne. Kalau kita bernyanyi untuk memuliakan diri sendiri, itu bukan hymne. Hymne adalah pujian pada Tuhan karena merenungkan perbuatan Tuhan dan hati kita tergerak untuk bernyanyi bagi Tuhan.
Nyanyian jemaat adalah nyanyian komunitas, yaitu nyanyian yang mudah dinyanyikan. Mudah dalam arti jangkauan nada dan ritmennya tidak terlalu rumit. Nyanyian jemaat adalah medium untuk membentuk iman, disamping pewartaan firman. Nyanyian jemaat memegang peranan penting dalam perkembangan ajaran gereja. Nyanyian jemaat banyak dipakai merefleksikan doktrin dan konsep teologi yang ingin disebarluaskan kepada umat, misalnya menyebarkan doktrin Kristologi, keselamatan. Nyanyian jemaat menjadi salah satu cara efektif untuk memperjelas hal-hal yang berhubungan dengan pengajaran. Nyanyian jemaat mengingatkan umat untuk melayani di dunia yang menderita dan penuh kekacauan. Nyanyian jemaat memberi kekuatan dalam hidup sehari-hari.
Marilah umat Tuhan kita menyanyi, memuji Tuhan, kita mengagungkan Raja kita. Tuhan adalah harapan bagi orang yang mau mencariNya, sebab Tuhan Yesus hidup selamanya seperti ungkapan dalam NKB 87 ayat 3 Menyanyilah umatNya, memuji Tuhanmu! Nyanyikan: Haleluya, agungkan Rajamu. Harapan bagi orang yang mau mencariNya, sebab Yesusmu hidup selamanya. Ref: Benar, benarlah hidup Yesusku. Bersamaku di jalanku, suaraNya ‘ku dengar. Benar, benarlah hidup Yesusku. Dimana Dia ‘ku dengar? Di dalam hatiku!
Berdoa:
Ya Tuhan mampukan kami merenungkan perbuatan Tuhan yang besar dan ajaib, menjadi renungan yang manis didengar Allah. Dan mampukan kami menyanyi bagi Tuhan dengan hati yang terarah hanya kepada Allah, bukan kepada diri sendiri dan dunia. Kami menyanyi bagi Tuhan dengan jiwa kami. Dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.
GADO-GADO
admin Renungan Harian firman, harian, renungan, tuhan 0
Views: 0
Bacaan: Roma 12: 4-5
“Sebab sama seperti pada satu tubuh kita mempunyai banyak anggota, tetapi tidak semua anggota itu mempunyai tugas yang sama, demikian juga kita, walaupun banyak, adalah satu tubuh di dalam Kristus; tetapi kita masing-masing adalah anggota yang seorang terhadap yang lain”.
Salam sehat penuh rahmat, Tuhan sertamu!
Gado-Gado merupakan sajian khas Indonesia yang terdiri dari berbagai campuran sayuran, tempe, tahu, kentang, dan telur rebus lalu disajikan dengan siraman bumbu kacang nan gurih. Sayuran yang digunakan antara lain rebusan kangkung, bayam, labu siam, kacang panjang, kubis, pare, jagung dan taoge. Sebagai pendampingnya terdapat kerupuk, potongan lontong, ketupat, atau nasi putih.
Konon gado-gado berasal dari masa Kesultanan Mataram di bawah Sultan Agung yang berangkat berperang ke Batavia zaman VOC. Ketika itu mereka kehabisan bahan makanan terutama beras. Banyak lumbung beras yang ada di sekeliling Batavia sudah dibakar oleh VOC. Keadaan itu membuat para prajurit warok dari Ponorogo yang juga ikut dalam rombongan beinisiatif membuat sambal bumbu pecel dari kacang. Sambal kacang itu kemudian disiramkan ke atas berbagai macam potongan sayuran mentah yang dipetik dari sekitar persawahan. Tindakan itu dilakukan dengan tujuan untuk bertahan hidup. Dalam bahasa Jawa, kata ‘gado’ berarti makan hanya lauknya saja tanpa nasi. Apa yang dilakukan oleh prajurit warok itu akhirnya diikuti oleh prajurit lainnya.
