firman
ACAR
admin Renungan Harian firman, harian, renungan, tuhan 0
Views: 0
Bacaan: Matius 5:13
“Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang”.
Salam sehat penuh rahmat, Tuhan sertamu!
Mungkin ada banyak orang yang menganggap acar hanya sebagai sajian pelengkap makanan, seperti misalnya sate, gule, nasi goreng, cap jay, mie pangsit, dan lain-lainnya. Menurut Wikipedia dijelaskan bahwa acar (pickle) adalah cara mengawetkan makanan dengan menggunakan cuka dan / atau brine. Biasanya yang dibuat adalah timun, tapi juga cabai, bawang, tomat, dan sebagainya. Acar disajikan sebagai hidangan sampingan, dimakan bersama dengan hidangan utama. Berbagai daerah di dunia memiliki jenis acar tersendiri.
Tahukah Anda bahwa sesunguhnya perjalanan acar untuk menjadi pelengkap makanan utama sudah dimulai sejak kurang lebih 4.000 tahun yang lalu. Baik, meski sering hanya dianggap sebagai pelengkap menu utama makanan, sesungguhnya acara memiliki banyak manfaat, yaitu: pertama, Mengurangi risiko penyakit jantung. Acar, khususnya acar timun, merupakan sumber beta karoten yang sangat baik bagi tubuh. Mengonsumsi makanan yang kaya akan karotenoid, seperti beta karoten, dapat mengurangi risiko terkena penyakit jantung. Kedua, Membantu pencernaan. Acar yang dibuat melalui proses fermentasi mengandung bakteri baik yang disebut dengan probiotik. Bakteri ini dapat membantu menyehatkan saluran pencernaan. Ketiga, Sumber antioksidan. Acar merupakan salah satu sumber antioksidan yang baik untuk tubuh. Keempat, meningkatkan sensitivitas insulin. Berdasarkan American Diabetic Association, asam asetat pada cuka dapat membantu meningkatkan sensitivitas insulin pada orang yang mengalami resistensi insulin atau penderita diabetes tipe 2.
Berbicara tentang acar yang memiliki banyak manfaatnya dan berdampak baik ini, maka kita ingat salah satu pengajaran Tuhan Yesus tentang garam dunia. Tuhan Yesus bersabda, “Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang”. Tuhan Yesus menggunakan garam sebagai metafora bahwa para pengikut-Nya harus memiliki manfaat dan dampak yang baik atau memberi ‘rasa dan membuat rasa’ di mana pun berada. Garam (Yun, halas) adalah garam alami yang memurnikan, membersihkan, menjaga dari kerusakan.
Bagaimana dengan garam yang dibuang? Begini penjelasannya. Di Palestina, kompor biasa berada di luar pintu dan dibangun dari batu di atas dasar ubin. Kemudian “untuk menahan panas” lapisan garam yang tebal diletakkan di bawah lantai keramik. Setelah jangka waktu tertentu khasiat garam sebagai penahan panas berangsur hilang. Oleh sebab itu, ubin diangkat, garam dikeluarkan dan dibuang ke jalan di luar pintu kompor. Jadi, ketika garam itu tidak lagi berguna, efeknya tidak lagi bermanfaat, maka dia dibuang. Itu berarti bahwa, jika seorang Kristen tidak memenuhi tujuannya sebagai seorang Kristen, maka dia sedang menuju bencana. Kita dimaksudkan untuk menjadi garam dunia, dan jika kita tidak menghidupkan kesucian hidup, menjadi antiseptik, maka kita menjadi masalah dan tidak berguna.
Kiranya sajian acar hari ini mengingatkan kita tentang tugas panggilan kita sebagai garam dunia yang berdampak baik bagi sesama. Selamat berjuang, Saudaraku, Tuhan Yesus memberkati.
Salam: Guruh dan keluarga.
Doa:
Ya Tuhan, kami rindu untuk menjadi garam yang bermanfaat dan memberi rasa. Kiranya Roh Kudus menolong kami untuk mewujudkannya. Terimakasih Tuhan Yesus, Amin.
MERESPON KASIH TUHAN
admin Renungan Harian firman, harian, renungan, tuhan 0
Views: 0
Bacaan: Mazmur 116 : 17
”Aku akan mempersembahkan korban syukur kepada-Mu, dan akan menyerukan nama TUHAN.”
Syalom jemaat yang terkasih didalam Tuhan.. Semoga bapak/ibu/saudara-saudari dalam keadaan baik..
Jemaat yang terkasih..Ada sebuah lagu sekolah minggu yang masih sering terngiang-ngiang dalam benak kita, lagunya demikian “Tuhan Yesus tidak berubah, tidak berubah, tidak berubah, Tuhan Yesus tidak berubah tak berubah selama-lamanya.” Lagu ini juga sempat viral di beberapa media sosial. Lagu yang senantiasa mengingatkan kita bahwa kasih Allah yang dinyatakan melalui kehadiran Kristus di dunia tidak pernah berubah sampai kapanpun. Dari awal bumi diciptakan sampai sekarang, kasih Allah tidak pernah berubah.
