admin
Posts by :
SERIGALA TINGGAL BERSAMA DOMBA
admin Renungan Harian firman, harian, renungan, tuhan
Views: 0
Bacaan: Yesaya 11: 1-10
Salam sejahtera, semoga kita makin rindu dan percaya akan hidup yang damai dalam Kerajaan Allah, dan dipimpin oleh Raja Damai, yang mengatur, memerintah, hidup kita. Hidup damai dalam Kerajaan Allah digambarkan seperti Serigala akan tinggal bersama domba dan macan tutul akan berbaring di samping kambing. Anak lembu dan anak singa akan makan rumput bersama-sama, dan seorang anak kecil akan menggiringnya (Yesaya 11:6).
Tuhan menghendaki agar hidup damai dilakukan pada masa kini. Hidup damai berarti tidak menerkam orang lain, hidup bersama dengan menghargai hak hidup orang lain yang digambarkan seperti serigala tinggal bersama dengan domba. Pada masa kini ada orang hidupnya menerkam, membunuh, menindas sesama, seperti kebiasan serigala masa kini yang selalu mau menerkam domba, tidak menghargai hak hidup domba. Pola hidup menerkam berarti berdosa karena memberontak terhadap perintah Tuhan yaitu jangan membunuh, atau hargailah hak hidup sesama manusia.
Hidup damai yang kita rindukan bukan damai menurut diri sendiri, tapi menurut Tuhan. Orang yang mementingkan diri sendiri, akan merasa damai kalau punya banyak harta, kekuasaan, kehormatan, kemampuan dan mempunyai rasa aman sendiri, dan ia masa bodoh dengan orang lain yang diperas, ditipu, ditindas, dibunuh oleh orang tertentu. Orang mengejar damai untuk diri sendiri, masa bodoh dengan penderitaan yang lainnya, yang penting kenyang, puas, tenang hidupnya. Hidup seperti hanya mengejar kepuasan daging dengan cara tidak menghargai hak hidup orang lain, orang ini hidupnya tidak mau diatur oleh Raja Damai yang akan datang kembali ke dunia.
Hidup seperti serigala menerkam domba, macan tutul menerkam kambing adalah hidup yang penuh permusuhan, itu semua karena dosa, bisikan iblis yang memutarbalikan kebenaran , kehendak Tuhan. Tuhan melarang orang menerkam, membunuh sesama manusia, tapi iblis membisikan bahwa boleh membunuh untuk mendapat keuntungan, membunuh orang yang dibenci, membalas sakit hati, seperti anak membunuh ayah, ibu, nenek, atau ayah membunuh anak dan lain-lain. Ketika Raja Damai datang Kembali, maka semua kuasa iblis, pengaruh dan pengikut iblis sudah disingkirkan ke dalam neraka, maka orang akan hidup dalam Kerajaan Allah, dengan damai, relasi binatang, atau manusia yang kuat dengan yang lemah saling menghargai hak hidup, bersama sama makan dari pemberiaan Tuhan
Dalam Kerajaan Allah, yang dipimpin oleh Raja Damai, tidak ada lagi orang berbuat jahat, berlaku busuk. Semua orang dalam Kerajaan Allah, Kerajaan Damai Sejahtera (Syalom) akan mengenal Allah dan kehendak Allah, taat melakukan kehendak Allah bukan melakukan kehendak iblis atau dosa, bukan melakukan kehendak sendiri, kehendak duniawi, kehendak kedagingan. Hidup damai adalah hidup tanpa ada kuasa dosa, tanpa kuasa iblis dan pengikut iblis.
Raja Damai adalah hakim yang adil, yang diurapi Allah dengan mencurahkan Roh Allah untuk memimpin, membimbing Raja Damai dalam segala tugas dan perbuatanNya. Raja Damai penuh hikmat Allah , penuh pengertian dan perhatian, memahami semua persoalan manusia. Raja Damai, mengajar dan menghibur dengan nasehat yang tepat, penuh keberanian dan kuasa terhadap semua manusia, alam semesta. Kuasa Raja damai seperti mengusir kejahatan, menebus dosa manusia dari kuasa iblis, mengatur alam semesta dan kuasa yang Ajaib lainnya.
