admin
Posts by :
TOMAT CHERRY
admin Renungan Harian firman, harian, renungan, tuhan 0
Views: 0
Bacaan: Yehezkiel 36: 26
“Kamu akan Kuberikan hati yang baru, dan roh yang baru di dalam batinmu dan Aku akan menjauhkan dari tubuhmu hati yang keras dan Kuberikan kepadamu hati yang taat”.
Salam sehat penuh rahmat, Tuhan sertamu!
Tomat cherry atau tomat ceri, diperkirakan mulai terkenal pada tahun 1800-an dan berasal dari Peru dan Chilli bagian utara. Tomat cherry merupakan tanaman tahunan berbentuk perdu dengan ciri khas buahnya yang kecil, berbentuk bulat hingga bulat memanjang (lonjong). Tomat cherry ini memiliki bentuk menyerupai tomat ranti tapi rasanya lebih manis, mengandung banyak air dengan berat buah sekitar 10-20 gram dan memiliki 2 (dua) sekat biji. Tomat cherry banyak diminati karena mengandung kadar protein, lemak, serat, energi, vitamin A dan vitamin E lebih tinggi serta rasa yang lebih manis dan segar dari tomat biasa. Dengan demikian tomat cherry ini memiliki banyak manfaat bagi kesehatan tubuh.
Di balik manfaatnya yang begitu banyak, ada hal yang perlu kita ketahui tentang tomat cherry ini. Yaitu bahwa tomat cherry merupakan salah satu buah klimaterik. Maksudnya adalah ia akan tetap melanjutkan proses metabolismenya (baik respirasi dan transpirasi) setelah proses pematangan. Respirasi merupakan proses pemecahan senyawa kompleks (seperti pati dan asam organik) menjadi senyawa yang lebih sederhana (air, gula sederhana, karbondioksida). Sedangkan transpirasi merupakan proses penguapan air dan karbondioksida dari dalam buah ke lingkungan. Respirasi dan transpirasi yang masih terus berlanjut ini dapat menyebabkan kelayuan pada kulit buah dan penurunan mutu secara alami pada tomat cherry. Dengan kata lain, karena sifat klimateriknya ini, tomat cherry ini dapat merusak dirinya sendiri mulai dari dalam.
Sifat klimaterik pada tomat cherry ini mengingatkan tentang peran hati dan pikiran di dalam diri manusia. Bagi orang Israel, hati adalah pusat kehidupan yang mempengaruhi seluruh tindakan dan menyatakan kepribadian seseorang yang terwujud dalam pikiran, kehendak dan perasaan. Oleh karena itu bila hati terang, maka pikiran dan tingkahlakunya pun menjadi terang. Namun sebaliknya, bila hati rusak dan gelap, maka gelap dan rusak juga perilaku seseorang.
Melalui Yehezkiel, Tuhan menyampaikan kepada umat Yehuda, “Kamu akan Kuberikan hati yang baru, dan roh yang baru di dalam batinmu dan Aku akan menjauhkan dari tubuhmu hati yang keras dan Kuberikan kepadamu hati yang taat”. Makna dari frasa “Kuberikan kamu hati yang baru” adalah bahwa Tuhan mau agar umat berubah dari sikap hati yang sebelumnya, yakni berubah dari sikap tidak taat atau tidak setia menjadi hidup yang taat dan setia. Sebelumnya umat memiliki hati yang keras dan memberontak kepada Tuhan. Karena kekerasanhatinya itulah, Yehuda akhirnya di buang ke Babel. Yehezkiel secara khusus menunjukkan bahwa kehancuran umat Allah diakibatkan karena hati yang keras dan karena mereka meninggalkan Allah. Hati yang keras akan membawa kita kepada kehancuran hidup.
Akan tetapi, meski umat telah memberotak, namun Allah tetap baik. Allah memperhatikan hati umat, dan Ia menjanjikan adanya pemulihan. Pertama-tama adalah pemulihan hati. Hati yang keras itu diubah menjadi hati yang taat. Dengan memiliki hati yang taat, memunculkan keadaan batin yang mendorong manusia untuk melakukan perintah Allah.
Tomat cherry memberikan pelajaran kepada kita bahwa bagaimana sikap hati kita akan mempengaruhi relasi kita dengan Tuhan dan juga kehidupan itu sendiri. Oleh karena itu, mari kita sambut kehendak Tuhan untuk memberi hati yang baru dan roh yang baru, sehingga hidup kita senantiasa selaras dengan kehendak Tuhan. Selamat berjuang, Saudaraku, Tuhan Yesus memberkati.
Salam: Guruh dan keluarga.
Doa:
Ya Tuhan, kami rindu untu selalu memiliki hari yang lembut sehingga dapat mengikuti kehendak-Mu. Dengan demikian, hidup kami dapat menjadi berkat. Kiranya Roh Kudus menolong kami untuk melakukannya. Terpujilah Nama-Mu, ya Tuhan Yesus. Amin.
HIKMAT ADALAH KOMPASNYA
admin Renungan Harian firman, harian, renungan, tuhan 0
Views: 1
Bacaan: Amsal 3 : 13-14
“Berbahagialah orang yang mendapat hikmat, orang yang memperoleh kepandaian, karena keuntungannya melebihi keuntungan perak, dan hasilnya melebihi emas.”
Syalom jemaat yang terkasih didalam Tuhan.. Semoga bapak/ibu/saudara-saudari dalam keadaan baik..