Pemazmur merasakan kasih Allah yang tidak pernah berubah dan sungguh luar biasa. Dimana Allah ternyata tidak tinggal diam ketika Pemazmur sedang mengalami kesesakan dalam hidupnya. Ketika Pemazmur berseru kepada Allah, oleh karena kasih-Nya, Ia mendengarkan seruan Pemazmur. Tidak hanya mendengar tetapi Ia juga mau menolong Pemazmur untuk bisa keluar dari segala kesesakan yang sedang ia alami. Pertolongan yang merupakan wujud nyata kasih Allah sungguh dirasakan oleh Pemazmur. Bagi Pemazmur, pertolongan Allah itu tidak sekedar dinikmati begitu saja, tetapi juga ia respon dengan memuji nama Tuhan dan mempersembahkan kurban syukur bagi Allah.
Sebagai umat Kristen pun kita dapat merasakan apa yang dialami oleh Pemazmur, dimana Tuhan Allah selalu hadir untuk menolong ketika kita dalam kesesakan. Kita dapat mengetahui bahwa Tuhan Allah tidak pernah berubah. Jika Allah menyatakan kasih-Nya secara pribadi pada diri Pemazmur, sekarang pun Allah menyatakan kasih-Nya dalam Kristus yang telah mati di kayu salib. Sudahkah kita merespon semua itu dengan baik?
Mari kita menjadi seperti Pemazmur, kita merespon kasih Allah itu dengan ikut ambil bagian dalam pelayanan sebagai bentuk ungkapan syukur kita. Kita bersedia melayani Tuhan dengan talenta yang telah dianugerahkan kepada kita, supaya nama Tuhan semakin dipermuliakan dalam kehidupan kita bersama melalui GKI Kwitang. Mari sebagai satu tubuh dalam GKI Kwitang, kita bangkit untuk melayani Tuhan, karena Tuhan telah mengasihi kita dengan begitu luar biasa. Selamat melayani, Tuhan memberkati kita.
TUHAN MENGUTUS KITA KE DALAM DUNIA
admin Renungan Harian firman, harian, renungan, tuhan 0
Views: 0
Bapak Ibu, Saudara Saudari sekalian yang dikasihi Kristus, Syalom Alekhem! Pada hari ini kita akan merenungkan firman Tuhan yang berjudul “Tuhan mengutus kita ke dalam dunia” dengan dasar Yohanes 20:21-22 Maka kata Yesus sekali lagi: ”Damai sejahtera bagi kamu! Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga sekarang Aku mengutus kamu. Dan sesudah berkata demikian, Ia menghembusi mereka dan berkata “Terimalah Roh Kudus .” Demikianlah Firman Tuhan. Berbahagialah setiap orang yang mendengarkan firman Tuhan dan yang memeliharanya.
Saudara-saudara, untuk apa Tuhan Yesus yang bangkit menjumpai murid-muridNya yang sedang berkumpul di sebuah ruangan yang tertutup dan pintu-pintunya terkunci? Mereka sedang diliputi kegelisahan ketakutan terhadap orang-orang Yahudi yang telah menyalibkan Tuhan Yesus. Dalam keadaan seperti itulah Tuhan Yesus hadir secara tiba-tiba, berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata: “Damai sejahera bagi kamu” (Syalom Alekhem).
Ucapan salam Syalom Alekhem ini diucapkan sampai dua kali adalah perkataan yang sangat dibutuhkan murid-murid saat itu. Perjumpaan ini pertama-tama untuk menguatkan kembali kehidupan iman mereka terhadap Tuhan Yesus yang telah bangkit. Mereka bukan hanya mendengar tentang kebangkitanNya, tetapi mereka benar-benar melihat Tuhan Yesus yang hidup!
Damai sejahtera yang hadir bersamaan dengan berita kebangkitan Tuhan Yesus ini diberitakan juga kepada dunia. Oleh sebab itu, selanjutnya Tuhan Yesus mengutus murid-muridNya untuk melaksanakan misi Allah, yaitu misi perdamaian bagi dunia ini.
Untuk itulah Tuhan Yesus menghembusi mereka dengan Roh Kudus. Dengan pemberian Roh Kudus, murid-murid yang penuh ketakutan dan kegelisahan itu diciptakan kembali, dilahirkan kembali dari Roh, demi perutusan mereka kepada dunia. Puji Tuhan!
Seperti kesaksian pujian yang dipersembahkan oleh BPMJ GKI Kwitang yang dilantik pada tanggal 30 April 2023 sebuah pujian yang berjudul “Tuhan Mengutus kita” Lagu ini diciptakan oleh Arnoldus Issak _Apituley. Lagu ini telah menjadi berkat bagi banyak orang percaya, menyadarkan kita bahwa Tuhan mengutus kita ke dalam dunia.
“Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga sekarang Aku mengutus kamu” Tuhan Yesus yang sudah menyelamatkan kita, mengutus kita untuk membawa syalom bagi dunia, membawa pelita kepada yang gelap.
BPMJ GKI Kwitang mengajak kita semua untuk melayani Tuhan dengan sepenuh hati. Marilah kita melayani Saudara-saudara kita yang mengalami sakit, lemah, miskin, lapar, berkeluh, kepada yatim, kepada yang resah, dukacita, dan melawat orang yang terbelenggu.
Marilah kita melayani dengan sepenuh hati. Marilah kita melayani dengan senang, meskipun dalam pelayanan terkadang kita menghadapi kesulitan, tantangan, diremehkan, diolok-olok, bahkan dibully, difitnah, dsb. Tetapi biarlah kita selalu ingat, bahwa Tuhan Yesus telah mengutus kita melalui profesi dan talenta kita masing-masing untuk membawa pelita, untuk membawa syalom.