Raja Damai akan menghakimi dengan adil sesuai dengan iman, percaya dan ketaatan kita dalam melakukan kehendak Allah. Raja damai tidak bisa disuap, tidak bisa diajak korupsi, tidak mengutamakan kepentingan sendiri, keluarga atau kelompok. Raja damai sebagai hakim yang adil akan membela orang yang ditindas, orang yang diperlakukan tidak adil, yang menderita dan rendah hati menantikan pertolongan Raja damai, yang adil dan benar.
Raja Damai itu adil dalam menghukum orang yang tidak taat pada kehendak Allah, orang yang lalim membuat orang lain menjadi miskin, menderita tertindas. Raja Damai menghukum, membinasakan orang fasik, orang yang setia pada iblis, bukan dengan senjata, tapi dengan kuasa Firman. Raja damai adalah pahlawan bagi orang yang tertindas, yang diperlakukan tidak adil, dan tidak benar. Raja Damai membela kebenaran dan keadilan Tuhan. Raja damai mendirikan Kerajaan Allah dengan kebenaran dan keadilan Sejahtera untuk seluruh bumi, bukan untuk kelompok tertentu atau suku bangsa tertentu saja.
Zaman akhir adalah sejak Yesus lahir di dunia , kemudian Ia memberitakan Injil, menderita, disalib untuk menebus dosa manusia, mati dan bangkit, naik ke surga, sampai Yesus datang Kembali. Pada zaman akhir ini masih ada orang yang dikuasai oleh kesombongan, orang tidak mau bertobat, tidak mau merendahkan diri dan berbalik kepada Allah, masa bodoh dengan murka atau hukuman Allah. Orang seperti ini akan ditebang, seperti pohon yang tidak berbuah ditebang. Bangsa Israel digambarkan seperti pohon yang ditebang, tapi masih ada sisa batang, yang tumbuh tunas atau taruk, bertumbuh besar dan berbuah. Proses penebangan bangsa Israel, melalui pembuangan Babel, dan berbagai peristiwa yang menindas bangsa Israel. Tunas yang tumbuh adalah sisa-sisa Israel yang masih taat melakukan kehendak Allah, walau mengalami penderitaan, penindasan, diperbudak, tapi setia dituntun Tuhan sehingga lepas dari perbudakan. Orang yang taat dan setia akan masuk dalam Kerajaan Allah, Kerajaan Damai Sejahtera, hidup dalam damai Sejahtera, tanpa ada dosa, tidak ada yang menerkam, berbuat jahat, berbuat busuk.
Yesus dinubuatkan Yesaya menjadi Raja Damai, menjadi panji-panji bagi bangsa-bangsa. Pada saat kedatangan kembali, Yesus akan dicari-cari, dibutuhkan semua orang. Tempat kediaman Yesus, yaitu Kerajaan Allah akan dimuliakan, dihormati, dihargai semua orang. Orang yang tidak menanti kedatangan Yesus, maka ia tidak menghargai, tidak memuliakan Kerajaan Allah. Orang yang menanti, merindukan Kerajaan Damai Sejahtera, Kerajaan Allah, akan memuliakan, akan mengutamakan untuk mencari Kerajaan Allah dari pada kekayaan dunia, kekuasaan dunia, kehormatan dunia, kenikmatan dunia. Orang lebih dulu mencari Kerajaan Allah, karena itu yang paling mulia, paling berharga.
Raja Damai, Kerajaan Damai akan dicari bangsa-bangsa karena itu kita memuji Tuhan Raja Damai, kita memegahkan Raja Damai selamanya, dan kita menerima anugerah dan damai KerajaanNya seperti ungkapan dalam PKJ 108 ayat 1. Segala bangsa dunia, mari memuji Tuhan! Megahkan Dia s’lamanya, lagu syukur lantunkan! Terimalah anugerah dan damai kerajaanNya. Nyanyilah Haleluya! Amin
Berdoa:
Ya Tuhan kiranya kami makin rindu dan percaya akan hidup yang damai dalam Kerajaan Allah, yang dipimpin oleh Raja Damai, yang mengatur, memerintah, hidup kami dalam nama Yesus kami berdoa
Kebaktian Minggu 8 Desember 2024
Views: 0
Kebaktian Minggu Advent 2 - 08 Desember 2024
TEMA: “MENANTI DI DALAM PERTOBATAN DAN HIDUP KUDUS”
Bacaan Pertama : Maleakhi 3:1-4 (TB 2)
Antar Bacaan : Lukas 1:68-79 (TB 2)
Bacaan Kedua : Filipi 1:3-11 (TB 2)
Bacaan Injil : Lukas 3:1-6 (TB 2)
JANGANLAH HATIMU IRI KEPADA ORANG BERDOSA
admin Renungan Harian firman, harian, renungan, tuhan
Views: 0
Bacaan: Amsal 23: 17-18
Salam sejahtera, semoga hati kita makin bijaksana, makin bersukaria, makin takut akan Tuhan dan tidak perlu iri hati kepada orang berdosa seperti ungkapan dalam Amsal 23:17 Janganlah hatimu iri kepada orang-orang yang berdosa, tetapi takutlah akan TUHAN senantiasa.