Jemaat yang terkasih.. Pada tahun 2020 ada sebuah kasus pembunuhan, dimana sang pelaku membunuh korban dengan sebuah pulpen. Hal yang menarik dari kasus ini adalah sebuah pulpen yang diciptakan untuk menulis atau menggambar, tetapi justru digunakan sebagai alat untuk membunuh. Hal ini menandakan bahwa pemikiran manusia sangat bebas. Manusia yang bebas dapat mengatur, memilih, dan memberi makna pada realitas. Oleh karena itu, kehidupan ini senantiasa membutuhkan hikmat. Jadi ibarat pengetahuan, kepintaran itu adalah sebuah kapal dan hikmat adalah kompasnya. Sehingga ketika manusia memiliki kepintaran atau sebuah ide, dia tahu tujuannya bahwa segala kepintarannya akan ditujukan ke arah yang baik atau seturut dengan kehendak Tuhan.
Salomo terkenal karena hikmatnya. Ketika Tuhan memberikan kesempatan kepada Salomo untuk meminta apapun yang dia mau, Salomo tidak meminta berkat materi, justru Salomo meminta hikmat supaya dia bisa menyelesaikan tugasnya sebagai raja Israel. Dalam bacaan kita saat ini, orang yang memperoleh hikmat dan kepandaian, ia mendapatkan keuntungan yang melebihi perak dan hasilnya melebihi emas. Sebab hari-hari ini manusia cenderung untuk mengandalkan pengetahuan, pengalaman, dan logika berpikirnya dibandingkan mengandalkan Tuhan. Hikmat yang benar adalah pengetahuan intelektual yang berasal dari Allah yang tidak terbatas.
Penting bagi kita sebagai orang percaya masa kini untuk memiliki hikmat yang benar. Karena dengan hikmat yang benar kita mampu memutuskan hal-hal atau keputusan-keputusan hidup yang selaras dengan kehendak Allah. Mari kita gunakan hikmat dari Tuhan untuk menjaga kesucian kehidupan kita, serta sebagai solusi untuk menghadapi segala perkara.
Marilah kita gunakan pengetahuan untuk berpikir dengan jernih dan tidak merugikan orang lain. Kita gunakan kepandaian kita untuk hal-hal yang baik, yang membangun, bersikap adil, karena semuanya itu adalah anugerah dari Tuhan. Selamat berefleksi, Tuhan memberkati kita.
ROH KUDUS TETAP TEGUH
admin Renungan Harian firman, harian, renungan, tuhan 0
Views: 0
Umat Tuhan yang dikasihi Kristus. Syalom Alekhem! Minggu lalu umat Kristen merayakan hari Pentakosta. Bagi umat Israel waktu itu, Perayaan Pentakosta merupakan perayaan syukur atas berkat Tuhan berupa panen hasil bumi. Pada saat itulah janji Allah digenapi, yaitu pencurahan Roh Kudus atas murid-muridNya. Dan pada hari itu dibaptis 3000 jiwa, yaitu orang-orang percaya kepada Kristus sebagai Gereja mula-mula.
Hari ini kita akan merenungkan firman Tuhan yang berjudul: “Roh Kudus Tetap Teguh” dengan dasar Yohanes 14:26-27 Tuhan Yesus bersabda: “Tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu. Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu.” Demikianlah Firman Tuhan. Berbahagialah setiap orang yang mendengarkan firman Tuhan dan yang memeliharanya.
Peristiwa Pentakosta ini merupakan penggenapan janji penyertaan Tuhan Yesus bagi murid-muridNya: “tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus yang akan diutus oleh Bapa dalam namaKu.” Roh Kudus adalah Roh Allah. Roh Kudus yang disebut “Parakletos” adalah Penghibur atau Penolong bagi orang-orang percaya. Roh Kuduslah yang mengajarkan kepada kita dan mengingatkan segala firman Allah yang telah disampaikan oleh Tuhan Yesus, supaya kitapun dikuatkan, diteguhkan, dan mengalami damai sejahtera.
Oleh sebab itu Tuhan Yesus mengatakan: “Janganlah gelisah dan gentar hatimu.” Roh Kudus tetap teguh, hendak terus meneguhkan Saudara yang percaya kepadaNya! Amin, Saudara? Puji Tuhan!
Seperti kesaksian pujian yang dinyanyikan oleh Vokal Grup Philia, sebuah nyanyian yang berjudul: “Roh Kudus tetap teguh.” Lagu ini hendak menceritakan tentang Roh Kudus yang terus berkarya di dalam diri kita. Roh Kudus sebagai Pemimpin umat Tuhan, sehingga umat Tuhan mampu berjalan melewati padang gurun dunia. Barangkali ada di antara Saudara saat ini bagaikan musafir yang mengalami berbagai pergumulan hidup yang berat, sehingga tidak mampu melangkah dengan pasti. Saat ini Saudara mengalami jiwa yang letih dan lesu. Maka dengarlah panggilanNya yang lemah lembut dan penuh kasih: “Hai musafir, ikutlah ke neg’ri sejahtera.”
Vokal Grup Philia mengajak kita semua bersyukur dan bersaksi: “Kau Kawan karib terdekat, Kau menolong yang penat.” Mengapa Saudara? Karena meskipun kita mengalami perjalanan hidup yang kelam, dan badai yang menderu, tetapi Tuhan tetap menyertai dan menolong, sehingga hati kita sebagai anak-anak Tuhan merasa tenteram dan damai. Puji Tuhan!
Oleh sebab itu bagi Saudara-saudara yang mengalami beban hidup yang berat, dengarlah panggilan Tuhan: “Hai musafir, ikutlah ke negeri sejahtera!”
Bersediakah Saudara menjadi pengikut Kristus? Tetaplah bersemangat untuk menjalani hidup ini, karena Roh Kudus tetap menyertai Saudara. Bersaksilah tentang kasih dan kebaikan Tuhan dalam kehidupan sehari-hari! Lakukanlah saja, itu sudah cukup! Amin.