Bersediakah Saudara melakukan perutusan dari Tuhan? Jika kita dengan senang bersedia diutus membawa syalom kepada keluarga kita, persekutuan jemaat dan masyarakat kita, berarti kita memuliakan namaNya! Amin Saudara? Puji Tuhan. Lakukanlah saja, itu sudah cukup. Amin.
Mari kita berdoa:
Ya Bapa yang di surga, kami bersyukur karena Tuhan Yesus yang bangkit memberikan damai sejahtera dan mengutus kami untuk melayani Tuhan melalui segala talenta yang Tuhan berikan. Kami berdoa bagi BPMJ GKI Kwitang yang baru dilantik, mampukanlah melayani Tuhan dengan baik. Terpujilah namaMu, kekal selama-lamanya. Dalam nama Tuhan Yesus Kristus kami berdoa. Amin.
Tuhan Yesus memberkati Saudara dan keluarga!
(AM4052023)
UBAH FOKUSNYA
admin Renungan Harian firman, harian, renungan, tuhan 0
Views: 0
Bacaan: Amsal 7:2
Berpeganglah pada perintahku, dan engkau akan hidup; simpanlah ajaranku seperti biji matamu.
Bacaan: Zakharia 2:8
Sebab beginilah firman TUHAN semesta alam, yang dalam kemuliaan-Nya telah mengutus aku, mengenai bangsa-bangsa yang telah menjarah kamu — sebab siapa yang menjamah kamu, berarti menjamah biji mata-Nya –:
Salaaam Damai dan Sukacita sahabat Kristus semua…
Hari ini kita akan merenungkan lagi Firman Tuhan tentang bagaimana mengolah kecemasan kita.
Kecemasan yang dapat menghasilkan kesedihan, kuatir dan amarah dan bahkan dapat juga menimbulkan penyakit fisik dalam diri kita seringkali hanya kita ketahui ujungnya saja…yakni: marahnya, sedihnya, sakitnya dll. Pertanyaannya adalah, Apakah anda mau tinggal dalam keadaan itu terus?; Hidup dikuasai kemarahan, kesedihan dan membiarkan diri menjadi sakit karenanya?
Nah untuk dapat terlepas dari semua itu, maka sahabat mestinya mau melepaskannya…. dengan segera mungkin sahabat akan berkata: “mau…., mau….,mau….” Mengatakannya mau..memang mudah ya…namun itu membutuhkan kehendak sungguh dalam diri kita untuk melepaskannya. Mari, saya ajak sahabat yang telah mau melepaskan diri dari berbagai bentuk kecemasan itu untuk:
- Ambillah waktu luang untuk memikirkan dan menemukan apasih yang membuat saudara mengalami kecemasan: kesedihan, kekuatiran, kemarahan dan bahkan jika hal itu sedang hinggap lalu saudara merasakan kesakitan di tubuh….buatlah diri tenang, dan temukan lah alasan apa yang memicu kecemasan sahabat. Alasan apa yang membuat diri anda jadi mudah sedih, kecewa dan marah atau ketika merasakan sakit, anda sedang memikirkan apa? Mungkin tak segera di temukan ya, alasan dari semua kecemasan itu. Tidak apa sahabat, kita biasanya memang tak ingin terlihat lemah dan buruk, sehingga tak terbiasa juga menggali dan mengakui diri yang sedang lemah dan buruk ya. Namun jangan menyerah, ini bukan perlombaan, ini soal pemulihan. Permulihan itu membutuhkan proses.
- Setelah nanti, sahabat sudah bisa menemukan apa penyebab dari kecemasan itu, maka mari kita masuk tahap ke dua: tahap ke dua adalah saudara diajak untuk segera mengubah fokus pada kecemasan itu menjadi pikiran akan segala sesuatu yang memberi kekuatan dan semangat. Coba pikirkanlah saat ini, apa yang memberikan kepada sahabat kekuatan, sukacita dan kesehatan: menyanyi; memuji Tuhan atau mengingat dan membaca Firman Tuhan yang favorit, itu mampu mengubah suasana hati kita. Juga membaca, membaca yang menambah ilmu dan kepekaan kita misalnya. Atau bisa juga berkebun (ngurus pohon maksudnya, walau hanya berjumlah sedikit, di halaman rumah😊), mengurus dan menyayangi hewan peliharaan: ayam, doggy, kucing, ikan dll), dan jika saudara punya keluarga: suami, istri, anak, ataupun orang-tua, dan sahabat juga boleh ya…lihatlah mereka, bersyukur lah (ingatlah, ungkapkanlah kasih sayang kepada mereka, rangkul, katakan bahwa engkau berharga, engkau hebat, aku mengasihimu, karena saatnya memang sekarang, bukan nanti ketika mereka tak ada kan…)
Namun ingatlah juga bahwa jika pada tahap ini, engkau malah mengalami kecemasan: misalnya malah menangis, malah marah dan kecewa…. kemungkinan besar sesungguhnya inilah sumber pemicu dari segala kecemasannmu… itu tidak apa-apa.., terima saja… lalu carilah lagi /ubah fokusnya lagi dengan melihat apa yang ada sekarang, yang masih dapat kita nikmati dan besryukurkah ….begitu terus. Nanti dengan proses terus menerus, sahabat akan dipulihkan…
Membaca, kasih sayang binatang peliharaan, kehadiran keluarga yang saat ini masih ada bersama kita dll semoga dapat memberi atau menulari energi positif ke dalam kehidupan kita ya. Jika saudara sempat, bisa ditambahkan dengan tehnik pernafasan. Jika mau, silahkan saudara datang bersama dalam Healing Group di GKI Kwitang, tiap hari kamis ya… - Lagi pula, ini bagian yang terpenting ketika kita berusaha untuk mengalami pemulihan ingatlah selalu bahwa Tuhan Allah kita sungguh menggangap sahabatku sebagai sosok yang berharga di mataNya. Ingat kata Firman tadi bahwa keinginan Tuhan menyelamatkan bangsaNya adalah karena Tuhan Allah memandangmu sebagai biji bola mataNya. Siapa yang tidak menjaga biji bola matanya sendiri? Demikian juga dengan Tuhan Allah kita terhadap kita. Ia tidak menghendaki umatnya mengalami kesusahan karena jauh dari Nya. Kita percaya bahwa kita adalah biji bola mataNya, maka kita percaya bahwa Tuhan Allah sangat menyayangi kita dan tentu saja menghendaki agar kita pulih dari segala kecemasan. Oleh karena itulah, sang bijak Amsal juga rindu selalu menjadi biji bola mata Tuhan karena sumber kedamaian sejati adalah dari Tuhan. Sahabatku akan mengalami pemulihan dan kekuatan dan kedamaian sejati karena engkau mau menjadikan Firman Tuhan sebagai biji bola mata mu juga.