Orang berdosa, misalnya orang yang berbuat curang ketika meraih kekuasaan, menabrak aturan, menggunakan aparat yang dibayar oleh rakyat untuk menguntungkan kemenangan seseorang, menggunakan uang yang diperoleh dari pengusaha untuk membeli suara, menekan orang tertentu agar memberikan suara kepada seseorang. Akhirnya orang yang berbuat curang menang mendapat kekuasaan. Orang yang tidak curang, berlaku jujur, berjuang dengan cara benar, ikut aturan, akhirnya kalah. Orang yang tidak curang itu, dalam hati bisa muncul perasaan iri terhadap orang berdosa, orang yang curang, menghalalkan segala cara. Perasaan iri ini membuat hati kecewa, marah, sakit hati, tidak bahagia.
Amsal 23 :17 ini mau menjelaskan bahwa perasaan iri terhadap orang berdosa, tidak perlu, karena itu merusak jiwa, merusak hati dan pikiran. Mengapa tidak perlu iri? Karena masa depan orang yang benar, jujur, tulus, takut akan Tuhan sudah ada, dan harapan dari orang yang takut akan Tuhan tidak akan hilang.
Apakah tidak iri kepada orang yang berdosa, orang yang berlaku curang berarti kita membiarkan kecurangan, ketidakadilan terjadi? Tentu tidak, sebab masa depan pribadi sudah ada, masa depan masyarakat juga sudah ada, harapan pribadi sudah ada, harapan masyarakat juga sudah ada. Masa depan pribadi dan masyarakat adalah keadilan, kedamaian, kebenaran, kesejahteraan, dijauhkan dari kecurangan, kejahatan, ketidakadilan, kerakusan. Masa depan itu tidak bisa diperoleh hanya dengan berdoa saja, tapi dengan perjuangan, tindakan untuk menegakkan keadilan, kebenaran, kedamaian, kejujuran, kesejahteraan, yang dilakukan bersama-sama dalam masyarakat yang takut akan Tuhan.
Orang berdosa, termasuk juga orang yang kecanduan dalam hal kebebasan seksual, kecanduan narkoba, kecanduan main game dan kecanduan minuman yang memabukan. Orang bisa iri hati terhadap orang berdosa seperti ini, dan ingin juga melakukan kebebasan seksual, kecanduan narkoba, kecanduan main game dan minuman yang memabukan. Bahkan ada orang yang ingin pindah ke negara yang sudah ada kebebasan seksual, kebebasan menggunakan narkoba. Melalui Amsal 23 ini kita diingatkan agar tidak iri hati terhadap orang berdosa seperti di atas, dan tetap setia hidup takut akan Tuhan.
Ayat ini juga memberi peringatan penting agar kita tidak mengejar kepuasan duniawi atau kedagingan dengan cara berbuat dosa. Kita menjaga diri kita agar tidak dikuasai kedagingan, hidup pesta pora, kemabukan, hidup penuh kuatir, benci, sakit hati. Kalau hari Tuhan datang tiba-tiba, kita bisa terjerat.
Orang yang takut akan Tuhan adalah orang yang hatinya tidak iri kepada orang-orang yang berdosa, tidak kesal karena mereka berbuat dosa, mereka melakukan kebebasan tanpa kebenaran Tuhan, mereka memberontak kepada kehendak Tuhan. Orang yang takut Tuhan adalah orang yang berjaga-jaga dan berdoa agar tidak iri hati terhadap orang berdosa, dan diberi kekuatan oleh Tuhan agar tidak mengejar kepuasan duniawi dengan cara berdosa. Orang yang berdosa tidak perlu dicemburui tapi dikasihi agar dibawa untuk mengalami pertobatan untuk hidup sesuai kehendak Tuhan. Kita tidak perlu iri hati, seakan-akan Tuhan memelihara, memberi sejahtera orang berdosa, dan kita tidak perlu meniru cara hidup orang berdosa. Kalau mereka berkuasa, kaya dengan cara curang, maka kita jangan pakai cara curang, cara berdosa. Kalau kita pakai cara curang sama saja kita berdosa, tidak takut Tuhan, tidak berjaga-jaga.