Nah, kembali kepada gado-gado. Menurut Anda, apakah yang menarik dari gado-gado ini ketika disantap? Betul, Anda pasti akan mengatakan bahwa Anda sedang makan gado-gado, meskipun yang sedang dikunyah itu adalah potongan lontong atau telur. Demikian juga ketika di dalam sendok jelas nampak potongan kentang atau sayur kangkung, pastilah Anda akan tetap mengatakan bahwa Anda sedang menyantap gado-gado, bukan menyantap kentang atau kangkung. Jadi meski bentuk sayuran, tempe, tahu, kentang, telur rebus, kerupuk, potongan lontong, ketupat, atau nasi putih dan bumbu kacangnya masih jelas kelihatan, Anda akan menyebut semuanya itu sebagai gado-gado. Dengan kata lain, meski masih jelas kelihatan bentuknya – masing-masing bahan itu rela untuk tidak disebutkan namanya dan sedia terhisab ke dalam nama ‘gado-gado’ tersebut.
Gado-gado kali ini mengingatkan kita tentang Gereja. Gereja terdiri dari berbagai macam orang dengan segala keunikan dan talentanya masing-masing. Akan tetapi semuanya itu telah dipersekutuan Tuhan ke dalam ikatan kasih yang menyatukan dan menyempurnakan. Rasul Paulus mengajarkan, “Sebab sama seperti pada satu tubuh kita mempunyai banyak anggota, tetapi tidak semua anggota itu mempunyai tugas yang sama, demikian juga kita, walaupun banyak, adalah satu tubuh di dalam Kristus; tetapi kita masing-masing adalah anggota yang seorang terhadap yang lain”. Kita semua merupakan anggota tubuh Kristus yang harus hidup dalam satu kasih, kesatuan dan kerukunan. Praktik kerukunan perlu kita terapkan dalam kehidupan kekristenan kita. Di tengah-tengah dunia yang semakin kehilangan semangat untuk saling memperhatikan, menolong dan menopang, maka nasihat Rasul Paulus ini mengajak kita untuk hidup di dalam kasih yang saling memperhatikan dan memberi ruang kepada setiap anggota tubuh Kristus untuk turut serta berkarya dan melayani sesuai dengan talenta masing-masing. Kita harus selalu ingat dan waspada bahwa kuasa gelap tidak menyukai terjadinya kerukunan, keakraban dan kasih di dalam persekutuan Gereja.
Kiranya sajian ‘gado-gado’ hari ini menyadarkan kita semua, bahwa Tuhan menginginkan kita semua untuk tetap menjadi satu, sama seperti Kristus dan Bapa adalah satu. Mari kita wujudkan persekutuan yang hangat dan saling melayani demi kemuliaan Nama Tuhan. Selamat berjuang, Saudaraku, Tuhan Yesus memberkati!
Salam: Guruh dan keluarga.
Doa:
Ya Tuhan, Engkau telah menyatukan kami menjadi satu tubuh. Tolonglah agar kami selalu menempatkan Engkau sebagai kepala dari Gereja-Mu, sehingga kami dapat menyatakan kasih yang menyatukan dan menyempurnakan itu. Kiranya Roh Kudus menolong kami untuk mewujudkannya. Di dalam Nama Tuhan Yesus Kristus, kami telah berdoa. Amin.
MASAKAN YANG ENAK
admin Renungan Harian firman, harian, renungan, tuhan 0
Views: 0
Bacaan: Ibrani 13 : 21
”“… kiranya memperlengkapi kamu dengan segala yang baik untuk melakukan kehendak-Nya, dan mengerjakan di dalam kita apa yang berkenan kepada-Nya, oleh Yesus Kristus. Bagi Dialah kemuliaan untuk selama-lamanya…””
Syalom jemaat yang terkasih didalam Tuhan.. Semoga bapak/ibu/saudara-saudari dalam keadaan baik..