Jadi jika kecemasan datang, ubah fokusmu pada apa yang indah, baik yang masih ada di hadapanmu, nikmati dan bersyukurlah untuk segalanya itu. Dan terutama ingatlah selalu bahwa Engkau adalah biji bola mata Tuhan.
“Hanya dekat Allah saja aku tenang, dari pada-Nyalah keselamatanku”( Mazmur 62:2). Amin (LiN,RH,03-05-2023)
RAJIN BERBUAT BAIK
admin Renungan Harian firman, harian, renungan, tuhan 0
Views: 0
Bacaan: 1 Petrus 3:8-22
Salam sejahtera semoga kita makin rajin berbuat baik, sebab tidak ada orang yang akan berbuat jahat terhadapnya. Tapi jika harus menderita karena melakukan kebenaran, kebaikan, maka kita akan berbahagia, dan tidak gentar menghadapi penderitaan tersebut, seperti ungkapan dalam 1 Petrus 3:13-14 Dan siapakah yang akan berbuat jahat terhadap kamu, jika kamu rajin berbuat baik? Tetapi sekalipun kamu harus menderita juga karena kebenaran, kamu akan berbahagia. Sebab itu janganlah kamu takuti apa yang mereka takuti dan janganlah gentar.
Mengapa orang Kristen harus berbuat baik di tengah masyarakat yang membenci Tuhan Yesus, dan menganiaya orang Kristen? Orang Kristen dimampukan berbuat baik oleh Tuhan ketika orang Kristen bersatu dalam doa, memuliakan Tuhan, bersatu sebagai tubuh Kristus yang berbeda karunia, berbeda kemampuan, sehati sepikiran, seia sekata, seperasaan, mengasihi saudara-saudara, penyayang dan rendah hati, tidak membalas kejahatan dengan kejahatan, tidak membalas caci maki dengan caci maki.
Pertengkaran, perpecahan merupakan kedagingan, hidup menurut ukuran manusia, bukan ukuran Tuhan Yesus, tanpa pikiran Kristus. Orang yang mengunakan pikiran dan perasaan Yesus maka tembok-tembok pemisah dihancurkan Yesus. Orang yang dikuasai Roh Kudus, dimampukan untuk menjaga kesatuan. Orang Kristen berpegang pada satu Roh, satu Allah, satu iman, satu baptisan. Sehati sepikiran untuk berjuang dalam iman. Jika orang sehati sepikiran, satu kasih, satu jiwa, satu tujuan akan membuat banyak sukacita. Orang Kristen tidak dapat menjalani hidup kekristenan kalau tidak bersatu dengan sesama. Gereja tidak dapat melakukan tugasnya dengan baik, jika terjadi perpecahan, karena masih menggunakan pikiran duniawi atau manusia, bukan menggunakan pikiran dan perasaan Yesus. Kesatuan akan terjadi jika orang Kristen rendah hati, bergantung pada kesatuan yang diberikan dalam Kristus, tidak bergantung pada kepentingan sendiri. Orang Kristen jujur dalam mencari persekutuan hidup bersama, hanya demi mendengar dan taat pada kehendak Yesus, bukan mengejar kehendak dan kepentingan sendiri.
Orang Kristen yang bersatu, bersekutu adalah orang yang bersukacita dengan sesama yang bersukacita, bersedih bersama orang yang bersedih, seperasaan. Ketika ada anggota dihormati maka seluruh anggota turut bersukacita bersama. Tubuh Kristus harus seperasaan, tidak boleh ada mementingkan diri sendiri. Seperasaan tergantung dari kerelaan melupakan diri sendiri dan ikut memikirkan, mengingat penderitaan, kesedihan, kesulitan orang lain.
Kita yang sudah diselamatkan oleh Tuhan dari hukuman maut, mendapat kepastian janji hidup kekal, kita diberkati Allah, maka hidup yang kita jalani adalah mengasihi sesama, karena kita mengasihi Allah. Orang yang sudah diselamatkan Tuhan Yesus tapi tidak mengasihi sesama, maka ia akan tetap dalam hukuman maut. Orang yang tidak mengasihi berarti membenci sesama, itu sama dengan membunuh sesama. Kalau orang mengasihi Allah, tapi membenci sesama maka orang ini berdusta dihadapan Allah.
