BRAKE LAMP
Views: 0
Bacaan: Matius 5:16 (TB 2)
“Demikian hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di surga”.
Salam sehat penuh rahmat, Tuhan sertamu!
Ketika berkendara di ruas jalan di Jakarta ini, kita sering menjumpai pengendara yang dengan sengaja mencopot atau membiarkan brake lamp-nya mati. Dan betapa tidak nyamannya diri kita bila berkendara di belakang kendaraan yang semacam itu. Seringkali kita dibuat sport jantung karena tidak tahu kapan persisnya kendaraan di depan kita itu akan berhenti atau memperlambat lajunya. Sebaliknya, ada juga pengendara yang sengaja membuka penutup brake lamp yang berwarna merah, sehingga setiap kali pengendara itu menginjak pedal rem, maka brake lamp menyala terang dan sangat menyilaukan pengendara di belakangnya.
Brake lamp atau lampu rem belakang kendaraan bermotor adalah komponen penerangan yang sangat penting. fungsi utama dari brake lamp itu adalah memberikan tanda kepada pengemudi kendaraan lain di belakang agar memperlambat lajunya dan tetap menjaga jarak aman karena kendaraan sedang melakukan pegeréman. Saat pengemudi menginjak pedal rem, maka lampu rem pada bagian belakang kendaraan secara otomatis akan menyala. Dalam kenyataan, komponen yang sangat penting ini ternyata kerap kali dianggap sepele oleh para pengemudi. Bahkan, banyak pengemudi yang membiarkan lampu remnya mati atau bahkan membuka penutupnya sehingga menyilaukan mata pengendara di belakangnya. Memang seharusnya brake lamp ini digunakan sebagaimana mestinya agar dapat menghindari kejadian menabrak bagian belakang kendaraan. Atau sebaliknya tidak menyilaukan mata pengendara lain di belakangnya dan dapat berakibat kecelakaan juga. Pada sisi yang lain, brake lamp yang berfungsi dengan baik menunjukkan bahwa sang pemilik mampu merawat kendaraannya dengan baik dan peduli terhadap keselamatan orang lain juga.
Kehidupan kita, seharusnya juga seperti brake lamp yang berfungsi sempurna, yaitu membawa kebaikan bagi orang-orang lain, bukan mencelakakan. Bukankah kita ini adalah terang yang mesti bersinar di tengah-tengah dunia? Tuhan Yesus bersabda, “Demikian hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di surga”. Agar berfungsi sempurna, maka terang itu tidak boleh di tutupi atau disembunyikan. Apa yang dimaksudkan oleh Tuhan Yesus tentu bukan supaya kita senang pamer di hadapan orang lain, melainkan memberikan pengaruh yang baik terhadap orang-orang di sekitar kita. Kadang kala kejahatan merajalela bukan karena tidak adanya orang baik, melainkan karena orang-orang baik itu diam. Terang yang menyala akan selalu berusaha menyuarakan dan memperjuangkan baik kebenaran maupun keadilan di manapun serta kapan pun. Bila kebenaran dan keadilan ini diperjuangkan dengan sungguh-sungguh, maka Nama Tuhan-lah yang akan dimuliakan. Oleh karena itu, di manapun kita berada, jangan pernah kita melupakan tugas kita sebagai terang yang harus memberikan pengaruh yang baik terhadap lingkungan kita.
Kiranya brake lamp yang ada di kendaraan kita senantiasa mengingatkan kita untuk selalu menghadirkan terang yang berpengaruh baik kepada masyarakat di sekitar kita. Selamat berjuang, Saudaraku, Tuhan Yesus memberkati.
Salam: Guruh dan keluarga.
Doa:
Ya Tuhan, kami rindu untuk senantiasa menyatakan terang di mana pun kami berada. Kami Kiranya melalui apa yang kami pikirkan, katakan dan lakukan, kami dapat memuliakan Nama Tuhan di surga. Mampukanlah diri kami, ya Tuhan Yesus. Amin.
