TAHUN PENYERTAAN TUHAN
Views: 0
Bahan: Keluaran 33:15-16
Berkatalah Musa kepada-Nya: “Jika Engkau sendiri tidak membimbing kami, janganlah suruh kami berangkat dari sini. Dari manakah gerangan akan diketahui, bahwa aku telah mendapat kasih karunia di hadapan-Mu, yakni aku dengan umat-Mu ini? Bukankah karena Engkau berjalan bersama-sama dengan kami, sehingga kami, aku dengan umat-Mu ini, dibedakan dari segala bangsa yang ada di muka bumi ini?”
Selamat Tahun Baru 2022.
Salah satu kesenangan para petualang yaitu meneliti gua, baik petualang manca Negara mau pun petualang di negeri kita. Masih ditemukan gua yang belum dikenal masyarakat, tetapi para petualang telah meneliti lorong gua yang gelap. Menelusuri gua yang masih asing, dibutuhkan pemandu atau penuntun. Oleh penuntun yang berpengalaman akan menunjukkan di mana keindahan lorong gua itu dan di mana kesulitan bahkan bahaya yang menghadang, dengan penelitian dan perjalanan berhasil baik, namun perjalanan bisa gagal atau celaka kalau yang menuntun bukan orang yang mampu.
Firman Tuhan bahan renungan kita tentang perjalanan Israel sudah terdampar di gurun Sinai. Tuhan sudah memanggil Musa naik ke gunung Sinai untuk menerima hukum dan ketetapan firman Tuhan. Bagaimana situasi umat Israel menanti kembali kedatangan Musa? Ada dua keadaan yang disebutkan: Pertama, mereka seperti Kudalepas kandang, (Kel 32:25), sehingga umat itu meminta kepada Harun untuk membuat illah yang mereka sebut sebagai yang memimpin perjalanan mereka. Kedua, umat Israel berbeda dengan segala bangsa yang ada di muka bumi (Kel 33:16). Dua hal ini membuat Musa kewalahan memimpin mereka, berulang-ulang disebut bahwa umat itu “tegar tengkuk,” suatu sebutan yang tidak baik, namun itulah keadaan mereka di hadapan Tuhan dan juga di hadapan Musa. Namun ada kelebihan umat itu yang membedakan mereka dengan segala bangsa di muka bumi. Kelebihan itu ialah janji Tuhan untuk menyertai mereka, khususnya dalam perjalanan menuju Tanah Perjanjan yang dengan sumpah telah ditetapkan Allah menjadi milik pusaka umat Israel. Dengan dua keadaan ini membuat Musa kehilangan pikiran, sehingga dia berkata: “Jika Engkau sendiri tidak membimbing kami, janganlah suruh kami berangkat dari sini…” Musa siap untuk mundur memimpin umat itu kalau Tuhan tidak berjalan dengan mereka, sedangkan umat itu sendiri adalah umat bagaikan “kudalepas kandang,” umat yang tidak bisa diatur, yang bebal, tegar tengkuk. Akhirnya Tuhan mengabulkan permintaan Musa, karena Musa telah mendapat kasih karunia Tuhan. Dalam suasana ketegangan inilah Musa melanjutkan memimpin Israel dalam perjalanan menuju Tanah Perjanjian.
Bukanlah bermaksud menghakimi atau menuduh kita tegar tengkuk di hadapan Tuhan, untuk menggambarkan perjalanan kita dalam tahun 2022 ini. Tetapi dua hal yang tersebut di atas perlu kita sadari, yaitu, kita tidak lebih baik dari sifat dan sikap umat Israel yang disebut “tegar tengkuk,” tetapi kita harus berbeda dengan yang lain “dengan segala bangsa di muka bumi” bedanya adalah kita berjalan dituntun oleh Allah, ada tangan gembala yang baik menuntun kita, ada Roh Kudus yang menerangi, memberi hikmat bagi kita dan tujuan kita jelas dan pasti hadirat Bapa. Tahun 2022 adalah gua yang baru dan asing yang akan kita jalani, tetapi penuntun jalan bagi kita menguasai gua yang baru ini. Katakanlah: “Jika Engkau sendiri tidak membimbing kami, janganlah suruh kami berangkat menjalani tahun 2022 ini.” Selamat menikmati tahun 2022, Tuhan menuntun.
Mari kita aplikasikan renungan ini dengan pokok berikut:
- Siapkah Anda menjalani tahun 2022 ini hanya dengan penyertan Tuhan?
- Bagaimana sikap Anda bagi mereka yang menjalani tahun 2022 ini dengan mengandalkan harta kekayaan, yang telah diperolehnya dengan curang dan tipu.
- Jelaskah tujuan Anda menjalani tahun 2022, dan apa tujuan Anda ?
Mari berdoa:
Bapa kami yang di sorga, kami bersyukur memasuki tahun 2022 karena Tuhan yang menghantar dan menyertai kami. Kami bersama keluarga, bersama tetangga dan masyarakat, bersama jemaat dan gereja kami, tahun 2022 ini menjadi tahun penyertaan Tuhan yang baru bagi kami. Bagi masyarakat dan pemerintah kami. Kami berdoa untuk saudara kami yang sakit, Tuhan berkati mereka dengan kesembuhan, mereka yang ragu dan dibebani kesulitan ekonomi, kesulitan kerja dan usaha. Dengan kerendahan hati kami mohon, janganlah suruh kami berangkat kalau Tuhan tidak menyertai dan memandu kami. Dengan penyertaan Tuhan segala keraguan dan kesulitan akan membangun kami berjalan dalam tahapan yang memberi keberhasilan bagi kami. Akhirnya kami sampai di tujuan yang ditetapkan Tuhan dalam tahapan perjalanan kami. Demikianlah doa kami dalam Kristus Yesus, Amin. [AS03012022]
