MARKISA
Views: 0
Bacaan: Roma 12:12
”Bersukacitalah dalam pengharapan, sabarlah dalam kesesakan, dan bertekunlah dalam doa!”
Salam sehat penuh rahmat, Tuhan sertamu!
Bagi Anda yang pernah mengecap enaknya sirup markisa, tentu dapat membayangkan betapa segarnya segelas minuman markisa dingin yang dinikmati di tengah-tengah cuaca yang panas. Rasa asam dan manis berpadu menjadi satu di dalam satu gelas sirup markisa tersebut. Kalau dahulu, orang membuat minuman markisa dari buah markisa segar, sekarang sudah banyak tersedia berbagai jenis sirup markisa yang dijual di toko-toko. Sesuai dengan namanya, sirup markisa ini memang berbahan dasar buah markisa. Buah yang berasal dari daerah tropis dan sub tropis Amerika ini ternyata kaya akan manfaat bagi kesehatan tubuh kita.
Di tengah-tengah perjalanan kehidupan yang penuh dengan tantangan ini, markisa juga sangat memiliki makna. Sampai di sini mungkin Anda bertanya “apa hubungannya buah markisa dengan persoalan hidup?” Markisa yang saya maksudkan baru saja ini bukanlah buah markisa seperti saya sempaikan di awal tadi, melainkan ‘markisa’ sebagai sebuah filosofi hidup. Markisa yang saya sebut terakhir itu merupakan akronim dari MAri KIta SAbar.
Seperti halnya sirup markisa yang segar itu mampu meredakan tenggorokan yang kering, demikian juga kesabaran menjadi salah satu kunci agar kita mampu menghadapi gersangnya kehidupan akibat berbagai macam persoalan yang mendera hidup ini. Sejak awal kekristenan, ketika banyak orang percaya menghadapi berbagai macam tantangan, kesabaran menjadi sebuah sikap hidup yang mesti dipelihara.
Untuk kondisi saat ini, di mana sikap manusia ycenang derung ingin serba cepat, maka memelihara kesabaran tetap merupakan hal yang penting. Kita mesti jujur mengakui bahwa kita seringkali kehilangan kesabaran sehingga menjadi mudah untuk marah, kecewa, emosi, mengeluh dan sebagainya. Jangan lupa bahwa kesabaran merupakan salah satu wujud dari dari buah Roh. Artinya, bila kita terus di pimpin oleh Roh, maka sesungguhnya kesabaran tidak akan hilang dari dalam diri kita. Selain itu dengan memelihara kesabaran, maka kita akan dapat melihat dan merasakan bahwa semua persoalan yang kita hadapi itu akan kita maknai sebagai indah pada waktunya.
Markisa! Mari kita sabar! Rasul Paulus menasihatkan kepada jemaat di roma agar mereka juga memelihara kesabaran. Paulus menyebutkan, ”Bersukacitalah dalam pengharapan, sabarlah dalam kesesakan, dan bertekunlah dalam doa!” Melalui nasihat ini kita dapat meyakini bahwa bagi kita yang terus memegang pengharapan dengan teguh, maka kita akan dapat bersabar dalam kesesakan. Dan dalam setiap kondisi yang dihadapi kita juga akan dapat bertekun di dalam doa.
Masih di awal tahun baru, kita tidak tahu apa yang akan terjadi di depan sana. Akan tetapi kita mesti bersabar dalam menjalani waktu demi waktu. Dan ketika saatnya tiba, maka kita dapat melihat gambaran besar dari rancangan Tuhan atas hidup kita ini. Jalanilah hari-hari kita dengan rasa syukur karena kebaikan Tuhan. MARKISA – MARI KITA SABAR!
Selamat berjuang, Tuhan Yesus memberkati.
Salam: Guruh dan keluarga.
Doa:
Ya Tuhan, kadangkala kami kehilangan kesabaran saat menghadapi berbagai macam persoalan hidup. Oleh karena itu kami memohon berkat-Mu, supaya dengan tuntunan Roh-Mu, kami dapat memelihara kesabaran, sehingga mampu menghadapai berbagai tantangan di dalam hidup kami ini. Terimakasih Tuhan Yesus. Amin.
