BAKSO KELAPA MUDA
Views: 0
Bacaan: Galatia 2:19-20
”Sebab aku telah mati oleh hukum Taurat untuk hukum Taurat, supaya aku hidup untuk Allah. Aku telah disalibkan dengan Kristus; namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku”.
Salam sehat penuh rahmat, Tuhan sertamu!
Mungkin Anda bingung dengan judul renungan ini. Mungkin Anda juga bertanya-tanya apa yang dimaksud dengan bakso kelapa muda. Ya, pada awalnya saya juga bingung sekaligus penasaran dengan menu makanan ini. Pada umumnya orang akan menyebut ‘bakso sapi, bakso ikan, atau bakso babi’ untuk menunjuk pada jenis daging yang digunakan sebagai material dasarnya. Bagaimana dengan bakso kelapa muda?
Nah, daripada saya terus bingung dan penasaran, maka saya dan keluarga sengaja datang ke warung bakso kelapa muda tersebut. Dan inilah gambaran dari bakso kelapa muda, yaitu: bila pada umumnya bakso dihidangkan dengan mangkuk, maka bakso kelapa muda ini dihidangkan dengan batok kelapa muda utuh, minus air kelapanya. Bila pada umumnya bakso menggunakan bakmi putih atau kuning, maka bakso kelapa muda menggunakan kelapa muda yang diserut memanjang menyerupai bakmi. Butiran bakso tetap sama seperti pada umumnya, yaitu dibuat dari campuran daging dan tepung yang dibetuk bulat kecil atau sedang. Rasanyapun mirip seperti bakso pada umumnya, hanya saja ada sensasi rasa gurih kelapa muda yang khas. Sehingga rasanya yang muncul cukup unik di mulut dan lidah.
Melihat bakso kelapa muda ini, kita dapat melihat adanya keberanian untuk berubah berkembang melalui inovasi. Setidaknya kita dapat melihat beberapa inovasi, yang pertama: nama ‘bakso kelapa muda’ telah menjadi sebuah brand tersendiri yang berbeda dengan bakso yang lain. Nama itu sendiri telah membangkitkan rasa penasaran dan keingintahuan konsumen untuk mencoba rasanya. Dan ini merupakan strategi pemasaran yang menarik di tengah-tengah persaingan usaha perbaksoan. Kedua: keberanian untuk mencoba hal baru. Si penjual berani mencoba untuk menggabungkan 2 (dua) entitas yang berbeda yang biasanya disajikan secara terpisah. Saya tidak tahu sudah berapa lama upaya ujicoba menggabungkan menu bakso dan kelapa muda ini dilakukan. Akan tetapi bila akhirnya tercipta bakso kelapa muda, tentulah ini membuktikan sebuah upaya pantang menyerah hingga tercipta sebuah menu yang baru. Ketiga: adanya keuntungan ganda. Hanya dengan memesan sebuah menu makanan, maka pembeli akan membayar ganda, yaitu untuk kelapa muda dan bakso, sehingga nilai jual dari kedua entitas ini menjadi lebih tinggi.
Di tengah-tengah persaingan usaha, tentu inovasi selalu dibutuhkan sehingga produk yang dihasilkan memiliki nilai jual dan daya saing lebih tinggi. Namun bila terjebak pada ‘kebiasaan’ tanpa perubahan, tentu lambat laun akan ditinggalkan. Bakso kelapa muda mengajak kita untuk menyadari bahwa kehidupan ini penuh dengan tantangan, sehingga mesti berani untuk berakselerasi.
Di tengan-tengah kehidupan iman, kita juga mengalami berbagai macam tantangan yang nyata. Apabila kita tidak bertumbuh dan berakselerasi, tentu kita akan mudah sekali untuk dihancurkan. Kuasa kegelapan selalu melakukan inovasi agar dapat menjerat kembali anak-anak Tuhan ke dalam rengkuhannya. Oleh karena itu, tetap memegang Kristus menjadi strategi utamanya. Paulus di dalam nasihatnya mengatakan, ”Sebab aku telah mati oleh hukum Taurat untuk hukum Taurat, supaya aku hidup untuk Allah. Aku telah disalibkan dengan Kristus; namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku”. Paulus bersaksi bahwa hidup di dalam Kristus telah membuat dirinya tetap dapat melayani dengan segala kreatifitas dan keberanian yang ada. Dengan demikian nama Tuhan dimuliakan. Anak-anak Tuhan memang mesti selalu bertumbuh ke arah kedewasaan iman agar tetap mampu bertahan dan terus bersaksi di tengah-tengah tantangan zaman ini.
Kiranya bakso kelapa muda kali ini, mengingtkan kita tentang pembaruan iman terus menerus yang mesti dilakukan oleh anak-anak Tuhan dengan tetap tinggal di dalam Kristus. Selamat berjuang, Tuhan Yesus memberkati.
Salam: Guruh dan keluarga.
Doa
Mampukan kami, ya Tuhan, agar tetap berpegang teguh iman percaya kepada Kristus, sehingga kami mampu bertahan dan bersaksi di dalam kehidupan kami. Kiranya Roh Kudus menolong kami. Terimakasih Tuhan Yesus, Amin.
