BERBAHAGIA OLEH PERBUATANNYA
Views: 0
Bacaan: Yakobus 1: 19-27
Salam sejahtera, semoga kita makin mampu meneliti kebenaran Tuhan dan bertekun melakukan firman Tuhan sehingga membuat kita berbahagia seperti ungkapan dalam Yakobus 1:25 Tetapi barangsiapa meneliti hukum yang sempurna, yaitu hukum yang memerdekakan orang, dan ia bertekun di dalamnya, jadi bukan hanya mendengar untuk melupakannya, tetapi sungguh-sungguh melakukannya, ia akan berbahagia oleh perbuatannya.
Orang yang berbahagia adalah orang yang mengingat firman Tuhan dan melakukannya, yaitu tentang cepat mendengar. Cepat mendengar dan menerima kebenaran Tuhan, tapi tidak cepat mendengar dan menerima berita palsu atau negatif. Cepat mendengar tentang orang yang menderita, tertindas, diperlakukan tidak adil, yang miskin, yang lapar, sehingga segera bisa ditolong. Contoh orang yang cepat mendengar adalah Zakheus. Ia cepat mendengar tentang Yesus yang baik, yang menerima orang berdosa, tidak menyingkirkannya. Begitu mendengar tentang Yesus yang datang ke Yeriko, Zakheus bersemangat untuk bertemu Yesus. Zakheus mengalami lahir baru yaitu mengakui dosanya dan diampuni Tuhan Yesus kemudian ia melakukan firman Tuhan dengan memberi setengah hartanya kepada orang miskin dan mengganti 4 kali kepada orang yang dirugikannya. Zakheus cepat mendengar, bertemu Yesus, menerima pengampunan dan melakukan firman Tuhan maka ia menjadi orang yang berbahagia.
Orang berbahagia adalah orang yang mengingat firman Tuhan dan melakukan firman tentang lambat berkata-kata. Orang yang cepat berkata-kata menurut kehendak, pendapat atau pikiran, selera sendiri atau pendapat-pendapat orang lain. Ada orang yang cepat berkata tentang Allah yang menyebabkan dosa dan penderitaan hidupnya. Orang berpikir seperti ini karena cepat mendengar tentang berita yang salah, negatif tentang Allah, cepat menarik kesimpulan dari informasi yang salah. Cepat berkata-kata juga dapat berarti kurang dipikirkan matang, cepat memberi pendapat yang kurang tepat atau dari informasi yang salah. Lambat berkata-kata berarti orang hati-hati berbicara, mencari informasi yang benar lebih dulu. Ketika orang berduka, rugi, gagal, banyak masalah, ia tidak cepat berkata Allah yang menjadi penyebab semua ini, maka dia bisa berbahagia karena ia percaya Allah adalah baik, selalu memberi demi kebaikan manusia.
Orang yang berbahagia adalah orang yang mengingat firman Tuhan dan melakukan firman tentang lambat marah. Orang yang cepat marah bisa cepat mengeluarkan kata-kata kasar, hinaan, tuduhan yang tidak benar, menghakimi orang, merendahkan orang, menyingkirkan orang. Orang cepat marah karena kesalahan berpikir tentang Allah dan sesama. Orang bisa lambat marah jika selalu bersiap untuk mendengar dan mempertimbangkan apa yang diajarkan firman Allah dalam menghadapi semua masalah hidup kita. Ketika menghadapi penderitaan dan cobaan, kita wajib untuk mendengarkan bagaimana Allah melakukan pemeliharaan-Nya, dan apa yang Tuhan maksudkan, jangan seperti Yunus yang cepat marah karena Allah menyelamatkan orang Niniwe. Yunus cepat berkata dan cepat marah karena lebih mendengarkan pendapat diri sendiri dan pendapat orang banyak, kurang membuka telinga dan hati untuk mendengar apa yang ingin Tuhan katakan kepada manusia. Orang bisa lambat marah ketika ia dilahirkan kembali oleh firman kebenaran. Anugerah Allah yang memperbaharui hati jiwa dan pikiran menjadi lambat marah dan memberi bahagia.