Mari kita berdoa:
Ya Bapa yang di surga, kami besyukur karena Roh Kudus menyertai kami yang lemah ini dan memberi damai sejahtera. Kiranya Roh Kudus memampukan kami untuk menjalani kehidupan sebagai pengikut Kristus. Terpujilah namaMu, kekal selama-lamanya. Dalam nama Tuhan Yesus Kristus kami berdoa. Amin.
Tuhan Yesus memberkati Saudara dan keluarga! (AM01062023)
ANDA ADALAH ISTIMEWA
admin Renungan Harian firman, harian, renungan, tuhan 0
Views: 0
Bacaan: Mazmur 139:13-14
Sebab Engkaulah yang membentuk buah pinggangku, menenun aku dalam kandungan ibuku. Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib; ajaib apa yang Kau buat, dan jiwaku benar-benar menyadarinya.
Hai sahabat GKI Kwitang, umat Allah, selamat berjumpa kembali dalam perenungan ini.
Adakah saat engkau merasa bahwa diri begitu tak berdaya dan berharga?. Ini dapat terjadi karena gambar diri yang buruk. Gambar diri buruk, dapat menjadi penyebab beberapa penyakit mental antara lain: mudah menyerah atau malah sebaliknya, ketika menyadari kelemahan, alih-alih mengakui malah malah menyalahkan orang kain. Gambar diri buruk spt itu tentu tak mendatangkan kebaikan. Mudah menyerah, membuat seseorang sulit maju dan berkembang, atau malah hidup jadi tak menggairahkan. Persoalannya adalah: bagaimana mungkin kita tak akan pernah menghadapi tantangan dan persoalan kehidupan? Selama kita hidup, maka kita pasti akan menghadapi persoalan dan tantangan. Kalau mungkin, kita dapat mengatakan bahwa adanya persoalan dan tantangan itulah yang menandakan bahwa kita masih hidup. Atau jika kita menghadapi tantangan dan persoalan lalu memecahkannya dengan menyalahkan orang lain, maka yang terjadi kemungkinan besar adalah: semakin banyaklah musuh kita (memang, siapa orang dapat menerima disalahkan begitu saja oleh karena kekurangan dan persoalan yang kita hadapi)? Jalan keluar seperti itu, hanya akan membuat kita menambah dosa, persoalan dan tantangan lainnya lagi. Ingat Adam dan hawa. Keinginan untuk menyalahkan orang lain .menjadi penyebab kehancuran nya setelah kejatuhannya melanggar perintah Tuhan Allah.
Nah semua bentuk ketidakpercayaan diri seperti itu dalam menghadapi persoalan dan tantangan kehidupan, sekali lagi hanya mendatangkan kepada kita hilangnya semangat juang dan atau semakin berkembangnya dosa dan pelanggaran dalam kehidupan kita.
Firman Tuhan di atas mau mengingatkan kita agar kita sembuh dari citra diri yang buruk, yang menghasilkan kehilangan semangant dan diikat oleh kuasa dosa.
Bayangkan saja, bagaimanakah kita tak bisa mengucap syukur atas apa diri kita? Jika kita merenungkan bagaimana pertemuan antara zigote dan telurterjadj di dalam rahim ibu kita, lalu terjadilah perpecahan sel yang lalu membentuk bayi “saya” yang demikian ini, apa adanya. Bagaimana semua itu dapat terjadi? Ketika kita lalu memiliki perbedaan kita masing2. Setiap orang demikian uniknya. Lebih jauh bacaan kita mau mengatakan bahwa Tuhan Allah telah menjadi pokok dan sentral dalam pembentukan kita sejak dalam kandungan. Itulah yang membuat pemazmur merasakan ketakjuban dalam hidupnya. San tentu saja, dalam ungkapan ketakjuban itu terkandung makna bahwa pemazmur sedang meyakini sungguh akan kebesaran Tuhan Allah dan akan percaya bahwa Tuhan Allah demikian mengenal dan mengasihinya yang diciptakan dengan istimewa.
Memahami hal di atas, maka selayaknya kita sebagai manusia yang percaya bahwa Tuhan telah membentuk kita secara istimewa sejak dalam kandungan, maka kita akan menghargai diri bentukan Tuhan yang istimewa ini. Itulah sebabnya: persoalan dan tantangan kehidupan, yang tak lepas juga dari kebesaran dan kekuasaan dan pengetahuan Tuhan Allah, rak boleh membuat kita merusakkan citra setiap orang yang bergantung dan percaya kepadanya. Persoalan akan kita pandang sebagai kesempatan untuk terus tumbuh, untuk semakin memahami segala yang ada di dunia ini, terlebih untuk membuat kita semakin beriman dan percaya kepadaNya.
Dengan Mazmur ini, kita menjadi orang-orang yang percaya diri, bahwa walau bagaimanapun tantangan dan persoalan hidup, kita ingat pertama; kita layak percaya diri, nahwa kita tak pernah sendirian. Ada Tuhan Allah bersama kita, yang mana itu telah terjadi sejak kita dalam rahim ibu kita. Tuhan yang maha tahu, yang membuat membuat kita percaya diri, bahwa dalam keadaan apapun kita akan terus dan tetap menjadi pengikutNya yang setia, taat kepadanya, dan berusaha selalu melihat dan mensyukuri kuasa dan.penyertaan Tuhan, bahkan sejak dibentuk si dalam kandungan. Dengan itu, kiranya semangat juang kita terus ada dan tumbuh. Tak dikalahkan dan digoyahkan oleh tantangan dan persoalan kehidupan. Ingat lah, tantangan dan persoalan ini adalah kesempatan kita untuk tumbuh. (Bagai daun dan batang yang harus menembus cangkang benih, yang ditabur). Ingatlah juga yang terpenting, kita tak pernah sendirian. Tuhan Allah yang telah membentuk sejak dalam kandungan, Ia juga ada bersama kita.