Orang Kristen terpanggil untuk berbelas kasih. Di dalam dunia, belas kasih makin hilang. Ketika ada perang terjadi, banyak korban, ada banyak orang tidak bisa berbelas kasih terhadap korban perang. Banyak korban bencana, kecelakaan, tapi orang makin hilang belas kasih. Orang hanya sebatas iba, dengan korban perang, bencana, kecelakaan, setelah itu lupa, dengan penderitaan orang lain, dan tidak ada tindakan yang diperbuat. Orang Kristen yang sudah diselamatkan Tuhan Yesus, dipanggil untuk berbelas kasih, bukan sekedar rasa iba, kasihan. Karena Allah begitu mengasihi dunia ini, maka orang Kristen meniru belas kasih Allah yang besar tersebut.
Orang Kristen dipanggil Tuhan untuk memberkati orang, bukan mengutuki orang. Orang yang memberkati karena sudah mendapat berkat Tuhan melimpah seperti air di gelas melimpah karena begitu banyak berkat. Dan akan terus mendapat berkat Tuhan. Orang yang tidak merasa diberkati maka hidupnya tidak mampu memberkati orang.
Orang yang bersekutu dalam Yesus, sudah ditebus, adalah orang yang rendah hati, dalam arti sangat bergantung pada Tuhan, menyadari bahwa tanpa Tuhan kita tidak dapat berbuat apa-apa. Orang yang rendah hati tolok ukurnya adalah Yesus, yang sangat mulia, dan kita berdosa, fana, menyadari kelemahan, kekurangan dibanding Yesus. Kalau kita membanding dengan orang lain, bisa timbul kesombongan, merendahkan orang lain. Dengan melihat ukuran Tuhan Yesus, kita tetap rendah hati.
Orang yang diselamatkan Tuhan Yesus, berarti orang yang diampuni dosanya oleh Tuhan, maka orang tersebut juga mengampuni kesalahan sesama. Ketika kita mengampuni orang yang membenci Yesus, membenci orang Kristen maka dosa kita kepada Allah juga diampuni.
Orang yang rajin berbuat baik adalah orang yang mencintai hidup dan mau melihat hari baik. Orang ini akan menjaga lidah agar tidak digunakan untuk yang jahat, untuk menipu, merusak, menghina sesama. Orang ini akan menjauhi yang jahat dan rajin melakukan yang baik, benar, adil, damai. Mata Tuhan tertuju pada orang yang melakukan kebenaran kebaikan, Tuhan menentang orang berbuat jahat.
Orang yang rajin berbuat baik, dalam hidup masyarakat tidak akan diperlakukan jahat oleh orang lain di sekitarnya. Tapi ada saja orang berbuat jahat kepada orang yang rajin berbuat baik, benar, adil dan damai. Orang yang rajin berbuat baik adalah orang yang mencintai kebaikan, hatinya berkorbar-kobar, bersukacita, bahagia, untuk berjuang demi kebaikan. Orang rajin berbuat baik, bahagia, semangat karena hatinya murni, tidak ada tipu daya demi keuntungan diri sendiri, demi kehormatan diri sendiri, demi kepentingan diri sendiri.
Orang Kristen yang dianiaya masyarakat karena percaya Yesus, maka ia tetap rajin berbuat baik, dengan bahagia, semangat. Orang yang menderita demi iman kepada Yesus adalah orang yang sangat mengutamakan Allah, Yesus. Bagi orang ini Yesus sangat tinggi nilainya dalam hidupnya, dan tidak mau melepaskan Yesus, walau harus menderita. Orang yang sangat mengutamakan kekayaan, kesenangan pribadi, ketika menderita, maka ia akan rapuh, jika hartanya hilang sekejap karena kebakaran ditipu, dirampok atau hancur.
Marilah kita mencoba berbuat baik di dalam dunia seperti ungkapan KJ. 437 ayat 6 Kucoba, teman, di dalam dunia (2x) berbuat baik. Amin, amin. (2x) Buktikan, teman, di dalam dunia (2x) kebaikanmu! Amin, amin. (2x)
Berdoa:
Ya Tuhan mampukan kami makin rajin berbuat baik. Jika kami harus menderita karena melakukan kebenaran kebaikan, keadilan, maka kami akan berbahagia, dan tidak gentar menghadapi penderitaan tersebut. Dalam Yesus kami berdoa. amin
TUHAN PELINDUNG PARA BURUH
admin Renungan Harian firman, harian, renungan, tuhan 0
Views: 0
Bahan: Kejadian 31:5-7,
Lalu ia berkata kepada mereka: “Telah kulihat dari muka ayahmu, bahwa ia tidak lagi seperti yang sudah-sudah kepadaku, tetapi Allah ayahku menyertai aku. Juga kamu sendiri tahu, bahwa aku telah bekerja sekuat-kuatku pada ayahmu. Tetapi ayahmu telah berlaku curang kepadaku dan telah sepuluh kali mengubah upahku, tetapi Allah tidak membiarkan dia berbuat jahat kepadaku.
