Views: 0
BETAPA HATIKU BERTERIMA KASIH
Bapak Ibu dan Saudara sekalian yang dikasihi Tuhan Yesus Kristus, Syalom Alekhem.
Di bulan Pengajaran GKI Kwitang hari ini kita diajarkan untuk mengucap syukur kepada Allah. Sebuah tema untuk kita renungkan “BETAPA HATIKU BERTERIMA KASIH”. Firman Tuhan menjadi dasar perenungan kita diambil dari Efesus 5:20 “ Ucaplah syukur senantiasa atas segala sesuatu dalam nama Tuhan kita Yesus Kristus kepada Allah dan Bapa kita ”
Demikianlah Firman Tuhan. Berbahagialah setiap orang yang mendengar Firman Tuhan dan yang memeliharanya.
Saudara sekalian, Alkitab mengajarkan kita untuk senantiasa mengucap syukur.
Dalam Perjanjian Lama ada banyak ayat yang mengajarkan umat untuk bersyukur kepada Allah. Misalnya kesaksian raja Daud dalam Mazmur 86:12 “ Aku hendak bersyukur kepada-Mu, ya Tuhan, Allahku , dengan segenap hatiku, dan memuliakan nama-Mu untuk selama-lamanya.”
Dalam surat Efesus ini Rasul Paulus mengajarkan kepada umat: “Ucaplah syukur senantiasa atas segala sesuatu dalam nama Tuhan Yesus”. Kata “senantiasa” mempunyai arti secara terus menerus sepanjang hidup bersyukur, bahkan “dalam segala sesuatu” artinya dalam segala keadaan, baik dalam kondisi senang maupun susah, sehat maupun sakit. Mengapa demikian? Karena firman Tuhan menyatakan bahwa hidup bersyukur adalah karakter hidup orang-orang percaya sebagai anak-anak terang! Kita yakin bahwa kita adalah orang-orang yang sudah ditebus dan diselamatkan menjadi milik Kristus, sehingga mampu menampilkan karakter hidup dengan penuh syukur kepada Tuhan. Amin Saudara? Puji Tuhan!
Seperti kesaksian pujian yang telah dipersembahkan oleh sebuah keluarga anggota jemaat GKI Kwitang Pos Kapuk Muara lagu yang berjudul: “Betapa Hatiku Berterima Kasih”. Nyanyian rohani kontemporer ini sangat digemari banyak orang Kristen yang ingin bersaksi menyatakan syukur kepada Tuhan. “Betapa hatiku berterima kasih, Yesus… Kau mengasihiku, Kau memilikiku.” Ungkapan terima kasih ini bukan sekedar kata-kata, tetapi dari hati terdalam, dan diwujudkan dengan tindakan nyata. Seperti dikatakan dalam refren: Hanya ini Tuhan, persembahanku, segenap hidupku, jiwa dan ragaku. S’bab tak ku miliki harta kekayaan yang cukup berarti ‘tuk ku persembahkan.
Barangkali di antara Saudara ada yang mengatakan: “Aku tidak memiliki harta kekayaan untuk dipersembahkan kepada Tuhan.” Memang, bagi orang yang diberkati dengan harta kekayaan, dapat mempersembahkan hartanya untuk kemuliaan nama Tuhan.
Tetapi sebenarnya setiap orang dapat mempersembahkan apa yang ada padanya. Ada banyak hal yang dapat Anda lakukan untuk melayani Tuhan di gereja, misalnya ambil bagian dalam pelayanan ibadah di gereja, saat ini gereja kita sudah mulai ibadah secara tatap muka meskipun masih terbatas. Ada banyak hal yang dapat Anda lakukan untuk melayani sesama: untuk berbagi kasih dan menolong sesama. Itu semua adalah bermakna sebagai persembahan bagi Tuhan yang didasari dengan hati yang bersyukur!
Bagaimana pengalaman Bapak, Ibu dan Saudara sekalian? Apakah Anda memiliki hati yang bersungguh-sungguh berterima kasih kepada Tuhan? Bersediakah Anda membuat komitmen: “Terimalah Tuhan persembahanku: segenap hidupku, jiwaku dan ragaku untuk melayani Tuhan sebagai alat-Mu seumur hidupku.” Lakukanlah saja. Itu sudah cukup! Amin.
Mari kita berdoa:
Ya Tuhan, Allah Bapa yang di surga, segala puji dan syukur kami panjatkan kepada-Mu. Engkau senantiasa memelihara kehidupan kami di masa pandemi ini. Kami berdoa kiranya pandemi dapat segera berlalu, agar masyarakat kami dapat hidup dalam normalitas yang baru.
Mampukanlah kami senantiasa bersyukur dan mempersembahkan seluruh hidup kami kepada-Mu ya Tuhan, melalui pelayanan di gereja dan berbagi kasih dalam masyarakat kami.
Kami berdoa untuk acara-acara di Bulan Pengajaran GKI Kwitang, kiranya Tuhan memberkati.
Dalam nama Tuhan Yesus Kristus kami berdoa. Amin.
Tuhan memberkati Saudara dan keluarga!
(AM 11112021)
