MURID MENGKHIANATI GURU
Views: 0
Bahan: Matius 26: 48 – 50
Orang yang menyerahkan Dia telah memberitahukan tanda ini kepada mereka: “Orang yang akan kucium, itulah Dia, tangkaplah Dia.” Dan segera ia maju mendapatkan Yesus dan berkata: “Salam Rabi,” lalu mencium Dia. Tetapi Yesus berkata: “Hai teman, untuk itulah engkau datang?” Maka majulah mereka memegang Yesus dan menangkap-Nya.
Kita sudah memasuki Minggu Prapaskah V, dari bahan renungan hari ini kita merenungkan derita Yesus yang datang justru dari murid-Nya yang berkhianat. Pengkhianat tentu datang dari dalam sebagai teman, kalau dari lawan tentu itu bukan khianat tetapi serangan. Tindakan berkhianat tentu suatu perbuatan keji, karena diawali dengan persahatan, kerja sama, saling membuka hati, tetapi dengan alasan tertentu lalu dia berkhianat, dengan mudah dia bertindak untuk melawan dan membinasakan temannya itu. Kita sudah menjalani Minggu Prapaskah V, karena itu bahan renungan kita hari ini tentang, sengsara yang akan ditanggung oleh Yesus, khususnya pengkhianatan Yudas Iskariot salah satu murid Yesus. Alkitab tidak menjelaskan motivasi Yudas berkhianat, tetapi kita bisa menduga-duga. Seperti banyak pengkhianatan dilakukan yang motivasinya mendapatkan imbalan dan keuntungan besar terutama materi atau kedudukan. Dalam Kitab Undang-undang di negara kita, pengkhianat negara disebut makar akan dihukum mati, demikian beratnya sanksi bagi pengkhianat negara.
Rasanya Yudas sudah merencanakan berkhianat dengan baik, dan Tuhan Yesus bukan tidak tahu. Tetapi Yesus harus menanggung semua kejahatan dan dosa dunia termasuk perlakuan murid-murid-Nya walaupun dengan resiko tinggi, karena rencana penyelamatan manusia dari dosa dan maut jauh lebih penting. Karena itu Yesus harus tetap konsisten, Dia tidak membatalkan perjalanannya ke Yerusalem untuk menanggung banyak penderitaan, ditolak oleh tua-tua dan imam-imam. Sesuai rencana, Yesus begitu serius dan fokus untuk mengalahkan maut, justru di situ murid-Nya memanfaatkan cari untung, bukan menolong tetapi menendang. Yesus sudah banyak mengajarkan tentang kasih, kesetiaan, kebenaran, kepada murid-Nya justru murid-Nya itu mengkhianati ajaran itu. Tentu sangat menyakitkan guru yang sudah mengasuh muridnya justru dikhianati oleh murid dengan terencana. Bukan hanya Yudas Iskariot yang berkhianat, Petrus dan semua murid-murid-Nya meninggalkan Dia, dalam suasana yang menakutkan. Tetapi hanya Yudas yang merencanakan pengkhianatan itu. Tema kita berbunyi: MURID MENGKHIANATI GURU, demikanlah Yudas telah sepakat dengan imam-imam, tua-tua bangsa Israel, dengan imbalam sejumlah uang. Yudas justru datang kepada mereka menawarkan diri untuk menyerahkan Yesus ke pada mereka. Yudas Iskariot mengatahui imam-imam dan tua-tua yang mengurus Bait Allah, telah berusaha menyingkirkan, menangkap Yesus, tetapi belum menemukan waktu yang baik. Oleh kedatangan Yudas Iskariot mereka sangat senang seolah-olah waktunya telah tiba. Ciuman sebagai tanda, telah disepakati dengan prajurit pemerintah dan pengawal Bait Allah, karena mereka ini tidak tahu yang mana Yesus dari kelompok itu yang usianya tidak jauh beda, apa lagi dalam suasana malam hari. Ciuman, tanda kasih dan persahabatan akan dilontarkan Yudas Iskariot, sedangkan secara tersembunyi di belakangnya sudah siap pasukan untuk menyergap, menangkap siapa yang dicium oleh Yudas. Dalam peristiwa itu ciuman bukan tanda kasih, bukan tanda persahabatan, tetapi bagi Yudas suatu kepastian bahwa uang sudah dia kantongi. Termasuk murid-Nya yang memberontak itu Yesus sudah siap menebus dan mengampuni mereka, bila datang kembali dengan penyesalan dan mohon ampun. Tuhan Yesus juga menjadi Juruselamat bagi pengkhianat, kalau kita datang mohon ampun, sayang Yudas Iskariot tidak datang mohon ampun tetapi justru dia melarikan diri dan membinasakan diri.
Mari kita aplikasikan renungan ini dengan pokok-pokok berikut:
- Yudas Iskariot akhirnya bunuh diri (Mat 26:5), menurut Anda apakah Tuhan Yesus mengampuni Yudas, kalau dia datang memohon ampun?
- Coba ingat pengkhianatan Anda atas pengajaran dan janji setia di hadapan Allah, terutama yang telah diaminkan dengan berkata: “ya dengan segenap hati.”
- Apakah ada pada Anda ingkar janji setia, menyangkal, mengkhianat akan firman Tuhan dengan berulang-ulang?
Mari berdoa:
Bapa sorgawi, dengan rasa malu karena ternyata kami ikut dalam barisan murid Tuhan Yesus yang sering ingkar janji setia kepada Tuhan. Tuhan Yesus telah rela menanggung banyak ketidaksetiaan kami dengan pengorbanan diri-Nya. Karuniakan keberanian dan keteguhan hati agar kami tidak berkhianat, sebaliknya teguh bertahan setia dalam Tuhan walau harus berkorban. Jadikan kami saksi dan pelayanan Kristus yang setia, tekun dan teguh. Kami berdoa agar saudara kami yang telah meninggalkan Tuhan Yesus agar datang Kembali memohon belaskasih dan pengampunan Tuhan. Inilah doa kami dalam nama Tuhan Yesus, Amin. [AS040422]