Orang yang hatinya iri, berarti ia jatuh dalam dosa karena mereka menentang kehendak Tuhan. Tuhan melarang orang percaya, iri hati. Kalau kita iri hati maka kita berdosa, seperti ungkapan : Enak ya hidupnya kaya raya dengan korupsi, suap, menipu, judi, saya yang rajin berdoa, rajin melayani, kok tidak bisa kaya, tidak bisa berkuasa, hidupnya begini terus.
Tuhan menghendaki agar tidak iri hati tapi takut akan Tuhan, yaitu menghormati kehendak Tuhan bukan mengikuti kehendak daging, kehendak sendiri, kehendak dunia. Tuhan menghendaki agar pikiran kita selalu takut akan Tuhan, memuja Tuhan dalam kekudusan, tunduk pada perintah-perintah-Nya, berserah pada pemeliharaan-pemeliharaan-Nya, dan senantiasa berusaha menyenangkan-Nya. Kita harus takut akan Tuhan dengan bersuka dalam merenungkan kemuliaan Allah dan mematuhi kehendak-Nya.
Kita harus mengabdikan diri untuk takut akan Dia , dan diatur oleh rasa takut akan Tuhan dalam setiap perkataan dan perbuatan kita. Di sepanjang hidup kita, kita harus senantiasa menjaga rasa hormat akan Allah. Kita harus menghargai kewenangan-Nya, dan merasa ngeri terhadap murka-Nya. Kita harus selalu berlaku demikian dalam rasa takut akan Dia, tanpa pernah menyimpang dari itu.
Orang yang tetap hormat dan takut kepada Tuhan maka masa depan dan harapan sungguh ada, seperti dinyatakan dalam Yeremia 29:11. Sebab Aku mengetahui rancangan-rancangan yang Kupikirkan mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan. Masa depan atau masa akhir bagi orang berdosa adalah kecelakaan, karena itu janganlah iri hati terhadap mereka.
Bagi orang yang takut akan Tuhan, bisa mengalami penderitaan-penderitaan karena melakukan kehendak Tuhan, tapi janganlah lelah melakukannya karena masa depan yang diberikan Tuhan sangat indah yaitu damai sejahtera bukan kecelakaan.
Orang yang takut akan Tuhan adalah orang yang mengalami kasih Tuhan dan kemudian membagikan kasih Tuhan kepada sesama, menjadi berkat bagi sesama. Kasih Tuhan, pengampunan penebusan dari Tuhan melenyapkan iri hati, melenyapkan ketakutan dan memperkuat harapan pada masa depan. Kasih Tuhan, harapan masa depan yang damai sejahtera akan membantu kita menerima segala kesulitan dan kekecewaan di sepanjang jalan hidup kita.
Orang yang takut akan Tuhan, menjauhi kejahatan, termasuk iri kepada orang berdosa, maka Tuhan akan menyembuhkan dan menyegarkan hidup kita, seperti ungkapan dalam PKJ 283 – 2. Janganlah engkau menganggap dirimu sendiri bijak; takutlah kau akan Tuhan dan jauhi kejahatan. Itu yang akan menyembuhkan tubuhmu dan menyegarkan kekuatan ragamu. Janganlah engkau menganggap dirimu sendiri bijak; takutlah kau akan Tuhan dan jauhi kejahatan. amin
Berdoa:
Ya Tuhan kiranya hati kami makin bijaksana, makin bersukaria, makin takut akan Tuhan dan tidak perlu iri hati kepada orang berdosa. dalam nama Yesus kami berdoa amin.
SEMPURNA KARYA ALLAH
admin Renungan Harian firman, harian, renungan, tuhan
Views: 1
Nas: Kejadian 1:1-31,
(1), Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi. (31), Allah melihat segala yang dijadikan-Nya itu. Sungguh sangat baik. Lalu jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari keenam.
