RAJA DAMAI YANG AKAN DATANG
Views: 0
Saudara-saudara yang dikasihi Tuhan Yesus Kristus, Syalom Alekhem. Minggu-minggu Adven selalu mengingatkan kita dua hal penting. Pertama, masa persiapan untuk mengingat peristiwa kelahiran Tuhan Yesus di Betlehem sebagai Juruselamat. Kedua, mengingatkan dan mengarahkan kehidupan kita untuk menyambut kedatanganNya kembali sebagai Raja dan Hakim yang akan menghakimi semua orang. Kita akan merenungkan firman Tuhan yang berjudul: “Raja Damai yang akan datang”. Dasar perenungan kita dari Yesaya 11:1-4 “ Suatu tunas akan keluar dari tunggul Isai, dan taruk yang akan tumbuh dari pangkalnya akan berbuah. Roh TUHAN akan ada padanya, roh hikmat dan pengertian, roh nasihat dan keperkasaan, roh pengenalan dan takut akan TUHAN; ya, kesenangannya ialah takut akan TUHAN. Ia tidak akan menghakimi dengan sekilas pandang saja atau menjatuhkan keputusan menurut kata orang. Tetapi ia akan menghakimi orang- orang lemah dengan keadilan, dan akan menjatuhkan keputusan terhadap orang-orang yang tertindas di negeri dengan kejujuran; ia akan menghajar bumi dengan perkataannya seperti dengan tongkat, dan dengan nafas mulutnya ia akan membunuh orang fasik.”
Demikianlah Injil Tuhan Yesus Kristus. Berbahagialah setiap orang yang mendengarkan firman Tuhan dan memeliharanya.
Dalam ayat-ayat ini Allah menjanjikan pemulihan setelah penghukuman bagi umat Israel, tetapi juga bagi seluruh umat manusia. Suatu tunas akan keluar dari tunggul Isai, yaitu keturunan Daud, yang akan menjadi Raja Damai, yaitu Kristus Sang Juruselamat dunia.
Ciri-ciri Sang Raja Damai disebutkan dalam kitab Yesaya ini antara lain: Roh Tuhan akan ada padanya, roh hikmat dan pengertian, roh nasihat dan keperkasaan, roh pengenalan dan takut akan Tuhan ada padaNya. Ia tidak akan menyimpang dari kebenaran dan kesetiaan.
Sebagai Raja, Dia akan menggunakan kuasaNya dengan penuh kasih untuk menyelamatkan orang-orang lemah dan tertindas.
Sebagai Hakim, Dia akan mengakimi semua orang dengan adil. Ia akan menghukum semua orang yang berlaku jahat tanpa pandang bulu.
Sebagai Penebus dan Gembala, Dia akan tinggal bersama umatNya untuk menggembalakan dengan kasih dan kekudusanNya untuk selama-lamanya.
Sebagai Penebus dan Penolong, Dia akan mengakhiri segala keluh kesah umatNya dan diganti dengan damai sejahtera. Amin, Saudara? Puji Tuhan!
Seperti kesaksian pujian yang dinyanyikan oleh seorang pemuda GKI Kwitang sebuah lagu yang berjudul “Gapuramu Lapangkanlah”. Sebuah nyanyian Adven populer yang mengajak kita semua untuk bersiap-siap menyambut kedatangan Raja Mulia, Sang Maharaja Semesta dan Juruselamat dunia.
Sambutlah Dia dengan hati yang terbuka lebar seperti gapura yang lapang, supaya masuk Sang Raja Mulia.
Sambutlah Dia dengan hati yang gembira, dengan meriah dan bersoraklah menyanyi: Terpuji Penebus dan Gembala Kudus! Terpuji Penebus, Penolong yang Kudus!
Kabar baik untuk Saudara: Kristus sudah datang, sedang datang, dan akan datang kembali. Bersediakah Saudara bersama keluarga pada masa adven ini, menyambut Sang Kristus Raja Damai dengan membuka hati bagai gapura yang lapang? Sambutlah Penebus dan Gembala Kudus dalam keluarga Saudara.
Sambutlah Penolong dan Juruselamat yang berkenan tinggal di dalam hati Saudara! Lakukanlah saja! Itu sudah cukup. Amin.
Mari kita berdoa:
Ya Tuhan, Bapa yang di surga, kami bersyukur karena Tuhan memperingatkan kami supaya kami siap sedia menyambut kedatangan Sang Raja Damai. Dalam masa adven ini, mampukanlah kami membuka hati lebar-lebar seperti gapura yang lapang supaya Kristus masuk dalam hati kami. Dalam nama Tuhan Yesus Kristus kami berdoa. Amin.
Tuhan Yesus memberkati Saudara dan keluarga! Maranatha (08122022).