Hari ini adalah Hari Buruh Internasional, para buruh di banyak negara merayakan, agar semua pihak memberi perhatian kepada buruh. Demikian di negeri kita, setiap hari buruh ini, para buruh turun ke jalan berdemonstrasi membawa spanduk yang pada intinya agar buruh di negeri ini mendapat kesejahteraan sesuai dengan kerja mereka. Setiap negara mempunyai undang-undang perburuhan, di negeri kita ini di sebut undang-undang tenaga kerja. Kita tidak lagi menemukan perbudakan, seperti dulu umat Israel di Mesir. Di negeri ini kita telah memiliki Undang-Undang Cipta Kerja, tetapi ternyata belum final untuk diundangkan karena telah dikeluarkan Perpu tentang Cipta Kerja, dengan demikian maka kepastian hukum belum sepenuhnya tercipta tentang Tenaga Kerja di negeri ini.
Laban seorang petani ternak yang mendapat kesempatan mempekerjakan Yakub sebagai buruhnya. Mereka masih terikat kekrabatan, tetapi dalam hal kerja maka Laban sendiri meminta agar Yakub bekerja mendapat upah, dengan berkata: “… katakanlah kepadaku apa yang patut menjadi upahmu.” Atas pernyataan ini Yakub bekerja untuk mendapatkan anak Laban menjadi isterinya, dua orang anak perempuan Laban diberikannya kepada Yakub menjadi isterinya, ditambah lagi dua orang budak perempuan menjadi isterinya. Kalau kita lihat pernyataan Yakub kepada kedua isterinya, dia sebagai buruh bagi Laban, telah bekerja keras dengan baik. Dengan pekerjaan Yakub, Laban diberkati Tuhan, bertambah-tambah kambing dombanya. Tetapi di pihak lain Laban justru mengabaikan hak dan kesejahteraan Yakub. Sebagai majikan Laban telah mengubah upah bagi Yakub sepuluh kali, Laban berbuat curang kepadanya. Tetapi sesuai dengan tema yang berbunyi: TUHAN PELINDUNG PARA BURUH, demikian Yakub tetap terlindungi dari kecurang majikannya tidak membinasakan dia. Akhirnya Yakub melalui upahnya bertambah-tambah kekayaannya karena Tuhan, yang membuat Laban merasa tidak senang yang terlihat dari ekspresi mukanya melihat Yakub. Kehadiran Yakub membuat harta Laban bertambah-tambah, demikian juga Yakub telah kaya dari usaha Laban.
Kalau kita lihat dari hubungan buruh dan pengusaha, pada dasarnya kedua pihak haruslah saling menguntungkan. Kehadiran buruh bagi pengusaha, untuk menambah hasil produksi agar mendapat keuntungan. Di Negara kita dengan Undang-undang Cipta Kerja, penetapan upah regional dilihat dari laju inflasi dan pertumbuhan ekonomi daerah, tidak lagi dari perembukan unsur Pemerintah, Buruh dan Pengusaha. Hal ini membuat buruh merasa diabaikan. Kalau ada buruh di PHK dalam Undang-undang cipta kerja, buruh tidak mendapat pesangon yang layak. Tidak dihitung masa kerja mereka. Demikian sedikit wajah perburuhan di negeri kita. Namun sebagai orang beriman kita mengaku: TUHAN PELINDUNG PARA BURUH. Perusahaan maju, buruhnya sejahtera, pertahanan ekonomi negara kuat.
Mari kita aplikasikan renungan ini dengan pokok berikut:
- Menurut Anda, Laban sebagai majikan, apa sebaiknya dilakukannya terhadap Yakub.
- Dalam hubungan Laban dan Yakub, apa kelebihan Yakub yang menjadi andalannya?
- Kalau Anda dibantu oleh PRT apakah mereka cukup sejahtera di rumah Anda.
Mari berdoa:
Bapa dalam Tuhan Yesus Kristus, kami adalah kawan sekerja Allah yang juga mendapat upah. Karuniakan kesejahteraan kalau kami juga menjadi pekerja, karyawan atau wiraswasta atas kerja dan usaha kami. Melalui pekerjaan kami, kami mengabdi kepada negara, masyarakat yang memuliakan Tuhan, Inilah doa dan harapan kami dalam Kristus Yesus. Amin. [AS010523]
NANAS MADU
admin Renungan Harian firman, harian, renungan, tuhan 0
Views: 1
Bacaan: Kolose 2:6-7
“Kamu telah menerima Kristus Yesus, Tuhan kita. Karena itu hendaklah hidupmu tetap di dalam Dia. Hendaklah kamu berakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia, hendaklah kamu bertambah teguh dalam iman yang telah diajarkan kepadamu, dan hendaklah hatimu melimpah dengan syukur”.
Salam sehat penuh rahmat, Tuhan sertamu!
Siapa tidak kenal dengan nanas madu? Buah ini dijajakan di banyak ruas jalan di Jakarta. Nanas madu sering juga disebut sebagai nanas Pemalang karena memang berasal dari Pemalang Jawa Tengah. Nanas madu memiliki ciri fisik lebih mungil dibandingkan dengan nanas dari daerah lain seperti nanas Subang maupun nanas Palembang. Nanas madu ini hanya berukuran 400gr sampai dengan 700gr, namun demikian memiliki rasa yang lebih manis, cukup kandungan airnya serta bagian tengah buah yang tidak tebal dibandingkan dengan jenis lainnya.