Jemaat yang terkasih..Ketika seseorang membeli sayur mayur yang diperdagangkan di pasar, maka sudah pasti seseorang tersebut akan memilih sayur mayur yang kondisinya paling baik, segar, dan nantinya dapat dijadikan bahan masakan yang enak apapun jenis masakannya. Bahan-bahan yang baik, tentu akan menghasilkan rasa masakan yang enak dan bisa dinikmati seluruh anggota keluarga. Sebaliknya, apabila pilihan bahan-bahan masakannya asal-asalan, bahkan bercampur dengan bahan masakan yang tidak lagi segar dan baik, maka bisa dibayangkan bagaimana rasa masakan yang akan dihasilkan darinya, tentu tidak akan enak.
Jika dalam bacaan Firman Tuhan hari ini penulis menyampaikan sebuah doa: “kiranya (Tuhan) memperlengkapi kita dengan segala yang baik”. Kita tentu meyakini bahwa tanpa adanya doa yang dihaturkan, Tuhan sudah pasti memperlengkapi kita semua dengan sesuatu yang baik. Konteks penulisan surat Ibrani ini adalah pada saat jemaat mula-mula mengalami berbagai macam tekanan, penulis Ibrani perlu meyakinkan para pembacanya bahwa cinta kasih Tuhan senantiasa memperlengkapi segala yang baik.
Menariknya, ungkapan penulis ini tidak hanya berhenti pada menaikkan kalimat doa, melainkan juga nasihat yang jika dibahasakan dalam bahasa sederhana: “Kalau kita percaya bahwa Allah telah memperlengkapi sesuatu yang baik pada kita, maka marilah kita melakukan segala sesuatu yang baik, yang berkenan bagi Dia.”
Jika diibaratkan hidup kita adalah sebuah masakan, kita percaya bahwa hidup kita ini dibentuk dari bahan-bahan yang baik. Jika hidup kita dibentuk dan diperlengkapi dengan segala yang baik oleh Allah, maka sudah seharusnya kita menghadirkan hidup yang “enak”, yang dirasakan oleh sesama kita. Saat ini marilah kita melakukan hal yang berkenan dan menyukakan hati Tuhan, yaitu setia dalam melakukan kehendak-Nya yang baik bagi dunia berserta isinya.
Mari menjadi pribadi-pribadi yang senantiasa membawa perubahan yang positif, dimana kehadiran kita dapat menjadi berkat bagi semua. Selamat berefleksi, Tuhan memberkati kita.
GRACE ALONE/ SEMUA KAR’NA ANUGERAHNYA
admin Renungan Harian firman, harian, renungan, tuhan 0
Views: 0
Bapak Ibu, Saudara Saudari sekalian yang setia mengikuti renungn harian ini. Syalom Alekhem! Pada hari ini kita akan merenungkan firman Tuhan yang berjudul “Grace Alone/ Semua Karena AnugerahNya” dengan dasar 1 Korintus 15:10 ”Tetapi karena kasih karunia Allah aku adalah sebagaimana aku ada sekarang, dan kasih karunia yang dianugerahkan-Nya kepadaku tidak sia-sia. Sebaliknya, aku telah bekerja lebih keras dari pada mereka semua; tetapi bukannya aku, melainkan kasih karunia Allah yang menyertai aku. ” Demikianlah Firman Tuhan. Berbahagialah setiap orang yang mendengarkan firman Tuhan dan yang memeliharanya.
Saudara-saudara, kita telah merayakan Paskah 5 minggu yang lalu. Apakah kebangkitan Kristus itu sungguh-sungguh membawa transformasi atau perubahan bagi hidup kita?
Dalam ayat ini rasul Paulus menulis kata “kasih karunia” (kharis atau grace) sampai 3 kali. Paulus memberi kesaksian sebenarnya di antara para rasul, dirinyalah yang paling kecil dan tidak layak di hadapan Tuhan. Tetapi terjadi perubahan dalam hidupnya sebagaimana ada sekarang, semua itu dapat terjadi karena anugerah atau kasih karunia Allah.