Iman bahwa Tuhanlah yang memberi kesuksesan pembentukan kita sejak dalam kandungan, membuat kita menjadi mawas diri dan tak angkuh. Tak sekejapun kita membiarkan diri dengan arogan mengatakan, tak apa-apa akan semua dosa dan kesalahan ini, saya sanggup mengatasinya. Lalu ternyata itu dapat membuat kita terlilit lalu terjerat di dalamnya. Ingat Tuhanlah yang selama ini berperan dalam hidup kuta bahwa sejaaaaak awalnya, sejak dalam kandungan…maka selayaknya kita selalu dengar-dengaran san taat kepadaNya. Kiranya segala kebaikan, keberhasilan dan segala macam bentuk kelimpahan yang kita alami dan terima, membuat kita dipenuhi syukur kepada Tuhan Allah yang telah berperan utama dalam segalanya. Dan minta Tuhan menyempurnakan segalanya itu dengan kehendak dan tindakan berbagi kasih kepada sesama. Biarlah kita menjadi alat kecil di tangan Tuhan untuk membuat seseorang yg Tuhan taruh di jalan hidup kita untuk merasakan kehadiranNya.
Nah, bersyukur lah selalu karena anda dan saya Istimewa dan mwlekatlah selalu kepadaNya lalu membawa berkat bagi sesama. Roh Kudus menyertai dan menolong kita.Amin (LiN-RH, 31-05-2023)
BERTEKUN DALAM PERSEKUTUAN
admin Renungan Harian firman, harian, renungan, tuhan 0
Views: 0
Bacaan: Kisah Para Rasul 2:41-47
Salam sejahtera semoga kita makin mampu bertekun dalam persekutuan dengan Tuhan dan sesama, untuk merenungkan kehendak Tuhan, berdoa dan melakukan pelayanan kasih seperti ungkapan dalam Kisah Para Rasul 2:42 Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa.
Sebagai gereja milik Tuhan, kita berharap anak-anak sekolah minggu, guru sekolah minggu, remaja dan pengurus remaja, pemuda dan pengurus pemuda, orang dewasa dan pengurus badan pelayanan sampai lanjut usia semuanya rindu bersekutu dengan Tuhan pemilik gereja, dan dengan sesama. Orang yang rindu bersekutu dengan Tuhan dan sesama adalah orang yang terharu mendengar firman Tuhan, mau bertanya apa yang harus diperbuat setelah mendengar firman Tuhan ? Orang yang terharu adalah orang yang tidak mau mengalami kebinasaan kekal, tidak mau menjadi musuh Tuhan Yesus, tapi ingin diselamatkan oleh Tuhan Yesus. Orang yang bertanya “apa yang harus aku perbuat” adalah orang yang menyesali dosa dan mau ditebus Tuhan Yesus, diampuni dosa dan mau menerima Roh Kudus untuk membimbing dalam ketaatan pada kehendak Allah.
Orang yang rindu bersekutu adalah semua orang yang berseru kepada Tuhan Yesus, dan diselamatkan, baik laki-laki atau perempuan, anak-anak dan orangtua, baik majikan dan hamba, baik orang Yahudi dan bukan Yahudi. Persekutuan laki-laki dan perempuan berarti tidak ada pemisahan laki-laki dan perempuan, yang ada hanya kesetaraan. Persekutuan anak-anak dan orangtua, berarti tidak ada pemisahan anak dan orangtua atau orang dewasa, Tuhan menghendaki adanya persekutuan intergenerasi, keakraban anak dan orangtua atau orang dewasa dalam persekutuan. Persekutuan majikan dan hamba artinya tidak ada pemisahan golongan yang berkuasa, punya banyak harta dengan orang yang tidak punya kuasa dan sedikit harta. Berseru kepada Tuhan berarti berkomunikasi dengan Tuhan, membangun relasi dengan Tuhan seperti hubungan ranting dan pokok anggur. Banyak hal yang dibicarakan dengan Tuhan, kaitannya dengan keselamatan yang sudah diberikan dalam Tuhan Yesus, dan apa yang perlu diperbuat selanjutnya. Berseru berarti memuji pekerjaan-pekerjaan besar dari Tuhan, memuji rencana dan janji Tuhan.
Orang yang rindu bersekutu dengan Tuhan adalah orang yang menerima Roh Kudus dalam hatinya, mau dibimbing Roh Kudus melakukan perintah Tuhan yaitu bersaksi, menceritakan perbuatan Tuhan yang besar, tentang keselamatan, pengampunan, hidup kekal, berdiakonia, walau di sekitar banyak kejahatan, perang, perlawanan dari orang-orang yang membenci Tuhan Yesus.
Persekutuan itu tetap hidup, teguh karena Tuhan yang mempersatukan, Roh Kudus bekerja dalam hati setiap anggota persekutuan. Roh Kudus memberi karunia kepada setiap anggota persekutuan untuk membangun kepentingan bersama, membangun tubuh Kristus, untuk bersaksi, berdiakonia, bukan untuk kepentingan sendiri-sendiri. Apapun karunia yang diberi Tuhan dihargai, tidak ada yang menganggap karunia satu lebih hebat dari yang lain.
