JANGAN UNDURE!
Views: 0
Umat Tuhan yang dikasihi Kristus. Syalom Alekhem!
Saudara-saudara, melalui Bulan Budaya GKI Kwitang tahun ini kita makin mengenal budaya-budaya Kalimantan, Sulawesi, Sumatera, dan kita bersyukur Minggu ini kita bersama umat Tuhan kepulauan MALUKU dengan budaya Ambon. Hari ini kita akan merenungkan firman Tuhan yang berjudul: “JANGAN UNDURE” yang artinya: “Jangan Mundur” dengan dasar dari Yesaya 35:3-4 Kuatkanlah tangan yang lemah lesu dan teguhkanlah lutut yang goyah. Katakanlah kepada orang-orang yang tawar hati : “Kuatkanlah hati, janganlah takut! Lihatlah, Allahmu akan datang dengan pembalasan dan dengan ganjaran Allah. Ia sendiri datang menyelamatkan kamu!”
Demikianlah Firman Tuhan. Berbahagialah setiap orang yang mendengarkan firman Tuhan dan yang memeliharanya.
Nabi Yesaya diutus Tuhan untuk menyampaikan kabar baik bagi umatNya. Meskipun umatNya seringkali berhati bebal dan tawar hati, bahkan terkadang umat mundur meninggalkan Tuhan. Namun dalam ayat ini terlihat jelas kasih karunia Tuhan bagi umatNya.
Yesaya menyampaikan harapan akan datangnya pemulihan dari Allah. Pengharapan yang menguatkan bagi orang-orang yang lemah dan tawar hati: Kuatkanlah tangan yang lemah lesu dan teguhkanlah lutut yang goyah” “Tangan yang lemah lesu dan lutut yang goyah” menggambarkan umat yang tidak berdaya.
Allah menyatakan kasih karuniaNya kepada umatNya, untuk menguatkan dan meneguhkan kembali, untuk memulihkan. Pada gilirannya umat Allah yang dipulihkan akan dapat menguatkan orang lain. Itulah sebabnya Yesaya memerintahkan dalam ayat 4, Katakanlah kepada orang-orang yang tawar hati: “Kuatkanlah hati, janganlah takut! Karena Allah sendiri akan datang dan menyelamatkan kamu.”
Saudara-saudara, melalui bulan budaya kita tahu bahwa benih-benih kasih telah ditaburkan kepada suku-suku di Nusantara ini, termasuk kepada masyarakat di Maluku. Masuknya Injil Kristus di Maluku berawal dari datangnya bangsa Portugis pada tahun 1512. Mereka tersebar di beberapa wilayah, seperti Ternate dan Ambon. Kedatangan mereka pada awalnya bertujuan untuk berdagang, karena Maluku terkenal dengan kekayaan rempah-rempahnya.
Kemudian pada tahun 1575 bangsa Belanda datang di Maluku dengan membawa misi dagang dan pengaruh agama Kristen Protestan. Masyarakat Maluku hidup dalam kekeluargaan yang kuat, sehingga dapat hidup dalam perdamaian seperti tercermin dalam budaya Pela Gandong, yang menjaga keutuhan dan kekeluargaan. Pela Gandong menjadi alat bagi umat Tuhan untuk menghadirkan damai sejahtera. Puji Tuhan!
Indahnya kesaksian pujian yang dinyanyikan oleh Joyful Choir GKI Kwitang, sebuah pujian berbahasa Ambon yang berjudul: “JANGAN UNDURE, yang artinya: Jangan Mundur. Paduan Suara Joyful dengan penuh semangat menyanyikan: “Jangan mundur! Jangan mundur!” Pukul tifa gong dan menyanyi! Mari teman-teman kita menari diiringi musik yang indah.” Mari berkumpul ramai-ramai memuji Tuhan!
Lagu ini mengajak semua orang yang letih lesu dan berbeban berat menghadapi susahnya kehidupan ini datang kepada Tuhan untuk memperoleh kekuatan baru.
Menghadapi persoalan hidup bagaikan ombak ganas yang menyerang. Kita semua diajak untuk tetap berjuang maju, mendayung perahu melawan gelombang. Tetap maju, jalan pelan-pelan menuju pantai. Jangan mundur!
Kita percaya Tuhan melimpahkan kasih karuniaNya yang membawa kepada pemulihan hidup, karena Tuhanlah yang memimpin umatNya ke dalam damai sejahteraNya.
Apakah ada di antara Saudara-saudara yang sedang menghadapi berbagai persoalan hidup yang membuat Saudara menjadi tawar hati? Ingin mundur dari pekerjaan, dari pelayanan, bahkan dari persekutuan dengan Tuhan?
Firman Tuhan hari ini menyatakan: Kuatkanlah tangan yang lemah lesu, dan teguhkanlah lutut yang goyah!
Firman Tuhan hari ini meneguhkan kita kembali, untuk memiliki keyakinan yang semakin kokoh akan kasih dan kuasa Tuhan, yang mampu memulihkan! Ingatlah, Kristus telah menyelamatkan Saudara!
Bersediakah Saudara dan keluarga memiliki komitmen: Untuk maju terus dalam kasih Tuhan? Jangan Undure! Mulailah hari ini dengan semangat! Lakukanlah saja! Itu sudah cukup! Amin.
Mari kita berdoa:
Ya Bapa yang di surga, kami bersyukur dan memuji Engkau karena benih-benih Injil telah ditaburkan di Maluku, sehingga banyak orang yang diselamatkan dan berdiri JemaatMu. Kami berdoa bagi jemaat Tuhan agar tetap setia mengikut Tuhan Yesus. Terpujilah namaMu, kekal selama-lamanya. Dalam nama Tuhan Yesus Kristus kami berdoa. Amin. Tuhan Yesus memberkati Saudara dan keluarga!
(AM27072023)