Sesungguhnya kasih karunia Allah itu menjadikan hidup kita baru. Dulu Paulus menjadi pembenci dan penganiaya orang Kristen, tetapi sekarang telah diselamatkan Kristus, mengalami hidup yang baru. Hidupnya yang baru ini dipersembahkan untuk melayani Kristus, sehingga kasih karunia Allah yang dianugerahkan kepadanya tidak sia-sia.
Apakah Saudara setuju dengan kalimat ini: Kasih karunia Allah itu membuat kita bekerja keras bagi Tuhan? (ayat 10b). Kasih karunia Allah itu yang ada di dalam diri kita membuat kita semakin gigih dalam melakukan pekerjaan Tuhan. Paulus mengatakan: “Aku bekerja lebih keras dari pada mereka semua”, hal ini bukan menunjukkan kesombongan, tetapi dia mengatakan: “bukan karena aku, melainkan karena kasih karunia Allah yang menyertai aku.” Puji Tuhan!
Seperti kesaksian pujian yang dipersembahkan oleh Paduan Suara Komisi Remaja GKI Kwitang pada Ibadah Muda Paskah tanggal 9 April 2023 yang lalu sebuah pujian yang berjudul “Grace Alone/ Semua Kar’na AnugerahNya” Lagu ini menjadi berkat bagi banyak orang percaya. Pertama-tama, menyadarkan kita bahwa ada anugerah Tuhan atau kasih karuniaNya disediakan kepada kita. Kedua , kita bersyukur, para remaja GKI Kwitang dengan penuh semangat mempersembahkan pujian yang indah bagi kemuliaan nama Tuhan.
Ketiga , lagu ini juga mengajarkan bahwa setiap keberhasilan yang kita raih bukan karena kehebatan kita, tetapi karena anugerahNya.
Setiap langkah hidup kita dan kesempatan melayani Tuhan, sebenarnya hanyalah karena anugerah-Nya.
Jadi, kepada para Remaja dan Pemuda, juga Bapak Ibu Saudara sekalian, karena Kristus yang telah bangkit dan memberi kasih karunia, seharusnya tidak ada alasan bagi kita untuk meninggikan diri dalam pelayanan. Tetapi juga sebaliknya tidak ada alasan bagi kita merasa berat dalam pelayanan, merasa sendirian, merasa diabaikan, sehingga dapat kehilangan semangat dan pengharapan!
Tuhan Yesus, Sang Batu Penjuru sudah merencanakan yang baik untuk hidup dan masa depan Anda. Yakinlah, setiap detik yang kita lalui dalam hidup kita, ada anugerah Tuhan! Amin Saudara? Puji Tuhan!
Bersediakah Saudara menjadikan kasih karunia Tuhan itu tidak sia-sia dalam hidup Saudara? Jika “Ya” tunjukkanlah kasih karunia itu dengan ketaatan dan semangat melayani Tuhan sesuai talenta masing-masing! Amin, Saudara? Puji Tuhan! Lakukanlah saja, itu sudah cukup!
Mari kita berdoa:
Ya Bapa yang di surga, kami bersyukur karena oleh kasih karuniaMu, kami semua terus menerus diperbaharui, dan kami boleh melayani Tuhan melalui segala talenta yang Tuhan berikan. Secara khusus kami berdoa bagi Komisi Remaja GKI Kwitang, mampukanlah mereka melayani Tuhan sejak masa muda dengan kasih karuniaMu. Terpujilah namaMu, kekal selama-lamanya.
Dalam nama Tuhan Yesus Kristus kami berdoa. Amin.
Tuhan Yesus memberkati Para Remaja dan Pemuda, dan Saudara sekalian! Amin.
(AM11052023)
MENERIMA KESEMBUHAN
admin Renungan Harian firman, harian, renungan, tuhan 0
Views: 0
Bacaan: Yakobus 5:16
Ada sakit yang disebabkan oleh benturan dengan sesama. Peribahasa mengatakan: “sendok dengan periuk sentuh-menyentuh”. KBBI mengartikan
Ada kalanya terjadi perselisihan dengan sahabat/anggota keluarga.
