MERINDUKAN KEDATANGANNYA
Views: 0
Bacaan: 2 Timotius 4 : 6-8
Salam sejahtera semoga kita merindukan kedatangan Yesus kembali, sebagai hakim yang adil dan rindu disediakan Yesus, mahkota kebenaran seperti ungkapan dalam 2 Timotius 4:8 Sekarang telah tersedia bagiku mahkota kebenaran yang akan dikaruniakan kepadaku oleh Tuhan, Hakim yang adil, pada hari-Nya; tetapi bukan hanya kepadaku, melainkan juga kepada semua orang yang merindukan kedatangan-Nya.
Ayat ini mengajak kita untuk memikirkan tentang kehidupan masa mendatang, yaitu akhir hidup manusia, dan akhir dari sejarah dunia. Sangat penting memahami akhir zaman, seperti ungkapan dalam pengakuan iman rasuli : ..naik ke sorga, duduk disebelah kanan Allah, Bapa yang mahakuasa. Dan dari sana Ia akan datang untuk menghakimi orang yang hidup dan yang mati. Memikirkan tentang kehidupan masa datang, selalu berkaitan dengan hidup masa sekarang seperti yang dinyatakan dalam 2 Timotius 4:7 Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman. Hidup sekarang adalah pertandingan memelihara iman, sampai kita mencapai garis akhir hidup kita dan tetap setia kepada Kristus. Orang yang hanya memikirkan masa mendatang tanpa memikirkan dan mengisi hidup masa kini dengan pertandingan iman, berarti orang tersebut tidak merindukan kedatangan Yesus kembali.
Pertandingan iman dan merindukan kedatangan Yesus kembali, merupakan hal yang saling terkait.
Hidup Yesus sejak lahir, melayani, sengsara, mati, bangkit, naik ke surga dan kembali, menjadi contoh bagi hidup kita dalam pertandingan iman, menjadi contoh kesetiaan pada Allah. Yesus memberi contoh etika hidup yang kita jalani sekarang dalam pertandingan iman. Kita tidak menunggu masuk Kerajaan Allah, baru etika yang dicontohkan Yesus kita lakukan. Etika yang dicontohkan Yesus kita laku saat ini dalam pertandingan iman dan dilanjutkan dalam Kerajaan Allah secara sempurna. Jika pengharapan pada masa yang akan datang dapat mempengaruhi kehidupan kita masa kini, maka akan bermanfaat untuk mengetahui apakah masa sekarang harus dipahami dalam terang masa yang akan datang atau apakah sebaliknya (Donald Guthrie, Teologi Perjanjian Baru 3, BPK Gunung Mulia 1993).
Masa yang akan datang dibedakan secara jelas sekali dengan masa sekarang, dan masa peralihan dari masa sekarang ke masa depan dikenal sebagai hari Tuhan. Orang banyak bertanya kepada Yesus sebagai Mesias, tentang masa depan. Timbul ketegangan yang tidak dapat dielakan, antara kesadaran bahwa zaman baru telah dimulai dan harapan yang teguh akan kedatangan Yesus kembali. Yesus menjelaskan bahwa Kerajaan Allah mengandung aspek masa sekarang dan masa akan datang, hadir secara berdampingan. Pengajaran mengenai masa depan berpusat pada Kristus yang akan menyatakan diri, dan inilah pusat perhatian kita.
Kedatangan Yesus kembali, sudah pasti, bukan kemungkinan. Namun sebelum kedatangan Yesus kembali ada tanda-tanda akhir zaman, seperti peperangan, gempa bumi, kelaparan, penganiayaan, ada nabi-nabi palsu yang menyesatkan banyak orang, matahari dan bulan menjadi gelap. Betapa menderitanya manusia menjelang akhir zaman. Kejadian-kejadian ini menakutkan manusia, tapi apakah manusia akan menghormati dan takut akan kedatangan Tuhan Yesus kembali sebagai hakim yang adil. Bagi orang yang ateis, yang bebal hati, tidak peduli akan Tuhan, mereka peduli dan mengandalkan pada pikiran, kekuatan diri sendiri, kepintaran manusia saja. Bagi orang seperti ini, tidak ada kerinduan akan kedatangan Tuhan Yesus kembali.
