BAHAGIA DI HATIKU
Views: 0
Umat Tuhan yang dikasihi Kristus, kembali bersama saya dalam renungan harian GKI Kwitang, Syalom Alekhem!
Pada hari ini kita akan merenungkan firman Tuhan yang berjudul “Bahagia Di Hatiku” dengan dasar Matius 16:17 Kata Yesus kepadanya: “Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di sorga .”
Demikianlah Injil Tuhan Yesus Kristus. Berbahagialah setiap orang yang mendengarkan firman Tuhan dan yang memeliharanya.
“Berbahagialah engkau Simon bin Yunus” ini adalah pernyataan Tuhan Yesus atas jawaban Petrus: “Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup”. Kristus merasa senang terhadap pengakuan itu, karena tidak semua orang memiliki kepercayaan dan pengakuan seperti itu.
“Berbahagialah engkau ” maksudnya ialah orang yang dinyatakan berbahagia oleh Kristus akan sungguh-sungguh berbahagia. Kebahagiaan penuh akan menyertai setiap pengenalan yang benar akan Kristus.
“Sebab bukan manusia yang menyatakan hal itu kepadamu, melainkan Bapaku yang di surga.” Tuhan Yesus hendak menyatakan bahwa seseorang dapat memiliki pengakuan seperti itu bukan berasal dari akal budi atau kepandaian diri sendiri, juga bukan dari kata orang lain, tetapi dari Bapa yang di surga. Puji Tuhan!
Seperti kesaksian pujian yang dinyanyikan oleh para pemandu pujian GKI Kwitang Bakal Jemaat Cililitan, sebuah lagu pujian yang berjudul: “Bahagia Di Hatiku” Sebuah pujian yang indah diciptakan oleh Albert A . Ketchum . Betapa bahagianya para pemudi ini. Mereka menyanyikan suatu kesaksian yang menggugah hati banyak orang. Setiap orang butuh bahagia, maka kesaksian: “Bahagia di Hatiku” sungguh menjadi berkat bagi banyak orang.
Dengarkanlah percakapan di antara anak muda ini: “Siapa sih Besty, Yesus yang sering kamu ceritakan itu?” Yang lain bertanya: “Siapa sih Yesus yang sering kamu nyanyikan dalam nyanyian-nyanyianmu?” “Ah, pengin tahu aja atau pengin tahu beneran?” “Ya, pengin tahu beneran dong Besty, gue pingin seperti kamu Besty….”
Nih dengerin gue: “Yesus itu Tuhanku dan Juru selamatku… Ia sungguh-sungguh mengasihi kita semua. Ia rela mati bagi ku dan bagi semua orang berdosa, supaya kita beroleh selamat.” “Benarkah itu? Tuhan Yesus mengasihi gue juga?” “Benar dong Besty…, ayo kita selalu puji Tuhan Yesus, Juruselamat kita!”
Benar Saudara-saudara, kita sungguh-sungguh berbahagia jikalau kita percaya dan memiliki pengakuan bahwa Yesus adalah Tuhan dan Juruselamat kita. Tuhan akan mengampuni dosa-dosa kita, Tuhan akan memberi hidup baru bagi kita, Tuhan akan menuntun di jalan yang benar. Kita sungguh berbahagia hidup bersama Tuhan Yesus. Amin, Saudara?
Di tengah segala pergumulan dan persoalan hidup kita, marilah kita tetap memuliakan Tuhan melalui segala perkataan dan perbuatan kita. Hidup kita yang berbahagia akan membawa kebahagiaan bagi sesama kita.
Maka, jadilah pembawa kebahagiaan di tengah-tengah keluarga, di tengah-tengah persekutuan, dan di tengah-tengah masyarakat. Lakukanlah saja, itu sudah cukup! Amin.
Mari kita berdoa:
Ya Tuhan Yesus, kami bersyukur dan memuji Engkau karena kami boleh percaya dan mengaku: “Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup” Engkau melimpahkan kasih karunia dan rahmat yang membuat kami berbahagia. Mampukanlah kami tetap setia memuji dan bersaksi.
Ya Tuhan, curahkanlah kasih karunia dan rahmat bagi semua orang agar sungguh-sungguh berbahagia.
Secara khusus kami doakan Bakal Jemaat Cililitan dalam proses menjadi Jemaat yang dewasa. Dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.
Salam bahagia untuk Saudara dan keluarga!
(AM9022023)