Peribahasa ini mengungkapkan kenyataan dalam kehidupan sehari-hari kita; bahwa kita diajak untuk menerima realita bahwa hidup bersama keluarga dan sahabat sekalipun dapat terjadi persinggungan. Persinggungan ini entah di sengaja atau tidak, namun ada saja alasan kita untuk bersinggungan satu kepada yang lain. Ini dapat menyimpan sakit hati yang berkepanjangan dan menimbulkan sakit. Bagaimana kita menghadapi dan menaggulanginya?
Tulisan dalam bacaan Yakobus di atas tadi juga sebenarnya mengisyaratkan akan kehidupan bersama yang tak lepas dari persinggungan. Persinggungan dapat selalu terjadi di tengah kehidupan bersama. Karena kita adalah mahluk sosial yang tak bisa hidup sendirian, maka kita pasti hidup bersama dengan yang lain di manapun (kecuali saat kita tidur atau setelah mengalami kematian). Nah oleh karena itu dapat dipahami bahwa mesti ada saat dimana kita menganggap orang lain melakukan kesalahan, ataupun diri kita yang dianggap oleh orang lain melakukan kesalahan. Kelihatannya dalam nacaan kita, akibat dari yang satu menyimpan kesalahan yang lain ataupun karena yang satu tak mau mengakui kesalahan bagi yang lain, maka ada penyakit terpendam dalam kehidupan bersama itu. Selalu mencari kesalahan ataupun ada yang memiliki keinginan untuk meninggalkan satu kepada yang lainpun terjadi. Demikianlah kira-kira konteks dari umat pada masa itu. Dan dalam kitab Yakobus ini, penulis menasehati agar dalam kehidupan bersama itu menjadi sembuh, maka mestinya terjadi rekonsiliasi. Dalam rekonsiliasi setiap orang diharapkan menjadi rendah hati. Kadang kita tak merasa bahwa kita menyakiti. Namun jika itu yang dirasa dan dilihat oleh orang lain, apa boleh buat. Sebagai orang yang rendah hati, kita akan terus belajar menerima diri bahwa telah menyakiti. Ataupun dapat terjadi bahwa tuduhan dan sakit hati kita terhadap yang lain mesti kita hapus dan hilangkan setelah terjadi rekonsiliasi itu. Ini pun membutuhkan kerendahan hati. Lagi pula, kita tak akan membiarkan rasa sakit hati itu menguasai kita. Pengampunan seringkali adalah lebih ditujukan untuk kesehatan kita sendiri, karena itu sebuah cara kita menyembuhkan diri kita, dan sekali lagi ini sangat membutuhkan kerendahan hati.
Tetaplah menjadi orang yang berlomba untuk menjadi rendah hati. Jika sahabat sekarang sedang sedih karena sakit hati atau karena apapun yang terjadi dalam hidup sahabat, saya tak akan mengatakan “have a good day” (mohon saya dimaafkan jika karena ketidak tahuan, saya mengatakan itu, ketika sahabat justru sedang tidak memiliki hari yang baik), tapi ini yang saya mau katakan jika hidup mu sedang kecewa, sedih, marah dll: Tetaplah hidup, makanlah makanan yang bergizi dan menyenangkan, pakailah pakaian terbaik dan ternyaman yang sahabat punya. Jangan menyerah dengan dirimu. Tetaplah berjuang, jangan menyerah dengan dirimu…..sampai semuanya membaik dan engkau memiliki hari yang baik (diterjemahkan dari positveenergiplus). Dan di atas semua itu Tuhan bersamamu, menemanimu, dan mengampuni mu. Jadi ampunilah mereka yang tak mau minta maaf padamu, karena kasih, penyertaan dan pengampunan Tuhan kepadamu, jauuuh lebih besar. Lihat dan pandanglah Tuhan mu saja, sumber kekuatan dan pemulihan mu. Kesembuhan dari Tuhan kiranya melingkupi mu. Amin. (LiN,RH,10-05-2023)
SEHATI DALAM DOA
admin Renungan Harian firman, harian, renungan, tuhan 0
Views: 0
Bacaan: Kisah Para Rasul 1: 1-14
Salam sejahtera, semoga kita sebagai gereja makin meniru teladan jemaat mula-mula, yang hidup bersama, sehati sepikiran, dan tekun dalam doa bersama, seperti ungkapan dalam Kisah Para Rasul 1: 14 Mereka semua bertekun dengan sehati dalam doa bersama-sama, dengan beberapa perempuan serta Maria, ibu Yesus, dan dengan saudara-saudara Yesus.