Merujuk pada Buku Persyaratan Indikasi Geografis (IG) Nanas Madu Pemalang yang disusun Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis (MPIG) Kabupaten Pemalang Tahun 2022, nanas madu ini bukan tanaman asli Pemalang, melainkan berasal dari Bogor, yaitu: nanas jenis ‘queen’. Nanas tersebut dibawa oleh tokoh masyarakat Desa Beluk, Kecamatan Belik, Pemalang pada tahun 1942. Sampai di Beluk, mahkota buahnya dibuang di pekarangan rumah. Ternyata mahkota buah itu tumbuh. Karena tumbuh dan berkembang dengan baik, maka tanaman nanas kemudian dijadikan tanaman konservasi di daerah perbukitan setempat yang rawan longsor, sekaligus dibudidayakan. Pada tahun 1975, tanaman nanas Queen itu berkembang secara alami di Desa Beluk dan desa-desa sekitarnya. Namun di Pemalang, buah nanasnya memiliki rasa yang sangat manis, dengan ukuran yang lebih kecil bila dibandingkan dengan nanas pada umumnya.
Bentuk dan rasa dari nanas madu Pemalang ini sangat dipengaruhi oleh kondisi geografis dan kelembapan udara yang tetap terjaga dengan adanya embun – bahkan saat kemarau sekalipun. Media penanaman nanas ini juga berbeda jika dibandingkan dengan wilayah lainnya, yakni dengan media batu. Oleh sebab itulah sebelum dikenal sebagai nanas madu Pemalang, nanas ini dikenal sebagai nanas batu. Memang benar bahwa Kondisi tanah memang merupakan salah satu faktor penting dalam proses budidaya tanaman. Tanah berperan sebagai tempat tumbuh tegak tanaman, tempat persediaan air, udara, dan unsur hara, serta tempat hidupnya organisme yang mampu mendukung pertumbuhan dan perkembangan tanaman.
Pertumbuhan dan perkembangan nanas madu Pemalang ini, mengingatkan tentang jati diri kita sebagai orang-orang yang percaya kepada Kristus. Agar dapat memiliki karakter seperti Kristus, maka kita juga harus berakar dan bertumbuh di dalam Dia. Rasul Paulus mengingatkan, “Kamu telah menerima Kristus Yesus, Tuhan kita. Karena itu hendaklah hidupmu tetap di dalam Dia. Hendaklah kamu berakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia, hendaklah kamu bertambah teguh dalam iman yang telah diajarkan kepadamu, dan hendaklah hatimu melimpah dengan syukur”. Bila kita ingin selalu menghidupi dan menghayati karakter Kristus di dalam hidup kita, maka kita memang harus berakar dan dibangun di atas Dia. Seberapa banyak “nutrisi” yang kita serap melalui relasi yang akrab dengan Kristus akan menentukan bagaimana kita menghidupi karakter Kristus itu setiap harinya.
Saudaraku, kiranya kisah seputar nanas madu ini dapat kembali mengingatkan kita untuk selalu memiliki relasi yang akrab dengan Kristus sehingga kita dapat berakar dan bertumbuh di dalam Dia. Dengan demikian, maka kita dapat menyatakan Kristus melalui hidup kita. Selamat berjuang, Tuhan Yesus memberkati.
Salam: Guruh dan keluarga.
Doa:
Ya Tuhan, kami rindu untuk selalu dekat dengan-Mu agar kami dapat menyatakan Engkau melalui hidup kami. Kiranya roh Kudus menolong kami untuk dapat mewujudkannya. Terimakasih Tuhan Yesus, Amin.
PERCAYA MESKI TAK MELIHAT
admin Renungan Harian firman, harian, renungan, tuhan 0
Views: 0
Bacaan: Yohanes 20 : 29
”Kata Yesus kepadanya: Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya”
Syalom jemaat yang terkasih didalam Tuhan.. Semoga bapak/ibu/saudara-saudari dalam keadaan baik..
Jemaat yang terkasih.. Ada sebuah video kesaksian di Youtube menayangkan kesaksian seseorang yang berjumpa dengan Tuhan Yesus. Dia yang semula tidak percaya kepada Tuhan Yesus, setelah peristiwa penampakan Tuhan Yesus pada dirinya, dia menjadi percaya dan mengikut Tuhan Yesus. Ada pula kesaksian seseorang sakit yang berat dan lama, dia bukan orang Kristen. Suatu hari, dia mengikuti ibadah penyembuhan, dia berharap mendapatkan kesembuhan. Dia percaya bahwa Tuhan Yesus akan menyembuhkannya. Imannya menjadikan dia sembuh dan dia merasakan pertolongan Tuhan Yesus pada dirinya.
Kisah penampakan Tuhan Yesus setelah kebangkitan-Nya dikisahkan pada bacaan kita saat ini. Pada saat para murid berkumpul dalam rumah yang terkunci, Tuhan Yesus hadir di tengah-tengah mereka dan mengucapkan, “Damai sejahtera bagi kamu!”. Ada sukacita yang dirasakan oleh para murid. Kemudian Tuhan Yesus menghembusi mereka dengan Roh Kudus, Roh Allah menyertai mereka. Namun pada saat itu Tomas tidak hadir. Dia tidak percaya akan berita kebangkitan Tuhan Yesus. Setelah delapan hari, Tuhan Yesus menampakkan diri kembali kepada para murid, dimintanya Tomas untuk mencucukkan jarinya pada bekas luka di tangan dan lambung-Nya, maka percayalah Tomas.
Belajar dari kisah Tomas, kita menjadi tahu bahwa bagi sebagian orang, iman itu harus disertai bukti. Ada orang percaya Tuhan Yesus karena dia diberkati dengan kekayaan duniawi: mempunyai mobil, rumah mewah, jabatan tinggi sebagai bukti Tuhan Yesus memberkati hidupnya. Ada pula, orang percaya Tuhan Yesus karena dia sembuh dari sakit penyakit yang menurut dokter tidak dapat disembuhkan.