Saudara-saudari yang dikasihi Kristus, tak putus-putusnya manusia berkarya, namun semua karya seseorang atau suatu team, selalu dibarengi dengan alat keselamatan atau antisipasi kalau terjadi masalah bahkan kegagalan. Apa lagi sesuatu yang rawan masalah seperti, pesawat tempur yang canggih, diterbangkan oleh perwira tempur, korsi pilot adalah korsi yang akan terlempar keluar pesawat dengan parasutnya kalau terjadi masalah.
Hari Minggu kemarin, tgl 1 Desember 2024, disebut Minggu Adven pertama dari empat Minggu Adven. Memang ada gereja yang tidak terlalu terikat dengan makna rangkaian tahun liturgi. Kata Adven turunan dari bahasa Latin, Adventus, yang artinya: kedatangan. Berarti empat Minggu Adven disediakan dalam tahun liturgi, agar kita lebih fokus menyambut kedatangan Kristus kembali. Dalam masa Adven firman Tuhan dituntun karya Bapa dalam janji-janji pengutusan Mesias. Dilanjutkan dengan karya Anak mulai kelahiran-Nya, sampai tiba minggu Prapaskah, di dalamnya ada Jumat Agung, membawa kita ke Hari Raya Paskah, sampai Kristus naik ke Surga. Fokus berikutnya yaitu Hari Raya Pentakosta, digenapi janji pengutusan Roh Kudus, oleh Roh Kudus, semua karya Allah untuk keselamatan manusia bekerja melalui manusia. Pekerjaan Roh Kudus akan berakhir kalau zaman berakhir. Demikianlah SEMPURNA KARYA ALLAH dalam karya Bapa, Anak dan Roh Kudus, Allah yang esa berkarya dalam tiga pribadi ini untuk menyelamatkan manusia berdosa.
Diawali dengan Allah menciptakan langit dan bumi, namun telah diselewengkan oleh manusia Adam dan Hawa, mengakibatkan langit dan bumi menanggung kutuk, namun karya Allah tidak akan gagal. Anak diutus, menjadi Juruselamat manusia, Dia berhasil dan akhirnya Yesus Juruselamat boleh kembali ke tempat dari mana Dia datang. Dilanjutkan dengan mengutus Roh Kudus yang lebih hebat lagi, merobah hati yang berdosa menjadi hati yang bertobat. Roh Kudus memanggil dan melibatkan manusia membangun tanda Kerajaan Allah melalui persekutuan Jemaat-Nya. Sampai nanti akhirnya langit dan bumi yang terkutuk ini dihancurkan, diganti dengan langit dan bumi yang baru. Kota Yerusalem yang semula direncakan dibangun oleh manusia di taman Eden, akhirnya hadir Yerusalem baru untuk orang yang diselamatkan, SEMPURNA KARYA ALLAH oleh Bapa, Anak dan Roh Kudus. Diawali dengan masa Adven, mari kita ikuti.
Aplikasi:
- Apakah Anda meyakini segala yang ada dalam dunia dan hidup ini ciptaan Tuhan?
- Apakah kemampuan komputer termasuk ciptaan Tuhan, seperti microsoft dan fitur yang lain?
- Bagaimana Anda memastikan bahwa diri Anda adalah ciptaan Tuhan?
Mari berdoa:
Bapa kami yang di surga, pencipta segala sesuatu, akal dan kepintaran adalah karunia Tuhan. Jauhkan kami agar tidak menyangkal Tuhan karena kemampuan akal kepintaran kami, semoga semua yang dikaruniakan bagi dunia ini turut memuliakan nama Tuhan. Demi Kristus kami berdoa. Amin.
[AS021224]
Kebaktian Minggu 01 Desember 2024
Views: 0
Kebaktian Minggu Advent I - 01 Desember 2024
TEMA: “MENANTI DENGAN SIKAP IMAN YANG BENAR”
Bacaan Pertama : Yeremia 33:14-16 (TB 2)
Antar Bacaan : Mazmur 25:1-10 (TB 2)
Bacaan Kedua : 1 Tesalonika 3:9-13 (TB 2)
Bacaan Injil : Lukas 21:25-36 (TB 2)
”DEPPA TORI”
admin Renungan Harian firman, harian, renungan, tuhan
Views: 2
Bacaan: 2 Timotius 1: 16-17 (TB 2)
“Tuhan kiranya mengaruniakan rahmat-Nya kepada keluarga Onesiforus yang telah berulang-ulang menyegarkan hatiku. Ia tidak malu menjumpai aku di dalam penjara. Ketika di Roma, ia berusaha mencari aku dan sudah juga menemui aku”.