Ciri gereja mula-mula dalam Perjanjian Baru dijelaskan seperti dalam Kisah para Rasul. Ciri ini juga diungkap dalam pengakuan iman rasuli yaitu kita mengakui bahwa kita percaya kepada Roh Kudus, Gereja yang Kudus dan Am, Persekutuan orang Kudus, Pengampunan dosa, Kebangkitan daging, Dan hidup yang kekal.
Salah satu ciri gereja mula-mula adalah pentingnya peranan Roh Kudus dalam pengalaman kehidupan Kristen. Dalam Kisah para Rasul 1:8 dijelaskan bahwa gereja menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas diri umat dan umat akan menjadi saksi Tuhan bagi semua bangsa.
Roh Kudus bagi gereja adalah sumber kehidupan yang menolong anggota jemaat untuk mengaku percaya bahwa Yesus adalah Tuhan dan untuk menghidupi firman Allah. Roh Kudus bagi gereja adalah sumber karunia yang menghimpun umat sebagai satu Gereja yang kudus, am, dan rasuli. Karunia adalah pemberian khusus oleh Roh Kudus bagi setiap orang percaya tanpa kecuali, yang beraneka ragam namun berkedudukan setara, yang memberikan kepadanya otoritas untuk melaksanakan kegiatan pelayanannya dalam gereja dan dalam masyarakat.
Gereja itu esa karena Allah adalah esa. Meskipun terjadi perpecahan di dalam dan di antara gereja, semua gereja percaya bahwa mereka dipersatukan Roh dalam berbagai aspek kehidupan mereka dan hidup dengan dasar Injil yang sama, serta menuju kepada keesaan yang hakiki.
Gereja itu kudus karena Allah adalah kudus. Kekudusan hakiki gereja dipersaksikan oleh orang-orang percaya sepanjang sejarah melalui kata dan perbuatan mereka, dalam nama Allah yang kudus. Namun, dosa yang bertentangan dengan hakikat dan panggilan gereja, telah merusak kehidupan orang-orang percaya. Oleh karena itu, gereja harus merawat dan mempertahankan integritasnya serta terus-menerus memanggil semua orang kepada pertobatan dan pembaruan.
Gereja bersifat am (universal) karena Allah dalam anugerah-Nya yang melimpah-ruah menghendaki supaya semua orang diselamatkan dan memperoleh pengetahuan akan kebenaran. Dengan kuasa Allah yang memberikan kehidupan itu, pemberitaan Injil dilakukan oleh gereja kepada semua orang, dan melampaui segala batas yang ada. Ke-am-an gereja yang hakiki, diciderai ketika perbedaan-perbedaan budaya, suku, ras, golongan, denominasi, yang membawa gereja pada perpecahan. Oleh karena itu, dengan kuasa Roh Kudus, orang-orang percaya dipanggil untuk menghapuskan semua penghalang bagi kepenuhan kehidupan bersama.
Gereja itu rasuli karena Bapa mengutus Anak untuk membentuknya. Yesus mengutus murid-murid-Nya, yang diperlengkapi dengan karunia-karunia Roh Kudus untuk meneruskan pekerjaan-pekerjaan Allah yang baik itu. Gereja dipanggil untuk setia pada ajaran Yesus yang berguna bagi kehidupan dan pelayanannya sehingga ia dapat terus-menerus melanjutkan tugas-tugas pengutusan rasulinya di segala tempat dan abad.