Dalam persekutuan yang teguh, anggotanya bersama-sama maju dikuatkan iman, tidak ada orang tertentu saja yang maju dalam iman. Persekutuan yang teguh adalah persekutuan yang tujuannya adalah menerima damai sejahtera dari Tuhan Yesus. Di tengah ancaman musuh, penderitaan, sakit penyakit, maka dalam persekutuan yang teguh, anggotanya akan mendapat damai sejahtera dari Allah yang melampaui akal. Persekutuan bukan tempat orang melakukan kekerasan verbal dan fisik, sakit hati, dendam, menggerutu. Persekutuan yang dibimbing Roh Kudus akan mendorong orang menyesali dosa, diampuni, berdamai dengan Allah, berdamai dengan sesama, berdamai dengan diri sendiri, berdamai dengan sakit penyakit, berdamai dengan kondisi hidup. Orang yang berdamai adalah orang yang mengalami kasih Tuhan yang besar, yang telah menyerahkan nyawaNya untuk menebus dosa manusia. Orang yang mengasihi Tuhan akan melakukan kehendak Allah, seperti mengasihi sesama, mengarahkan hati pada sesama, bersaksi, melakukan pelayanan kasih (berdiakonia). Orang yang bertekun dalam persekutuan, adalah orang yang sudah diampuni dosa, disucikan, maka dari hatinya sudah diangkat Yesus kemalasan, dan diubah, memiliki ketekunan kerajinan dalam bekerja, berbuat baik, tekun dan rajin melakukan kesaksian serta pelayanan kasih. Telah diangkat semua kesombongan dan diberikan kerendahan hati untuk memperhatikan kepentingan orang lain, menganggap orang lain sebagai yang utama.
Tekun bersekutu berarti tidak sekali setahun, tapi kontinu, bersama-sama belajar Firman Tuhan, menghayati pekerjaan-pekerjaan besar dari Allah Bapa, memahami tentang kebangkitan Yesus, dan tugas dari Tuhan Yesus serta menjadi murid Tuhan. Tekun mempelajari Firman Tuhan karena kita mengasihi Tuhan sebagai yang paling utama kemudian mengasihi sesama manusia mulai dari orangtua, anggota keluarga, anggota jemaat, anggota masyarakat.
Bersekutu menguatkan iman, karena saling mendoakan agar dapat tekun melakukan kehendak Tuhan, saling menolong, berbagi ketika ada yang butuh pertolongan, orang yang lemah, tidak berdaya. Persekutuan yang dibimbing Roh Kudus, tujuannya damai sejahtera, mendalami firman Tuhan, saling mendoakan, mau maju bersama, mau terlibat dalam persekutuan, bersaksi dan berdiaknoia, adalah persekutuan yang disukai Tuhan dan disukai banyak orang.
Orang yang tidak mau bersekutu, malas atau bosan bersekutu maka akan ditangkap oleh musuh atau para pembenci Tuhan Yesus, yang membuat orang menjadi jauh dan meninggalkan iman pada Tuhan Yesus. Kemudian ikut membenci Tuhan Yesus, tidak mau diselamatkan Tuhan Yesus, tapi diselamatkan dengan kekuatan sendiri, dengan berbuat baik, mencari pahala, bahkan melakukan kejahatan dan masuk dalam angkatan yang jahat, merusak diri sendiri dan kehidupan masyarakat, mencuri, korupsi, melakukan kekerasan.
Tekun bersekutu dengan Tuhan dan sesama sungguh indah. Kita memberi waktu sejenak beserta Tuhan dalam doa yang sungguh akrab dengan Tuhan. Kita rindu, Tuhan meraih hidup kita dan mendekatkan hidup kita pada kaki salib Tuhan Yesus seperti ungkapan dalam KJ 362 ayat 3. Sungguh indahnya walau sejenak besertaMu, Allahku; dalam doaku sungguh akrabnya bersekutu denganMu. Reff: Raih daku dan dekatkanlah pada kaki salibMu. Raih Daku, raih dan dekatkanlah ke sisiMu, Tuhanku.Amin.
Berdoa:
Ya Tuhan mampu kami bertekun dalam persekutuan dengan Tuhan dan sesama untuk merenungkan kehendak Tuhan, berdoa dan melakukan pelayanan kasih. Kiranya semakin banyak anggota yang rindu dan rajin bersekutu sesuai kehendak Tuhan. Dalam nama Yesus kami berdoa. Amin
BAPTISAN SULUNG
admin Renungan Harian firman, harian, renungan, tuhan 0
Views: 0
Bahan: Kisah P. R 2:41-47, (41-42),
Orang-orang yang menerima perkataannya itu memberi diri dibaptis dan pada hari itu jumlah mereka bertambah kira-kira tiga ribu jiwa. Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa. (47).. sambil memuji Allah. Dan mereka disukai semua orang.
Peristiwa pencurahan Roh Kudus pada hari raya Yahudi yaitu Pentakosta, membuat suatu kejadian yang menakjubkan, bahkan secara positif menghebohkan. Secara spontan orang-orang di Yerusalem yang karena hari raya itu sangat ramai (bandingkan hari Idul Fitri di kota-kota Jawa Tengah), dikejutkan karena pencurahan Roh Kudus dengan fenomena ajaib yaitu suara desau dan dari rumah sumber suara itu rasul-rasul Kristus bersukacita, mereka menjadi tontonan orang banyak, sampai mereka menyindir, mengatakan rasul-rasul itu mabuk anggur, tetapi justru sindiran itu menjadi jembatan menghubungkan khotbah Petrus di depan orang banyak itu.