Lantas bagaimana dengan kita yang tidak mengalami hal-hal yang spektakuler sebagai bukti Tuhan Yesus menyertai kita? Apakah kita masih percaya kepada Tuhan Yesus di saat hidup kita mengalami kesulitan, kegagalan, sakit, penuh tekanan dan pergumulan? Jawabnya harus iya, kita harus tetap percaya kepada Tuhan Yesus. Tanpa harus melihat bukti yang spektakuler, dengan iman kita meyakini Tuhan Yesus beserta kita. Kita merasakan Tuhan Yesus ada di sepanjang pergumulan dan langkah hidup kita. Mari terus memandang pada Tuhan Yesus, sebab Dia hidup dan senantisa menolong kita. Selamat berefleksi, Tuhan memberkati kita.
KUDAKI, DAKI GUNUNG YANG TINGGI
admin Renungan Harian firman, harian, renungan, tuhan 0
Views: 2
Bapak Ibu Saudara sekalian yang dikasihi Tuhan, Syalom Alekhem! Hari ini kita akan merenungkan firman Tuhan yang berjudul “Kudaki, daki gunung yang tinggi” dengan dasar kitab Mazmur 139:8-10 “ Jika aku mendaki ke langit, Engkau di sana; jika aku menaruh tempat tidurku di dunia orang mati, di situpun Engkau . Jika aku terbang dengan sayap fajar, dan membuat kediaman di ujung laut , juga di sana kanan tanganMu akan menuntun aku dan tangan kananMu memegang aku.” Demikianlah Firman Tuhan. Berbahagialah setiap orang yang mendengarkan firman Tuhan dan yang memeliharanya.
Dalam Kitab Mazmur ini, Daud selain bersaksi tentang sifat-sifat Allah yang Mahakuasa, Mahabesar, Mahapengasih, Mahaadil, tetapi juga Allah Mahahadir atau Omnipresent. Kehadiran-Nya di mana-mana membuktikan bahwa Ia adalah Allah yang berkuasa dan Omnipresent. Ia dapat berada di semua tempat dan di semua waktu. Manusia tidak dapat bersembunyi dari kehadiran Allah.
Pemazmur mengatakan: “Jika aku mendaki ke langit, Engkau di sana…. Jika aku terbang dengan sayap fajar…. juga di sana tangan kananMu akan menuntun aku dan tangan kananMu memegang aku”
Setelah kebangkitanNya, Tuhan Yesus menunjukkan sifat Omnipresent itu. Ia hadir bersama kedua orang murid yang berjalan ke Emaus, tetapi juga pada waktu yang sama Tuhan Yesus hadir dalam persekutuan murid-murid yang diliputi ketakutan dalam ruangan yang terkunci rapat-rapat. Sebelum kenaikannya ke Surga, Tuhan Yesus pun berkata: “Aku menyertai kamu senantiasa sampai akhir zaman”. Tuhan Yesus yang telah bangkit itu menujukkan sifat Omnipresent . Puji Tuhan!
Seperti kesaksian pujian yang dipersembahkan oleh D’Rangers feat. Ayee, sebuah pujian yang berjudul “Kudaki, daki gunung yang tinggi”. Lagu ini sering dinyanyikan oleh Anak-anak Sekolah Minggu dan Remaja, tetapi kali ini dinyanyikan oleh sekelompok Pemuda-pemudi Pecinta alam, yang hendak bersaksi tentang keagungan Tuhan.
Mereka merasakan kehadiran Tuhan dan penyertaan Tuhan dalam kehidupan mereka, di manapun mereka berada.
Mereka menyanyi gembira: “Ku daki, daki, daki, daki gunung yang tinggi. Ku turun, turun, turun, turun lembah yang dalam. Ku melintasi padang rumput hijau terbentang, Yesus besertaku.” Melalui pujian ini mereka bersaksi: Dalam suka maupun duka Tuhan Yesus tetap ada menyertai.
Mungkin saat ini ada di antara Saudara yang sedang mengalami penderitaan, dukacita, kekecewaan, keputusasaan, kegagalan, yakinlah Tuhan hadir membawa perubahan yang mendatangkan kekuatan dan pengharapan baru, serta sukacita. Yakinlah Tangan kanan Tuhan menuntun Saudara! Tangan kanan Tuhan memegang Saudara!
Oleh sebab itu bersediakah Saudara membuka pintu hati untuk kehadiran Tuhan dalam hidup Saudara? Kita percaya Tuhan Yesus Omnipresent, menyadarkan kita bahwa Tuhan hadir di setiap tarikan nafas kita di manapun kita berada. Bersyukurlah kepada Tuhan! Pujilah Tuhan dengan segenap hatimu! Amin, Saudara? Lakukanlah saja! Itu sudah cukup. Amin.
Mari kita berdoa:
Ya Bapa yang di surga, kami bersyukur dan memuji Engkau, karena Tuhan selalu hadir dalam kehidupan kami di manapun kami berada, dalam keadaan suka maupun duka. Tangan Tuhan menuntun kami, Tangan Tuhan memegang kami. Terpujilah namaMu, kekal selama-lamanya. Dalam nama Tuhan Yesus Kristus kami berdoa. Amin. Tuhan memberkati Saudara dan keluarga!
(AM27042023)
