BERHARGA KASIH SETIA-MU
Views: 0
Bacaan: Mazmur 36:1-12
Salam sejahtera, semoga kita makin mampu menghargai kasih setia Tuhan, yang tanpa batas, sangat tinggi dan sangat dalam, memberi perlindungan bagi manusia seperti dinyatakan dalam Mazmur 36:8 Betapa berharganya kasih setia-Mu, ya Allah! Anak-anak manusia berlindung dalam naungan sayap-Mu.
Semakin beriman orang, semakin mampu mengakui bahwa betapa berharganya kasih setia Tuhan. Orang yang makin mengenal Tuhan, akan mengerti kasih setia Tuhan, akan mampu mengagumi kasih setia Tuhan. Menyanyikan kasih setia Tuhan siang dan malam belum tentu hatinya mampu mengungkapkan betapa berharganya kasih setia Tuhan. Orang yang mampu menghargai kasih setia Tuhan adalah orang yang benar-benar mengalami kasih setia Tuhan, yang hidup bersekutu dengan Tuhan, yang mau ikut aturan Tuhan.
Kasih setia Tuhan digambarkan seperti kasih setia ayah dan ibu kepada anak mereka. Ketika anak memberontak dan pergi dari rumah, anak tersebut menjadi jahat dan menderita, hidupnya rusak, tetapi orangtua tetap saja setia mengasihi anaknya, tetap menerima anaknya jika kembali bertobat. Kisah anak yang hilang, yang pergi dari rumah ayahnya, berfoya-foya, jatuh miskin. Tapi ayahnya tetap mengasihi anak tersebut. Ketika anaknya kembali, ayahnya tetap menerima dan merawat bahkan disambut dengan pesta. Anak yang hilang dan kembali ke rumah ayahnya karena merasakan bahwa kasih sahabat-sahabatnya tidak lebih besar dibandingkan kasih ayahnya. Teman-temannya pergi meninggalkan dia pada saat dia jatuh miskin dan menderita. Ketika seorang anak menyadari bahwa ayah dan ibu sangat besar kasihnya dibandingkan kasih teman-teman, maka anak tersebut mampu mengakui bahwa kasih ayah dan ibu sangat berharga. Demikian juga orang yang sudah pergi menjauh dari Allah, kemudian kembali bertobat dan bersekutu dengan Allah, pada saat dia kembali, hal itu karena dia menyadari kasih setia Allah sangat besar, dan sangat berharga. Ayah dan ibu ada yang bisa mengasihi dengan setia, maka Allah akan lebih hebat lagi kasih setiaNya pada umatNya.
Bangsa Yehuda yang sudah memberontak pada Allah, menyembah berhala, berlaku jahat seperti orang fasik, kemudian dihukum di pembuangan Babilonia, tapi Allah tetap mengasihi umatNya. Umat yang kembali pada kasih Tuhan, dilepaskan dari pembuangan dengan cara Tuhan yang ajaib. Umat Tuhan yang dibebaskan akan menyadari kasih setia Tuhan sangat besar dan berharga, karena itulah ia bertobat dan kembali oleh Tuhan. Walau umat pernah salah dan memberontak. Tuhan tetap mengasihi, memelihara umatNya.