Salam sehat penuh rahmat, Tuhan sertamu!
Deppa tori adalah kue tradisional khas Toraja Sulawesi Selatan. Bagi para wisatawan yang berkunjung di Tana Toraja dan Toraja Utara, kue ini selalu dibawa pulang untuk menjadi oleh-oleh (buah tangan). Bentuk kue deppa tori seperti jajaran genjang, ukurannya sebesar jari tangan dan warnanya cokelat tua dengan topping taburan wijen. Di balik cita rasanya yang manis dan gurih, deppa tori memiliki tekstur yang garing diluar tapi lembut di dalam. Bahan dasar kue tradisional ini adalah tepung beras dan gula merah sebagai pemanisnya. Meskipun bahan kue ini sangat mudah untuk didapatkan, namun dibutuhkan keterampilan untuk bisa membuat deppa tori. Adakalanya kue ini diberi tambahan topping wijen, sehingga membuat kue deppa tori menjadi lebih wangi dan cita rasanya lebih terasa gurih lezat.
Pada awalnya, deppa tori diproduksi oleh masyarakat yang tinggal di wilayah pegunungan atau dataran tinggi. Oleh masyarakat pegunungan Toraja, kue ini disantap sebagai camilan agar mereka kuat bekerja dan tahan udara dingin. Agar dapat memberikan efek hangat, maka ditambahkanlah jahe pada saat membuat kue ini. Deppa tori memiliki kandungan gula merah yang dipercaya dapat membuat badan tetap kuat dan tidak mudah lelah. Oleh karena itu, deppa tori selalu hadir sebagai sajian acara adat. Namun, deppa tori sekarang bisa dinikmati kapan pun tanpa menunggu perayaan adat. Kue deppa tori dapat bertahan sampai satu bulan bila proses pengemasannya dilakukan dengan tepat dan benar.
Melalui kue deppa tori ini kita dapat belajar tentang kesederhanaan yang mempunyai dampak besar. Betapa tidak? Meski hanya beberapa potong kue deppa tori, namun sudah dapat memberikan asupan tenaga dan kehangatan bagi mereka yang menyantapnya. Cerita tentang deppa tori ini mengingatkan kita tentang kisah keluarga Onesiforus. Onesiforus dan keluarganya merupakan anggota jemaat Tuhan di kota Efesus. Ia mengerjakan banyak pelayanan di sana. Bahkan Paulus memujinya atas keramahtamahan, kebaikan serta keberaniannya. Paulus menyebut bahwa keluarga Onesiforus telah menyegarkan hatinya berulang kali. Ketika Paulus menghadapi persoalan yang berat hingga dipenjara karena pemberitaan Injil, banyak orang Kristen meninggalkannya. Namun Onesiforus tetap menunjukkan dukungannya. Ia tidak malu mengunjungi Paulus ke penjara. Ia bahkan mencari serta menemui Paulus hingga ke Roma. Tak heran, kepedulian dan kasih yang ditunjukkannya itu menyegarkan hati Paulus. Untuk itu Paulus menyebutkan, “Tuhan kiranya mengaruniakan rahmat-Nya kepada keluarga Onesiforus yang telah berulang-ulang menyegarkan hatiku. Ia tidak malu menjumpai aku di dalam penjara. Ketika di Roma, ia berusaha mencari aku dan sudah juga menemui aku”.
Bercermin dari kisah Onesiforus ini, maka pertanyaannya adalah: apakah kehadiran kita dapat membawa kesegaran bagi jiwa orang lain atau malah sebaliknya? Apakah tutur kata dan sikap kita dapat memberikan makna, sukacita, peneguhkan, serta dorongan semangat bagi orang lain? Setiap kali menyantap kue deppa tori, sepertinya kita sedang diingatkan untuk dapat memberi dampak yang baik bagi kehidupan di sekitar kita. Mungkin hanya kecil, namun bila dilakukan dengan cinta yang besar, maka akan dapat menjadi berkat. Selamat berjuang, Saudaraku, Tuhan Yesus memberkati.
Salam: Guruh dan keluarga.
