DIDIKLAH MEREKA
Views: 0
Bacaan: Efesus 6:1-4
Salam sejahtera, semoga banyak orang semakin memahami tugas dan panggilan sebagai orangtua terhadap anak-anak, yaitu tugas mendidik anak-anak dalam ajaran dan nasihat Tuhan seperti ungkapan dalam Efesus 6:4. Dan kamu, bapa-bapa, janganlah bangkitkan amarah di dalam hati anak-anakmu, tetapi didiklah mereka di dalam ajaran dan nasihat Tuhan.
Pendidikan itu dikerjakan oleh Tuhan Yesus melalui perantaraan orangtua. Allah Bapa, Yesus adalah pendidik dan guru yang sebenarnya. Dialah yang menjaga disiplin kita semuanya. Tuhan yang menjaga disiplin orangtua maupun anak-anak, orang dewasa maupun orang muda. Tuhan jugalah yang menjaga disiplin bangsa-bangsa, raja-raja, gereja, dan masyarakat.
Ketika kita membicarakan pendidikan anak-anak, maka kita mendasarinya dengan didikan dan pendidikan Tuhan. Orangtua mendidik anak, dibawah pimpinan Tuhan dan kehendak Tuhan bukan dengan kehendak dan pikiran sendiri. Orangtua harus belajar memahami kehendak Tuhan terlebih dulu, dalam persekutuan suami istri, baru kemudian mendidik anak sesuai ajaran dan nasihat Tuhan. Kemudian orangtua membangun keluarga yang mencerminkan citra Allah dan memuliakan Allah, setelah itu orangtua dimampukan membentuk keluarga yang bahagia, sejahtera, dan bertanggungjawab sebagai anggota gereja dan anggota masyarakat.
Tujuan pendidikan adalah mengajar dan melatih anak-anak, orang muda sehingga mereka dapat memenuhi tugas mereka terhadap Tuhan, sesama manusia dan sekeliling mereka sebagai anak-anak Kerajaan. Menjadi anak-anak Kerajaan berarti orangtua adalah penggarap atau petani di kebun anggur Tuhan yang menghasilkan buah anggur yang manis, atau menghasilkan buah Kerajaan (Matius 21: 43). Orang-orang muda yang sedang berkembang itu haruslah menjadi hamba-hamba Allah, anak-anak Kerajaan yang sempurna, diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik. Tujuan pendidikan agar anak-anak menjadi pengikut teladan Yesus, menjadi murid Yesus bukan murid orangtua.
Tugas mendidik hanyalah dapat dilaksanakan oleh Roh Kudus. Jika orangtua tidak dilahirkan kembali, anak-anak tidak dilahirkan kembali, maka ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah (Yohanes 3:3). Apa yang dilahirkan oleh daging adalah daging, apa yang dilahirkan dari roh adalah roh (Yohanes 3:6). Orangtua tidak dapat mengambil alih pekerjaan Roh Kudus, yaitu menciptakan kembali, melahirkan kembali. Roh Kudus menggunakan kerja orangtua untuk melaksanakan pekerjaanNya. Dalam Roh Kudus terletak pekerjaan pendidikan Kristen.
Mendidik anak berarti anak lebih dulu diakui bukan ditolak. Anak yang ditolak akan tidak menguntungkan bagi perkembang pribadinya. Ada orangtua yang menolak anak yang lemah, berkebutuhan khusus, kurang berkualitas. Anak ini merasa dibuang dalam keluarga dan merusak mental dirinya.
Pendidikan anak yang pertama menurut Efesus 6 adalah anak-anak dididik untuk menghormati orangtua, dengan mematuhi perintah orangtua. Dalam hukum Taurat kelima, Tuhan juga memberi perintah agar menghormati ayah dan ibu supaya lanjut umur di tanah yang diberikan Tuhan. Perintah Tuhan ini menyatakan hubungan yang erat keluarga, masyarakat dan negara. Keluarga adalah inti negara dan masyarakat. Barang siapa merusak kehidupan keluarga, maka iapun merusak dasar-dasar kekuatan masyarakat dan negara (J. Verkuyl, Etika Kristen Seksuil, BPK Gunung Mulia, 1993).