Ketika menderita di pembuangan ada juga umat Tuhan yang setia pada Tuhan, hal ini disebabkan karena orang ini menyadari kasih Tuhan sangat besar, Tuhan sangat baik padanya. Orang yang menyadari betapa besar kasih setia Tuhan, maka akan dimampukan Tuhan untuk berbuat yang baik, benar dan adil, seperti yang dialami Yusuf. Walau saudara-saudaranya berbuat jahat padanya, ia tetap merasakan betapa berharga kasih setia Tuhan. Yusuf yang menyadari betapa besar kasih Tuhan maka ia sangat bergantung pada Tuhan. Hanya dari Tuhanlah sumber kebaikan, kedamaian, keadilan, kebenaran bagi hidupnya. Walau dia menderita sebagai budak Potifar dan dipenjara, Tuhan memberikan keadilan dengan memberi jabatan penting di Mesir, dengan cara Tuhan. Saudara-saudaranya yang jahat akhirnya menghargai Yusuf. Yusuf yang direndahkan maka Tuhan meninggikannya,
Orang yang menyadari betapa besar kasih setia Tuhan akan mau menerima undangan Tuhan untuk bersekutu dengan Tuhan, seperti seorang pengantin perempuan karena menyadari kasih setia dari pengantin laki-laki sangat besar, maka pengantin perempuan itu mau bersekutu dalam pernikahan dengan pengantin laki-laki. Ketika pengantin perempuan mau bersekutu dalam pernikahan maka pengantin pria menyambut gembira kehadiran pengantin perempuan. Umat Tuhan digambarkan sebagai pengantin perempuan dan Allah digambarkan sebagai penggantin laki-laki.
Kita mau bersekutu erat dengan Allah karena kita menyadari betapa besar kasih setia Allah pada diri kita dan umatNya. Allah sebagai pengantin laki-laki akan terus memperhatikan dan memenuhi kebutuhan umatnya yang digambarkan sebagai pengantin perempuan. Allah sebagai pengantin laki-laki, akan setia mengasihi, dan kasih Allah tidak berubah-ubah dari sejak awal sampai akhirnya. Ada kisah, seorang suami yang setia mengasihi istrinya, tidak berubah dari sejak awal pernikahan sampai akhir hidupnya. Istri yang sangat menyadari kasih setia suaminya akan merasa nyaman, aman, terlindungi. Demikian juga umat Tuhan yang sangat menyadari betapa besar kasih setia Allah dalam hidupnya maka ia akan merasa nyaman, aman terlindungi, seperti anak burung terlindungi dalam sayap induknya. Allah akan berlaku adil, berlaku baik, benar, damai terhadap umat. Allah akan memelihara hubungan dengan umat dan terus memperbaharuinya. Allah akan melindungi umatNya dari orang yang congkak dan menginjak, dari orang fasik. Orang-orang yang melakukan kejahatan itu akan jatuh; mereka dibanting Tuhan dan tidak dapat bangun lagi.
Orang yang tidak menghargai kasih setia Tuhan adalah orang yang hatinya dikuasai dosa, tidak takut Tuhan, tidak menghormati Tuhan, tidak mempercayai Tuhan, menolak Tuhan, menganggap Tuhan tidak ada. Bagi orang ini kebahagiaan adalah melakukan dosa, ia berhenti berbuat baik, berhenti untuk bijaksana, mulutnya penuh kejahatan dan tipu daya, berakal busuk. Kejahatan dirancang di tempat tidur ketika malam hari, siang ia bertindak sesuai rancangan jahatnya.
Orang yang mencari Tuhan dan bersekutu dengan Tuhan akan dikenyangkan Tuhan dalam imannya, akan dihilangkan dahaganya. Umat yang percaya pada kasih setia Tuhan, percaya pada karya keselamatan Tuhan, dia akan melihat terang Tuhan. Wajah Tuhan bersinar, menyebarkan berkat Tuhan. Marilah kita menghargai kasih setia Tuhan agar kita memegahkan Tuhan seperti diungkapkan dalam PKJ 209: 1 Kasih setiaMu sungguh lebih baik, lebih berharga dari hidupku. Maka bibirku megahkan Dikau; kasih setiaMu sungguh lebih baik.
Berdoa:
Ya Tuhan biarlah kami makin mengenal Tuhan, makin menyadari bahwa betapa berharganya kasih setia Tuhan terhadap kami pribadi, terhadap keluarga, gereja dan masyarakat kami, sehingga terus mengalami pertobatan dan hidup bersekutu dengan Tuhan. Kasih setia Tuhan kiranya terus melindungi kami dari orang yang congkak dan menginjak-injak, dari orang fasik. Biarlah kami merasakan terang Tuhan selalu serta memegahkan Tuhan. Dalam Yesus kami berdoa, amin.
