ROH ALLAH MENJAGA
Views: 1
Bahan : II Raja-Raja 6:16-17,
Jawabnya: “Jangan takut, sebab lebih banyak yang menyertai kita dari pada yang menyertai mereka.” Lalu berdoalah Elisa: “Ya TUHAN: Bukalah kiranya matanya, supaya ia melihat.” Maka TUHAN membuka mata bujang itu, sehingga ia melihat. Tampaklah gunung itu penuh dengan kuda dan kreta berapi sekelilking Elisa.
Tema: ROH ALLAH MENJAGA
Kemarin Minggu, tgl 5 Juni kita merayakan hari Pentakosta, Roh Kudus dicurahkan sesuai dan memenuhi janji Kristus kepada murid-murid-Nya. Bukan hanya murid-murid yang terima Roh itu tetapi orang-orang banyak yang menyaksikan, sehingga mereka mendengar rasul-rasul, sesuai dengan bahasa daerah mereka, menyampaikan perbuatan-perbuatan besar yang dilakukan Allah. Dengan bimbingan rasul-rasul orang banyak itu bertobat dan menerima Kristus. Dalam bahan renungan kita hari ini menyaksikan Roh Kudus, Roh Allah telah bekerja sejak Perjanjian Lama, dalam diri hamba-hamba Tuhan, dan raja-raja yang diurapi atas nama Allah. Kehadiran Roh Allah terlihat melalui nabi Elisa yang memberi nasihat untuk disampaikan kepada Raja Israel (Yoram anak Ahab), supaya negeri Israel selamat aman dari serangan musuh, raja Aram. Raja negeri Aram (Benhadad), ahli strategis perang, beberapa kali telah membuat rencana untuk menghadang pasukan Israel, tetapi selalu gagal. Raja Aram marah, tetapi tidak tahu kepada siapa sehingga dikatakannya: “… siapa dari kita yang memihak raja Israel” (maksudnya ada yang berkhianat). Seorang pegawai raja Aram berkata: “… Elisa, nabi yang di Israel, dialah yang memberitahukan kepada raja Israel tentang perkataan yang diucapkan oleh tuanku di kamar tidurmu.” Kita pahami bahwa Roh Allah yang bekerja, yang berbicara menyampaikan rencana jahat raja Aram, agar pasukan Israel menggagalkan siasat raja Aram, yang itu direncanaknnya di kamar tidurnya, tetapi didengar Roh Allah.
Mendengar perkataan pegawainya itu, raja Aram mencari Elisa di mana dia tinggal, maka dikirimnya pasukannya ke kediaman Elisa. Dalam pandangan raja Aram kota kediaman kediaman Elisa, hanya bagaikan “seupil,” sekali sentil hancur kediamannya itu. Pasukan yang dikirim raja Aram telah mengepung kota kediaman Elisa. Melihat pasukan itu murid Elisa berteriak ketakutan berkata: “Celaka tuanku!” Tetapi nabi Elisa menenangkan hati muridnya itu dengan membuka mata rohaninya dan berkata: “Jangan takut, sebab lebih banyak yang menyertai kita dari pada yang menyertai mereka.” Roh Allah membuka mata pembantu itu dan melihat suatu pasukan berkuda dan berkreta perang dengan api yang menjaga mereka.
Sebuah komplek yang dikenal komplek Kristen, ada penghuninya terlibat perselisihan dengan masyarakat sekitarnya. Perselisihan itu telah memuncak, sehingga direncanakan menyerang komplek itu dan bila perlu komplek itu dibakar. Tetapi menurut kesaksian masyarakat, mereka berkata: kita tidak mungkin menerobos penjaga komplek itu, karena mereka kuat tak mungkin dilawan, sama seperti pasukan penjaga nabi Elisa yang oleh orang komplek sendiri tidak melihat apa-apa. Aksi penyerangan itu tidak terjadi, sementara pihak kepolisian dengan kelurahan telah memprakarsai perdamaian, dan masalah terselesaikan dengan baik. Banyak bidang yang dikerjakan Roh Kudus bagi kita, seperti bersaksi dan melayani, mengirim missionaris ke berbagai penjuru dunia. Roh Kudus penolong, penghibur, karena kita masih menghadapi kesukaran bahkan penderitaan, tetapi Roh Kudus juga menjaga umat-Nya, baik secara pribadi, baik gereja-Nya dan umat Allah.
Mari kita aplikasikan renungan ini dengan pokok berikut:
- Adakah kehadiran Roh Kudus dalam peristiwa tertentu yang Anda pernah alami?
- Apakah di Jemaat gereja Anda sungguh Roh Kudus bekerja, coba jelaskan?
- Dalam keheningan, pejamkan mata, apa yang diperlihatkan Roh Kudus kepada Anda?
Mari berdoa:
Ya Roh Kudus, sumber terang hidup kami, kuasai hati dan pikiran kami untuk mampu melihat perbuatan-perbuatan Allah yang besar dalam hidup kami. Ya Roh Kudus, pakailah hidup kami menjadi alat, menjadi senjata kebenaran. Tolong kami agar mampu melawan kuasa duniawi yang selalu menggoda kami dengan memakai nafsu duniawi yang hanya kenikmatan semu. Terpuji Allah Bapa, Yesus Kristus dan Roh Kudus melalui hidup kami sekarang dan selamanya. Amin. [AS060622]
