MENCARI ATAU MEMBURU YESUS
Views: 0
Bahan: Matius 2:7-8
Lalu dengan diam-diam Herodes memanggil orang-orang majus itu … Kemudian ia menyuruh mereka ke Betlehem, katanya: “Pergi dan selidikilah dengan seksama hal-hal mengenai Anak itu dan segera sesudah kamu menemukan Dia, kabarkanlah kepadaku, supaya aku pun datang menyembah Dia.
Kita sudah menjalani hari raya Epiphania, yaitu hari raya penampakan Tuhan, dalam diri Yesus Anak Allah. Dalam diri Yesus, Tuhan membuka diri sejelas-jelasnya untuk menyelamatkan manusia berdosa di seluruh bumi. Demikian juga Tuhan memperlihatkan diri kepada kaum di luar umat Israel melalui terbitnya bintang kelahiran seorang Raja. Bintang itu tanda kelahiran seorang Raja di tengah bangsa Yahudi sesuai dengan janji-Nya. Bukan kebetulan, tetapi demikianlah keberadaan para majus diberi hikmat untuk mengenal bintang itu. Dengan penuh sukacita yang tak terhalangi lagi, orang-orang majus ini menuju tanah Israel, mencari Raja segala raja. Mencari Raja itu dengan membawa yang terbaik dari negerinya untuk dipersembahkan, seperti selayaknya menyembah Raja yang diutus Allah, menyembah-Nya sebagai tanda penyerahan diri sepenuhnya kepada Raja itu. Dengan penuh sukacita mereka berangkat dan atas tuntunan Tuhan melalui bintang, sehingga Langkah mereka pasti tanpa keraguan. Usaha dan kerinduan dengan pencarian mereka tidak sia-sia, mereka berjumpa. Setelah berjumpa di kendang domba, mereka tidak bertanya kenapa kelahiran Sang Raja Maha Raja, justru di tempat yang sangat sederhana, sebaliknya mereka mempersembahkan persembahan yang telah disediakan dengan penuh sukacita. Dalam sukacita itu mereka kembali ke negerinya dengan jalan baru, tidak lagi mengulang jalan lama.
Herodes, mendengar kelahiran raja di tengah umat Israel, sungguh dia bagaikan kebakaran jenggot, bersama dengan penduduk Yerusalem mereka terkejut. Namun orang Yahudi dan imam-imam sama sekali tidak bergeming dengan berita itu, karena sesuatu yang tidak mungkin bagi mereka, Raja Israel lahir saat itu. Namun Herodes tidak mau berhenti di situ, dia memburu Yesus yang masih kanak-kanak itu. Dengan berpura-pura dia berpesan supaya orang majus menyediliki tentang Anak itu, katanya: supaya dia juga akan menyembah kepada-Nya. Perburuan oleh Herodes dilakukannya dengan penuh kekejaman, karena dia tahu orang majus telah mengelak, maka diburunya kanak-kanak Yesus dengan pembunuhan. Kanak-kanak di Betlehem yang sebaya dengan Yesus diperintahkannya agar dibunuh dengan harapan salah satu dari yang terbunuh itu adalah Yesus Sang Raja.
Tidak jarang kita dengar kesaksian yang menemukan Yesus, yang awalnya hendak memburu bagaikan Herodes. Tetapi akhirnya perburuannya justru berobah mencari dan menemukan Kristus dan bertobat, karena sungguh Yesus Anak Allah. Yang mencari mendapat, memang dengan kerja keras berangkat dari negeri jauh, menembus malam dingin dan panas terik, tidak menjadi halangan. Demikian banyak kesaksian orang bertobat yang awalnya mencari kekeliruan Alkitab disandingkannya dengan kitab suci agamanya, tetapi akhirnya menemukan kebenaran bahwa Yesus sungguh Anak Allah, Juruselamat. Setelah mereka menemukannya mereka tidak kembali melalui jalan lama, tetapi mereka pulang dengan jalan baru yang penuh sukacita, setia kepada Kristus. Herodes penuh kesal hati, tetap memburu, tidak peduli korban yang jatuh, mungkin dia telah berpuas hati dengan tangisan ibu yang anaknya menjadi korban. Hati Herodes seperti itu masih berkecamuk, dalam dengki, benci, dendam, dengan terror, kekejaman mereka hendak menutup jalan Tuhan. Demikianlah hati Herodes ini masih gentayangan. Menghadapi kekejaman Herodes itu Yusuf dan Maria orang tua Yesus taat pada perintah Tuhan untuk menyingkir sementara ke Mesir.
Mari kita berefleksi dengan pokok berikut:
- Hati Herodes tidak akan dingin, kalau tidak ada korban oleh kejahatan menghambat jalan Tuhan. Bagaimana pendapat Anda di negeri ini?
- Herodes telah membuat cucuran air mata ibu-ibu di Yerusalem, Bagaimana pendapat Anda di negeri ini?
- Yang mencari Yesus, bukan meminta tetapi memberi dan menemukannya, Bagaimana dengan pencarian Anda?
Mari berdoa:
Bapa yang mengasihi kami, Tuhan telah datang ke dunia mencari kami, kini kami datang, bukan meminta tetapi untuk menyembah dan mempersembahkan diri kami. Terima kami dengan segala keberadaan kami, kedatangan Tuhan bukan pula meminta sesuatu dari kami, tetapi memberi diri untuk keselamatan kami. Di dalam Kristus kami menemukan diri Kembali menjadi anak Tuhan; Roh Kudus memampukan kami menjadi anak Tuhan, menjadi murid dan saksi Kristus, agar makin banyak orang berjumpa dengan Kristus mendapatkan keselamatan. Dalam nama Yesus kami berdoa, Amin. [AS10012022]
