TRIMAKASIH TUHAN
Views: 0
Bacaan: Filipi 2:14-18
Apapun yang telah terjadi, baik yang baik atau yang buruk, ungkapkanlah “terimakasih Tuhan”.
Ungkapan terimakasih memotivasi diri untuk melihat segala yang baik, yang indah yang positif dibalik segala kesusahan yang terjadi. Karena memang demikianlah hidup kita, selalu ada “2 sisi mata uang” itu. Harapannya, dengan menyadari segala yang baik dibalik yang buruk, kita akan bersukacita dalam mengisi hidup kita.
Sering kita lebih membiarkan diri dikuasai oleh sungut-sungut akibat kekecewaan, kesedihan, kemarahan dan kegagalan dan segala keinginan yang tak terpenuhi; Akibatnya adalah Damai sejahtera hilang dari diri kita. Hidup jadi terasa tak menyenangkan, gelap dan terjal akibat berbagai kesusahan dan tantangan hidup . Bukan berarti bahwa kesusahan tidak boleh pernah ada dalam kehidupan kita, karena itu mustahil. Bukankah setiap hari pun ada siang ada malam, maka dalam kehidupan pun akan datanglah susah dan juga pasti akan datang senang.
Salah satu kebiasaan yang membuat hidup kita terasa susah melulu adalah kebiasaan bersungut-sungut. Jakson Pardomoan bilang bahwa Bersungut-sungut dilakukan oleh orang-orang yang tak bisa mengendalikan diri dan tidak sabar. Jika demikian, peluang melakukan kesalahan bagi orang-orang yang suka bersungut-sungut menjadi besar. Dengan demikian kita dapat memahami kata Firman Tuhan di atas bahwa peringatan untuk tidak bersungut-sungut ditujukan agar kita tak beraib dan tak bernoda sebagai anak-anak Allah. Atau dengan kata lain jika kita bersungut-sungut dapat merupakan dosa di hadapan Allah. Mungkin dapat urutan peristiwanya demikian:
Dari kekecewaan yang dibiarkan, membuat kita kebiasaan bersungut-sungut lalu menghasilkan gosip, menuduh, membuat perpecahan atau mengasilkan perbuatan kejam, penyelewengan dst… Tentu semua itu tak dikehendaki oleh Allah.
Nah daripada membiasakan diri bersungut-sungut, maka marilah kita membiasakan diri “berterima kasih” kepada Tuhan. Berterimakasih mengisyaratkan bahwa diri ini lebih mau melihat dan berusaha melihat segala kebaikan, keindahan dan hal positif lain di tengah kesusahan dan tantangan. Lalu kita mempersilahkan Tuhan, dalam ketenangan, kekuatan dan sukacitaNya membuat kita melihat cahaya kemuliaanNya yang menuntun untuk menemukan jalan ke luar atau segala kebaikannya. Bukankan ini yang kita kehendaki ketika kita menghadapi persoalan kehidupan?
Membiasakan diri berterimakasih memang mesti di bentuk. Ini sama dengan memicu diri untuk tak bersungut-sungut. Tuhan menghendaki kita menikmati sukacitaNya dalam menjalankan panggilanNya, yang walau ada tantangan namun tetap saja dapat ditemukan kebaikannya. Hal ini lebih akan terwujud jika kita bersandar dan memandang kepda Kristus. Segala usaha dan ketaatan kita kepadaNya tentu tak ada yang sia-sia/tak ada yang percuma, semua pasti ada hasilnya. Jika kita sedang terusss melakukan panggilanNya, maka bersukacitalah bersama dengan Tuhan. Kita akan selalu mengatakan dan mewujudkan kebaikan Tuhan melalui hidup kita dengan “Terimakasih Tuhan”. (LiNRH,25-01-2023)