Jemaat yang mula-mula sehati dalam doa. Gereja mengabdikan diri kepada doa yang tetap dan sungguh-sungguh. Sebelum bersaksi, umat Tuhan berdoa dengan tekun bersama-sama, sehati dan sepikiran agar Roh Kudus memampukan umat menjadi saksi Tuhan Yesus. Kabar Injil adalah kabar penebusan dan kedamaian di antara manusia.
Berkumpul berdoa untuk mengasingkan diri, agar tidak terganggu dengan pikiran dan kegiatan lainnya. Berkumpul untuk bersatu dan membuang dosa perselisihan. Membuang dosa artinya menyesali dosa perselisihan. Mereka berdoa sungguh-sungguh dalam rangka mempersiapkan diri untuk tugas bersaksi demi menanti kedatangan Yesus kembali.
Semua umat Allah adalah umat yang berdoa, dan memberi diri untuk berdoa. Hidup orang Kristen dalam kesusahan dan bahaya seperti domba di tengah-tengah serigala. Kalau ada seorang di antara kita yang menderita, baiklah ia berdoa. Kita minta kuasa Roh Kudus agar menjauhkan orang dari kekuatiran dan ketakutan, mengantikan dengan roh keberanian.
Kita berdoa sebelum memulai pekerjaan baru dan besar, kita bertekun dalam doa bersama kepada Allah untuk meminta kehadiran-Nya bersama mereka di dalam pekerjaan itu. Murid-murid sebelum diutus Kristus mereka berdoa bersama. Mereka menunggu turunnya Roh ke atas mereka. Roh turun ke atas Juru Selamat ketika Ia sedang berdoa (Luk. 3:21-22). Orang-orang yang berada dalam keadaan terbaik untuk menerima berkat-berkat rohani adalah mereka yang sedang berdoa. Kristus sudah berjanji bahwa sebentar lagi Ia akan mengutus Roh Kudus. Janji ini bukan untuk menggantikan doa, melainkan untuk menggugah dan mendorong berdoa.
Anggota gereja yang mula-mula bertekun dalam doa, menghabiskan banyak waktu untuk berdoa, lebih daripada biasanya, sering berdoa, dan berdoa dalam waktu yang lama. Mereka tidak pernah kehilangan satu jam pun untuk berdoa. Mereka bertekad untuk bertekun di dalam doa sampai Roh Kudus datang, sesuai dengan janji untuk berdoa dengan tidak jemu-jemu.
Kita meniru jemaat mula-mula yang berdoa dengan sehati. Ini menunjukkan bahwa mereka berkumpul bersama-sama dalam kasih yang kudus, dan bahwa tidak ada pertengkaran atau perselisihan di antara mereka. Orang-orang yang memelihara kesatuan Roh oleh ikatan damai sejahtera adalah orang yang paling siap untuk menerima penghiburan-penghiburan Roh Kudus. Itu juga menunjukkan betapa berharganya kesatuan hati mereka dalam menaikkan doa. Meskipun hanya satu orang yang berbicara, mereka semua berdoa, dan, apabila dua orang sepakat meminta apa pun juga, maka permintaan mereka itu akan dikabulkan Tuhan sesuai kehendak Tuhan.
Sehati dalam doa berarti kita dalam Roh Yesus Kristus adalah satu, kita mendoakan agar semua orang bersatu. Kita memberitahu pada dunia bahwa kita adalah murid Yesus yang hidup dalam kasih Kristus seperti ungkapan dalam NKB. 191 ayat 1 . Dalam Roh Yesus Kristus kita satu tetap, dalam Roh Yesus Kristus kita satu tetap, mendoakan semua jadi satu kelak. Reff : Biar dunia tahu bahwa kita muridNya dalam kasih tubuh Kristus yang esa. Amin.
Berdoa :
Ya Tuhan mampukan kami sebagai gereja makin meniru teladan jemaat mula-mula yang hidup bersama, sehati sepikiran, dan tekun dalam doa bersama. Mampukan kami bisa bergandengan erat, menyiarkan berita bahwa Tuhan dekat, bahu-membahu melayani saling membela dalam kasih kudus. Dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa amin.
