HARAP AKAN TUHAN
Views: 0
Jemaat yang dikasihi Tuhan Yesus Kristus. Syalom Alekhem! Hari ini kita merenungkan sebuah tema “Harap akan Tuhan”. Firman Tuhan yang mendasari renungan kita terambil dari kitab Mazmur 42:6
“Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku, dan mengapa engkau gelisah di dalam diriku? Berharaplah kepada Allah! Sebab aku bersyukur lagi kepada- Nya, penolongku dan Allahku !”
Demikianlah Firman Tuhan. Berbahagialah setiap orang yang mendengar Firman Tuhan dan yang memeliharanya.
Mazmur 42 dan 43 sebenarnya adalah satu mazmur. Kalau kita membaca secara cermat, dalam Mazmur ini, ayat ini ditulis berulang kali sama persis sampai tiga kali. Mengapa Saudara? Tentu ada makna yang terkandung di dalamnya. Karena ayat ini merupakan refrein nyanyian pengajaran. Mazmur ini merupakan kumpulan pengajaran yang dinyanyikan berulang-ulang. Mazmur ini disebut Mazmur pengajaran bani Korah. Korah adalah orang Lewi, keluarganya melayani di bidang musik dan ibadah.
Mazmur ini menggambarkan perasaan orang-orang yang beriman yang taat kepada Allah. Dalam Mazmur ini nampak adanya pertentangan antara perasaan dan iman dalam diri orang-orang percaya. Sebagai orang percaya harus menghadapi realitas kehidupan yang tidak mudah. Terkadang muncul keluhan-keluhan karena kegelapan dan kabut yang menyelimuti keadaan pada saat ini. Sehingga muncul pertanyaan: Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku, dan gelisah dalam batinku?
Namun sebagai orang-orang beriman, tetap memiliki kerinduan kepada Allah yang hidup, Allah yang sanggup menolong. Oleh sebab itu, meskipun jiwa sedang mengalami gundah gulana, tidak memadamkan semangat untuk melangkah ke rumah Allah dengan nyanyian dan syukur. Dan berkata dalam hatinya: Berharaplah kepada Allah, hai jiwaku!
Seperti nyanyian pujian yang dipersembahkan oleh pemandu pujian GKI Kwitang, lagu yang berjudul: “Harap akan Tuhan, hai jiwaku!” Sebuah nyanyian yang menggugah hati banyak orang yang sedang mengalami pergumulan hidup yang berat. Melalui nyanyian ini mengajak kita berkata pada diri kita: Harap akan Tuhan, hai jiwaku! Mengapa Saudara? Karena Tuhan adalah tempat perlindungan dalam susahmu! Oleh sebab itu: Jangan resah, tabah berserah, kar’na habis malam pagi merekah. Dalam derita dan kemelut Tuhan yang setia, Penolongmu!
Yakinlah Saudara, walau hatimu sendu, walau hatimu remuk, Tuhan mampu mengatasi tiap kemelut. Berdoalah: Ya Tuhan, tolong aku yang lemah dan rapuh ini, setia-Mu kokoh selamanya!
Umat Tuhan, yakinlah, jalan sedih nanti berhenti; karena Yesus memberikan hidup abadi. Habis derita di dunia, purna sukacita. Haleluya!
Saudara-saudara, ketika hati kita sendu, jiwa kita gundah gulana, karena berbagai persoalan yang menimpa, apa yang harus kita lakukan?
Firman Tuhan hari ini mengajarkan kepada kita:
Pertama, Berharaplah kepada Allah! Berarti menaruh pengharapan kepada Allah sebagai satu-satunya Penolong kita. Firman Tuhan mengatakan: “ Janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau, janganlah bimbang, sebab Aku ini Allahmu; Aku akan meneguhkan, bahkan akan menolong engkau; Aku akan memegang engkau dengan tangan kanan-Ku yang membawa kemenangan ” (Yes. 41:10).
Kedua, Bersyukurlah kepada Allah. “Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah didalam Kristus Yesus bagi kamu ” (1 Tes. 5:18). Sebagai orang-orang percaya kepada Kristus, alangkah baiknya jika kita selalu bersyukur kepada Tuhan. Yakinlah, melalui syukur kita kepada Allah, Tuhan Allah pasti menolong kita. Dia tidak akan membiarkan kita terus menerus dalam pergumulan. Apapun yang terjadi pada hidup kita, baik sebelum pandemi atau saat pandemi seperti ini, marilah kita tetap bersyukur dengan sepenuh hati kepada Allah. Amin, Saudara?
Berharaplah kepada Allah dan bersyukurlah! Lakukanlah saja! Itu sudah cukup! Amin.
Mari kita berdoa :
Segala puji dan syukur kami panjatkan kepada-Mu, ya Allah. Oleh karena Engkau adalah tempat perlindungan kami. Engkau adalah sumber pertolongan kami. Karuniakanlah kesehatan dan kesejahteraan kepada kami semua. Ajarkan kepada kami untuk selalu berharap dan bersyukur kepada Tuhan. Mampukanlah kami menjadi menjadi pembawa pengharapan bagi sesama kami yang susah dan menderita. Dalam nama Tuhan Yesus Kristus kami berdoa. Amin.
Tuhan memberkati Saudara dan keluarga.
(AM 20012022)
