SUKACITA KARENA ORANG BERTOBAT
Views: 0
Bacaan: Lukas 15:1-7
Salam sejahtera, semoga makin banyak orang bertobat, sebab hal itu akan membuat Tuhan sangat bersukacita, malaikat di sorga juga bersukacita seperti ungkapan dalam Lukas 15:7 Aku berkata kepadamu : Demikian juga akan ada sukacita di sorga karena satu orang berdosa yang bertobat, lebih dari pada sukacita karena sembilan puluh sembilan orang benar yang tidak memerlukan pertobatan.
Pertobatan itu bukan sekedar pindah agama dan menjadi anggota gereja tertentu, melainkan berbaliknya orang-orang, yang sadar dirinya berdosa, dan datang kepada Allah. Orang berdosa atau orang yang hilang, orang yang sesat adalah orang yang memberontak, tidak mau mengikuti kehendak Tuhan, hanya mengikuti kehendak sendiri, dan kehendak orang tertentu, kehendak iblis. Mengikuti kehendak orang tertentu seperti seorang prajurit A diperintahkan atasanya B untuk menembak mati seorang prajurit C yang dianggap atasan sudah berbuat salah. Prajurit A melakukan kehendak atasan. Prajurit A bisa menolak kehendak atasan karena menghukum prajurit C, dengan menembak mati tanpa pembuktian aparat hukum adalah pelanggaran besar. B menuduh prajurit C bersalah dan menghukum mati dengan menembak, tanpa pembuktian oleh aparat hukum adalah pelanggaran sangat besar. B hanya mengikuti kehendak sendiri.
Berbalik berarti sadar dirinya selama ini hanya ikut kehendak sendiri, kehendak orang tertentu, kehendak iblis kemudian meninggalkan kehendak sendiri, kehendak orang, kehendak iblis dan mau mendengar kehendak Tuhan dan taat mengikuti dan melakukan kehendak Tuhan. Pertobatan berarti ada penyesalan, ada perubahan hati, dan perubahan perilaku. Dalam pertobatan dibutuhkan kerendahan hati. Orang yang bertobat, menerima pengampunan, penebusan, dan diselamatkan, kemudian menerima hidup baru dan hidup kekal. Iman tanpa pertobatan, bukanlah iman yang membawa keselamatan.
Pemungut cukai adalah pekerjaan yang baik dan normal dalam masyarakat, tapi dalam perikop Lukas 15 ini, ada pemungut cukai digambarkan sebagai orang berdosa, karena melakukan tugas dengan cara menyimpang yaitu mengambil keuntungan untuk diri sendiri dengan cara memeras, menipu orang lain, seperti pelaku korupsi masa kini.
Pertobatan pemungut cukai dan orang berdosa terjadi karena Tuhan Yesus yang mencari, menyelamatkan orang yang berdosa, yang hilang (Lukas 19:10). Tujuan Yesus ke bumi adalah menyatakan kerinduan Allah untuk menyelamatkan orang berdosa untuk selama-lamanya. Mencari orang berdosa, dan membawanya kepada Yesus, perlu pengorbanan atau penderitaan yang besar. Mencari orang berdosa, orang yang hilang, orang yang sesat adalah mencari orang yang tidak mau mendengar firman Tuhan, tidak mau melakukan firmanNya, tidak mau menyesali dosa.
Apakah mudah mencari orang berdosa? Tidak mudah, sebab banyak orang sombong, merasa diri tidak berdosa, tidak hilang, tidak sesat, seperti ahli Taurat dan orang Farisi dan orang banyak lainnya. Orang sombong tidak mau menyesali dosa, merasa diri sudah baik, suci, tidak membutuhkan pertobatan. Perbandingan orang yang merasa sudah baik dan tidak butuh pertobatan dengan orang yang butuh pertobatan, digambarkan Yesus adalah 99 banding 1. Banyak orang tidak tahu, apa dosa dirinya, tidak sadar dirinya hilang, tersesat, ada juga yang keras hati. Hanya sedikit orang yang rendah hati, mengakui dan menyesali dosanya dan mau bersama Yesus untuk mendengarkan kehendak Yesus dan melakukan kehendak Yesus. Orang yang sombong, merasa diri suci, menghakimi orang berdosa. Mereka bersunggut-sunggut, jika Yesus mencari orang berdosa, makan bersama orang berdosa yang mau mendengarkan perkataan Yesus.
