HEVENU SYALOM
Views: 0
Bapak Ibu, Saudara-saudari dan anak-anak yang dikasihi Tuhan Yesus Kristus, Syalom Alekhem! Dalam menanti kedatangan Tuhan, hari ini kita merenungkan firman Tuhan yang berjudul: “Hevenu Syalom” dengan dasar dari Injil Lukas 1:78-79 “ Oleh rahmat dan belas kasihan Allah kita, Surya pagi dari tempat yang tinggi akan melawat kita, untuk menyinari mereka yang tinggal dalam kegelapan dan dalam naungan maut untuk mengarahkan kaki kita ke jalan damai sejahtera .” Demikianlah firman Tuhan. Yang berbahagia ialah setiap orang yang mendengarkan firman Tuhan dan yang melakukannya.
Tahukah Saudara bahwa ayat ini adalah bagian dari nyanyian pujian Zakharia setelah kelahiran Yohanes Pembaptis, anaknya. Zakaria telah dberitahu Tuhan bahwa Yohanes akan menjadi pelayan Tuhan untuk mempersiapkan umat-Nya menyambut Sang Surya Pagi yang dari tempat tinggi.
Dalam konteks ayat ini, Yesus datang sebagai Surya Pagi yang menerangi setiap kegelapan dalam hidup kita. Kehadiran-Nya memberikan pengharapan baru, seperti matahari yang terbit setiap pagi dengan janji hari yang baru. Ketika kita berada dalam kegelapan, Yesus melawat kita untuk membawa terang-Nya. Dia adalah sumber kehidupan dan harapan yang tidak pernah pudar. Dia hadir untuk mengusir kegelapan dan memberikan kita arah yang jelas menuju kehidupan yang penuh damai sejahtera atau syalom.
“Syalom” dalam bahasa Ibrani mencakup lebih dari sekadar kondisi damai tiada konflik; tetapi syalom juga mencakup kesejahteraan, kesempurnaan, keselarasan, dan keselamatan. Ketika Yesus mengarahkan kaki kita ke jalan syalom atau damai sejahtera, Dia mengundang kita untuk mengalami kehidupan yang selaras dengan kehendak Tuhan.
Ketika Alkitab berbicara tentang syalom bagi kita, juga berbicara tentang hubungan yang harmonis dengan Tuhan, dengan diri sendiri, dan dengan sesama. Dia mengajarkan kita untuk hidup dalam harmoni, saling mencintai, dan saling mengampuni.
Sebagai orang percaya, kita dipanggil untuk tidak hanya menerima damai sejahtera dari Allah, tetapi juga menyebarkannya kepada orang lain. “ Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah” (Mat. 5:9 ). Kita harus menjadi agen damai di tengah kekacauan dunia ini. Setiap tindakan kasih, pengertian, dan pengampunan adalah cerminan dari shalom yang telah diberikan Tuhan kepada kita.
Seperti kesaksian pujian yang dinyanyikan oleh Komuke sebuah lagu yang berjudul: “Hevenu Syalom”. Tahukah Saudara bahwa “Hevenu Syalom” adalah sebuah ungkapan dalam bahasa Ibrani yang berarti “Kami membawa perdamaian” atau “Kami datang dengan damai”. Ungkapan ini sering digunakan dalam konteks yang lebih luas untuk menggambarkan harapan dan usaha menuju perdamaian, baik dalam kehidupan pribadi maupun dalam hubungan antar individu, kelompok, atau bangsa.
“Hevenu Syalom” juga merupakan bagian dari lagu yang populer, yang sering dinyanyikan dalam berbagai acara, termasuk perayaan, pesta, dan kegiatan bersama. Lagu ini mengekspresikan semangat persatuan dan keinginan untuk saling menghormati dalam suasana yang harmonis. Oleh karena itu, makna “Hevenu Syalom” tidak hanya terletak pada kata-kata itu sendiri, tetapi juga pada pesan yang lebih besar tentang pentingnya perdamaian dalam kehidupan kita.
Di tengah masyarakat kita yang majemuk, hidup harmonis dalam perbedaan bukanlah hal yang mustahil, karena hidup bersama itu bukan untuk menebar kebencian, melainkan mewujudkan kasih. Hidup itu bukan untuk merendahkan sesama, melainkan mengangkat dan mengutamakan sesama. Hidup itu bukan bagaimana menghadirkan lawan, melainkan bagaimana menjadi kawan yang bekerjasama membangun kehidupan yang lebih baik. Membawa syalom adalah hidup dengan sikap iman inklusif dan toleransi yang benar.
Bersediakah Saudara memperbaharui komitmen untuk membawa syalom di tengah keluarga, persekutuan, dan masyarakat? Bersediakah Saudara? Lakukanlah saja! Itu sudah cukup! Amin. Maranatha!
Mari kita berdoa:
Ya Tuhan Bapa yang di surga, terima kasih firmanMu hari ini menguatkan komitmen kami untuk menjadi pelaku syalom di mana pun kita berada. Dalam nama Tuhan Yesus Kristus, kami berdoa. Amin. Tuhan Yesus memberkati Saudara dan keluarga!