Doa:
Ya Tuhan, kami menyadari keterbatasan diri kami masing-masing. Namun demikian, kami rindu agar tetap dapat menjadi berkat. Kiranya dalam kesederhanaan sikap dan perilaku, kami dapat menyegarkan hati orang-orang yang membutuhkan penghiburan dan pertolongan. Kami yakin bahwa Roh Kudus akan menolong kami. Terimakasih Tuhan Yesus, Amin.
FOMO (Fear Of Missing Out)
admin Renungan Harian firman, harian, renungan, tuhan
Views: 0
Bacaan: Yohanes 18:36(TB 2)
”Jawab Yesus, “Kerajaan-Ku bukan dari dunia ini. Jika Kerajaan-Ku dari dunia ini, pasti hamba-hamba-Ku telah melawan, supaya Aku jangan diserahkan kepada orang Yahudi, akan tetapi Kerajaan-Ku bukan dari sini.”
Syalom jemaat yang terkasih didalam Tuhan.. Semoga bapak/ibu/saudara-saudari dalam keadaan sukacita.. Ada anggapan kejujuran akan menjadikan seseorang merugi, terasingkan dari yang lain. Anggapan ini muncul karena lingkungan di sekitarnya banyak yang menolak untuk bertindak jujur. Padahal relasi yang menolak kejujuran, dapat disimpulkan sebagai relasi yang tidak sehat bagi pertumbuhan seseorang, baik dalam hal karakter, mentalitas maupun iman. Sebaliknya, kejujuran merupakan salah satu unsur pembentuk kebudayaan hidup manusia yang sehat. Kejujuran dibutuhkan di segala aspek kehidupan, mulai dari relasi suami-istri, orang tua-anak, lingkungan pekerjaan, pertemanan, hingga kehidupan beriman bersama Tuhan.
Bacaan hari ini menceritakan dialog antara Yesus dan Pilatus ketika sedang berada di pengadilan Romawi. Pilatus ingin mengetahui, apakah Yesus adalah raja orang Yahudi (Ay. 33). Yesus memberikan jawaban bahwa Kerajaan-Nya bukan berasal dari dunia (Ay. 36). Tampaklah ketika Pilatus menanyakan kekuasaan politis Yesus, tetapi Dia berusaha untuk mengajak Pilatus melihat makna yang lebih mendalam. Yesus lahir dan datang ke dalam dunia untuk memberikan kesaksian mengenai kebenaran (Ay. 37). Pernyataan diri Yesus sebagai pewarta kebenaran sekaligus Raja secara terbuka, jujur dan apa adanya itu rupanya direspon dengan keengganan Pilatus untuk masuk ke dalam dialog mendalam dengan Yesus.
Dialog antara Yesus dan Pilatus ini menyadarkan kita bahwa manusia seringkali takut ditinggalkan oleh lingkungan sekitarnya. Sehingga seringkali lingkungan membentuk rasa takut ketinggalan atau ditinggalkan, dimana mempengaruhi pertumbuhan manusia itu sendiri. Istilah kerennya saat ini, FOMO (Fear Of Missing Out) di mana mereka takut merasa ketinggalan zaman sehingga berupaya untuk selalu dianggap “hidup di dunia.” Akhirnya ketakutan itu menjadikan seseorang suka berbohong bahkan melakukan kejahatan. Ketakutan itu membuat mereka memilih sesuatu yang menyenangkan diri, bukan sesuatu yang mendewasakan diri.
Baiklah kita belajar untuk tidak takut, jikalau harus ditinggalkan oleh yang lain ketika memilih untuk berkata dan bersikap jujur dan benar. Sebab orang yang jujur adalah orang yang mendekatkan diri pada kebaikan dan kebenaran. Jangan takut untuk ditinggalkan karena berkata jujur dan benar, sebab Tuhan sangat mengasihi dan berkenan kepada orang yang mau hidup jujur dan benar. Tuhan memampukkan kita untuk memasuki dan menghayati minggu adven dengan sikap jujur dan benar. Amin.
BESARLAH UNTUNGKU
admin Renungan Harian firman, harian, renungan, tuhan
Views: 0
Bapak Ibu, Saudara saudari dan anak-anak yang dikasihi Tuhan Yesus Kristus, Syalom Alekhem! Apa kabar Saudara? Inilah kabar baik: Betapa berharganya hidup kita ketika kita menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat kita.
Hari ini kita merenungkan firman Tuhan yang berjudul: “Besarlah Untungku”, dengan dasar dari Filipi 1:21 “Sesungguhnya, bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan”
Demikianlah firman Tuhan. Yang berbahagia ialah setiap orang yang mendengarkan firman Tuhan dan yang melakukannya.
