DI DOA IBUKU NAMAKU DISEBUT
Views: 0
Bapak Ibu, Saudara-saudari yang dikasihi Tuhan Yesus Kristus, Syalom Alekhem!
Saya ingin mengucapkan “Selamat Hari Ibu” bagi Ibu-ibu semua. Pada hari ini tepat tanggal 22 Desember diperingati sebagai Hari Ibu. Pada awalnya peringatan Hari Ibu adalah untuk mengenang semangat dan perjuangan para perempuan dalam upaya perbaikan kualitas bangsa Indonesia.
Misi itulah yang tercermin menjadi semangat kaum perempuan dari berbagai latar belakang untuk bersatu dan bekerja sama. Hal itu menjadi tonggak sejarah perjuangan kaum perempuan di Indonesia. Tuhan memberkati Ibu-ibu semua!
Saat ini saya ingin mengajak kita semua merenungkan tema: “Di Doa Ibuku Namaku Disebut”. Dasar perenungan kita dari Lukas 1:46-48a . Lalu kata Maria: “ Jiwaku memuliakan Tuhan, dan hatiku bergembira karena Allah Juruselamatku, sebab Ia telah memperhatikan kerendahan hamba-Nya.” Demikianlah Injil Tuhan Yesus Kristus. Berbahagialah setiap orang yang mendengarkan firman Tuhan dan memeliharanya.
Ayat-ayat ini adalah bagian dari Pujian Ibu Maria, seorang Ibu yang mengandung dan melahirkan Yesus. Pujian yang mengungkapkan perasaan sukacita dan syukur yang terdalam. Mengapa Maria menyatakan kerinduannya yang terdalam untuk memuji dan membesarkan Tuhan? Jawabnya karena: “Allah Juruselamatku, sebab Ia telah memperhatikan kerendahan hambaNya.”
Jadi, dasar sukacita Maria ini tertumpu bukan karena kondisi atau situasi sekitarnya, tapi karena Allah, tidak hanya sebagai Juruselamatnya, tapi juga sebagai Tuhan atas hidupnya.
Sikap kerendahan hati Maria terlihat ketika ia menerima dengan sepenuh hati apa yang menjadi kehendak Tuhan atas hidupnya. Dengan sikap taat dia menempatkan dirinya sebagai hamba, “Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu” (Luk. 1:38).
Saya percaya setiap Ibu yang merasakan dan mengalami kasih Allah, pastilah ia sangat gembira dan bersyukur. Amin, Ibu-ibu? Ibu-ibu akan mewujudkan sukacita dan syukurnya kepada Tuhan dengan kesetiaannya mengasihi Tuhan dan sesama. Demikian juga seorang Ibu pastilah mencintai anak atau anak-anaknya. Seorang Ibu pastilah tidak lupa mendoakan anak-anaknya.
Seperti kesaksian pujian yang dinyanyikan oleh seorang anak jemaat GKI Kwitang sebuah lagu yang berjudul “Di Doa Ibuku Namaku Disebut”. Sebuah kesaksian seorang anak yang mengingat kasih Ibu yang setia bertelut berdoa menyebut nama dirinya, meskipun di masa-masa yang sulit. Saudara-saudara, yakinlah anak-anak dapat bertumbuh menjadi dewasa, bahkan sukses menjalani kehidupan ini, tidak lepas dari cinta kasih, perjuangan dan doa Ibu. Ada kesaksian seorang Ibu yang penuh cinta, selalu menyebut dalam doa nama satu-persatu anak-anak, menantu, cucu-cucu, keponakan-keponakan, bahkan setiap nama yang perlu didoakan. Luar biasa! Perlu diteladani! Bapak Ibu dan Saudara sekalian, marilah kita belajar meneladani Ibu Maria sebagai hamba Tuhan yang penuh kerendahan hati memuliakan Tuhan dan setia, serta taat kepada Tuhan. Bersediakah Saudara mewujudkan cinta kasih Saudara untuk memuliakan Tuhan dengan menjadi pendoa yang setia? Lakukanlah saja! Itu sudah cukup! Amin.
Mari kita berdoa:
Ya Tuhan, Bapa yang di surga, kami bersyukur untuk teladan Ibu Maria, Ibu Tuhan Yesus yang hatinya dipenuhi kasih untuk memuliakan Tuhan.
Ya Tuhan, kami berdoa untuk setiap Ibu pada masa kini, limpahkanlah anugerahMu, agar mempunyai jiwa yang selalu gembira di dalam kasih karuniaMu.
Dalam nama Tuhan Yesus Kristus kami berdoa. Amin.
Selamat Hari Ibu dan Selamat hari Natal .
Tuhan Yesus memberkati keluarga Saudara!
(AM22122022).