Tuhan Yesus mencari orang berdosa, berarti Allah lebih dulu bekerja dalam diri manusia untuk membawa pada penyesalan dosa, pertobatan. Roh Kudus menuntun orang untuk mau bersama Yesus, mendengar kehendak Yesus, menerima dan melakukan firman Tuhan. Allah mencari, menarik orang berdosa, untuk dekat pada Tuhan, bersama Tuhan selalu, yang digambarkan dengan makan bersama Yesus, mendengar Yesus, mau digendong Yesus, bersukacita bersama Yesus. Orang yang rendah hati, tidak merasa diri suci, maka ia tidak menolak panggilan Tuhan untuk menyesali dosa dan bertobat, diselamatkan. Orang yang merasa suci, keras hati, menolak panggilan Tuhan untuk menyesali dosa, bertobat, diselamatkan karena merasa diri sudah selamat. Ahli Taurat dan orang Farisi contoh orang sombong, keras hati, tidak membutuhkan pertolongan, keselamatan dari Yesus untuk menebus dosa mereka.
Orang yang memiliki dosa yang besa,r bisa dituntun Tuhan untuk bertobat. Orang yang paling jahat, tidak boleh dianggap tidak mempunyai harapan untuk bertobat. Orang berdosa jika mereka bertobat dan berbalik kepada Allah, pasti akan mendapatkan belas kasihan. Allah dengan suka hati akan menunjukkan belas kasih-Nya kepada orang berdosa. Tuhan akan memandang pertobatan sebagai hasil usaha Allah yang telah dilakukan-Nya bagi mereka. Allah bersukacita dalam segala karya-Nya, terutama dalam pekerjaan-pekerjaan anugerah-Nya. Dengan segenap hati dan jiwa-Nya Ia bersukacita ketika Ia berbuat baik kepada orang-orang berdosa yang bertobat. Ia bersukacita bukan hanya dalam pertobatan gereja-gereja dan bangsa-bangsa, melainkan karena satu orang berdosa yang bertobat. Allah dan malaikat di sorga bersama-sama bersukacita apabila ada seorang berdosa bertobat.
Para malaikat di sorga bersukacita melihat orang-orang bertobat mendapat belas kasih Tuhan. Mereka tidak bersungut-sungut seperti ahli Taurat dan orang Farisi. Ahli Taurat dan Farisi tidak bersukacita kalau ada orang yang berdosa bertobat, mereka benci dan menghakimi orang berdosa. Penebusan umat manusia merupakan sukacita besar bagi para malaikat, sebab itu mereka bernyanyi, “Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi” (Lukas 2:14).
Kita bertobat, kembali ke jalan benar, karena kita menerima Yesus di hati kita. Dosa mengikuti kehendak sendiri, kehendak orang, kehendak iblis telah dihapus Tuhan, maka jiwa kita menjadi segar seperti ungkapan PKJ 239 ayat 2. Aku tobat, kembali ke jalan benar sejak Yesus di hatiku; dan dosaku dihapus, jiwaku segar sejak Yesus di hatiku. Reff: Sejak Yesus di hatiku, sejak Yesus di hatiku, jiwaku bergemar bagai ombak besar sejak Yesus di hatiku.amin
Berdoa:
Ya Tuhan kiranya makin banyak orang bertobat, banyak orang yang sadar dirinya berdosa, dan datang kepada Allah, tidak mengikuti kehendak sendiri, kehendak orang tertentu dan kehendak iblis. Pertobatan kami membuat Allah bersukacita dan jiwa kami segar, karena Yesus hadir di hati kami. Dalam Yesus kami berdoa amin.