Orang Israel sejak masa perjanjian Lama, mereka bertahan dan tetap berdiri, walau mengalami kesukaran, sengsara, dan kekurangan sekian lama, ini karena mereka selalu memperbaiki eratnya hubungan kekeluargaan dalam masyarakat Yahudi. Suatu bangsa yang kokoh, disebabkan hubungan yang erat dalam kekeluargaan bangsa tersebut. Ketika anak-anak direbut dari keluarga, di bina dalam lingkungan yang jahat, buruk, kekerasan, anak-anak diperlakukan sewenang-wenang maka rusaklah bangsa, negara tersebut. Tuhan akan menimpakan hukuman bagi bangsa yang tidak memberi kesempatan orangtua mendidik anak-anak untuk mengenal kebenaran Tuhan, keadilan, kebaikan, kedamaian dalam keluarga.
Kehidupan bangsa yang kuat dapat berkembang atas dasar keluarga yang yang sehat. Kehidupan keluarga harus dibangun, diperbaharui, diperdalam. Oleh sebab itu pembinaan kepada orangtua dalam mendidik anak perlu dilakukan terus menerus. Jika hendak membangun masyarakat yang bersatu berdasarkan nilai-nilai Pancasila, maka orangtua juga dibina dalam mengajarkan nilai-nilai Pancasila kepada anak-anak, bukan mengajarkan nilai-nilai intoleran, diskriminatif, radikal, terorisme yang dibawa dari aliran kelompok agama tertentu.
Didikan yang diberikan orangtua bukan dengan kemarahan, kekerasan verbal atau fisik, bukan dengan mengekang, bukan dengan menghina, merendahkan, menyebarkan aib anak kepada orang lain melalui media sosial tapi dengan lembah lembut yang membangkitkan semangat bukan membuat patah semangat. Ada orangtua yang mendidik dengan memberi hukuman, dalam rangka tidak memanjakan anak, tapi juga jangan hanya menghukum, juga memberikan sesuatu yang baik, membesarkan hati anak ketika ia telah melakukan sesuatu yang baik. Seorang ibu melihat anaknya yang sedang melukis dan telah mengotori rumah dengan cat, ibu ini tidak marah pada anaknya, tapi mencium anaknya dan memberi pujian atas lukisan anaknya. Setelah dewasa, anak ini mengingat pujian ibunya, dan dia menjadi pelukis yang berbakat. Ibu ini tidak mengecilkan hati anaknya tapi membesarkan hatinya. Anak-anak didik menghormati orangtua dan orangtua dinasehati oleh firman Tuhan agar tidak mengecilkan hati anaknya.
Tuhan berjanji akan membuat panjang umur warga dari suatu bangsa atau negara, jika orangtua dan generasi penerus bertobat dan taat kepada perintah kelima ini. Jika orangtua bertobat dalam mendidik anak-anak sesuai ajaran dan nasihat Tuhan, dan anak-anak bertobat menaati dan menghormati orangtua dalam Tuhan, maka Tuhan akan memberi kebahagiaan dan panjang umur di bumi (Efesus 6:1-4),
Anak-anak agar mendengar didikan orangtua, agar kasih setia, dan kebajikan tidak meninggalkan diri anak, terus tertulis dalam hati, seperti ungkapan dalam PKJ 268 ayat 1 Reff: Hai dengarlah anakku didikan yang dib’rikan orang tuamu, kar’na panjang umurmu serta sejaht’ra ditambahkan padamu. Ayat 1. Janganlah kiranya kasih dan setia serta kebajikan meninggalkanmu. Tuliskanlah itu dalam hatimu serta kalungkan itu pada lehermu. Amin
Berdoa: Ya Tuhan kiranya makin banyak orang memahami tugas dan panggilan sebagai orangtua terhadap anak-anak, yaitu tugas mendidik anak-anak dalam ajaran dan nasihat Tuhan dan anak-anak mau menghormati orang tua dan menerima didikan dalam Tuhan. dalam nama Yesus kami berdoa amin.
