BElAJAR DARI MARIA DAN ELIZABETH
Views: 0
Lukas 1: 35-37
Maria dan Elizabet adalah 2 tokoh wanita dalam lingkaran kelahiran Tuhan Yesus. Mereka memberikan gambaran sosok kekuatan manusia yang menghadapi persoalan sama yakni kehamilan. Meski persoalan sama namun kita dapat pelajari makna yang sangat mendalam dari yang telah mereka alami.
Maria adalah wanita yang mengalami peristiwa kehamilan yang tidak dikehendaki. Kita tahu bahwa Maria gentar dan kuatir akan resiko dari apa yang harus ia pikul; mungkin saja, mulai dari kecaman sampai siksaan dapat ia akan alami karena menanggung kehendak Allah yang tak bisa ditolak. Dalam kehidupan ini banyak di antara kita juga mengalami seperti yang dialami Maria: Menanggung perkara yang tak direncanakan dan tak dikehendaki. Saudara mungkin juga kuatir, sedih dan tak berdaya menanggung semua beban itu. Namun dalam keadaan ini, saudara juga akan ingat Maria; bahwa apa yang ditanggungnya yang adalah kehendak Allah, di dalamnya terdapat sebuat rencana besar Allah yakni melahirkan seorang Juruselamat bagi dinia. Oleh karena itu, bukalah hatimu dan lihatlah, yakinlah bagimu yang sedang menanggung perkara tak menyenangkan, bahwa Tuhan sedang memakai dirimu. Melalui dirimu akan dilahirkan pancaran surgawi bagi orang-orang yang ada di sekitarmu. Kiranya hadirmu membuka mata yang terpejam karena takut, memberi senyuman di wajah yang muram karena sedih, membawa keyakinan iman bagi mereka yang kuatir.
Elizabeth adalah seirang wanita yg sudah tua. Selama ini ia merindukan seorang anak. Namun Tuhan tak mengabulkan keinginannya. Sampai ia berusia 95 tahun, Elizabethpun mengandung karena Allah. Mengapa karena Allah? Wanita seusia itu mengandung? Heeei tak mungkin… Mustahil…. Tidak hanya itu, di usia sedemikian tuaaa itu, kan sangat riskan… Saya tak membayangkan, apakah Elizabeth bahagia atau malah ketakutan atau kuatir menerima kehamilan di usia tuanya. Namun firman Tuhan berkata bahwa di mata Allah tak ada yang mustahil dan menakutkan, yang layak membuatmu hancur. Di dalam Tuhan tak ada yang mustahi, Tuhanlah yang akan menguatkan dan menopangmu untuk melakukan kehendak Allah. Yang indah adalah, walau keinginannya tak terpenuhi (sampai kehamilan itu) Elizabeth dan tetap menyembah dan setia kepada Tuhan. Mungkin kini, di antara saudara, ada yang sedang mengalami kenyataan bahwa ada keinginan-keinginan kita yang tak terpenuhi. Tetaplah setia dan beriman kepada Tuhan kita tak tahu apa rencanaNya melalui saudara. Tapi pasti ada rencanaNya. Dan jika Tuhan memeberikan suatu yang membuat kita menghitung-hitung secara logika, bahwa kita tak sanggup menerima dan menaggungnya, maka ingatlah Elizabeth dan Zakaria. Dengan kesetiaanmu pada Tuhan dan kekuatan imanmu, mungkin engkau sedang mebuat mereka yang letih dan menjauh dari Tuhan, karena tak mendapatkan keinginannya, menjadi berbalik kembali dan setia kepadaNya. Mungkin engkau sedang menjadi tanganTuhan, membuat seorang yang kuatir dan takut karena menanggung beban besar dan berat lalu mengalami perubahan iman dan yakin mendapat ketakutan dari Tuhan.
Jadi dalam segala peristiwa hidupmu, ada Tuhan di sana. Tuhanlah yang mengijinkan dan menentukan segala sesuatu terjadi, dan Allah lah yang menyertai kehidupan kita. Tetaplah kuat dan menjadi berkat dan kekuatan bagi sesama. Lihatlah peristiwa Maria dan Elizabeth. 🙏🙏(LiN11-01-2022)