Tahukah Saudara, ayat ini merupakan kesaksian setiap orang percaya: Hidup berfokus pada Kristus yang telah menyelamatkan dan mati adalah keuntungan. Keuntungan disini menunjuk pada kesanggupan menghadapi berbagai tantangan dan badai kehidupan yang menerpa karena selalu bersama dengan Yesus.
Mari kita lihat beberapa keuntungan yang kita nikmati ketika Yesus menjadi milik kita. Kita akan mendengar kesaksian dari tiga orang Saudara kita yang telah mengalami berkat tersebut.
Pertama, ketika Yesus menjadi milik kita, setiap aspek hidup kita penuh makna. Seperti kesaksian Ibu Maria: Ibu Maria adalah seorang ibu rumah tangga yang awalnya merasa terjebak dalam rutinitas dan kebosanan. Ia mengaku, “Hidup saya terasa kosong. Namun, setelah saya membuka hati untuk Tuhan Yesus, segala sesuatu berubah. Saya mulai melihat makna dalam menjalani hari-hari saya, bahkan dalam pekerjaan rumah tangga. Saya belajar untuk melayani keluarga dan orang-orang di sekitar saya dengan kasih Kristus. Hidup saya kini berfokus pada Kristus.” Puji Tuhan!
Kedua, ketika Yesus milik kita, ada damai yang tidak tergoyahkan. Seperti kesaksian Bapak Andi: Bapak Andi pernah menghadapi konflik berat dalam keluarganya. “Saya hampir putus asa dan tidak tahu harus berbuat apa. Namun, ketika saya menyerahkan semua masalah kepada Tuhan, saya merasakan ketenangan yang luar biasa. Damai-Nya menyelimuti saya, bahkan dalam situasi yang paling sulit. Sekarang, saya bisa melihat keluarga saya bersatu kembali, dan semua itu karena campur tangan Tuhan,” ungkapnya dengan penuh air mata kebahagiaan.
Ketiga, ketika Yesus milik kita, kita memiliki jaminan hidup yang kekal. Seperti kesaksian Suster Magda: Suster Magda bekerja di rumah sakit dan sering berhadapan dengan pasien yang sakit parah. Ia menjelaskan, “Sebagai seorang perawat, saya sering melihat pasien yang sedang menghadapi kematian. Namun, setelah saya menerima Tuhan Yesus dan berkomitmen membagi kasih-Nya, banyak dari mereka menemukan pengharapan didalam Tuhan. Salah satu pasien saya, yang dekat dengan ajal, mengucapkan rasa terima kasih karena saya membawakan berita baik tentang Tuhan Yesus.” Puji Tuhan!
Seperti kesaksian pujian yang dinyanyikan oleh Vokal Grup Penatua Pos Wismajaya sebuah lagu yang berjudul: “Besarlah Untungku”. Sebuah pujian yang menjadi berkat bagi banyak orang, menginspirasi orang percaya untuk selalu mengandalkan Yesus dalam segala hal. Bila kita mengandalkan Yesus maka ada sukacita, damai sejahtera dan keuntungan yang tidak ternilai.
Saudara-saudara, ingatlah bahwa menerima Yesus bukan hanya tentang keuntungan untuk diri kita sendiri, tetapi juga tentang memperkaya orang-orang yang ada di sekitar kita. Bersediakah Saudara hidup dalam terang kasih dan pengharapan Kristus, menjadi berkat bagi orang lain? Hidup kita akan dipenuhi dengan makna, damai, dan jaminan hidup kekal. Bersediakah Saudara hidup dalam kasih dan anugerah-Nya, menjadi pribadi yang memancarkan terang Kristus dalam dunia ini?
“Besarlah Untungku”, bukan hanya kata-kata, tetapi mewujud melalui tindakan nyata. Bersediakah Saudara? Lakukanlah saja! Itu sudah cukup! Amin.
Mari kita berdoa:
Ya Tuhan Bapa yang di surga, terima kasih firmanMu hari ini meneguhkan komitmen kami: Hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan. Mampukanlah kami membagikan kasih Kristus sehingga banyak orang yang mempunyai pengharapan kekal. Dalam nama Tuhan Yesus Kristus, kami berdoa. Amin. Tuhan Yesus memberkati Saudara dan keluarga!