Dengan sabar dan tegas Petrus berdiri dan menyampaikan apa yang telah dan sedang terjadi atas bangsa Israel khususnya di Yerusalem. Mesias memang harus menderita, mati, bangkit, dan telah naik ke sorga, itu telah terjadi, namun yang sedang terjadi, sesuai dengan rangkaian rencana keselamatan manusia, maka Roh Kudus dicurahkan, itu pun sesuai dengan nubuat nabi di Israel. Sebagian pendengar khotbah itu, sepertinya dalam pelajaran ber-P.A, membuat mereka terhenyuh sadar bahwa sungguh Yesus adalah Mesias, Kristus yang diurapi untuk keselamatan umat manusia. Bukan secara kebetulan orang yang berkumpul itu bukan hanya penduduk Yerusalem tetapi dari kota-kota Palestina, dari Partia, Media, Elam, Mesopotamia, Yudea dan Kapadokia, Pontus dan Asia, Pamfilia, Mesir, Libia, Kirene, orang Roma dan orang Arab. Tentu mereka ini bila kembali ke daerahnya akan memberitakan peristiwa pencurahan Roh Kudus dan mempercakapkan khotbah Petrus ini. Inti khotbah itu ialah perbuatan-perbuatan besar yang dilakukan Allah. Atas gerakan Roh Kudus ini, berlanjut terjadi pertobatan dan sebagai tanda pertobatan, mengaku Yesus Kristus Tuhan, memberi diri dibaptis. Tiga ribu orang berarak ke tempat pembatisan, menerima baptisan, yang tema kita berbunyi: BAPTISAN SULUNG, itulah yang terjadi.
Terbentuklah suatu komunitas, yang dijalin oleh satu Roh, satu ikatan iman yang Yesus Kristus sebagai Kepala. Komunitas ini yang disebut suatu persekutuan dengan ketentuan: tekun dalam pengajaran rasul-rasul, memecahkan roti dan berdoa, sebagai kelanjutan apa yang Kristus telah lakukan untuk keselamatan manusia. Rasul-rasul yang adalah “saksi mata” atas kehidupan, pengajaran dan karya Yesus, mereka menjadi tiang utama untuk kelanjutan persekutuan yang telah berdiri. Tiga setengah tahun murid-murid bersama Yesus, waktu yang pendek (bandingkan S D butuh 6 tahun), tetapi itu telah cukup untuk digerakkan oleh Roh Kudus melanjutkan karya keselamatan dalam diri Yesus Kristus. Cara hidup persekutuan ini disukai semua orang, kecuali oleh imam-imam kepala, tua-tua Israel, ahli Taurat, orang Farisi, mereka iri hati dan berusaha menghambat. Tidak terbantah, tidak bisa dihambat oleh apa pun Roh Kudus terus bekerja dan pada zaman ini giliran kita untuk digerakkan Roh Kudus meneruskan karya Kristus sampai akhir zaman.
Kita aplikasikan renungan ini dengan pokok berikut:
- Apakah cara hidup jemaat Anda disukai orang lain, kecuali oleh yang iri hati?
- Tanda-tanda apa yang terlihat sebagai kehidupan Jemaat Anda?
- Karena Roh Kudus bekerja, maka Anda: …. (mohon dilengkapi)
Mari berdoa:
Ya Roh Kudus, gerakkan hati kami agar sampai pada pertobatan, menerima Yesus Tuhan dan Juruselamat. Ya Roh Kudus, lengkapi kami dengan karunia-Mu agar mampu bertumbuh untuk bersaksi dan melayani Tuhan. Jangan biarkan kami berpuas diri sebagai orang Kristen, panggilan Kristus kami nantikan. Dalam Yesus Kristus kami mohon. Amin. [AS290523]
KOPI LANANG
admin Renungan Harian firman, harian, renungan, tuhan 0
Views: 0
Bacaan: Hakim-hakim 10:3-4
” … bangkitlah Yair, orang Gilead, yang memerintah sebagai hakim atas orang Israel dua puluh dua tahun lamanya. Ia mempunyai tiga puluh anak laki-laki, yang mengendarai tiga puluh ekor keledai jantan, dan mereka mempunyai tiga puluh kota, yang sampai sekarang disebutkan orang Hawot-Yair, di tanah Gilead”.
Salam sehat penuh rahmat, Tuhan sertamu!
Ketika berjumpa dengan rekan-rekan sesama penyuka kopi, saya sering menanyakan tentang kopi lanang. Dan ternyata sebagian besar dari rekan-rekan saya itu, tidak tahu tentang kopi lanang ini. Ya, kopi lanang , atau juga disebut kopi jantan, berasal dari biji kopi kopi yang mengalami kelainan (anomali) dalam masa pertumbuhannya. Karena anomali inilah, maka kopi ini termasuk jenis kopi langka. Kopi dengan istilah internasional ‘peaberry coffee’ ini, memiliki karakteristik biji yang berbeda dari biji kopi pada umumnya. Bila biji kopi umumnya merupakan biji dikotil atau terbelah dua, maka kopi lanang bijinya tunggal atau monokotil. Yang menarik adalah bahwa kelainan pada kopi lanang ini terjadi karena proses alamiah dan bukan kerena rekayasa. Oleh karena itulah, maka dalam sekali panen buah kopi, biasanya jumlah kopi lanang hanya berkisar 5-10% saja. Artinya, dalam 1 kilogram rata-rata panen hanya akan terdapat 0,5 ons. Kopi lanang yang telah disangrai bisa memiliki harga relatif lebih mahal dibandingkan biji kopi biasa. Menurut para pecinta kopi, kopi lanang memiliki rasa yang lebih lembut, teksturnya padat, aromanya mirip-mirip kopi luwak. Menurut penelitian, kandungan kafeinnya lebih tinggi 2,1% dari kopi biasa dan dipercaya bisa meningkatkan vitalitas.
Meskipun kopi lanang ini tidak setenar kopi pada umumnya, ternyata ada juga pecinta kopi yang menyukainya karena karakteristik rasa dan aromanya. Dan yang pasti, jumlah yang sedikit dalam sekali panen itu tetap mampu menunjukkan kualitas rasa dan aroma yang baik bahkan lebih baik dari kopi biasa. Bukanlah demikian seharusnya anak-anak Tuhan? Meski tidak dikenal ataupun terkenal, namun tetap mampu menunjukkan kemampuan berkaya secara optimal dan berkualitas.
