TAATI ORANG TUA DI DALAM TUHAN
Views: 0
Bacaan: Efesus 6: 1-4
Salam sejahtera semoga keluarga kita makin mengalami hidup yang indah ketika Tuhan ada di dalam keluarga, dan keluarga mengalami kasih Tuhan, dan mengasihi Tuhan serta mengasihi sesama. Tuhanlah memimpin langkah setiap anggota keluarga dengan kasihNya yang sempurna. Kita selalu mengucap syukur pada Tuhan karena telah memimpin dan membimbing langkah hidup kita sampai kita masuk dalam Kerajaan Allah.
Keluarga yang hidup indah, mewujudkan kasih Allah, ketika anak-anak menaati orangtua dalam Tuhan, menghormati ayah dan ibu sebagai perintah Tuhan agar hidup anak berbahagia dan panjang umur seperti ungkapan Efesus 6:1-3 Hai anak-anak, taatilah orang tuamu di dalam Tuhan, karena haruslah demikian. Hormatilah ayahmu dan ibumu–ini adalah suatu perintah yang penting, seperti yang nyata dari janji ini: supaya kamu berbahagia dan panjang umurmu di bumi.
Dalam Efesus 5: 21-28 dijelaskan bahwa ayah adalah kepala atau pemimpin keluarga. Ibu sebagai penolong sepadan, tunduk, taat kepada pemimpin keluarga yang di dalam Tuhan. Dalam Efesus 6: 1-4, diajarkan agar anak-anak taat pada ayah dan ibu. Hal ini bukan berarti ayah dan ibu sebagai pemimpin keluarga berkuasa mutlak, sehingga tidak ada hak anak-anak untuk berpendapat.
Anak-anak adalah anak-anak kudus, yang sudah di baptis, sudah menjadi milik Tuhan, maka orangtua tidak bisa menolak, tidak bisa membuang, mengusir anak-anak. Orangtua hanya menerima anak dengan bersyukur. Anak-anak milik Tuhan maka mereka harus hidup kudus di dalam Tuhan. Orang tua, dalam baptisan anak sudah berjanji dihadapan Tuhan untuk melaksanakan tugas mengajarkan anak-anak agar melakukan sesuatu yang telah Tuhan perintahkan, dan menjadi murid Tuhan Yesus, bukan menjadi murid ayah atau ibu. Anak-anak menjadi anak Allah, bukan anak ayah dan ibu. Anak Allah artinya anak yang taat pada kehendak Allah bukan taat pada kehendak daging dari ayah dan ibu, bukan taat pada kehendak anak sendiri. Anak Allah artinya anak yang mengalami hidup baru, dibersihkan dari dosa oleh kematian dan kebangkitan Yesus. Anak-anak yang sudah dibaptis dipersatukan dalam tubuh Kristus, dipersatukan dalam persekutuan gereja. Roh Kudus mendorong anak-anak untuk berperan serta dalam melaksanakan misi Allah yaitu menyelamatkan manusia dari dosa. Roh Kudus akan terus-menerus menolong orangtua dalam mengajarkan anak-anak, serta menolong anak-anak berakar bertumbuh dan berbuah dalam keluarga, gereja dan masyarakat.
Ayah dan ibu sebagai pemimpin yang ditaati karena orangtua mengajarkan kehendak Tuhan, dalam hidup bersekutu dengan Tuhan. Orangtua yang di dalam Tuhan berarti berbelas kasih kepada anak-anak, karena orangtua telah mengalami kasih Tuhan. Apapun keadaan anak, ketika dalam keadaan baik atau tidak baik, tetap berbelas kasih, tidak dibuang, diusir, diabaikan.