ACAR
admin Renungan Harian firman, harian, renungan, tuhan 0
Views: 0
Bacaan: Matius 5:13
“Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang”.
Salam sehat penuh rahmat, Tuhan sertamu!
Mungkin ada banyak orang yang menganggap acar hanya sebagai sajian pelengkap makanan, seperti misalnya sate, gule, nasi goreng, cap jay, mie pangsit, dan lain-lainnya. Menurut Wikipedia dijelaskan bahwa acar (pickle) adalah cara mengawetkan makanan dengan menggunakan cuka dan / atau brine. Biasanya yang dibuat adalah timun, tapi juga cabai, bawang, tomat, dan sebagainya. Acar disajikan sebagai hidangan sampingan, dimakan bersama dengan hidangan utama. Berbagai daerah di dunia memiliki jenis acar tersendiri.
Tahukah Anda bahwa sesunguhnya perjalanan acar untuk menjadi pelengkap makanan utama sudah dimulai sejak kurang lebih 4.000 tahun yang lalu. Baik, meski sering hanya dianggap sebagai pelengkap menu utama makanan, sesungguhnya acara memiliki banyak manfaat, yaitu: pertama, Mengurangi risiko penyakit jantung. Acar, khususnya acar timun, merupakan sumber beta karoten yang sangat baik bagi tubuh. Mengonsumsi makanan yang kaya akan karotenoid, seperti beta karoten, dapat mengurangi risiko terkena penyakit jantung. Kedua, Membantu pencernaan. Acar yang dibuat melalui proses fermentasi mengandung bakteri baik yang disebut dengan probiotik. Bakteri ini dapat membantu menyehatkan saluran pencernaan. Ketiga, Sumber antioksidan. Acar merupakan salah satu sumber antioksidan yang baik untuk tubuh. Keempat, meningkatkan sensitivitas insulin. Berdasarkan American Diabetic Association, asam asetat pada cuka dapat membantu meningkatkan sensitivitas insulin pada orang yang mengalami resistensi insulin atau penderita diabetes tipe 2.
Berbicara tentang acar yang memiliki banyak manfaatnya dan berdampak baik ini, maka kita ingat salah satu pengajaran Tuhan Yesus tentang garam dunia. Tuhan Yesus bersabda, “Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang”. Tuhan Yesus menggunakan garam sebagai metafora bahwa para pengikut-Nya harus memiliki manfaat dan dampak yang baik atau memberi ‘rasa dan membuat rasa’ di mana pun berada. Garam (Yun, halas) adalah garam alami yang memurnikan, membersihkan, menjaga dari kerusakan.
Bagaimana dengan garam yang dibuang? Begini penjelasannya. Di Palestina, kompor biasa berada di luar pintu dan dibangun dari batu di atas dasar ubin. Kemudian “untuk menahan panas” lapisan garam yang tebal diletakkan di bawah lantai keramik. Setelah jangka waktu tertentu khasiat garam sebagai penahan panas berangsur hilang. Oleh sebab itu, ubin diangkat, garam dikeluarkan dan dibuang ke jalan di luar pintu kompor. Jadi, ketika garam itu tidak lagi berguna, efeknya tidak lagi bermanfaat, maka dia dibuang. Itu berarti bahwa, jika seorang Kristen tidak memenuhi tujuannya sebagai seorang Kristen, maka dia sedang menuju bencana. Kita dimaksudkan untuk menjadi garam dunia, dan jika kita tidak menghidupkan kesucian hidup, menjadi antiseptik, maka kita menjadi masalah dan tidak berguna.
Kiranya sajian acar hari ini mengingatkan kita tentang tugas panggilan kita sebagai garam dunia yang berdampak baik bagi sesama. Selamat berjuang, Saudaraku, Tuhan Yesus memberkati.
Salam: Guruh dan keluarga.
Doa:
Ya Tuhan, kami rindu untuk menjadi garam yang bermanfaat dan memberi rasa. Kiranya Roh Kudus menolong kami untuk mewujudkannya. Terimakasih Tuhan Yesus, Amin.