Dalam kehidupan umat Israel zaman hakim-hakim, ada seorang hakim Israel yang sejarah hidupnya ditulis sangat singkat, yaitu: Tola dan Yair (Hakim 10:1-5). Tentang Tola hanya ditulis dalam 2 ayat saja, sedangkan Yair dalam 3 ayat. Kali ini kita akan mengulas tetang Yair. Karena sangat singkatnya infrormasi tentang dirinya, maka kita cukup kesulitan untuk menggali lebih jauh tentang sosok Yair ini. Bahkan mungkin bagi Anda, nama Yair ini sama sekali tidak dikenal. Penulis kitab Hakim-hakim memberikan keterangan, ” … bangkitlah Yair, orang Gilead, yang memerintah sebagai hakim atas orang Israel dua puluh dua tahun lamanya. Ia mempunyai tiga puluh anak laki-laki, yang mengendarai tiga puluh ekor keledai jantan, dan mereka mempunyai tiga puluh kota, yang sampai sekarang disebutkan orang Hawot-Yair, di tanah Gilead”. Dari keterangan itu disebut masa kepemimpinannya adalah 22 tahun, dan ia mempunyai 30 anak laki-laki yang masing-masing mengendarai keledai jantan dan memimpin satu kota.
Lamanya kepemimpinan Yair ini menunjukkan bahwa ia merupakan sosok pemimpin yang dikehendaki oleh rakyat Israel. Sedangkan penyebutuan keledai jantan menunjukan bahwa situasi Israel pada umumnya berada dalam keadaan ekonomi yang sangat baik sekaligus menunjukkan situasi politik yang jauh dari ancaman bangsa lain. Dengan kata lain, meski tidak setenar Gideon, Simson atau Debora; namun ternyata kualitas kehidupan iman dan kepemimpinan Yair patut menjadi teladan yang baik bagi umat Israel kala itu.
Dalam kehidupan kita, seringkali kita merasa bahwa diri kita begitu kecil dan tidak nampak, namun janganlah berkecil hati. Karena sesungguhnya kita tetap bisa menyatakan kehendak dan karya Tuhan melalui setiap karya yang dilakukan secara optimal sesuai dengan talenta kita masing-masing. Yair tetap dapat memberikan karya yang terbaik sebagai hakim Israel meski namanya – mungkin – tidak dikenal. Seperti halnya kopi lanang tadi, tidak begitu dikenal dan jumlahnya kecil, namun kualitasnya prima. Kiranya pembahasan tentang kopi lanang hari ini mengingatkan diri kita agar tetap mampu memberikan yang terbaik bagi kemuliaan Nama Tuhan, meskipun tidak harus terkenal ataupun menonjol. Selamat berjuang, Tuhan Yesus memberkati.
Salam: Guruh dan keluarga.
Doa:
Ya Tuhan, kadang kala muncul godaan di dalam batin kami untuk menyombongkan dari. Akan tetapi, Engkau mengingatkan kami untuk menjaga diri kami agar rendah hati, namun mampu menunjukkan karya yang terbaik bagi kemuliaan Nama-Mu. Kiranya roh Kudus menolong kami untuk melakukannya. Terimakasih Tuhan Yesus. Amin.
BUCIN
admin Renungan Harian firman, harian, renungan, tuhan 0
Views: 0
Bacaan: Yohanes 14 : 15
Syalom jemaat yang terkasih didalam Tuhan.. Semoga bapak/ibu/saudara-saudari dalam keadaan baik..
Jemaat yang terkasih.. Istilah bucin sama sekali tidak asing bagi kaum muda saat ini. Bucin adalah akronim/singkatan dari ‘budak cinta’. Istilah ini muncul sebagai gambaran orang yang tengah jatuh cinta dan mabuk kepayang. Penggunaan kata ‘budak’ menggambarkan bahwa orang yang sedang bucin akan rela melakukan apapun demi cintanya. Bahkan kadang melakukan hal yang di luar nalar bahkan mengubah pola hidup dan pergaulan seseorang. Jika sudah menyangkut orang yang dicintai, maka tidak ada yang terlalu berat atau mustahil untuk dilakukan. Bahkan menjadi kebahagiaan tak terkira jika dapat mewujudkan keinginan atau memenuhi harapan dari sang pujaan hati.
Saya teringat film India berjudul Manjhi – The Mountain Man (Manjhi Si Orang Gunung). Manjhi dijuluki sebagai The Mountain Man karena berhasil membelah bukit batu di desanya sebagai tanda cinta untuk istrinya yang jatuh di bukit batu itu dan meninggal karena lambat dibawa ke rumah sakit. Dia membelah bukit batu setinggi 9,1 meter hanya menggunakan pahat dan palu selama 22 tahun. Sekalipun dianggap gila dan mengalami berbagai derita, dia tidak menyerah. Demikianlah Manjhi menjadi sosok bucin yang tidak hanya membuktikan cinta pada mendiang istrinya, tetapi juga membawa kesejahteraan bagi desanya yang miskin dan terbelakang.
Pertanyaan bagi kita, pernahkah kita mengalami yang namanya bucin? Bagi sebagian orang bisa jadi pernah, ketika sedang jatuh cinta atau bersama pasangan yang diidamkan. Jika pertanyaan di atas diubah menjadi: “Pernahkah kita merasa bucin kepada Tuhan? Menggebu-gebu untuk melakukan segala perintah-Nya, merindukan saat-saat doa dan persekutuan kita dengan Tuhan? Terlebih mewujudkan tiap nasihat dalam perbuatan nyata?” Tuhan Yesus berfirman: “Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku.” (Ay. 15). Tidak perlu tafsiran panjang untuk menjelaskan kalimat itu karena maknanya jelas di depan mata. Maka bersediakah kita melakukannya? Kiranya kita mampu mewujudkan cinta kita kepada Tuhan, termasuk dengan mempersembahkan diri dan hidup kita bagi kemuliaan-Nya. Selamat berefleksi, Tuhan memberkati.