Waktu kedatangan Yesus kembali, tidak ada yang tahu, tapi sudah dekat dan segera, karena itu kita diminta bertobat, berjaga-jaga. Waktu ada di tangan Allah, sebab waktu itu milik Allah. Setiap apa yang dikerjakan Yesus, baik kedatanganNya kembali, semua diatur oleh Allah Bapa. Yesus adalah Anak Allah yang taat pada perintah, peraturan, dan rencana Allah Bapa. Ketika orang menghayati kedatangan Yesus kembali sudah dekat dan segera, maka kerinduan akan kedatangan Yesus makin bertambah-tambah. Dan orang beriman makin mempersiapkan diri menyambut kedatangan Yesus kembali, dengan berjaga-jaga, mengisi minyak dalam pelita, melakukan pertandingan iman sampai akhir hidup kita. Walau menderita, berduka, terkena bencana, peperangan, ada pembinasaan yang keji, matahari dan bulan menjadi gelap, kita terus bersemangat mempersiapkan diri menyambut kedatangan Yesus karena kita sangat rindu akan kedatangan Yesus. Jangan sampai karena penderitaan yang berat, orang kehilangan keyakinan pada Tuhan Yesus, kehilangan pengharapan pada Tuhan Yesus, hilang kerinduan pada kedatangan Yesus kembali.
Paulus yang menderita di penjara, diperlakukan sebagai penjahat karena memberitakan Injil, tapi ia tetap merindukan kedatangan Yesus kembali. Dalam penderitaan dan kesepian di penjara, dan akan dihukum mati, Paulus merindukan ada orang yang meneruskan pemberitaan Injil. Timotius diharapkan setia dalam pelayanan. Kita semua diharapkan setia memberitakan Injil walau harus menderita, dan berkorban, untuk menjelaskan kepada banyak orang agar segera bertobat, berjaga-jaga.
Orang yang merindukan kedatangan Yesus, akan ikut pertandingan iman yang baik sampai akhir hidup. Pertandingan iman adalah pertandingan kekayaan iman bukan kekayaan materi dan kekuasaan. Iman itu memberi kekuatan kepada orang yang bertanding. Pertandingan iman dilakukan dengan memberitakan Injil kepada anggota keluarga, teman dan sesama. Pemberitaan Injil tidak boleh berhenti, sampai akhir hidup kita, dan akhir zaman. Orang yang merindukan kedatangan Yesus akan tekun, setia memberitakan Injil sesuai talenta yang Tuhan berikan. Pemberitaan Injil dilakukan dengan berkorban, rela mati, karena kematian kita sudah dekat. Kita berkorban demi mendapat mahkota kebenaran, yaitu hidup yang dibenarkan Tuhan Yesus, dan dituntun Roh Kudus melakukan perintah Allah.
Kita yang rindu akan kedatangan Yesus, ingin agar Tuhan menghiburkan hati yang rindu. Kita dengan hati terbuka menyambut kedatangan Yesus dan rindu mendapat bahagia karena terang surgawi. Yesus adalah harapan dunia, dan menerangi jiwa manusia seperti ungkapan dalam KJ. 84 ayat 1. Ya Yesus, Dikau kurindukan, lipurkan lara batinku; seluruh hatiku terbuka menyambut kedatanganMu. Bahagia, Terang sorgawi, Engkau harapan dunia: Terbitlah, Surya Mahakasih, dan jiwaku terangilah! amin
Berdoa:
Ya Tuhan kami merindukan kedatangan Yesus kembali, sebagai hakim yang adil dan rindu disediakan Tuhan Yesus mahkota kebenaran setelah kami melakukan pertandingan iman sampai akhir hidup kami, dalam nama Yesus kami berdoa amin