Orangtua yang mengajarkan perintah Tuhan ditaati dan dihormati anak-anak. Perintah Tuhan direnungkan anak-anak agar mengalami kasih Tuhan dan mengasihi Tuhan. Penghormatan bukan basa basi, bukan sekedar ucapan bibir. Cara menghormati adalah mematuhi perintah Tuhan yang diajarkan orangtua, menghargai ajaran orangtua tentang kehendak Tuhan. Perintah orangtua bukan kehendak daging dari orang tua, bukan keluar dari sikap egosentris orangtua. Perintah orangtua sesuai dengan tujuan bersama yang dikehendaki Tuhan yaitu untuk membangun persekutuan keluarga, untuk membentuk sifat-sifat Allah dalam setiap anggota keluarga, untuk membangun keluarga bahagia, sejahtera, membangun tanggungjawab bergereja dan bermasyarat. Ketika anak-anak menghormati dan menghargai perintah orangtua yang sesuai tujuan kehendak Tuhan, maka orangtua menjadi bahagia, tidak susah hati, tidak sakit hati.
Perintah yang keluar dari ayah-ibu yang egosentris akan melukai hati anak-anak, membuat hati anak-anak marah. Ayah yang egosentris hanya memikirkan kehendak dagingnya, bukan kehendak Tuhan, dan kehendak anak yang sesuai kehendak Tuhan. Kalau kehendak anak yang egosentris, tidak sesuai kehendak Tuhan, maka ayah ibu harus menegur, menasehati agar kembali ke jalan Tuhan. Menasehati bukan dengan memarahi, bukan dengan kekerasan verbal atau fisik tapi dalam belas kasih. Menasehati tanpa kesabaran, tanpa kelemahlembutan maka akan keluar dari hati yang marah, kekerasan verbal bahkan kekerasan fisik. Nasehat, omelan, dengan kekerasan verbal dan fisik akan membuat anak tawar hati, patah semangat. Orangtua yang terbiasa menasehati dengan kata-kata kotor, menghina, merendahkan, menggunakan kekerasan verbal dan fisik, akan membuat budaya atau nilai-nilai kekerasan dalam keluarga bertumbuh, membuat keluarga tidak bahagia, tidak damai.
Perintah orangtua pada anak-anak lebih banyak memberi kepercayaan, tanggungjawab, bukan mengekang atau menekan. Mengevaluasi setiap kepercayaan dan tanggungjawab yang diberikan, dapat dilakukan dalam persekutuan dengan Tuhan dan dalam kasih bukan dalam menghina, merendahkan, dengan membesarkan hati bukan mengecilkan hati, memberi hukuman tapi bukan dengan kekerasan. Kalau orangtua tidak memberi hukuman yang bijaksana maka akan memanjakan anak. Menghukum dengan bijaksana disertai dengan mengasihi, memberi pujian, apabila anak melakukan sesuatu yang baik.
Seorang anak B, melukis adiknya dengan bercak-bercak tinta tersebar di mana-mana. Ibunya melihat rumah berantakan hanya terdiam, kemudian dipungutnya kertas dan dibersihkan bercak bercak tinta. Ibu memeluk, mencium B sambil berkata: “kamu melukis adik ya’? Ibu membesarkan hati anaknya B. Kemudian setelah dewasa, B menjadi pelukis. Pelukan dan ciuman ibunya, mendorong dia menjadi pelukis. Inilah yang dimaksud Paulus jangan membangkitkan amarah anak-anak, jangan mengecilkan hati anak, remaja dan pemuda. Anak-anak diajarkan menghormati orangtua, dan orangtua diajarkan untuk tidak mengecilkan hati anak, remaja dan pemuda.
Marilah kita meminta agar Roh Kudus membimbing keluarga kita, agar selalu bersama Tuhan, agar selalu diajarkan mewujudkan kasih Tuhan seperti ungkapan dalam PKJ 289 ayat 4. Ya Roh Kudus, bimbing kami, agar s’lalu bersamaMu. Ajar kami, tolong kami mewujudkan kasihMu. Reff: T’rima kasih padaMu, Tuhan, Kau bimbing kami selamanya. Segala hormat, puji dan syukur kami panjatkan kepadaMu.
Doa:
Ya Tuhan mampukan keluarga kami untuk hidup indah dengan mewujudkan kasih Allah dalam keluarga yaitu ketika anak-anak menaati orangtua dalam Tuhan, menghormati ayah dan ibu sebagai perintah Tuhan agar hidup anak berbahagia dan panjang umur. dalam nama Yesus kami berdoa. Amin