Perselisihan dan perbedaan pendapat dapat terjadi di antara orang-orang Kristen sendiri, tapi setiap ada perselisihan, perbedaan pendapat kita cepat mendengar kebenaran Tuhan, kita mengambil kesimpulan berdasarkan perenungan firman Tuhan. Perselisihan, perbedaan pendapat dapat membuat orang cepat marah, apabila ada kalimat yang merendahkan dan tidak menghargai orang lain. Dalam situasi seperti ini kita cepat mendengar kebenaran Tuhan dan lambat marah. Kita menyesali dosa cepat marah, cepat berkata-kata menurut pikiran sendiri, lambat mendengar kebenaran Tuhan. Kita berdoa agar kuasa Yesus mengangkat dosa kita dan memperbaharui dengan hati pikiran kita, dan memberi hati yang lemah lembut dan berkata yang sopan, sehingga meredakan kekacauan, kegeraman. Musa pernah cepat marah, keluar kata-kata yang salah ketika menghadapi keluhan orang Israel. Musa pernah tidak melakukan kebenaran Tuhan saat marah-marah.
Dalam perbedaan agama, ada orang marah-marah dengan menghina Yesus, menghina orang Kristen, apakah orang Kristen perlu marah-marah menghina ajaran agama lain? Tentu tidak perlu karena marah-marah menghina agama lain, hal itu tidak mengerjakan kebenaran di hadapan Allah. Kita harus menyadari bahwa Allah tidak membutuhkan amarah dari siapa pun. Allah tidak bisa dipaksa dengan kemarahan manusia. Allah tidak butuh pembelaan dari manusia dengan marah-marah dan menghina agama lain. Amarah merupakan sifat manusia, yang bertentangan dengan kebenaran Allah. Orang yang marah-marah dan mengaku demi kepentingan Allah, ini menunjukkan bahwa mereka tidak mengenal Allah dan tidak memahami, tidak meneliti kehendak Allah, dan tidak melakukan kehendak Allah. Marah-marah tidak membuat orang berbahagia.
Dalam kehidupan sehari-hari ditempat kerja, di sekolah, di rumah, kita terus meneliti kehendak Tuhan dalam arti terus menerus merenungkan siang dan malam, tidak melupakan pokok-pokok firman Tuhan. Meneliti kehendak Tuhan artinya kita memikirkan cara menerapkan firman Tuhan dalam pekerjaan, dalam usaha bisnis, politik, di kantor, di rumah dan dunia sosial. Bagaimana kita makin mengasihi Tuhan dalam pekerjaan, dalam bergaul, bagaimana kita makin mengasihi sesama dalam hidup di tempat kerja, di masyarakat dalam keluarga dan gereja. Kita meneliti apakah tujuan Tuhan bisa kita terapkan dalam pekerjaan, bisnis, di masyarakat keluarga gereja. Meneliti kehendak Tuhan membuat kita bebas, merdeka untuk melakukan kebenaran Tuhan, tidak dikuasai dosa, segala yang kotor dan jahat. Ketika orang bebas, tidak terpaksa melakukan kehendak Tuhan, maka orang tersebut berbahagia, damai dihadapan Tuhan.
Kita sudah diselamatkan Yesus, maka kita menyerahkan hidup kita seluruhnya kepada Yesus, kita menyerahkan hati dan perbuatan kita juga waktu kita kepada Yesus menjadi milik Yesus seperti ungkapan dalam KJ 363 ayat 1
Bagi Yesus kuserahkan hidupku seluruhnya; hati dan perbuatanku, pun waktuku milikNya. Bagi Yesus semuanya, pun waktuku milikNya. Bagi Yesus semuanya, pun waktuku milikNya.
Berdoa:
Ya Tuhan mampukan kami untuk meneliti kebenaran Tuhan, tidak melupakannya dan melakukanNya dengan tekun sehingga kami berbahagia. Dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa, amin