BUKAN DENGAN BARANG YANG FANA
admin Renungan Harian firman, harian, renungan, tuhan 0
Views: 0
Umat Tuhan yang dikasihi Kristus. Syalom Alekhem! Salah satu pokok keyakinan Orang Kristen adalah keselamatan di dalam Tuhan Yesus Kristus. Pada hari ini kita akan merenungkan firman Tuhan yang berjudul “Bukan dengan Barang yang Fana” dengan dasar 1 Petrus 1:18-19 “Kamu telah ditebus dari cara hidupmu yang sia-sia yang kamu warisi dari nenek moyangmu itu bukan dengan barang yang fana, bukan pula dengan perak atau emas melainkan dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus .” Demikianlah Firman Tuhan. Berbahagialah setiap orang yang mendengarkan firman Tuhan dan yang memeliharanya.
Memang ada kepercayaan lain yang mengajarkan bahwa dosa bisa ditebus dengan perbuatan baik, namun tidak demikian dalam kekristenan. Mengapa? Karena upah dosa adalah maut, artinya dosa seperti hutang, hanya akan diampuni atau dilunasi jika ada pembayaran berupa penumpahan darah dan kematian.
Untuk itu, bersyukurlah Saudara, karena begitu besar kasih Allah akan isi dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan AnakNya yang Tunggal yaitu Yesus Kristus, yang darah-Nya tertumpah dan mati di kayu salib untuk menebus dosa manusia.
Gambaran ini bisa dijelaskan dengan cara sebagai berikut. Dosa yang adalah hutang bisa diampuni atau diselesaikan dengan syarat: harus ada yang membayar atau menebus hutang tersebut.
Saudaraku, sebelum ditebus dengan darah Yesus, setiap manusia adalah orang berdosa sehingga tidak memiliki kualifikasi atau kapasitas untuk membayar atau menebus dosa kita sendiri.
Umpamanya seperti ini: orang yang sudah bangkrut karena dosa, tidak memiliki kualifikasi sebagai penebus hutang dosa itu. Jadi, diperlukan orang lain yang menebus atau membayar hutang dosa kita.
Untuk itu, hanya Yesuslah satu-satunya manusia yang tidak berdosa, yang tidak punya hutang dosa, sehingga Dia layak atau memiliki kualifikasi, atau memiliki kapasitas untuk menebus dosa kita di hadapan Allah.
Oleh karena itu Saudara, melalui pengorbanan Kristus di salib yang telah menumpahkan darah-Nya yang mahal sebagai tebusan yang sah di mata Allah untuk mengampuni dan menebus kita dari cara hidup yang sia-sia, sehingga setiap orang yang percaya kepada Tuhan Yesus dijadikanNya sebagai orang benar yang memiliki kepastian akan keselamatan bersama Dia di surga. Amin, Saudara? Puji Tuhan!
Seperti kesaksian pujian yang dinyanyikan oleh Saudara-saudara kita yang menerima Baptis Kudus Dewasa dan Sidi dalam Ibadah GKI Kwitang tepat pada Hari Kenaikan Tuhan Yesus ke Surga, 18 Mei 2023, sebuah nyanyian kesaksian tentang anugerah keselamatan dalam Kristus yang telah mereka terima.
Mereka berdoa dan bersyukur kepada Tuhan: “Bukan dengan barang yang fana, Kau membayar dosaku. Dengan darah yang mahal, tiada noda dan cela, yaitu Darah Kristus. Bukan dengan emas atau perak, Kau menebus diriku, hanya oleh segenap kasih dan pengorbananMu”
Oleh sebab itu mereka bersaksi: “Aku telah mati dan tinggalkan cara hidupku yg lama. Semuanya itu sia-sisa, dan tak berarti lagi bagiku”
Dalam hidup mereka yang baru mereka berkomitmen: “Hidup ini kuletakkan pada mezbahMu ya Tuhan. Jadilah padaku seperti yang Kau ingini.”
Bagaimana dengan Saudara? Apakah Saudara juga telah memiliki komitmen untuk menyerahkan hidup Saudara kepada Tuhan? Bersediakah Saudara mengatakan: “Jadilah padaku seperti yang Kau ingini?”
Tetaplah memegang teguh dan percaya bahwa Tuhan Yesus telah menebus Saudara bukan dengan barang yang fana, bukan dengan perak atau emas, melainkan dengan darahNya yang mahal.
Tetaplah setia menjadi pengikut Kristus! Tetaplah bersemangat untuk hidup menjadi saksi Kristus dalam kehidupan sehari-hari! Lakukanlah saja, itu sudah cukup! Amin.
Mari kita berdoa:
Ya Bapa yang di surga, kami percaya bahwa kami telah ditebus dari cara hidup kami yang sia-sia bukan dengan barang yang fana, melainkan dengan darah yang mahal, yaitu darah Tuhan Yesus Kristus.
Kami berdoa untuk Saudara-saudara yang telah dibaptis dan mengaku percaya, kiranya anak-anakMu ini tetap setia selamanya menjadi pengikut Kristus. Terpujilah namaMu, kekal selama-lamanya. Dalam nama Tuhan Yesus Kristus kami berdoa. Amin.
Selamat bagi Saudara-saudara yang telah dibaptis dan Mengaku Percaya! Tuhan Yesus memberkati Saudara dan keluarga!
(AM25052023)
